Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
171 : Kehadiran Mereka Berdua.


__ADS_3

Malam itu, menjadi malam yang cukup berbeda dari pada yang lainnya. Pemandangan yang cukup indah membuat sebagian besar perhatiannya tertuju pada apapun yang mereka berdua lintasi di atas langit yang begitu luas, bahkan melebihi samudra. 


WHOSSH….


WHOSSH….


WHOSSH….


Baling-baling besar berputar dengan kecepatan tinggi, kendaraan lintas udara berwarna hitam itu menjadi alat transportasi dari kedua anak muda itu.


Di balik sisi wajah Arvin yang begitu serius dalam mengendarai Helikopter, di satu sisi lagi yang kebetulan memang duduk di sebelahnya persis, dengan senyuman lebar, Ashera rupanya menikmati pemandangan dari kota malam yang ada di bawah sana. 


Tapi- senyuman itu seketika menghilang dan di gantikan dengan ekspresi wajah yang begitu pucat. 


“Kau kenapa lagi? Ekspresi wajahmu bahkan lebih cepat berubah daripada membalikkan halaman buku.” tanya Arvin. 


“Kalau kau bilang dari awal mau mengajakku pergi jauh, aku harusnya makan obat anti mabuk, hu-”


“Ashera, aku peringatkan kau untuk tidak muntah di helikopter ini.” peringat Arvin kepada Ashera yang sudah memperlihatkan gejala dari orang yang mau muntah itu. 


“T-tapi ini, hu-huekk~”


“Ashera!” pekik Arvin di dalam helikopter tersebut.  


KWAKK…


Sedangkan di atas langit yang lebih tinggi, burung elang sedang terbang melintasi langit yang ditemani dengan cahaya dari bulan purnama. 


“Maaf-” kata Ashera. 


Dan helikopter yang di kendarai oleh Arvin pun sama sekali tidak bisa berhenti, karena di bawahnya sudah ada lautan luas yang harus mereka berdua lewati. 


__________


Suar kencang dengan lagu yang begitu memikat para pendengar dari penghuni kapal pesiar, membuat semua penumpang terus mengikuti gerakan dari si pemandu lagu DJ.


Tidak hanya puluhan orang, melainkan ratusan orang yang berdiri di dek kapal, semuanya sangat menikmati pesta mereka. 


“Yo! Hahaah, sayang, aku sudah bawakan minuman yang kau minta,” 


“Oh, kau cepat sekali, apa kau berlari demi mengambil ini saja untukku?” tanya balik pria ini, kepada seorang wanita yang saat ini hanya memakai bikini, sebab mereka semua sedang bermain di kolam air panas. 

__ADS_1


“Apa kau tadi mengamatiku?”


Dengan senyuman lebarnya penuh godaan, pria ini pun menjawab dengan terus terang : “Jika aku tidak mengamatimu, nanti kau hilang, bagaimana aku bisa mencarimu di hamparan orang-orang yang sedang bersenang-senang ini?” 


Dan senyuman sumringah dari kekasihnya pun menjadi jawaban, kalau wanita tersebut merasa tersentuh dengan ucapannya tadi. 


Kehidupan dari orang kaya memang berbeda. Apalagi jika sudah melihat adanya kapal pesiar yang sangat besar, sampai menampung puluhan ribu dengan berbagai fasilitas paling lengkap di kelasnya, maka jelas, kalau tidak ada satu orang pun yang hidup susah di antara mereka semua. 


Bahkan di dalam kapal itu, ada mall, taman bermain, tempat judi, sampai bioskop atau tempat teater, semuanya ada, dan jadi satu di kapal tersebut. 


“Masih tersisa sampai berapa hari lagi sampai kapal ini singgah?” tanya wanita ini kepada kekasihnya. 


Mereka berdua kini sedang duduk berdua di dalam sebuah restoran yang letaknya di lantai paling atas, sehingga mereka berdua pun bisa melihat pemandangan dengan lebih jelas lagi, tanpa perlu khawatir mereka akan masuk angin atau apapun, karena berada di dalam ruangan. 


“Setengah bulan lagi, masih panjang, kau tenang saja.” jawab pria ini, seraya menesap wine berwarna merah. 


“Masih lama ya? Tapi ngomong-ngomong, aku ingin tanya satu hal-” tiba-tiba saja ucapannya jadi lebih serius, bersamaan dengan sorotan matanya yang menginginkan agar pria di depannya itu untuk menghentikan acara minumnya terlebih dahulu. 


