Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
49 : Jelek tapi dapat tampan


__ADS_3

BRUKK....


Lelah yang Arvin terima ternyata bukan sekedar tubuhnya, rupanya juga pikirannya.


'Aish! Bagaimana aku bisa-bisanya bertanya seperti itu secara spontan tanpa aku pikirkan dulu?' Arvin yang sudah berhasil menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya, langsung merasakan malu setengah mati. 'Padahal aku tahu kalau perempuan juga biasanya pasti datang bulan, tapi kenapa aku tidak memikirkan itu dulu sebagai pertanyaanku dan malah pakai mengatakan keguguran segala? Ada apa dengan mulutku sih?'


Arvin terus mengomel pada dirinya sendiri, sebab berhasil mempermalukan dirinya sendiri di depan seorang perempuan dengan pertanyaan paling bodoh di dunia.


'Dalam kurung waktu empat hari, perempuan tidak mungkin langsung hamil, ah! Mulutku ini! Setelah dia demam, gara-garanya, aku jadi lebih naas dari yang seharusnya.


Nenek! Kenapa kau malah membuat cucumu nikah dengan pelayanmu sendiri sih nek!' Arvin berteriak dalam diam. Sama sekali tidak ada yang bisa Arvin harapkan sekarang selain tidur saja.


Rasa frustasi miliknya pun memang berhasil membuat Arvin tidur, namun tidak dengan Ashera yang harus memasak untuk dirinya sendiri karena tiba-tiba saja lapar.


______


"Hoammhh..." Esok paginya, Arvin terbangun lebih pagi dari biasannya.


"Arvin, bangun, sebagai seorang seksi kepala keamanan seharusnya kau itu berangkat lebih bagi."


"Ahh, sebentar lagi." Arvin masih ingin tidur.

__ADS_1


"Sudah jam enam, dan kau masih memintaku sebentar lagi? Aku bukan orang yang bisa memperlambat waktu, cepat mandi." Jika tidak segera berangkat, jelas akan terlambat.


Dan Ashera sudah sering mengamatinya, kalau Arvin selalu saja berangkat di jam yang sudah mepet dengan bel masuk.


"Hoamph!" Baru juga mau menguap, tapi mulutnya langsung di sumpal dengan udang sebesar mulutnya.


"Bangun!" Ashera menyeret salah satu tangannya Arvin dan membuatnya jatuh dari tempat tidurnya.


"Enak nih,"


"Aku akan memberikanmu lagi jika kau mandi sek-"


BRAK....


'Ada gunanya aku menyuap dia agar mau mandi pagi.' Ashera pun menyuapi mulutnya dengan undang goreng hasil masakan dari Daseon.


Karena ingin minta di ajari memasak udang bagaimana secara langsung, hasilnya adalah yang ia makan.


Dan kurang dari lima belas menit, Arvin sudah setampan pangeran berkuda.


"Wah.." Ashera yang sudah ada di lantai bawah, langsung kerkesima. 'Jadi itulah penampilan awal Arvin di pagi hari sebelum berangkat sekolah.' baginya, Arvin memang punya tampilan wajah yang cukup proposional dengan tubuhnya. "Kau mengundang banyak dosa."

__ADS_1


"Yang dosa kan kalian, kenapa mau menyalahkanku?" Pagi-pagi sudah mulai ribut lagi setelah malam tadi saja mereka berdua ribut soal CD.


Dan tentu saja Arvin tahu apa yang di maksud oleh Ashera ini adalah mengenai wajahnya yang mengundang banyak dosa.


"Ya, kan lagian, wajahmu tampan."


Arvin yang baru saja menyuap daging udang kedalam mulutnya, sejenak langsung diam, menata hatinya yang entah kenapa langsung terpicu mendapatkan pujian dari perempuan cerewet ini.


"Jelas lah, aku tampan. Makannya banyak yang suka. Nggak sepertimu, kau jelek, maka dari itu tidak ada yang menyukaimu." Ucap Arvin, bahkan tanpa sebuah perasaan sedikitpun, dia berhasil mengungkit lagi kejelekan dari wajahnya.


"Memangnya aku sejelek itu?" Ashera yang tidak mau menanggapi Arvin dengan kemarahan lagi, mencoba untuk lebih santai.


Ashera mengangkat gelas beling yang bening, dan bercermin di depan gelas yang ia angkat sejajar dengan wajahnya, menjadikannya cermin, Ashera pun bertanya lagi. "Kalau aku jelek, tapi kenapa aku bisa nikah denganmu ya?"


"Uhukk..., apa kau sedang menghinaku?" Oceh Arvin, jadi merasa tersinggung sendiri karena ucapannya akhirnya malah tertuju pada dirinya sendiri.


Dirinya yang bilang jelek kepada Ashera, tapi Arvin pula yang mendapatkan Ashera sebagai Istrinya.


"Lah, bukannya kau sendiri yang menghinaku lebih dulu? Tidak ada yang menyukaiku karena aku jelek. Ok, tapi fakta tersembunyi dibalik kejelekanku ini, kenapa aku bisa mendapatkan seorang kapten basket ya?" Ledek Ashera, senyumannya pun menyatakan rasa bangganya karena mendapatkan cowok paling tampan di sekolahnya.


Dan Arvin pun jadinya kalah debat, gara-gara ucapannya lagi-lagi masuk akal.

__ADS_1


'Aku jadi pusing, aku pikir lebih baik bukan dia lagi.' harap Arvin, makin lama-makin tidak kuat menghadapi Ashera yang terlalu pintar bersilat lidah. Makannya ia jadi lebih memilih agar Ashera yang dulu, kembali lagi.


__ADS_2