Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
185 : Bercumbu?


__ADS_3

“Minum ini-” perintah pria ini kepada Arvin. 


Arvin pun tanpa basa basi jadinya langsung menelan pil tersebut, yang sepertinya Arvin tahu itu adalah obat apa. 


“Lepas dia, kalian berempat berjaga di depan.” perintah gadis berambut coklat ini kepada empat anak buahnya.


“Baik Nona,” semuanya pun menurut, lalu mereka segera keluar dari dalam kamar itu meninggalkan Nona nya bersama dengan dua orang asing yang mereka anggap sebagai tumbal untuk Nona nya malam ini. 


“Hera! Kau tidak apa-apa?” tanya Arvin seakan dia adalah orang dungu yang tidak tahu apapun dengan apa yang terjadi kepadanya juga Ashera. 


Meskipun dia tahu kalau kelihatannya Ashera sudah di hipnotis, akan tetapi dia bertindak seolah tidak tahu apa-apa biar terlihat seperti orang mudah untuk di tangani oleh gadis itu. 


Namanya Jellyna, dia adalah anak dari pemilik kapal pesiar Erden yang di beli dari perusahaan industri transportasi milik Ravarden. 


Namun sebagai seorang milyarder, kapal itu di hadiahkan dengan atas nama Jellyna. 


Nah disinilah letak permasalahan di mulai. Jellyna adalah seorang perempuan yang begitu menggilai pria yang sempurna dari atas sampai bawah. Dengan bermodalkan kapal mewah yang di beli dari perusahaan Ravar, gadis ini memanfaatkan momen ini sebagai industri yang menjanjikan, dengan menyiapkan perjalanan ke berbagai negara dengan aturan yang menurut Arvin sendiri aneh, dan salah satunya adalah si penumpang harus di seleksi dengan mengandalkan tampang. 


Tidak ada banyak yang tahu, sebab orang yang ingin ikut tapi ditolak untuk menjadi penumpang kapal Erden diberikan kompensasi yang lumayan, hal itu pun membuat kasus ini tidak ada satupun yang tahu karena mereka lebih memilih untuk tutup mulut. 


Dan disinilah peran Arvin sebenarnya. 


Seperti memberikan umpan yang sepadan dengan harganya, Arvin pun mengiyakan misi itu, dan sayangnya dia harus melibatkan Ashera di dalam pekerjaan yang diberikan oleh Luna. 


Lalu permasalahan pun muncul juga. Itulah yang ada di dalam skenario misi miliknya itu. 


Salah satunya adalah Ashera yang ternyata malah kena hipnotis dan itu jadi salah satu penyebab banyak orang yang tidak tahu apapun soal masalah kasus orang hilang ini. 


“Shtt~ Kau mau apa?” Jellyna tiba-tiba saja menarik tangan Arvin dan membuat Arvin yang hendak menggapai tubuh Ashera, seketika langsung beralih ke arah Jellyna dan di detik itu juga Arvin pun tubuhnya juga jadi terhuyung ke arah gadis itu. 


BRUKK…


“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Arvin, setelah tiba-tiba tubuh nya kini berada di depan persis Jellyna


“Entahlah?” sahutnya dengan senyuman manis nan memikat, menghiasi bibir merahnya. 


Wajah, body, dengan tubuh yang begitu sintal, serta kulit putih yang nampak cukup glowing, juga aroma parfum yang menyerbak memenuhi semua sisi kamar itu, siapapun pasti akan terpesona dengan keelokan dari perempuan ini. 


Di tambah dengan jubah mandi yang kini mulai terekspose memperlihatkan Lingerie berwarna hitam, Jellyna sangat yakin kalau penampilannya kali ini sangatlah menggoda, terutama untuk pria yang ada di hadapannya persis. 

__ADS_1


“Coba, apa kau bisa menebaknya?” tanya Jellyna seraya mengangkat tangan kanannya untuk mengusap wajah tampan milik Arvin. 


Namun bahkan sebelum tangan ramping dan cantik itu mencapai wajahnya, Arvin lebih dulu mencegatnya, sebab mau bagaimanapun dia sebenarnya tidak memperlihatkan wajah aslinya. 


Kalau perempuan ini sampai menyentuhnya, apa yang akan terjadi juga sudah jelas, penyamarannya akan terbongkar. 


“Tidak, tapi mungkin sesuatu yang seperti ini?” sebagai ganti dari tangan Jellyna untuk tidak menyentuh wajahnya, Arvin pun sedikit memberikan sedikit permainan dengan menurunkan bahu dari jubah mandi yang di pakai oleh Jellyna. 


SRET….


“Apa kau mau tidur denganku?”


“Aku sudah punya tunangan, mana mungkin aku tidur dengan perempuan lain.”


“Tapi kau akan melakukannya sekarang denganku, dan di depan mata tunanganmu sendiri.” selesai bicara seperti itu kepada Arvin secara bertatap muka, Jellyna pun langsung menepuk salah satu bahunya Arvin. 


PLAK….


“Kau pasti tidak akan segan untuk melakukannya denganku kan?” tanya Jellyna dengan nada menggoda, bahkan begitu bisikan kecil itu di perdengarkan kepada Arvin, Arvin seketika tahu kalau Jellyna benar-benar sedang menghipnotisnya juga. “Dan melakukannya di depan tunanganmu sendiri. Kau mau kan? Adolv?” imbuhnya. 


Ashera yang ada di belakangnya Arvin persis, hanya bisa diam dengan tatapan matanya yang kosong, dan melihat betapa dekatnya Arvin dalam bicara berdua dengan Jellyna. 