“Tanya apa? Katakan saja, aku akan mendengarkan,” sahutnya. 


“Apa kau- sudah menemukan siapa cucu dari Nyonya Tina?”


“Belum,”


“Ih, kenapa kinerjamu lama sekali sih?”


“Aku kan bukan hanya punya pekerjaan satu saja. Dan asal kau tahu, menembus server perusahaan informasi Ravarden itu sangat sulit, tidak ada yang bisa aku dapatkan.” jawabnya. 


“Kau memang tidak berguna ya?”


“Terserahmu saja, kau mau menganggapku berguna atau tidak, toh jika aku ini memang tidak berguna di matamu, kenapa kau mau saja jadi tunanganku?” tanya balik pria ini. “Katanya kau suka uang, uang, dan uang, tapi kau bahkan malah memilihku untuk jadi tunanganmu. Padahal aku bukan orang sekaya dirimu,”


Mendapatkan pertanyaan demikian, wanita ini pun dengan masa bodo langsung melengos ke arah jendela yang ada di samping mereka berdua persis, dan menjawab : “Ya, dengan bodohnya aku malah jatuh cinta padamu. Aneh kan? Tampan juga tidak, kaya juga tidak begitu kaya, tapi aku malah jatuh cinta padamu. Ini sangat menyebalkan. Gara-gara kau, pikiran dan hati ini malah jadi ternodai dengan kehadiranmu di dalam kehidupanku.”


“Pfftt~” tertawa senang dengan ucapan dari kekasihnya, pria ini langsung meletakkan gelasnya di atas meja, dan beranjak dari kursinya dengan membungkuk lebih ke depan. 


“Kau mau apa?”


“Menodai pikiramu lagi, lebih daripada apa yang baru saja kau katakan,” jawabnya, dan tanpa basa-basi, pria ini pun menarik belakang kepala dari kekasihnya itu, sampai akhirnya kedua bibir itu pun semakin dekat dan mendekat. 


Tapi, belum juga mendapatkan momen untuk saling berciuman, suara keras lansgung mengacaukan suasana diantara mereka berdua. 

__ADS_1


WHOSSH…


WHOSSH….


WHOSSH…


“Itu helikopter siapa?” tnya wanita ini, semua perhatiannya jadi langsung tertuju pada helikopter yang hendak mendarat di Helipad yang mana letaknya ada di depan dek kapal bagian depan sendiri. 


“Kau sedang melihat ke arah mana?” tanya pria ini, menegur kekasihnya yang malah oleh ke arah lain. 


“It- mphh..” 


“Aku ini ada disini, kenapa malah melihat ke sana?” tanya pria ini, langsung memberikan kecupan lagi kepada bibir milik dari sang tunangan. 


CUP…


__________


Sedangkan di luar, tempat dimana helikopter itu baru saja mendarat, banyak orang yang seketika itu juga perhatiannya langsung teralihkan ke arah sana. 


“Itu- itu kan helikopter yang baru saja jadi?” bisik salah satu dari mereka. 


“Apa maksudmu?” tanya seseorang, yang tidak sengaa mendengar ucapan dari pria barusan. 


“Ayahku bekerja di perusahaan pembuatan helikopter, itu desain pertama yang baru saja jadi tadi pagi. Bahkan belum di luncurkan untuk di perlihatkan semua orang, tapi-” dengan ekspresi wajahnya yang begitu tercengang, pria ini pun terus memperhatikan siapakan orang yang akan keluar dari helikopter tersebut?”


“Wah, kalau begitu, berarti dia adalah orang kaya?”


“Hiw, aku jadi penasaran, siapa yang akan keluar dari dalam helikopter tersebut.” sela perempuan yang lainnya. 


Begitu baling-baling helikopter itu perlahan mulai berhenti, pintu depan dari helikopter itu pun terbuka. 


KLEK…


Dan seorang laki-laki berambut pirang langsung keluar dari sana. 


“Wowww! Dia pasti wisatawan asing yang telat berlayar di kapal ini. Makannya datang kesini dengan helikopter,” ucapnya, dia memiliki pendapatnya sendiri dengan ekspresi wajah yang begitu kagum, karena dia bisa melihat pria asing yang begitu tampan. 


“‘Gila, dia memang tampan, bahkan bisa mengendarai helikopter itu sendiri. Dia pasti punya skill yang hebat,” ucap orang lainnya. 


__ADS_1


__ADS_2