
“Hah! Sial amat hari ini. Bukannya dapat 10 juta, tapi malah satu juta!” ucap Arvin dengan nada kesal. Dia berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah yang begitu kasar, bahkan helm yang sempat Arvin bawa, langsung Arvin lempar ke lantai, sehingga akhirnya helm tersebut menggelinding di lantai dan berhenti di samping meja dapur. “Padahal yang curang duluan kan Enzo, bukan aku. Mentang-mentang dia sepupunya Arlina, mereka berdua jadi bisa merubah peraturan menangnya.”
Arvin terus mengomel sendiri, sebab harapannya sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasinya.
“Walaupun aku tidak semiskin yang mereka pikir, tapi tetap saja aku merasa kesal. Hishh! Dasar dua orang itu.” Uang yang sempat Arvin dapatkan pun Arvin lempar juga, dan malahan Arvin buang ke tong sampah, karena usahanya sia-sia, dan tidak berharap untuk menggunakan uang dari hasil pertandingannya itu, sbab semuanya tidak sesuai dengan harapannya. “Arlina juga, ternyata dibalik wajah polosnya saat di sekolah, sifat aslinya pun kelihatan juga.
Huh, untung saja aku tidak pernah menanggapi dia, jadi aku tidak terkecoh dengan kepolosannya.” Racau Arvin lagi, tidak ada hentinya mengomel dirinya sendiri.
Sudah pergi jauh-jauh, dan sempat di permalukan, dirinya pun hanya mendapatkan sejumlah uang yang bisa ia habiskan dalam hitungan detik itu.
Tapi lebih dari itu, hal yang paling mengejutkan untuk Arvin adalah keberadaan dari Ashera.
“Kalau tahu akan seperti ini, mending aku duduk di rumah atau tiduran.” Gerutu Arvin lagi, membuka jaketnya dan pergi menuju kamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya. ‘Ashera, Ashera, kenapa anak itu juga ada di sana? Ah! Jangan-jangan karena dia sudah tahu aku ada di sana, makannya dia nyusul dan sengaja mencari perhatian dengan membuat dirinya sendiri menjadi bahan taruhan?’
Berhasil menuding Ashera dengan pikirannya itu, Arvin pun tersenyum sinis. Dia membuka seluruh pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
ZRASSHH……
Air dari shower pun keluar dan membasahi seluruh bagian tubuh Arvin dari atas sampai kebawah.
‘Dasar, dia ternyata rubah ya? Sudah sengaja datang kesini dan menjebakku selagi aku mabuk, sehingga aku menidurinya, dia juga datang ke tempatku bermain. Kurang apa sih dia? Mentang-mentang sudah jadi pelayan selama lima tahun lebih, makannya dia sudah mampu menghasut nenekku.
Pelayan tidak tahu diri sekali dia. Mending dia menghilang saja dari dunia ini. Dengan begitu aku bisa hidup bebas seperti sedia kala.’ Benak hati Arvin sambil tersenyum mencibir.
Dia tersenyum demikian sebab kehidupannya benar-benar jadi berubah semenjak Ashera yang tidak pernah muncul di kehidupannya, kemarin tiba-tiba datang ke rumahnya.
“Sudah-sudah, dia kan tadi aku tinggal, dia pasti akan lama sampai, dari situ aku bisa leluasa sendirian di rumah.” Ucap Arvin kepada dirinya sendiri.
Dia mendongak ke arah atas, tersenyum puas dengan keputusannya meninggalkan Ashera sendirian di jalan.
______________
__ADS_1
ZRASSHH………
Langit malam yang tadinya begitu bersih, sudah diselimuti awan kelabu, dan sekarang awan tersebut pun menrunkan hujan yang begitu lebat.
Ashera, gadis tanpa ayah ini dan hanya hidup sebagai pelayan bersama dengan Ibu nya di rumah besar keluarga Ravarden, dengan begitu santai mengayunkan kakinya untuk menggerakkan sepatu roda nya.
Menerjang hujan dengan tubuh sudah dilindungi sebuah mantel plastik, membuat Ashera sama sekali tidak ada niatan untuk berhenti sejenak, sebab jika dirinya berhenti di tengah jalan, maka malam pun akan semakin dingin, menakutkan, serta semakin berbahaya.
‘Handphoneku pakai mati segala. Bagaimana aku bisa pulang? Takutnya jika aku naik taxi, karena aku belum memiliki kartu ATM, sisa uangku tidak cukup untuk membayar ongkosnya.
Dan aku sama sekali tidak bisa berharap pada Arvin, majikanku sendiri, karena dia sendiri saja sudah menegaskan kalau aku tidak bisa meminta uang kepadanya.
Hah~ Lagipula, karena ini hanyalah hubungan paksa, aku pikir aku akan tetap pada posisiku. Aku sama sekali tidak akan meminta uang kepadanya. Karena jika aku minta uang kepadanya, sudah pasti dia akan berpikir kalau aku menikah karena uang.
Aku sudah lelah untuk terus di fitnah seperti itu.’ Ashera sejujurnya cukup sakit hati dengan nasibnya. Bukan lagi jadi pelayan, tapi saat ini malah sudah resmi jadi istri orang lain, dan itu adalah Arvin.
__ADS_1
Orang yang bahkan tidak begitu Ashera sukai karena punya tempramen yang cukup buruk.