Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
137 : Tangan Nakal


__ADS_3

WUSSHHH.....


Tiga puluh menit telah berlalu, semua yang ingin di katakan oleh Arvin kepada Ashera, sudah dia katakan, meskipun dia akan tetap menyimpan beberapa cerita yang akan menjadi rahasianya secara pribadi, karena baginya, itu kurang cocok untuk di beritahu kepada Ashera yang polos ini.


Dan setelah kepergian waktu yang terlalu berlalu selama tiga puluh menit lebih, tiba-tiba saja Arvin mendapatkan satu notifikasi dari seseorang.


Sebuah pesan singkat yang dia dapatkan dari media sosial IG. Dan orang ini pun mengirimkannya pesan singkat lewat DM.


Ketika Arvin membaca pesannya, secara refleks, isi pikirannya itu justru tertuju pada foto profil yang terpampang jelas di sebelah pesan singkat itu.


[Arvin, aku dengar kau berada di korea ya?] itulah pesan singkat di kirim dari seorang perempuan.


'Kenapa tiba-tiba?' pikir Arvin. Matanya kemudian menyipit, saat melihat semua foto yang ada di IG itu memperlihatkan satu-satunya orang yang Arvin kenal, 'Vani? Apa alasan dia tiba-tiba kirim pesan padaku?'


[Aku kebetulan ada di korea juga, apa besok kita bisa bertemu sebentar?] pesan singkat dari Vani kembali Arvin dapatkan.


'Aku balas besok sajalah.' detik hati Arvin.


"Huft~ Huft~ Angh.."


PLAK...


Ashera yang diam-diam sudah tertidur dalam posisi duduk bersandar di belakangnya Arvin, tiba-tiba saja memukul tangannya sendiri, karena nyamuk yang cukup mengganggu.


"Hoamh.., sebaiknya aku segera tidur, agar besok bisa pergi," sudah mulai mengantuk juga, Arvin pun beranjak dari tempat dia duduk. Tapi karena Ashera sudah lebih dulu tidur dulu, melihat Ashera tubuhnya hampir oleng terjatuh, karena tidak sadar dengan posisinya yang sudah tidur dalam kondisi duduk, Arvin buru-buru menangkap kepalanya Ashera.


"Hah? Apa- apa? Tadi ada gempa ya?" tanya Ashera masih separuh sadar, dan bahkan ekspresi wajahnya pun memperlihatkan wajah linglungnya.


"..." tidak bisa membiarkan Ashera yang masih separuh sadar itu dibangunkan untuk jalan sendiri, dengan inisiatifnya sendiri, Arvin pun menggendongnya, membiarkan kursinya ada di sana, Arvin hanya memilih untuk membawa tripod itu ke dalam rumah.


"Arvin, jahat kau...enak dengan...ah...uan lain." ucap Ashera, dalam tidurnya itu, Ashera yang sedang tidur itu pun tiba-tiba saja menggigit bahunya Arvin.


GREETT...


"Ukh..., apa giginya itu terbuat dari gergaji?" gerutunya, gara-gara bahu kirinya yang di tiba-tiba saja di gigit dengan keras oleh Ashera.

__ADS_1


Apa yang sedang di mimpikan oleh Ashera, Arvin pun hanya bisa menahannya sampai dia bisa memindahkannya ke kamar dan meletakkannya di atas tempat tidur.


BRUKK...


Arvin akhirnya berhasil memindahkan tubuh Ashera yang malah baginya kelewat ringan itu di atas tempat tidurnya.


'Padahal aku melihatnya dia makan banyak daging dan sayur, tapi bisa-bisanya masih ringan seperti bulu, Ashera ini, sepertinya harus di periksa.' karena bagi Arvin, tubuh Ashera yang benar-benar terlihat tidak normal untuk ukuran perempuan yang sedang dalam masa pertumbuhan, Arvin pun diam-diam punya rencana sendiri.


Hanya saja, Arvin yang hendak pergi dari sana, tiba-tiba saja tangannya di cengkram oleh tangannya Ashera.


"Jangan pergi, jangan buat aku sendirian lagi." kata Ashera, dia masih mengigau di tengah-tengah matanya masih terpejam.


"Ok, tapi jangan terkejut jika saat bangun, ada aku di sampingmu." bisik Arvin dengan seringaian tipisnya.


__________


Cip....Cip....Cip....


Pagi yang cerah, kembali menyelimuti bumi.


Namun, meskipun begitu, Ashera yang punya pendengaran cukup bagus itu masih bisa mendengar banyaknya kicauan dari burung yang sedang bercengkrama dengan teman-temannya di luar rumah.


KWAKK...


KWAKK...


Cipp...!


Adanya salah satu burung besar yang datang ke tengah-tengah perbincangan dari mereka semua, sontak semua burung kecil yang sedang mandi di salah satu wastafel khusus untuk mereka, langsung terbang pergi dari sana, sebelum menjadi sasaran empuk dari burung camar.


