Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
90 : Menang Kalah


__ADS_3

Tapi ujung-ujungnya dari niatnya yang katanya akan belanja, Arvin saat ini justru pulang ke rumah dan langsung di tatap sengit oleh Ashera.


"Kau, tidak akan dapat jatah makanan hari ini."


'Pasti masalah itu.' Arvin tahu permasalahannya, jadi untuk sekedar makanan saja, dia masih bisa santai. "Ya sudah, berarti aku hanya makan di luar atau menyuruh Daseon saja."


"Itu tidak bisa." tekan Ashera.


Dan seketika raut wajah Arvin jadi menggelap. "Jika kau mempermasalahkan soal hadiahmu, itu karena kau tidak mendapatkan izin dariku."


"Aku sudah mengiyakan untuk tidak ikut pesta, kenapa kau bahkan mau mencegahku untuk memberikan Fajar hadiah?"


"Kau ingatlah posisimu itu Ashera, aku ini sebagai suamimu jika aku bilang aku tidak memberimu izin memberi hadiah pada pria lian, artinya mutlak kau tidak boleh memberinya hadiah. Kau pikir aku hanya punya tuntutan untuk menurutimu agar aku bisa disiplin padamu?

__ADS_1


Jika kau mengatur hidupku untuk bisa jadi orang yang sesuai dengan keinginanmu, maka tidak ada salahnya bagiku untuk melarangmu melakukan sesuatu yang bahkan tidak aku sukai." ungkap Arvin.


'Dia ini- menggunakan statusnya untuk melarangku.' Ashera jadi terjebak sendiri. Tapi tanpa kehilangan akal, dia pun membuat sebuah alasan. "Tapi jika bukan karena dia, aku waktu itu tidak akan terpuruk."


Arvin mengernyitkan matanya. Dia masih belum paham dengan maksud yang di katakan oleh Ashera ini.


"Waktu itu, kau membuang jaketku, memangnya siapa yang waktu itu, di tengah hujan besar, menolongku? Jika bukan karena dia, siapa lagi? Kaulah yang membuatku dalam masalah, waktu itu."


'Tapi jika iya pun, ingin memberikannya hadiah, kenapa kau harus membuat hadiah yang kau buat dengan tanganmu sendiri? Seolah kau punya perasaan khusus padanya. Sebentar- kenapa aku begitu tersinggung melihat Ashera membuat hadiah khusus untuk anak itu?' Pikiran Arvin pun jadi bergejolak.


Belum sempat selesai berbicara, mulutnya seketika di bungkam dengan kasar oleh mulutnya Arvin.


Ashera yang ingin memberontak dengan menjegal kakinya Arvin, justru yang kena jegal adalah Ashera sendiri sampai akhirnya Ashera terjatuh ke belakang.

__ADS_1


BRUKK.....


"Umphh...!" Kernyit Ashera, merasakan sakit di punggungnya. 'Katanya tidak suka, tapi dia terus mengingkari ucapannya sendiri. Ah-' Ashera semakin mengernyitkan matanya saat tangannya Arvin menyelinap masuk kedalam pakaiannya.


Dengan ci*uman yang cukup kasar itu, lipstik yang sempat Ashera pakai akhirnya terhapus dengan sembarangan sampai akhirnya meninggalkan jejak di sudut bibirnya dan keluar dari area bibirnya.


Bukan dirinya saja, karena Arvin juga seperti itu, sehingga mulut dari sudut bibir mereka berdua pun belepotan dengan lipstik tersebut.


"Phuahh....hah..hah..." begitu sudah terlepas, dengan sangat sengaja, Arvin malah menjilati bibirnya seakan dia baru saja menikmati sesuatu yang enak.


'Manis juga. Apa karena waktu itu aku hanya terbawa emosi saja, makannya aku sama sekali tidak menyadarinya? Huh, yang benar saja, tidak usah memikirkan soal masa lalu.


Gara-gara dia mengungkit soal surat kontrak yang memang bisa aku langgar, karena punya aturan tersembunyi, aku akan melakukan apapun yang aku suka terlepas dari dia yang ingin mengatur kehidupanku.

__ADS_1


Baiklah Ashera, kira-kira siapa yang akan menang untuk saling mendisiplinkan, kau padaku, atau akulah yang menang mendisiplinkan istri yang suka berbuat sesuka hati?' benak hati Arvin, sampai senyuman liciknya itu pun benar-benar tersungging di bibir seksinya, menyambut bulan baru untuk mengawali aturan kalah menang diantara mereka berdua.


__ADS_2