Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
76 : Kolam


__ADS_3

"Hah...hah...hah.... udah lah pak, aku lelah."


"Iya pak, kami semua sudah lelah."


"Lah, perempuan itu memang cemen, baru juga tiga putaran, kenapa sudah lelah?" Ejek salah satu laki-laki yang mendengar semua keluhan dari para anak perempuan yang sudah lelah, padahal masih ada beberapa putaran lagi.


"Kau pikir fisikmu dengan fisik perempuan itu sama?"


"Iya tuh, mentang-mentang jago olahraga, makannya mau menyindir kita."


Mereka pun jadinya mulai beradu mulut hanya karena soal lelah saja.


"Tapi tidak semua perempuan, letoy kaya kalian, lihat Ashera, dia yang bahkan kalian hina dengan sebutan udik, bisa lari terus, bahkan mengimbangi Arvin." Begitu ia membicarakan nama Arvin, mereka semua pun langsung melirik ke arah dua orang yang sedang beradu mulut itu.


"Sejak kapan mereka berdua terlihat dekat seperti itu?" tanya salah satu orang perempuan, dia berasal dari satu kelas dengan Arvin.


"Iya ya, walaupun mereka berdua terlihat bertengkar, tapi jelas mereka berdua seolah ada hubungan sesuatu." Ucap teman dari perempuan tadi.


"Hah, pasti ada sesuatu tuh." Seorang laki-laki dari kelas yang sama dengan mereka berdua pun tiba-tiba muncul dari tengah-tengah barisan mereka berdua.


Dan ketika mereka sedang memperhatikan terus Arvin dan Ashera yang terlihat sedan adu mulut, sebenarnya mereka berdua pun memang benar-benar tengah bertengkar.

__ADS_1


"Kenapa kau mengikutiku terus? Kau kan punya barisanmu sendiri. Jangan kau membuat kita berdua terlihat dekat seperti ini. Minggir sana." Ucap Arvin dengan lirih dan penuh dengan penekanan, tapi masih bisa di dengar oleh Ashera.


"Kenapa kau GR sekali? Aku kan hanya ingin bisa cepat menyelesaikan lariku sendiri. Jika kau merasa terganggu, mending kau yang memperlambat larianmu itu." Jawab Ashera.


Lalu mereka berdua pun saling bersenggolan satu sama lain.


"Kau yang mengalah, sana pelankan larinamu."


"Kau saja sana, jangan nyuruh-nyuruh aku, atau aku ikat saja kau denganku agar hubungan kita bisa ketahuan." Dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Ashera cukup lirih tapi juga cukup mengancam, Arvin perlahan menurunkan kecepatan larinya, sampai Arvin dim-diam menjegal kakinya Ashera.


Tapi Ashera yang paham kalau Arvin ingin membuatnya jatuh, justru Ashera langsung melompat lebih jauh ke depan sana, sehingga siasat Arvin pun kandas juga.


"Ashera, aku awas saja, aku balas kau!" Tekan Arvin, dia akhirnya memutuskan untuk menaikkan kecepatan larinya, sampai secara tidak sengaja ia menginjak lantai yang sempat basah itu tepat di saat ia berlari cepat, alhasil Arvin pun terpeleset. 'Eh?' Tapi dengan tangannya yang cukup panjang itu, ia pun berhasil menggapai rambut milik Ashera yang sempat berkibar itu, dan ..


GREP...


"Akh..!" Sontak Ashera yang merasa rambutnya di tarik dan kesakitan, otomatis langsung terbawa tarik oleh Arvin dan akhirnya mereka berdua pun terjatuh.


BYURR.....


"Apa-apaan mereka berdua? Akhirnya orang yang tidak patut di contoh itu kecebur juga." Ejek teman sekelasnya Arvin, karena melihat pria itu akhirnya jatuh juga, karena sok kuat, cepat, dan memimpin mereka, ia tidak suka itu, dan sekarang Arvin seperti menerima kualat dari banyak doa banyak orang yang diam-diam menaruh tidak suka dengan sikapnya yang arogan, tapi tidak dengan wajah tampan yang selalu saja memikat itu.

__ADS_1


Sedangkan di dalam air, mereka berdua sedang bergelut ingin naik duluan.


"Arvin, kau sengaja menarikku jatuh kan?"


"Hahah, kalau iya kenapa? Daripada aku jatuh sendirian, sekalian saja menarikmu jatuh juga." Balas Arvin.


Hanya dengan pandangan mata, mereka berdua berkomunikasi dengan benar.


Dan di akhir percakapan itu sendiri mereka berdua saling melotot satu sama lain.


'Ah, aku hampir kehabisan nafas.' Ashera yang tidak tahan dengan nafas yang sudah ia tahan selama beberapa waktu itu, berusaha untuk segera naik ke permukaan.


Tapi, Arvin yang ingin lebih dulu keluar, ia dengan sengaja menekan kepalanya Ashera sebagai tumpuan agar ia bisa naik ke permukaan air lebih dulu.


'Arvin ini, apa dia mau membuatku mati tenggelam?' Ashera yang tidak ingin Arvin menerima kesempatan bisa naik dulu, kedua tangannya pun langsung mencengkram tangan kiri Arvin lalu kemudian ia pun langsung menariknya ke bawah sebagai dorongan juga agar Ashera bisa naik.


'Dia mau membalasku? Baiklah, kau akan menyesal sudah membuat perkara denganku dulu.' Dengan mata menyipit, begitu cengkraman tangannya Ashera tadi sempat di lepaskan, Arvin langsung mencengkram salah satu kakinya Ashera dan menariknya ke bawah.


Sehingga, saat Ashera sebentar lagi mau mengambil nafas, seketika langsung tertahan lagi dan akhirnya kembali masuk kedalam air.


'Arvin, dia memang benar-benar mau membunuhku ya?' Pikir Ashera saat tubuhnya di tarik ke bawah sampai ke dasar, Arvin berhasil naik ke permukaan air dan Ashera masuk ke dalam air lebih dalam lagi.

__ADS_1


__ADS_2