Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
52 : Marah lagi


__ADS_3

"Oh~ Jadi ini kelakukan dari pacar yang aku anggap sebagai orang baik hati? Selingkuh di belakangku?" Seorang anak laki-laki berseragam sekolah dengan blazer hitam, tanpa di sengaja berhasil memergoki pacarnya yang rupanya selingkuh di belakangnya.


Dan perempuan yang dia anggap sebagai perempuan baik hati itu, justru sedang duduk di pangku oleh pra lain, dan sedang saling menggoda satu sama lain dengan saling berciuman tepat di gang sempit belakang dari deretan gedung yang berdiri bersama dengan keberadaan dari minimarket itu sendiri.


"Hahaha, jadi itu pacar lamamu? Sejelek itu kenapa kau mau-mau saja menjadi kekasihnya? Kau rugi sayang, dari pada dengan dia, mending sama aku saja." Ucap selingkuhan dari wanita yang sedang ia pangku itu.


"Namanya kan cinta, kadang yang pertama kan selalu nya asal comot begitu, yang penting bisa pacaran." Jawab perempuan ini dengan malu-malu, dan ketika menatap pacarnya yang sesungguhnya, tatapan merendahkan pun terjadi juga.


"Jadi sekarang kau menyesal? Baru bisa buka mata kalau ada pria lain yang lebih bagus ketimbang dia?" Goda pria ini lagi.


"Ya, begitulah. Lagian aku juga sudah lama ingin putus, karena menurutku itu dia itu kampungan juga." Jawab perempuan ini.


Begitu mendengar kata ingin putus dengannya, pacar yang sudah menjadi mantan pacar ini, langsung berpikir kalau itu kemauan dari perempuan itu, maka ia tidak mempermasalahkan, hanya saja terselip rasa kekecewaan juga di dalamnya.


"Jesi, aku kecewa kepadamu. Kau benar-benar mempermainkan perasaanku?! Kalau begitu berikan semua barang yang pernah aku berikan kepadamu!" Marah pria ini, dia yang hendak mencengkram tangan pacarnya, langsung di cegat oleh selingkuhan dari pacarnya itu.


"Ha~ Apa kau tidak mengerti aturan apa yang sudah di kasih tidak bisa di ambil lagi." Tekan pria ini, tidak suka dengan pacar asli dari perempuan yang barhasil di selingkuhi itu.


"Ini bukan urusanmu. Minggir." Tatapan penuh dengan kebencian ini langsung mewarnai suasana diantara mereka berdua segera menjadi tegang.


"Karena sekarang dia sudah jadi pacarku, tentu saja masalah ini jadi masalahku juga." Seringai laki-laki ini, lalu tangan kirinya menuntun pacar hasil dari perbuatan untuk selingkuh dengannya, turun dari pangkuannya.


"Begitu ya?" laki-laki berseragam blazer hitam ini lantas terdiam, lalu dengan cepat dia langsung menarik tangan dari pacar yang sudah menjadi matan pacarnya itu untuk pergi dengannya. "Kalau begitu kau harus ikut denganku dulu."


"Tidak mau!" ronta perempuan ini.


"DIAM!"


"Hei! Kau sudah mengasari pacarku!" Selingkuhan dari perempuan itu langsung bertindak dengan mencengkram tangan dari laki-laki culun itu, sebab penampilannya yang sungguh culun dengan poni yang di klimis dengan minyak rambut dan kacamata bulat yang bertengger di pangkal hidungnya.


Hanya dengan melihatnya saja, semua orang merasa muak, dan bahkan merusak mata mereka, termasuk laki-laki ini.

__ADS_1


"Jangan asal bawa pacarku!" Sebuah pukulan melayang dan hendak meninju pria culun itu.


Tapi dengan cekatan, laki-laki itu langsung menghindarinya, selain itu pula tangan yang berhasil lepas dari cengkraman itu, ia buat untuk menarik mantan pacarnya lagi dan membawanya lari bersamanya.


"Hih! Sial, culun seperti itu ternyata gesit juga. Awas saja dia ini!" Gerutu dalam kekesalan, pria ini pun langsung berlari mengejar kedua orang itu, dan sesampanya di tepi jalan, karena melihat ada botol kaleng yang tergeletak, dengan kemampuannya itu, pria ini langsung menendang dengan target laki-laki yang sudah merebut kekasihnya itu.


DHUAKK....


"Awas." Peringatnya kepada perempuan yang berhasil ia bawa itu agar menghindari kaleng yang sedang terbang ke arah mereka berdua.


