Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
Pertengkaran Dini >< Ashera


__ADS_3

Begitu sudah mendapatkan tamparan yang begitu menyakitkan dari Dini, Ashera seketika langsung menatap Dini dengan sorotan mata yang cukup tajam.


dia benar-benar tidak terima karena mendapatkan tamparan yang begitu kuat ketika semua orang hanya menghinanya tapi dianya adalah satu-satunya orang yang berani menamparnya dan apalagi dia menamparnya dengan cukup keras di depan semua orang.


"Apa? Berani sekali kau menatapku seperti itu hah?!" sarkas Dini kepada Ashera, begitu Ashera ternyata bisa menatapnya dengan begitu tajam. 


tanpa sepatah kata apapun Ashera langsung menampar wajah Dini dengan keras sebagai balasan atas apa yang sudah Dini lakukan kepadanya.


Plakk…


"Ashera! Beraninya kau menamparku?! kau memang benar-benar j*l*ng yang tidak tahu diri!" Dini hendak menamparnya balik, namun Ashera lebih dulu mencegatnya dengan mencengkram tangannya Dini itu. 


“Terserah kau mau mengataiku apa! Aku tidak peduli, tapi kau begitu ringan tangan kepadaku, aku benar-benar muak dengan orang kesepian sepertimu! Bisanya hanya melampiaskannya kepadaku!”


“Ashera, kau ini-” Dini yang sudah sangat marah dengan perkataannya Ashera yang berhasil memancing emosinya, langsung mendorong tubuh Ashera, dan begitu pula Ashera, dia pun juga membalas dorongannya Dini dengan kuat. 

__ADS_1


Akhirnya adu dorong pun terjadi, tapi tidak ada diantara mereka yang terlihat ingin melerai pertengkaran tersebut. Yang ada, mereka justru seperti lebih suka untuk menikmatinya. 


“Aku benci kau! Kau itu, harusnya tidak masuk ke sekolah seperti ini. Hanya seorang pelayan, tapi bisa-bisanya kau punya hubungan dengan Fajar.”


“Fajar apaan? Jadi kau mempermasalahkan Fajar tapi kau memilih untuk melampiaskannya kepadaku?! Kau sangat munafik sekali jadi manusia. Kau harusnya itu bercermin pada dirimu sendiri!” pekik Ashera, emosinya pun jadinya tidak stabil, karena setelah mendapatkan banyaknya gangguan yang dia dapat itu dalam kurun waktu kurang dari satu jam itu. 


“Dasar, Ashera. Perempuan murahan! Kau pasti menju-”


BHUAK…


“Akhh…! Aku balas kau!” setelah mendapatkan tendangan dari Ashera, Ashera pun menendang balik salah satu kakinya Ashera. 


Tapi Ashera berhasil menghindar. Hanya saja pertahanannya pun sama sekali tidak lama, karena Dini langsung menarik dasi sekolahnya Ashera, yang membuat lehernya Ashera pun kena tarik dengan kuat. 


“Akhh..!” Ashera merintih sakit ketika lehernya langsung tercekik karena ulah dari Dini. ‘Dia sangat kasar sekali, bahkan lebih kasar dari Arvin.’ membandingkan dengan kelakukan Arvin dengan Dini, Ashera jelas punya kesan lebih baik kepada Arvin, karena Arvin tidak pernah menggunakan kekerasan fisik seperti itu, walaupun mulutnya saja yang cukup berbisa. 

__ADS_1


Tapi dibandingkan Arvin yang kasar, tapi penuh dengan keadilan, Dini justru sebaliknya. 


“Jika kau seperti ini terus, lebih baik kita keluar bersama dari sekolah ini sekalian, Dini!” teriak Ashera seraya menahan rasa sakit. 


“Baiklah, karena kau memilih seperti itu, sekalian saja, aku melakukan ini!” dengan senyuman bangganya, Dini melepaskan cengkraman tangannya dari dasinya Ashera, rambut yang dari tadi di jambak oleh Ashera pun seketika terlepas begitu Dini langsung mencengkram bahu nya Ashera dan langsung mendorongnya dengan kuat ke belakang. 


Disebabkan terlampau emosi dan geram dengan Ashera sebab Ashera berani melawannya, Dini pun sama sekali tidak menyadari kalau di belakang sana adalah tangga yang mengarah ke bawah. 


Ashera yang separuh terkejut itu, sontak menjeling ke arah bawah dengan mulut melongo, begitu ia baru menyadari kalau niat Dini yang sebenarnya pada akhirnya adalah membunuhnya?


“Kau- akan kesepian, selamanya.” ucap Ashera di detik terakhir dia bisa membuka suaranya sebelum Ashera pada akhirnya jatuh. 'Apa aku benar-benar akan jatuh? Kenapa hidupku seperti ini? Atau- ini cara agar aku menemui Ayahku?'


Semua pikiran itu pun terlintas di dalam kepalanya, di kala tubuhnya akhirnya terjatuh ke bawah.


BRUK…. 

__ADS_1


"....!" dalam sepersekian detik itu juga, bola matanya Arvin pun membulat dengan sempurna, begitu dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya terjadi kepada Ashera. "Ashera!" Arvin berteriak keras dan akhirnya berlari kencang ke arah TKP.


__ADS_2