Istri Simpanan Tuan Muda Arvin

Istri Simpanan Tuan Muda Arvin
44 : Serangan.


__ADS_3

"Kau mau menghukumku sampai tahap apa?" Tanya Ashera, begitu dia terduduk di atas meja kaca yang ada di belakangnya persis, tangan kanannya menggerayang masuk kedalam blazer sekolah yang di pakai oleh Arvin, dan betapa hebatnya pria di depannya itu ketika ada puluhan bungkus alat kontrasepsi yang langsung terjatuh ke atas pangkuannya.


"Sampai tahap kau tidak bisa berjalan, dan membuatmu bisu sementara waku." Itulah yang di ucapkan oleh Arvin begitu melihat harta simpanannya yang dia curi dari pekerjaannya tadi di sekolah, sudah ketahuan oleh Ashera.


"Silahkan saja kalau kau memang bisa." Tantang Ashera.


Begitu tahu dirinya malah di tantang oleh Ashera, wajah Arvin langsung menyiratkan kebahagiaan, mungkin dalam hal karena perempuan yang tadinya merasa trauma, sekarang malah menantangnya. Bukankah berarti sama saja dengan perempuan lainnya yang menginginkan tubuhnya?


"Apa ini artinya kau sudah mulai menjadi ja*angku?"


"Hmm? Kenapa aku terus di panggi ja*ang? Padahal aku ini Istrimu loh. Aku hanya ingin melayani pria yang kelihatannya sedang kelaparan nih, setelah sekolah dan bekerja keras sebagai pengawas keamanan sekolah. Tapi-" Begitu Ashera bicara seperti itu, Ashera meraih pinggang Arvin. "Jika kau memang menganggapku seperti itu, aku tidak mempermasalahkannya, tapi jangan salahkan aku kalau aku melakukan sesuatu yang mungkin akan mengejutkanmu." Imbuh Ashera.


Terpancing dengan tindakan Ashera dimana pinggangnya sudah di sentuh dengan tangan mungil itu, Arvin menggigit ujung dari plastik pembungkus dari barang itu sendiri, merobeknya dan mengeluarkannya, dan Arvin pun terus menggigitnya sampai Arvin akhirnya meraih ikat pinggangnya dan mengeluarkan harta berharganya.


Niatnya memang sudah seperti itu, tapi dengan begitu gesitnya, Ashera malah menjegal salah satu kaki Arvin dan membuatnya langsung Ashera dorong ke belakang sampai akhirnya terjatuh.


BRUKK...


"Apa?" Terkejut Arvin, tiba-tiba saja sudah ada di bawah tubuh Ashera yang kini sudah duduk di atas perutnya. 'Bukannya tadi aku, bahkan sudah mencengkram wajahnya, tapi sekarang aku-'


Tidak bisa di percaya, dalam beberapa detik itu, posisi Arvin justru sudah berubah, dengan posisi Ashera yang sudah berhasil menguasainya!


"Tidak benar-ini tidak benar."

__ADS_1


"Tidak benar apanya?" Protes Arvin.


Ashera mengambil pembungkus yang masih di gigit oleh Arvin, dan membuangnya, lantas Ashera pun langsung membuka sattu per satu kancing baju seragam yang di gunakan oleh Arvin ini.


"Ohh! Jadi kau ingin mainnya di atas?"


"Apa yang kau katakan? Lepas ini." Perintah Ashera dengan tegas, menyuruh Arvin untuk melepas pakaian seragamnya.


"Tidak usah berdalih, lalu kenapa kau tiba-tiba menyerangku secara agresif dan menindih punyaku?" Arvin mencoba untuk meraih pinggang Ashera, tapi dengan begitu kasar, tangannya langsung di tepis begitu saja oleh Ashera.


"Aku menyerangmu untuk melindungi diriku sendiri." Ashera dengan berani, membuka resleting celana seragamnya Arvin, dan menariknya.


"Tunggu, kau mau apa?"


"Bukannya ini yang kau inginkan?" Senyum Ashera, menarik celana panjang Arvin sampai lepas dan menyisakan boxer saja, dan selain itu juga, Ashera pun melepas pakaian seragam Arvin juga dan membawanya pergi meninggalkan Arvin yang sudah separuh telanjang di ruang tamu nya sendiri.


"Mencucinya! Tubuhmu itu bau masam, tidak enak."


"Jadi kau mau melakukannya jika aku sudah mandi?" Senyuman Arvin yang awalnya mengembang, langsung menghilang setelah Ashera muncul dengan sebuah alat pemukul lalat.


Ashera keluar dengan ekspresi wajah paling datar, dan di tangannya ada alat pemukul lalat.


Dia berjalan menghampiri Arvin yang sudah bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh Ashera terhadapnya.

__ADS_1


"Berlutut." Perintah Ashera dengan tegas.


"Untuk apa aku harus menurutimu?"


Ashera menatap Arvin dari atas sampai bawah. Semua perempuan yang melihatnya, sudah pasti akan langsung merelakan tubuhnya untuk di berikan kepada Arvin.


Dan Arvin yang sudah punya kehidupan bebas sampai tidak tahu tempat dan posisinya sebagai ahli waris keluarga Ravarden, hingga menjatuhkan kehormatannya sebagai pria, karena Ashera tahu kalau pria ini pasti pernah berhubungan badan dengan perempuan lain, hari ini, Ashera pun akan menindakinya.


"Misi pertama."


"Misi apa? Jangan bercanda, kau harus melayaniku." Begitu Arvin ingin minta jatah kepada Ashera, dan tangannya itu hampir menyentuh bahunya Ashera, dengan cekatan, Ashera langsung memukul kedua tangan Arvin dengan alat pemukul lalat itu dengan keras.


PLAK.....


PLAK...


"Ashera! Kau memukulku?!" Marah Arvin, emosinya mulai terpancing, dan Arvin yang hendak menangkap Ashera untuk yang kedua kalinya, tanpa di duga, Arvin langsung kena imbasnya.


Tangan kanannya langsung di tarik kedepan, dan Ashera seketika memutar situasinya dengan membanting tubuh Arvin yang besar itu ke lantai dengan cukup keras.


BRUKK....


Sayup-sayup, deru nafas ketika Ashera mencoba mengatur nafasnya yang memburu setelah mengeluarkan sebagian tenaganya untuk menyerang Arvin, langsung menyapu wajahnya, rambut hitam panjang yang masih tercium aroma sampo semalam, menyapa dahinya.

__ADS_1


Wajah terkejut Arvin ketika mengetahui kalau Ashera punya keahlian bela diri, terungkap dengan jelas di mata Ashera yang masih dalam posisi membungkuk.


"Misiku disini, adalah membuatmu menjadi pria yang disiplin." kata Ashera, tidak menunjukkan ekspresi apapun kepada Arvin selain ekspresi wajah yang begitu datar.


__ADS_2