Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
188 : Jam Tidur Mereka


__ADS_3

‘Lalu, jadi apakah di balik pintu itu adalah tempat dimana mereka dikurung?’ pikir Arvin, menatap dua buah pintu besar yang ada di depan sana. 


“Apa yang membawamu datang ke tempat yang tidak layak dikunjungi seperti ini?” tanya pria tua itu. 


Jika dilihat sekilas, dimana punya tubuh yang tinggi, otot tubuh yang begitu terbentuk, dan cara berjalannya yang tegap, jelas kalau pria itu adalah orang yang ahli bela diri. 


“Aku hanya ingin mengetahui kondisi di sini. Dia menunjukkan tour yang bagus kepadaku, apakah itu salah?” balas Arvin. 


Ke empat orang itu pun saling pandang satu sama lain. 


“Tapi ini bahkan bukan tempat yang cocok untuk orang sepertimu, kau itu seharusnya berdansa atau menari di bar bersama dengan banyak wanita.”


“Hmm…, apa itu pujian untukku?” tanya balik Arvin. “Tapi yah~” sengaja menggantungkan kalimatnya untuk menghela nafas sejenak, Arvin kembali berkata : “Sebenarnya aku sedang bosan saja, melihat wanita yang itu-itu saja, jadi aku ingin cuci mata dengan hal yang lebih menarik saja.” jawabnya. 


“Orang sepertimu memang ya- tapi aku sarankan untuk segera pergi dari sini sebelum beliau menemukanmu.” jawab pria ini lagi. 


“Apa yang kau maksud adalah Jellyna?” 


Mendengar Arvin mengatakan nama dari Nona mereka secara langsung seperti itu, sontak mereka berempat langsung membelalakkan matanya. 


“Kau, kenapa kau bisa tahu?”


“Dan mungkin yang kau butuhkan juga ini.” Arvin pun tiba-tiba saja langsung memperlihatkan handphone lipatnya ke depan lawan bicaranya itu. 


Di sana, mereka langsung diperdengarkan dengan suara aneh yang cukup menggelora. 


-”Ahhh…ahh…. sangat enak, ya ampun, aku bisa gila. Ahhh~”-


Tina sebagai satu-satunya wanita di dalam sana, langsung tersenyum kecut, sebab mereka semua tahu siapa pemilik suara itu. 


Di dalam kamar yang terlihat remang-remang itu, terlihat seorang perempuan sedang bermain sendirian di atas tempat tidur. 


Dengan beberapa alat yang menunjang bisa mencapai ******* tanpa mempergunakan seorang pria sebagai lawan permainannya, perempuan itu terus menerus memperdengarkan suara erotisnya, serta penampilan tubuh yang sudah begitu acak-acakan. 


“Kalau kalian tidak membebaskan mereka semua, aku akan menyebarkan rekaman ini ke semua monitor di kapal ini, agar semua orang tahu siapa perempuan ini sebenarnya dan kebenaran apa yang sudah dia katakan dengan mulutnya sendiri.” ancam Arvin. 


Rekaman video itu tidak main-main, terlihat nyata, tapi mereka berempat juga tidak mau terpengaruh dengan ucapan dan video itu saja, karena yang namanya teknologi semakin maju, jadi bisa saja apa yang di ucapkan oleh Arvin, serta video itu bisa saja adalah kebohongan. 


“Kau lebih baik jangan membual?!” tidak suka dengan semua omongan dari Arvin, laki-laki yang sudah membukakan pintu itu pun langsung memberikan serangan kepada Arvin dengan bogem mentah. 


Tapi belum apa-apa, salah satu bodyguard milik Nona Jellyna tiba-tiba saja langsung maju dan menghentikannya dengan sangat cepat. 

__ADS_1


GREP….


“Kalian berdua-”


Arvin sendiri malah tersenyum simpul melihat wajah panik mereka berempat, karena Arvin bisa mempergunakan dua anak buah Jellyna. 


“Kak, bagaimana ini? Aku sama sekali tidak percaya dengan semua bualan anak itu.” ucap anak ini kepada ke tiga orang di belakangnya. 


“Kau, coba cek dimana Nona sekarang.” kata pria tua ini kepada rekannya. 


“Dia ada di dalam kamar, dan sampai sekarang belum keluar, jadi ada kemungkinan kalau di video itu memang Nona?”


“Kenapa kau tidak bisa meberikanku kabar baik sih?” cetus pria ini.


“Jika dia bisa melakukan sampai ke tahap ini, bisa saja cctv nya di rusak, jadi bisa jadi Nona tidak ada di sana, ya kan?” tina memberikan pemikirannya kepada mereka berdua. 


“Ada benarnya, tapi- ak-” belum sempat bicara sampai selesai, tiba-tiba saja suara milik seorang peremuan, muncul dengan cepat, sampai mereka semua sendiri tidak merasakan kehadiran dari perempuan yang sudah mengeluarkan kepalanya dari balik pintu. 


“Kenapa kalian semua begitu repot mempermasalahkan ini?”


“Hera?!” Arvin sendiri sebenarnya juga tidak merasakan kehadiran dari Ashera, langsung terlonjak kaget dengan ekspresi wajahnya yang begitu jelas langsung melamun. 


“Apa maksudmu? Jika kau sama-sama menjadi orang yang mau menghalangi tujuan dari Nona kami, maka kau akan terlibat juga.” ucap pria ini, mewakili ke tiga teman-temannya itu. 


TAP…TAP….TAP….


