Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
129 : Salah Orang


__ADS_3

'Kenapa aku jadi terlihat cukup kampungan? Padahal jelas kalau bandara ya pastinya besar, tapi mau di lihat dari sisi manapun, ini cukup bagus!' pikir Ashera, dia melihat ke sekelilingnya, bandar udara Internasional Incheon yang cukup besar, bahkan terbaik di kelas Asia, Ashera benar-benar tidak bisa di buat untuk mengalihkan pandangannya dari hal tersebut, karena selain dirinya tidak tahu apa yang semua orang cantik dan tampan katakan, desain dari bandara yang cukup mewah itu membuat Ashera terpana sendiri.


Ashera, adalah orang yang menyukai soal teknologi, kerapian dan kebersihan, jadi begitu dia melihat sekelilingnya yang cukup memanjakan matanya, Ashera pun sampai akhirnya harus id tegur oleh Arvin yang ada di depannya.


"Apa kau mau jadi siput? Jangan malas berjalan, semua orang di sini rata-rata jalannya cepat, jadi sesuaikan langkahmu juga, agar tidak tersesat," tegur Arvin kepada Ashera, melihat Istrinya itu justru berjalan lambat seperti siput.


"T-tidak lah! Tunggu aku," sahut Ashera, dia segera berlari kecil dengan kopernya untuk menyusul Arvin yang sudah ada didepan matanya itu.


Arvin yang merasa kalau Ashera sudah akan benar-benar menyusulnya, dia pun kembali berjalan seraya menyeret kopernya.


'Padahal saat jadi dia, jalannya bahkan lebih cepat, tapi ini lambat seperti siput saja,' gerutu Arvin dalam hati, dan dia pun terus berjalan tanpa menunggu Ashera yang menurutnya masih bisa menyusulnya.


Namun, justru yang sebenarnya terjadi itu adalah Ashera yang kewalahan dengan membawa kopernya sendiri, karena di rasa cukup berat, mengingat di dalamnya ada setumpuk pakaian milik mereka berdua yang di muat dengan cara paksa, tanpa sengaja Ashera langsung mengalihkan perhatiannya sesaat.


"Kyaa! Ada Lee Min Ho!"


"Wah! Sudah datang! Ayo cepat buru dia!"


"Minggir-minggir!"


"Akhh! Kau menginjak kakiku!"


"Kyaa! Jangan dorong aku dong,"


Seketika para penggemar dari artis paling fenomenal itu langsung berbondong-bondong berlari untuk mengikuti idola mereka, setidaknya untuk bisa mendapatkan foto, atau video dari salam sapa idola mereka.


"Lee Min Ho?" panggil Ashera, dia yang hanya tahu nama artis itu, dan aksen kata nama yang cukup familiar, sontak membuat Ashera pun jadi menoleh ke belakang. "Waduh!"


Ashera membelalakkan matanya, karena orang itu justru berjalan ke arahnya. Tapi yang menjadi ketakutan Ashera sendiri itu, justru adalah orang-orang yang ada di belakangnya! Yang dengan ganas malah berlari mengikutinya, sedangkan Ashera yang tidak mau jadi bulan-bulanan dari penggemar yang penuh sesak itu, sontak langsung berlari pergi, menyusul Arvin.


"Arvin! Tunggu!" teriak Ashera, mencoba meraih tangan dari pria dengan blazer hitam.


GREP...


"Hahh..hah...hah.., kenapa kau terus berjalan sih? Aku kan ketinggalan?" kata Ashera, sambil mengatur nafasnya, setelah dia berhasil meraih tangan dari pria yang dia anggap sebagai Arvin?

__ADS_1


Ketika pria yang Ashera anggap itu Arvin menoleh ke belakang, Ashera seketika jadi tercengang.


"Kamu siapa? Kenapa tiba-tiba memegang tanganku?" tanyanya, dengan bahasa korea tentunya.


Ashera yang tidak tahu orang tersebut sedang bicara apa, dia hanya bisa mengatakan Sorry, sambil membungkukkan tubuhnya ke arah laki-laki tersebut. "Forgive me, I recognized the wrong person,"


Walaupun hanya mengerti sedikit apa yang di katakan oleh Ashera, pria ini pun pergi begitu saja.


"Menyebalkan, salah kenal orang? Palingan dia mau cari kesempatan bisa memegang tanganku saja, dasar wanita," gerutu pria ini, tidak suka dengan apa yang barusan terjadi itu.


