Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
184 : Hipnotis


__ADS_3

Dengan begitu gesitnya, Arvin pun berjalan dengan langkah lebar dan juga cepat. 


Dia terus berjalan menyusuri lorong dari kapal di lantai bawah, dimaa di sana tidak ada apapun yang bisa Arvin lihat selain adanya banyak pintu berwarna coklat yang berjejer cukup rapi. 


‘Ashera, dia pergi ke arah sini-’ mengikuti petunjuk yang dia lihat lewat GPS, Arvin pun terus berjalan tanpa berhenti sedikitpun, dan sisanya dia memperhatikan ke sekelilingnya yang mana dia tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan yang berbeda. 


‘Tunggu, dia berhenti di sini.’ mencurigai dimana titik merah yang di tampilkan di layar handphone nya menunjukkan berada di dalam sebuah ruangan yang letaknya ada di depannya persis, Arvin pun jadi semakin curiga sekaligus penasaran. 


“Coba kau lepas pakaianmu.” suara yang terdengar dari dalam kamar itu, sontak saja membuat Arvin mulai mengeraskan rahangnya. 


Dia sudah cemas dengan seseorang yang kemungkinan besar ada di dalam kamar tersebut.


“Kenapa saya harus melepaskan pakaian saya?”


Alhasil suara milik Ashera pun berhasil membuat  Arvin semakin yakin kalau di dalam sana gadis itu sedang di perlakukan buruk oleh seseorang. 


Entah siapa, Arvin harus menyelamatkannya. 


“Bukannya kau sudah tidur dengan anak itu? Jadi aku ingin lihat, kriteria seperti apa yang kau miliki agar bisa mendapatkan pengalaman di tiduri oleh tunanganmu itu.” suara milik gadis lain, tidak menggentarkan hati Arvin yang ingin mendobrak langsung pintu kamar tersebut. 


“Tidak ada hal khusus,” jawab Ashera. 


“Ya makannya, buka, biar aku tahu.” pinta gadis ini kepada Ashera. 


“Anda kan sudah memilikinya, lantas kenapa ingin mencontek milik saya?”


‘Kenapa dia bisa-bisanya menjawabnya dengan jawaban seperti itu? Memangnya aku ini apa sampai dia tanya seperti itu kepadanya? Tidak sadar diri sekali jadi perempuan.’ menggerutu kesal dengan segala permintaan yang di inginkan oleh perempuan di dalam sana, Arvin tiba-tiba mendapati instingnya merasakan kalau di balik pintu itu juga ada orang lain yang sedang bersiap untuk menghadangnya. ‘Ternyatakehadiranku sudah di tunggu oleh mereka.’ Arvin menyeringai. 


Bahkan karena Arvin berhasil membuat beberapa cctv yang ada di koridor itu mati, Arvin pun memilih untuk tidak terlalu tergesa-gesa dalam mengambil tindakan, karena mau bagaimanapun dia harus punya strategi yang tepat, jika ingin menyelamatkan Ashera dengan selamat. 

__ADS_1


Maka dari itu, Arvin pun mundur lebih dulu dan pergi dari sana dengan berpura-pura mendapatkan telepon dari seseorang.


___________


Di dalam kamar tersebut. 


Dua orang perempuan sedang berada di dalam kamar tersebut. Jika Ashera kini sedang berdiri di depan gadis yang tidak dia kenal itu, maka dua orang pria lainnya sedang bersiap di belakang pintu, untuk menyambut kedatangan Arvin. 


“Lepas pakaianmu,” perintah gadis ini kepada Ashera yang berdiri dengan ekspresi wajah datar serta tatapan matanya yang tampak kosong. 


‘Nona benar-benar gila, kenapa Nona menyuruh gadis itu melepaskan pakaiannya? Di depan kami juga?’ bodyguard dari gadis pemilik dari kapal pesiar Erden itu pun memejamkan matanya dan menghla nafas sejenak untuk mengatur hati dan pikirannya. 


“Apakah harus sekarang?” tanya Ashera tanpa ekspresi waja apapun, karena dia sedang terhipnotis, dan pelakunya adalah gadis tersebut. 


“Besok! Ya iyalah sekarang, biar aku lihat seperti apa punyamu dari atas sampai bawah, biar aku tahu alasan kenapa tunanganmu menyukaimu, padahal bagiku wajahmu saja tidak cantik-cantik amat dariku, tapi bisa-bisanya kau bisa mendapatkan pria sepertinya.” bebel gadis ini dengan terus terang. 