Dengan ekspresi wajahnya yang begitu datar, Ashera berjalan menghampiri pria tua itu dan begitu sudah ada di hadapannya persis, Ashera pun memperlihatkan kata-kata yang dia tulis di dalam handphone nya. 


Pria itu pun membacanya dengan dahi yang kian mengernyit. 


Belum selesai memberikan apa yang ingin dibicarakan antara Ashera dengan pria itu, Ashera kembali menuliskan apa yang dia pikirkan ke dalam handphone nya, dan kembali memperlihatkannya kepada orang tersebut. 


Dua orang temannya hendak mengintipnya, karena ingin membacanya juga. Tapi sebelum itu terjadi, pria ini langsung memberikan kode sebuah tangan kanan yang tiba-tiba saja di angkat. 


Yang menandakan kalau mereka berdua tidak boleh tahu.


“Hera, kembali kesini!” perintah Arvin kepada Ashera. 


Ashera hanya menolehnya sebentar, lalu kembali menghadap ke arah depan, tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh Arvin. Lalu Ashera kembali memberikan pesan dengan cara yang sama, hingga pria tua itu pun terdiam dengan mata menyipit, menatap ke arah Ashera yang dari tadi memilih untuk diam. 


‘Sebenarnya apa yang di lakukan dia? Aku pikir dia masih ada di bawah kendali hipnotisnya Jellyna, apa dia baru saja mempermainkanku? Agar aku panik dan memberikan perhatian kepadanya?’ pikir Arvin. 

__ADS_1


Dia yang sudah tidak sabaran dengan posisi Ashera yang justru berdiri di depan musuhnya, dengan segera Arvin masuk kedalam, dan langsung merebut handphone itu serta menarik tangannya Ashera untuk menjauh dari sana lebih dulu. 


‘Hha? Cepat sekali dia langsung menghapus semua pesannya.’ kutuk Arvin, dia kalah cepat dengan pesan apa yang sebenarnya di sampaikan oleh Ashera kepada orang tersebut. ‘Padahal aku ingin membacanya, tapi dia malah- sepertinya dia harus aku berikan pelajaran, saat pulang nanti.’ 


“Kak, apa yang kau baca tadi? Kenapa-”


“Lepaskan mereka.” sela pria ini kepada Tina. 


Tina dan kedua teman lainnya langsung tersinggung secara bersamaan. 


Bahkan Arvin sendiri, dia pun sama-sama terkejut, padahal sampai beberapa waktu yang lalu mereka berempat seperti keras kepala akan mempertahankan strateginya untuk menghadapinya. 


Tapi apa ini?


“Apa? Kenapa tiba-tiba? Ini kan pekerjaan kita?”


“Aku katakan lakukan apa yang di minta anak laki-laki itu. Bebaskan mereka, tapi jangan sampai semua orang di kapal tahu. Biarkan mereka bebas tapi masih biaran mereka ada di kapal ini.” jelasnya. 


“Kakak! Apa kau ingin melanggar perintah dari Nona Jellyna? Kalau dia tahu, kita akan bagaimana? Kau tahu sendiri di belakangnya itu siapa, dan kita-” laki-laki yang kedua tangannya sedang di cengkram oleh anak buah Jellyna ini pun terus memberontak dan tidak ingin mengikuti arahan dari kakaknya itu. 


“Ada yang lebih.” hanya itu saja yang bisa di katakan oleh pria ini kepada teman-temannya tersebut, dan membuat mereka bertiga pun terdiam. “Lalu kalian berdua, silahkan pulang. Tidak akan ada yang menghalangi kalian selagi kalian bisa keluar dari kapal ini dengan cepat, nanti aku yang akan membereskan soal orang-orang yang ingin kau selamatkan itu.” tambahnya. 


“Kenapa aku harus menuruti perkataan dri seorang musuh?” Arvin juga tidak percaya dengan perkataannya. 


Namun Ashera yang kembali terdiam itu, langsung menarik ujung pakaiannya Arvin agar Arvin menatap ke arahnya dan begitu Arvin menoleh ke arah Ashera, Ashera segera memberikan anggukan kepala, dengan artian agar menyetujui apa yang di katakan oleh orang tersebut. 


“Kau bahkan-” Arvin kehilangan kata-katanya setelah dia meraskaan adanya kehadiran seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka semua. 


KLEK…..


Mereka semua seketika langsung waspada, termasuk Arvin sendiri yang sudah mengira kalau orang itu adalah suruhan dari Jellyna. 


“Apa Nona Hera dan Tuan Adolv disini?”


‘Daseon?’ namun, semua pikiran negatifnya langsung buyar, saat mendengar suara Daseon. 


Ashera dan Arvin pun menoleh ke belakang, dan melihat seorang laki-laki berpakaian rapi dari atas sampai bawah, dengan setelah jas lengkap, Daseon benar-benar sudah berdiri di ambang pintu. 


“Sudah jam waktunya tidur malam, jadi saya datang keisni untuk membawa anda berdua pulang.”


JDERR….

__ADS_1


Arvin dan Ashera pun langsung melongo, padahal masih jam sembilan lewat sepuluh malam, tapi dengan gamblangnya Daseon malah bicara demikian, seakan mereka berdua adalah anak kecil yang harus memperhatikan jam tidur. 


‘D-daseon! Kau merusak image ku!’ teriak Arvin dalam hatinya. Saking geramnya, dia pun sudah mengepalkan tangannya dengan kuat, ingin membogem mentah mulut Daseon yang sudah merusak suasana diantara mereka semua. 


__ADS_2