'Orang tadi tampan juga. Ya, bahkan banyak yang tampan di sini, tapi sebenarnya kemana Arvin?! Apa dia sudah ada di pintu keluar?' pikir Ashera, dia jadi benar-benar merasa terasingkan, apalagi karena sekarang ada di negeri orang, dia bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan cukup benar dengan orang lain, selain hanya mendapatkan kebingungan. "Arvin!" teriak Ashera tanpa ragu sedikitpun.


Ashera yang benar-benar kehilangan arah, mencoba untuk menelepon Arvin, akan tetapi hal yang paling parah yang pernah ada, dirinya tidak bisa mendapatkan jaringan internet, karena nomor kartu yang dia pakai tidak dapat di gunakan di tempat itu.


"Arvin! Dimana kau?! Jangan tinggalkan aku di sini seperti ini!" pekik Ashera tanpa tahu malu.


"Dia kenapa?"


"Dia menyebut nama Arvin? Apa dia di tinggal kekasihnya?"


Ucap para pengunjung yang baik itu sedang berjalan melewatinya, maupun sedang duduk menunggu.


Mereka banyak yang menertawakan Ashera yang berteriak di sana.


"Memalukan, bagaimana bisa dia berada di sini jika tidak tahu cara mencari kekasihnya sendiri dengan benar?"


Satu per satu, sindiran pun terus di layangkan untuk Ashera yang seperti orang hilang itu.


"Arvin," Ashera yang sudah setengah malu itu pun dengan buru-buru pergi keluar dari bandara, karena mungkin saja Arvin sudah ada di depan pintu masuk. "Arvin dimana? Masa aku teriak sekeras itu, tidak terdengar sama sekali?" gumamnya.


Dia pun jadi semakin sedih, melihat banyak orang yang justru menatapnya dengan tatapan aneh.


"Kalau seperti ini, mending aku tidak ikut saja,' gerutu Ashera sekali lagi.


Dia benar-benar sangat terasingkan dengan tempat tersebut, karena tidak ada satu pun yang mau membantunya.

__ADS_1


Ya, negara korea, meskipun di drama, terlihat seperti banyak orang ramah, sebenarnya hal itu bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.


Bahkan senyuman bisa di anggap aneh, karena pada dasarnya tidak saling mengenal. Sampai bertanya saja, justru akan di di anggap orang bodoh.


Itulah, yang dia rasakan selepas mendarat di negara ginseng, tapi dia justru di tinggal oleh Arvin. Entah dalam bentu kesengajaan atau bukan, Ashera merasa kalau hari ini adalah hari yang cukup sial.


"Kalau memang tidak ingin mengajakku, kan lebih baik tidka usah mengajakku sekalian, jangan seperti ini. Aku benar-benar seperti orang hilang," gumam Ashera.


Dia pun jadinya berdiam diri di depan pintu masuk sambil melihat pengunjung yang baik baru saja datang ataupun yang mau pulang ke rumah.


Cuaca di sana kebetulan musim semi, tapi sekalipun begitu, hawa dingin di pagi hari itu masih cukup menusuk tulangnya.


Sampai jari jemari miliknya, terasa mati rasa, karena suhu udara yang masih dingin itu masih belum bisa sesuai dengan kondisi dari tubuhnya.


"Kenapa perempuan ini ada di sini terus?" tanya seorang laki-laki yang dari tadi sedang duduk berdua dengan kekasihnya untuk sekedar istirahat.


"Mungkin dia sedang menunggu seseorang," jawab sang kekasih.


"Lee Min Hoo! Apa bisa kita minta fotonya?! Tolong berhenti!"


"Tolonglah berhenti, kami ingin bisa melihat wajahmu,"


Banyak dari mereka yang terus mengikuti idola mereka sampai ke pintu keluar.


Ashera yang merasa terganggu itu, segera berjalan pergi dari situ untuk menjauhkan diri dari perkara buruk, karena dia sendiri tidak terlalu suka dengan keramaian seperti itu.


BRUKK...


"Aduh~" Ashera yang tidak melihat orang di depan, tanpa sengaja menabrak seseorang, dan Ashera yang hampir oleng itu, tangan dari orang tersebut, berhasil melingkar lebih dulu di belakang pinggangnya, sehingga Ashera pun berhasil lolos dari yang namanya jatuh. "M-maaf, aku tidak lihat ke depan,"


"Salah sendiri matamu jelalatan kemana-mana, kalau yang kau tabrak bukan aku, pasti kau sudah cengar-cengir kan?" selanya.


Sebuah aroma serta suara yang cukup familiar itu berhasil menyita perhatian Ashera untuk mendongak ke atas, dan betapa terkejutnya Ashera saat melihat kalau orang yang baru saja dia tabrak tadi, rupanya Adalah Daseon?


"Hahh?" Ashera pun jadinya melongo.

__ADS_1


__ADS_2