Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
130 : Istri >< Pelayan


__ADS_3

"Arvin? A-aku pikir ka-"


"Kau pikir aku kenapa? Apa kau benar-benar berharap aku meninggalkanmu di sini sendirian? Aku tidak akan menjebak diriku sendiir dengan tingkah kekanakan seperti itu, ayo, jangan lirik sana-sini lagi, atau aku colok matamu," bebel Arvin. Dialah orang yang baru saja di tabrak oleh Ashera tadi. 'Untung saja aku lebih dulu menemukannya, bisa berabeh aku kalau perempuan ini sampai hilang di sini?'


Sebenarnya sesaat tadi, Arvin sempat pergi ke toilet sebentar, bahkan dia sampai berlari dulu agar bisa cepat sampai. Namun yang paling menyebalkannya, Ashera justru lebih dulu kelayaban ke sana kesini.


Sama seperti Ashera yang berjalan ke sana ke sini mencari dirinya, Arvin pun sebaliknya, sampai dia mendengar suara teriakan yang akhirnya langsung membuat Arvin segera pergi menyusul Ashera yang sudah ada di depan pintu keluar.


'Bahkan sampai memegang tangan pria lain karena salah orang, kenapa rasanya kesal juga?' pikirnya. Arvin bahkan sempat melihat momen dimana Ashera salah mengenali orang, gara-gara memakai jaket yang mirip dan punya tinggi yang sama.


Tapi untungnya itu berlalu sesaat saja, hingga perhatian Ashera justru teralihkan, saat adanya aktor terkenal yang kebetulan lewat dan segera id ekori para fans fanatiknya.


Dan disinilah mereka berdua pun bertemu saat Ashera tidak lihat jalan.


'Kalau aku tidak cepat berada di depannya, jelas yang Ashera tabrak pasti orang lain,' tatap Arvin terhadap Ashera yang masih menatapnya dengan lekat.


"Apa kau akhirnya mulai naksir padaku?" tanya Ashera secara tiba-tiba.


Arvin yang mendengar hal tersebut, langsung memejamkan matanya dan menjawab, "Kenapa kau malah bertanya seperti itu? Pede sekali ya kalau bicara,


"Lalu kenapa kau terus menatapku seperti itu?"


"Aku menatapku karena aku tidak habis pikir, kau ternyata lelet seperti siput, bodoh karena tidak bisa bahasa korea, dan penampilanmu yang kurang stylish, dari sudut manapun, kau akan di anggap sebagai orang hilang, bahkan jika kau berjalan bersamaku. Yang ada, kau akan di kira pembantuku," timpal Arvin detik itu juga.


"Tapi bukannya aku ini memang pembantumu?"


DEG....


Tiba-tiba Arvin langsung tersinggung sendiri. Dia merasa terjerat dengan ucapan dari Ashera dari kepribadiannya yang satunya lagi itu, agar tidak lagi menganggapnya pelayan.


Jadi saat mendengar orang yang sama ini mengatakan hal yang bertolak belakang, Arvin pun jadi serasa baru saja di tampar keras.


'Perempuan ini- aku jadi ngin menggigit mulutnya biar dia diam saja.' detik hati Arvin. Sungguh, dia harus mendapatkan ujian seperti ini. Belum setengah satu bulan penuh, tapi dirinya sudah mendapatkan banyak ujian yang tidak terhitung jumlahnya karena berhubungan dengan Ashera.

__ADS_1


"Bukan, kau itu buk-" sampai ucapannya tiba-tiba saja di sela, tepat di saat Arvin hendak berbalik untuk pergi dari sana, karena ada dua orang perempuan korea yang tiba-tiba muncul di sampingnya persis.


"Whoah, apa anda orang eropa?"


"Hei, tapi wajahnya juga seperti orang asia," bisik perempuan ini kepada temannya.


Mereka berdua datang karena kagum sekaligus ingin bisa mendapatkan fotonya. "Bolehkan kami foto denganmu?" tanyanya dengan bahasa korea, yang mana Ashera sendiri tidak tahu apa artinya, selain kalau kedua perempuan tersebut mulai tertarik pada Arvin.


"Di sana ada artis yang lebih terkenal, kenapa minta foto padaku?" tanya Arvin, tentu saja dia membalasnya dengan bahasa korea.


Kedua perempuan tersebut pun melirik ke arah Lee Min Ho, yang menjadi pusat perhatian dari banyak orang, terutama kaum perempuan.


"Dari pada dia, harus berdesak-desakan, lebih bisa foto denganmu. Kau tidak kalah tampan dengannya, jadi apakah kami boleh minta foto bersama denganmu?"