'Suara burungnya keras-keras juga.' satu pikiran pertama yang terlintas di dalam kepalanya, saat dia mulai sadar dari tidur nyenyak nya.


Ashera yang tidak tahu kenapa dan apa yang sedang terjadi di luar sana, hanya bisa mengulas senyuman, karena baru kali ini dirinya bisa tertidur cukup nyenyak, sampai dadanya pun benar-bear merasa sangat hangat.


'Apa ini? Kenapa rasanya sangat hangat ya?' tanya Ashera dalam benak hatinya, sebagai asumsi miliknya yang menyatakan kalau apa yang dia peluk itu adalah bantal guling.

__ADS_1


Karena cukup nyaman, Ashera pun jadi semakin mengeratkan pelukannya, sampai tangan kanannya itu dia gunakan untuk mendorong belakang kepala Arvin agar bisa lebih dekat lagi, dan lagi.


'Tapi tunggu sebentar, kenapa tangan kiri aku sangat kebas ya? Tidak mungkin kalau bantal guling yang empuk dan nyaman itu bisa membuat tanganku kebas seperti ini. Akhh~ Sekali gerak, tangan kiriku jadi benar-benar lemas.' satu pikiran ke tiga saat Ashera akhirnya mulai merasakan keanehan yang dia rasakan saat bisa mendapatkan kenyamanan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya.


Tapi, Ashera yang masih saja belum sadar dengan posisinya itu, dia pun terus memeluk Arvin dalam dekapan yang cukup menghangatkan dan merilekskan tubuhnya.


Dan keanehan lainnya adalah saat di mana diri Ashera merasakan kehangatan yang lebih besar, ketika tangan kanannya itu mengusap punggung Arvin yang lebar itu.


Namun yang lebih parah dari apa yang sedang tangannya Ashera perbuat, tiba-tiba saja di belakang punggungnya itu, dia merasakan ada yang baru saja menyelinap masuk kedalam pakaiannya.


'Hii? A-apa? Kenapa punggungku tiba-tiba ada tangan?!' teriak Ashera dalam hatinya.


Ashera yang tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada dirinya itu, kini perlahan dia pun membuka matanya.


Dan setelah kelopak matanya terbuka, Ashera pun akhirnya mendapatkan kenyataan paling mengejutkan, kalau apa yang sedang dia peluk itu, ternyata adalah Arvin?!


'Kyaa..! A-apa? Kenapa anak ini ada di tempat tidurku? Kenapa dia malah tidur denganku? Apa yang sebenarnya terjadi?' rentetan dari pertanyaan yang tidak bisa dia ungkapkan secara langsung itu membuat Ashera hanya bisa mematung melihat sosok dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu, justru tengah Ashera peluk dengan erat.


"Huft~ Huft~ Huft~" suara dari nafas yang Arvin lakukan bahkan cukup stabil, sampai Ashera sendiri benar-benar khawatir sekali kalau detak jantung yang sedang berdegup kencang itu terdengar oleh telinganya.


Tapi sayangnya, itu adalah salah satu dari kecemasan miliknya dari deretan kekhawatiran miliknya yang lain.


'D-dia masih tidur kan? Aku tidak ingin membangunkannya, ya, pelan-pelan, jangan sampai dia bangun.' ketika isi hatinya berkata demikian untuk berhati-hati agar tidak membangunkan si Raja hutan yang sedang tertidur itu, tiba-tiba saja Ashera berhasil mendapatkan pikirannya bertambah kacau lagi.


Dan itu adalah di saat kaos yang Ashera pakai itu, pelan-pelan terangkat semakin ke atas dan membuat punggungnya berhasil terekspose.


Tapi tidak hanya sampai di situ saja, sebab ada yang lebih parah dari sekedar melihat Arvin adalah orang yang sedang tertidur di pelukannya, dan itu adalah di saat ketika tangan kiri Arvin tiba-tiba saja mengusap seluruh punggung Ashera dengan begitu santainya.


'Tunggu, kalau seperti ini, bukankah artinya kalau Arvin sebenarnya sudah bangun dari tidurnya?!' pekik Ashera dalam benak hatinya yang paling dalam.


'Pfft, dia pasti sedang mematung karena saking terkejutnya.' pikir Arvin. Dia sebenarnya sudah terbangun semenjak dia mendengar kicauan burung yang berisik itu.


Dan karena di saat yang sama juga Ashera ternyata juga terbangun, tapi malah membuat kepalanya Arvin di peluk dengan lebih erat, Arvin pun sukses mempermainkan hari pagi mereka berdua dengan sama-sama berperilaku mesum.


Hal ini dia lakukan sesuai apa yang di lakukan Ashera lebih dulu, yang membuat wajahnya terbenam di dalam sepasang aset milik Ashera yang lumayan empuk itu, sekaligus saat tangan nakal Ashera yang sama-sama mengusap punggungnya Arvin juga.

__ADS_1


Sehingga pagi mereka berdua saat ini pun di sambut dengan usapan dari tangan masing-masing yang sama-sama nakal.


__ADS_2