“Adolv, apa kau sudah pernah menghabiskan malam bersama dengan tunanganmu itu?” tanya Jellyna. Karena Arvin saat itu sudah di hipnoti sdengan keahlian miliknya, Arvin pun menganggukkan kepalanya. “Berapa banyak?”


“Dua,”


“Wuih, ternyata kau beruntung ya, bisa menghabiskan tidur bersama dengan Adolv,” Jellyna bicara kepada Ashera yang masih diam berdiri di depan tempat tidurnya. 


“Iya.” jawab Ashera. 


Jawabnnya pun jadi semakin membuat Jellyna kesal, karena serasa sedang di sindir. 


“Tapi sayangnya tunanganmu ini akan jadi milikku selamanya, kau tonton sampai habis ya?” kata Jellyna. 


Ashera terdiam, dengan tatapan matanya yang kosong, dia hanya bisa mendengar perkataannya Jellyna. 


“Adolv, dia mengangguk tuh, katanya mau menonton kita berdua dari awal sampai habis.” Jellyna malah mengadu pada Arvin yang masih diam menatap Jellyna. 


“Hahh…hah…hah…” tidak lama setelah itu, deru nafas Arvin pun jadi semakin memburu, membuat setiap nafas yang di hembuskan jadi lebih panas dari pada seharusnya, Jellyna pun jadi tersenyum puas dengan obat perangsang yang sudah di minum oleh Arvin, sudah mulai bekerja dengan sangat baik. 

__ADS_1


Benar, demi menambah gairah saat bercumbu nanti, Jellyna memang memerintahkan kepada anak buahnya agar Arvin ini bisa meminum obat perangsang, dan hasilnya sekarang pria ini pun mulai terpengaruh dengan obat kuat yang bisa menambah kebahgiaan untuk membuat permainan diantara mereka berdua semakin semangat dan tentu saja semakin bergairah. 


Maka dari itu, Arvin pun mulai melepaskan jaket miliknya. 


“Ayo Adolv, perlihatkan tubuhmu yang bagus itu,” Jellyna menuntut agar Arvin bisa melepaskan semua yang di pakainya itu dengan cepat, agar Jellyna bisa melihatnya dengan cepat dan bisa dia nikmati saat itu juga. 


Begitu sudah melepaskan jaketnya, Arvin mulai melepaskan satu per satu kancing yang mengkaitkan dua sisi baju miliknya, dan akhirnya dia memperlihatkan otot tubuhnya yang begitu jelas, bahkan deretan roti sobek yang tidak bisa di makan, tapi masih bisa di nikmati dengan sangat nyata, langsung terlihat dengan sangat jelas. 


Hal itulah, yang membuat Jellyna langsung melotot, saking bagusnya bentuk otot tubuhnya Arvin. 


“K-kau- ini sangat sempurna Adolv. Tidak sia-sia memancingmu kesini dengan menggunakan tunanganmu yang bodoh itu.


Adolv-adolv, kenapa kau mau saja bertunangan dengan dia yang bahkan lima kali lipat lebih jelek dari pada aku?”


“Ini pertemuan pertama kita kan?” sela Arvin. 


Jellyna terdiam, dan menjawab dengan tawa kecilnya. “Oh iya, lupa juga kalau ini pertemuan pertama kita. Tapi meskipun begitu kau memberikan aku kesan yang sangat kuat Adolv. Kau datang ke kapalku dengan helikopter keluaran terbaru, bahkan dengan membawa tunanganmu kesini, artinya kau bersedia jadi milikku, apa kau mengerti?”


Arvin tidak menjawabnya, dan memilih untuk terdiam. Meskipun begitu, Arvin tetap menggantikan keterdiaman itu dengan gerakan kecil yang membuat Jellyna tergoda sendiri, karena setiap sentuhan kecil yang di lakukan oleh Arvin kepada Jellyna, benar-benar membuat perempuan tersebut langsung terhanyut dalam suasana yang sedang di ciptakan oleh mereka berdua. 


“Kau memang lebih cantik ketimbang tunanganku.” kata Adolv tiba-tiba. 


Jellyna yang sedang menikmati sentuhan itu pun tersanjung dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut Arvin yang sebenarnya beracun itu. 


“Kau benar, aku ini memnag cantik, bahkan jika di dunia ini ada dewi pun, akulah yang lebih cantik. Dan kau sangat beruntung bisa mendapatkan wanita cantik sepertiku, lagi pula dengan wajahmu itu, aku rasa kita adalah pasangan yang lebih cocok ketimbang tunanganmu itu.” tutur Jellyna, sangat membanggakan dirinya sendiri sampai menyindir bahkan membanding-bandingkan dengan Ashera. 


“Ya.”


“Ah, jawabanmu kenapa singkat sekali sih? Ya sudah, tidak masalah, karena kita akan menjalin kerja sama dengan gaya yang indah,” ucapnya lagi.


Arvin yang mendengarnya pun langsung mengusap wajah Jellyna dengan mulus, dan Jellyna sendiri dengan sengaja selagi menikmati sentuhan itu, dia juga menyentuh sembarangan harta pribadinya Arvin. 


Sungguh, itu adalah kejadian dimana Ashera dengan terpaksa harus menontonnya tepat dengan mata kepalanya sendiri. 


“Kau sangat cantik, bahkan wangi.” puji Arvin, tangannya lantas menyentuh pipinya Jellyna, lalu kemudian dia pun menurunkan wajahnya sampai jarak diantara mereka beruda semakin dekat, dekat dan sangat deat, hingga akhirnya jawak mereka berdua pun habis selepas Arvin menautkan bibirnya dengan bibir Jellyna. 


CUP….


Ashera yang terdiam itu pun tatapannya jadi semakin dingin, seakan masuk kedalam kegelapan. 

__ADS_1


__ADS_2