'Cantik, aku iri. Wah lihat itu, bahkan dadanya cukup besar dan bulat, Arvin pasti punya selera seperti ini,' detik hati Ashera, melihat Arvin yang menyetujui keinginan dari dua orang perempuan tersebut, dan secara bergantian, foto berdua dengan Arvin.


Sampai, Ashera pun terpaksa harus mundur, karena tidak ingin ikut kea jepret dari kamera mereka berdua.


"Lee Min Ho! Lihat ke arah sini!" teriak salah satu perempuan.


Walaupun kagum, ternyata hatinya tidak bisa di buat lebih tertarik dari pada saat melihat Arvin yang sempat bangun dalam kondisi separuh telanjang.


'Jujur, kenapa kepalaku tiba-tiba isinya semua itu?' kata hati Ashera, dia pun lumayan frustasi, karena ingatan saat Arvin tidak memakai baju, justru adlah hal yang paling menarik perhatiannya ketimbang aktor yang sedang di kerumuni oleh fans nya sendiri.


Setelah selesai foto-foto, mereka berdua pun sempat meminta tanda tangan, tapi di tulis di layar handphone mereka, dengan menggunakan pen stylish.


"Apa aku bisa bertanya?"


"Tanya apa?" tanya balik Arvin.


"Perempuan yang ada di sampingmu itu, siapanya kau?" tanyanya, dia merasa terganggu dengan Ashera.


Walaupun Ashera tidak bicara atau melakukan apapun, tapi bagi dia, orang seperti Ashera yang menurut mereka jelek, sama sekali bukan orang yang cocok untuk berada dekat dengan Arvin.

__ADS_1


"Ini medsosku," kata Arvin kepada perempuan yang satunya lagi, saling memfollow akun medsos mereka berdua.


"Wuih, kau keren, pantas saja, tubuhmu kelihatan bagus," ucap perempuan yang memakai coat putih ini, sedangkan yang tadi bertanya soal Ashera, segera di jawab oleh Arvin.


"Dia Istriku,"


"Uhukk..uhukk..uhukk..!"


"Hee?"


Sontak kedua perempuan tersebut langsung terkejut setengah mati dengan jawabannya Arvin.


"Apa?!"


"Mana mungkin, dia, Istrimu?" masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Arvin tadi, karena benar-benar tidak pantas, jika laki-laki yang sempurna di depannya itu, justru harus punya hubungan dengan perempuan yang tidak secantik mana, bahkan jika membandingkannya dari standar kecantikan korea, Ashera justru ada peringkat sepuluh di bawah sendiri.


'Apa yang mereka kagetkan? Arvin bicara apa dengannya? Tunggu, dia melirikku seperti itu, jangan-jangan ada hubungannya denganku.' tebakan dari Ashera pun benar.


Tapi, karena tidak mau memotong pembicaraan mereka bertiga, Ashera menahan diri untuk tidak bertanya terlebih dahulu sebelum mereka selesai berbincang.


_____________


Setelah membungkam mulutnya dari segala ucapan yang akan di dengar terlalu berisik bagi Arvin, 10 menit berlalu, mereka berdua sampai di hotel.


"A-arvin, tunggu," Ashera mencegat Arvin pergi lebih dulu dengan mecengkram ujung tangannya.


Arvin yang baru saja mau masuk kedalam pintu masuk dari lobi hotel, dia pun berhenti dan berbalik. "Ada apa?"


"Yang tadi, saat kau bicara berdua dengan kedua perempuan itu, apa yang kau katakan pada mereka? Aku lihat kau dengan mereka berdua melihatku dengan tatapan spontan seperti itu. Di tambah lagi, mereka berdua terlihat terkejut," itulah yang di tanyakan oleh Ashera kepada pria di depannya tersebut.


'Aku pikir dia mau bicara apa. Tapi dia ternyata benar-benar tidak bisa mengerti bahasa korea ya? Berarti kalau seperti ini, aku bisa membohonginya,' pikiran licik miliknya pun muncul juga. "Aku mengatakan pada mereka kalau kau pelayan pribadiku,"


"Apa? Katamu tadi aku bukan pelayan,"

__ADS_1


"Ya, apa salahnya aku mengatakan itu kepada mereka kan? Suka-suka aku lah. Jadi, apa kau mau melepaskan tanganmu dari tanganku?" imbuh Arvin, seraya melirik ke bawah, dimana tangannya Arvin masih di pegang oleh tangannya Ashera.


Ashera yang sedikit takut dengan lirikan mata Arvin yang cukup tajam itu, segera melepaskan cengkraman tangannya itu dari tangan Arvin.


__ADS_2