Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
200 : Masuk Dalam Bahaya


__ADS_3

"Hahh! Kenapa aku merasa cepat lelah ya?" tanya Ashera pada dirinya sendiri. "Selama beberapa hari ini, aku pasti merasa seperti ini. Inginnya tidur saja, padahal pekerjaan sekolahku juga banyak."


Begitu sudah pulang ke rumah, yang tidak lain adalah rumahnya Arvin, Ashera langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa seraya menutup sepasang matanya dengan lengan kanannya.


Sore itu, entah kenapa terasa lebih sunyi dari pada hari-hari biasanya.


Membuat Ashera yang akhirnya bisa mengistirahatkan tubuhnya yang lelah itu, akhirnya bisa tertidur pulas, sampai melupakan kalau seragam sekolahnya masih melekat di tubuhnya.


Dan dia sampai tertidur hingga pukul tujuh malam.


"Hahh?!" Ashera yang terkejut karena dia malah ketiduran itu, langsung bangun dari sofa. 'Apa Arvin sudah pulang? Tapi- tunggu, kenapa rasanya hari ini ada yang beda ya?'


Ashera tiba-tiba saja memikirkan anak itu, si pembuat onar dalam segala hal.


Pasalnya, setiap kali Arvin pulang, tidak lain dia akan jadi pelampiasan tas yang langsung di lempar ke tubuhnya.


Tapi sekarang, atau tepatnya hari ini? Ashera tidak mendapatkan kebiasaan itu, yang artinya Arvin sama sekali belum pulang.


"Bahkan sepatunya tidak ada, berarti dia memang belum pulang, kan ya?" dumel Ashera.


Walaupun dia tidak tahu, entah dari mana datangnya rasa cemas di dalam dadanya, karena Arvin belum pulang, Ashera pun berusaha untuk berpikiran positif.


"Aku bahkan tidak bisa berpikiran positif sama sekali. Gara-gara dia, aku jadi tertular hal buruknya, kan?" Ashera menggerutu kesal, dia kesulitan jika harus memikirkan hal positif kepada orang yang berhubungan dengan Arvin, karena setiap ada Arvin, di situlah ada banyak hal negatif yang mengelilinginya.


Dan baru juga di bahas dalam benak hatinya, tiba-tiba handphone nya berdering.


Ashera langsung mencari handphone nya yang dia simpan di dalam tas.


"Arvin?! Tumben, kenapa dia telepon di jam-jam seperti ini?" gumamnya.


Karena dia tidak mau mendapatkan amarah dari laki-laki tersebut karena di buat menunggu, Ashera pun segera mengangkatnya.


"Halo?" Ashera bertanya lebih dulu, sebagai awal pembicaraan dari mereka berdua.

__ADS_1


-"Halo? Benarkan ini Nona Ashera?"-


Namun, Ashera langsung terkejut dengan suara di ujung telepon tersebut, sangat jauh berbeda dari miliknya Arvin.


'Loh?' Ashera pun terkejut. Nomor yang menghubunginya, jelas adalah nomornya Arvin. Tapi yang jadi permasalahannya adalah yang menjawabnya bukanlah Arvin, melainkan orang lain! 'Kenapa bukan Arvin? Ada apa ini? Kenapa seperti ini? Semoga saja ini bukan apa-apa.'


Meskipun sudah berusaha untuk bersikap tenang, tapi antara pikiran dan hatinya, tiba-tiba saja berubah jadi kacau, dia takut kalau terjadi sesuatu kepada Arvin.


"Iya, ada apa ya? Bukannya ini nomornya Arvin?" Ashera pun memberanikan untuk bertanya.


-"Tuan Arvin, dia mabuk, dan terus memanggil-manggil nama anda, maka dari itu, saya mencoba menghubungi anda."- jawab pria ini.


"Kau kirim aku lokasinya, aku akan pergi kesana." jawab Ashera.


-"Baik Nona,"-


Setelah mendapatkan pesan singkat itu, Ashera pun segera berganti pakaian dan pergi keluar rumah untuk menjemput Arvin.


_______________


Namanya Lotuska, dan itu cukup terkenal di kalangan mereka semua, bahkan Ashera sendiri tahu lokasinya, makannya dia bisa cepat sampai ke sana.