Maka dari itu, gadis ini pun memberikan kode kepada kedua anak buahnya itu untuk pergi keluar, dan sekaligus memberitahu lewat pesan singkat untuk menyusuri koridor yang sempat di lewati Arvin.


KLEK…..


“Ada apa ini?! Kenapa kalian berdua tiba-tiba menangkapku?” suara milik Arvin pun terdengar dari luar, dan membuat Ashera yang terkena hipnotis itu sempat menoleh ke samping kanannya, dan apa yang terjadi, Arvin ternyata sudah di tangkap oleh dua orang pelayan kapal dan tengah di bawa masuk kedalam kamar tersebut. 


‘Huh, aku pikir akan sulit menangkap pria ini. Ternyata cukup mudah.’ batin gadis ini, merasa lega bisa berhasil menangkap Arvin sekaligus merasa senang, karena akhirnya dia bisa mendapatkan pria yang lebih bagu dari pada laki-laki sebelumnya. ‘Woww…dilihat dari dekat, tubuhnya memang buat aku ngiler, bahkan wajah dan otot-otonya itu! Ini bahkan lebih sempurna dari semua laki-laki yang aku miliki. 


Huh perempuan ini, bisa-bisanya punya tunangan sempurna seperti dia.’ 


Begitu melirik ke arah Ashera, ekspresi rasa tidak suka miliknya pun benar-benar terlihat. 


“Hera! Apa yang kau lakukan di sini? Dan kalian siapa?” tanya Arvin, dia berpura-pura polos dan seakan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut. 

__ADS_1


“Saya-” dengan ekspresi wajah yang cukup datar, Ashera pun menjawab : “Hanya mengikuti perintah dari Nona untuk berada di sini.” jawab Ashera.


Arvin yang melihat betapa muramnya ekspresi wajah Ashera saat itu, seketika percaya kalau Ashera terkena hipnotis oleh gadis itu. 


‘Apa yang sebenarnya di lakukan oleh dia kepada Ashera?’ pikirnya. Tapi dia sendiri pun di waktu itu tidak bisa berbuat apapun selain menunggu aapa yang sebenarnya akan terjadi. “Apa yang kau lakukan kepadanya?” tanya Arvin. 


“Aku tidak melakukan apa-apa kok, hanya sedikit bisikan dan sentuhan saja.” Jawab gadis ini. 


“Lepas-” Arvin mencoba untuk melepaskan diri dari dua orang yang sedang mencengkram kedua tangannya itu. 


“Sebelum itu-” gadis ini pun tiba-tiba saja mengangkat tangannya sedikit ke atas, dan membuat kode kepada anak buahnya itu memberikan sesuatu kepada Arvin. 


Dan itu adalah sebuah obat?!


“Obat apa itu?” 


“Buat dia telan obat itu-” perintah gadis ini kepada anak buahnya. 


“Baik,” menanggapi perintahnya, mereka berdua salah satu dari bodyguard dari gadis itu pun datang dan mulai memasukkan tablet berwarna putih kedalam mulutnya Arvin. 


Arvin awalnya menolak, tapi karea rahangnya terus di cengkram kuat, dia pun tidak bisa mengambil alih keinginannya itu sesederhana yang di pikirkan, mengingat kamar yang dia datangi saja memiliki dekorasi yang begitu mencolok. 


Mewah, namun menampilkan kesan romantis, karena di hiasi banyak kelopak bunga serta dekor dari balon-balon bentuk hati yang terbang di langit-langit kamar, yang menandakan kalau kamar itu adalah kamar khusus yang di peruntukan untuk bercinta?!


Arvin tahu hanya dalam sekali lihat, tapi apakah maksud dari misinya kali ini adalah yang ini jug?


Menangkap penipu sekaligus mencari tahu keberadaan dari manusia yang akan di perdagangkan oleh gadis ini dengan kapal pesiar Erden, hasil dari industri transportasi milik Ravarden?


‘Luna, awas saja. Kau harus membayarku lebih dari pada yang aku dapatkan malam ini.’ kutuk Arvin kepada Luna, sebagai tersangka dari dirinya yang harus terjebak dalam permainan dari gadis gila yang ada di depannya Ashera. 

__ADS_1


__ADS_2