Karena itu, ketika mereka berdua berhasil menghindarinya, satu kejadian naas menghampiri mereka bertiga.


KLANGG....


Botol kaleng itu justru berhasil mengenai kepalanya Arvin yang kebetulan memang sedang berbicara dengan Ashera di telepon.


"Jadi, kau yang barusan melemparnya?!" tanya Arvin dengan begitu dingin, hingga urat-urat yang ada di pelipis, sampai leher dan naik ke rahangnya terlihat jelas, saking geramnya Arvin dan menggertakkan giginya.


"Bukan kami, tapi dia." Jawab pria berkacamata ini.


"Tapi ini kan semua gara-gara ulahmu! Lepaskan tangamu dariku!" Protes perempuan ini, ingin melepaskan tangan dari pacar yang sudah menjadi mantan pacarnya itu.


''G-gawat, kenapa aku harus bertemu dengan anak itu di sini?' Takut dengan keberadaan Arvin yang menjadi target salah sasaran, karena kalengnya menimpa kepada Arvin si Bos yang di takuti banyak orang, karena sikapnya yang bisa kasar jika sudah marah, ia pun dengan berhati-hati mencoba untuk kabur.


Namun, belum juga satu langkah mundur, suara Arvin langsung menghentikannya. "Siapa yang menyuruhmu pergi?" Tanya Arvin dengan begitu tegasnya.


"Ih! Lepasin."


"Tidak akan, kau harus mengembalikan barang-barangku itu! Aku fine saja jika kau putus denganku, tapi aku tidak akan membiarkanmu menikmati apa yang sudah aku berikan itu." sedangkan anak remaja ini tetap bersikeras membuat keributan dengan perempuan yang sudah menjadi mantan kekasihnya.


"Hah..., pantas saja tidak ada yang mau denganmu, barang yang sudah diberikan kepadaku saja mau kau ambil lagi, me-"

__ADS_1


"DIAM KALIAN BERDUA!" Bentak Arvin saat itu juga.


"....!"


Hari sungguh panas, dan terik matahari yang begitu menyengat itu seakan menjadi lebih panas saat kedua orang di depannya itu justru membuat keributan soal hubungan.


Arvin yang sudah lelah menghadapi Ashera yang terus meneleponnya, bertambah marahlah dia tepat ketika kepalanya harus menjadi korban sasaran dari keributan dari tiga orang ini.


"Padahal aku hanya ingin istirahat, kenapa kalian bertiga jadi menggangguku?!" Marah Arvin, tidak akan membiarkan dua orang ini pergi dari tangannya, termasuk dengan satu orang yang ada di sana, karena Arvin tahu siapa orang yang baru saja melempar botol kaleng ke arahnya.


"Kau juga diam! Siapa suruh ada di sini! Kalian semua berisik!" Oceh perempuan ini, semakin membuat Arvin jadi menggila sendiri dengan langsung menyelanya.


"Apa kau tidak mengerti bahasa manusia?! Aku suruh diam-diam!" Bentak Arvin terhadap mereka berdua. "Lali kau yang ada di sana-" Arvin segera menunjuk pada satu orang yang menjadi biang kerok masalah kali ini, yaitu Oki. "Cepat kesini!"


"Haduh, naaslah aku." Gumam Oki, si biang kerok masalah dari dua bocah SMP itu.


'Si-siapa dia? Kenapa aku jadi gemetaran seperti ini?' Pikir perempuan ini.


'K-kakiku tidak bisa bergerak, tubuhku spontan langsung ketakutan.'


"Kau mau apa denganku?" tanya Oki dengan ragu.


"Mau apa itu, kau akan tahu nanti. Jangan berani coba untuk kabur." Jawab Arvin, masih tidak bisa mengalihkan kemarahannya itu dengan cara yang baik-baik. "Dan kalian berdua, kenapa kalian membuat keributan di wilayahku?" Tatap Arvin kepada mereka berdua dengan tatapan melotot.


___________


"Ada apa sih dengan anak ini? Apa dia hobinya marah-marah?" Gerutu Ashera, dia memandang layar handphone nya dengan wajah penasaran, sebab sambungan teleponnya langsung terputus tepat setelah Arvin tiba-tiba saja berteriak keras.


TOK...TOK...TOK...


"Ashera?"

__ADS_1


'Waduh? Neneknya Arvin kenapa tiba-tiba saja datang kesini?' Ashera langsung terkejut sendiri dengan suara yang sudah dia kenali dengan cukup baik.


__ADS_2