Tapi, aturan yang paling umum di situ adalah, setiap orang harus menunjukkan KTP. Jika tidak bisa menunjukkannya, maka tidak bisa masuk, sebab aturannya yang di perbolehkan masuk adalah di atas tujuh belas tahun.


Dan Ashera sendiri sebenarnya belum lama ini sudah melewati tanggal ulang tahunnya, maka dari itu, dia pun bisa masuk.


"Masuk-" kata penjaga pintu ini kepada Ashera.


"Terima kasih," jawab Ashera, dan memasukkan kembali KTP nya.


Ashera tidak berpenampilan yang muluk-muluk, karena dia tidak suka menjadi pusat perhatian, maka dari itu, dia memakai celana jeans hitam, sepatu putih, kemeja berwarna cream yang sedikit besar, di padukan dengan blazer. Sebuah penampilan yang tidak begitu nyentrik.


Dia sengaja, sebab pada dasarnya dia sendiri tidak begitu peduli soal apa yang di pakainya, sekaligus dia memang tidak tahu banyak soal outfit yang pantas untuknya.

__ADS_1


"Hayah, lagunya seru!" lagu yang begitu keras dan membuat tubuh bergerak ke sana kemari, menjadikan banyak orang langsung menari di tempat, mengikuti irama jedag jedug dari seorang DJ.


"Kau mau minum lagi?" tanya pria ini kepada temannya.


"Iya, tuangkan lagi, dan kalau bisa kau ambil lagi, nanti biar aku yang bayar."


"Kau dermawan sekali, ada apa nih?"


"Hanya kebahagiaan kecil yang tidak bisa aku beritahukan kepada kalian."


'Kenapa mereka suka sekali tempat seperti ini? Aroma alkoholnya, ya ampun, kuat sekali.' pikir Ashera. Dia berusaha untuk berjalan melangkah cepat ke satu tempat yang di tunjuk dari pesan singkat yang dia dapatkan lagi.


Sebenarnya Ashera pernah datang kesitu, untuk menyeret Arvin pulang. Tapi tidak seperti sebelumnya yang sengaja berdandan cantik, maka kali ini dengan kepribadiannya yang asli, Ashera terlihat biasa-biasa saja, meskipun tidak bisa menutupi penampilan dari wajah Ashera yang kini sudah jauh lebih cantik ketimbang sebelumnya, berkat usaha Arvin juga tentunya.


"Tuan, ini bir nya."


"Kau ambilkan jus jeruk juga, dia ingin yang segar-segar."


'Suaranya kencang sekali! Apa mereka tidak takut jadi budeg ya? Lalu, masih muda tapi sudah minum alkohol, pasti mereka-merekalah yang menjerumuskan Arvin sampai pergi ke tempat seperti ini dan mabuk juga.' racau Ashera di dalam hatinya.


Sambil berjalan, Ashera terus mengamati orang sekitar, agar dia tidak tertabrak satu sama lain.


Tapi dari situlah, salah satu orang yang berada di lantai dua, bibir yang awalnya diam menutup rapat, tiba-tiba saja menyunggingkan senyuman yang menyiratkan makna lain.


"Seperti yang ada di foto, dia perempuan itu," kata teman dari anak laki-laki yang sedang duduk di samping pagar pembatas.


"Kita mulai sekarang." jawabnya. Lalu laki-laki ini beserta dua laki-laki lainnya pun beranjak dari lantai dua. "Waktu bekerja!"


"Ya. Besok pagi pasti akan jadi tranding topik. Jika seperti itu, kita akan dapat uangnya lagi kan?"


"Betul sekali, jadi lakukan yang terbaik." sahutnya.


Dan ketiga orang tersebut pun berjalan menuruni anak tangga, lalu mencari-cari keberadaan dari perempuan yang akan menjadi target mereka semua.

__ADS_1


"Intinya, malam ini akan jadi malam yang paling menyenangkan. Kita tunggu saja, besok bisa jadi viral." ucapnya, dan dengan semangatnya, dia pun sudah menghubungi rekannya yang lain untuk bersiap menyambut Ashera yang sedang mencari Arvin.


__ADS_2