
"Kamu tahu gak bagaimana ekspresinya tadi saat dia tahu aku sepupunya Yong Jin. dan dia tiba-tiba panggil aku Yong Bin. gila gak tuh orang. hahahaha." ucap Jin-young yang masih saja membahas masalah mereka tentang Eun Bi tadi.
"Ya memang begitu kak. Dari awal waktu dia pertama kali bekerja disini ya kak. Dia sudah dengan pedenya mengenalkan diri sebagai orang yang paling dekat dengan Kak Jin. Tapi nyatanya dia gak tahu kalau Kak Jin sudah menikah." ucap Ela menyahuti perkataan Jin-young.
"Emangnya dia begitu suka ya sama Yong Jin?" tanya Jin-young.
"Ya begitu lah kak. Sampai - sampai dia bertingkah sok mesra saat dirumah mengadakan pesta penyambutan kelahiran anakku." ucap Ela.
"Tapi kenapa Yong Jin masih saja memperkerjakan dia?" tanya Jin-young yang bingung kenapa Yong Jin masih mempertahankan Eun Bi padahal sudah jelas kalau Eun Bi mencoba masuk dalam rumah tangganya.
"Kak Jin orangnya pemilih. Eun Bi memang mempunyai sikap seperti itu. Tapi dalam pekerjaannya, dia sekretaris yang kompeten kak. Makanya kak Jin mempertahankannya. Namun Kak Jin sebisa mungkin berjaga jarak tak mau aku salah paham. Aku tahu itu kak." ucap Ela yakin.
"Bisa aja orang kaya Yong Jin sebucin itu. Kamu tahu gak kalau suami kamu itu udah gak perjaka?" tanya Jin-young.
"Ya tahu lah. kak Vin's aja juga udah gak perjaka kok. Cuma kalau ditanya pada gak ngaku aja. Aku tiap tanya endingnya bukan mendapatkan jawaban tapi malah berakhir dibawahnya." ucap Ela jengkel.
"Hahahaha.. untung aku belum punya istri. jadi tidak merasakan apa yang Yong Jin rasakan." ucap Jin-young dengan tawanya.
"Iya kamu perjaka tua kak." ucap Ela yang sekarang sudah terbiasa memanggil Jin-young dengan sebutan kakak.
"Ya! aku baru berumur dia puluh tujuh tahun. hanya selisih setahun dari suamimu. Dan selisih lima tahun dari kamu." bela Jin-young.
"Iya tapi nyatanya kakak sampai sekarang Jones juga. iya kan?" kata Ela.
"Iya sih. tapi kakak sedang jatuh cinta La." ucap Jin-young mengingat pertemuannya dengan Nana setahun yang lalu. Namun sampai sekarang dia belum tahu bahwa Nana itu istri dari Vin's, kakak ipar Ela.
"Sungguh? wanita mana yang beruntung bisa kamu cintai kak?" tanya Ela.
"Sebenarnya aku hanya bertemu sama dia sekali. Aku tak pernah melihatnya lagi selama setahun lebih setelah pertemuan pertama kita itu. mungkin bisa di hilang itu pertemuan pertama dan juga pertemuan terakhir kita." ucap Jin-young menerawang.
__ADS_1
"Emangnya kakak tidak mencoba mencarinya?" tanya Ela.
"Aku sudah mencarinya sampai ke pelosok San Francisco, namun aku tak menemukannya. Dia berasal dari Korea. Makanya aku kesini. Siapa tahu selama setahun ini dia kembali ke Korea." ucap Jin-young yang mengatakan tujuan awalnya kembali ke Korea.
"Jadi lo datang kesini karena seorang cewek?" kata Yong Jin yang masuk kembali ke ruangannya setelah meeting selama satu jam.
"Iya Jin. Gue pengen banget ketemu sama dia. Gue rindu tawanya, rindu suaranya. Gue rindu senyumnya yang bikin hati gue tenang." ucap Jin-young mengingat kenangan terakhirnya bersama Nana di China Town.
"Kaya rindu sama pasangan lo aja. Sini fotonya. Gue lihat, siapa tahu kita bisa bantu." ucap Yong Jin.
"Gue gak punya fotonya." ucap Jin-young polos.
"Lah kalau kakak gak punya fotonya terus kakak mau cari bagaimana?" tanya Ela.
"Aku masih ingat namanya. meskipun bukan nama lengkapnya. namun aku masih ingatt, dia bermarga Lin." ucap Jin-young membuat Yong Jin dan Ela tepuk jidat.
"Ya! lo **** apa oon sih. Kalau cuma ingat nama marganya mah susah kali. Marga Lin itu luas. Marga Ela aja juga Lin. Tapi di keluarganya tidak ada lagi wanita yang memakai marga Lin." ucap Yong Jin.
"Ya! uncle JB bermarga Im. jadi otomatis anaknya bermarga Im. Lagian kenapa gak tanya nama lengkapnya sih." kata Ela yang kesal.
"Hehe, habis lupa."
Memang benar ada Nana yang masuk ke dalam keluarga Lin. Nana adalah orang yang sama yang dicari oleh Jin-young. Namun mereka semua tak tahu. Jin-young sendiri tak tahu kalau Nana istri Vin's lah yang dia cari.
*
*
*
__ADS_1
Sesuai perjanjian, Jin-young akan tinggal di rumah Yong Jin selama di Korea. Dia tidak ingin tidur di hotel. Selain karena biaya yang tinggi tapi juga karena lebih enak tinggal bersama saudara daripada sendirian di hotel.
"Sayang, nanti siang aku akan berangkat ke China. Aku disana selama tiga hari. Ada hal mendesak yang harus aku selesaikan.xucap Yong Jin ketika Ela membantunya untuk menggunakan dasi.
" Kenapa mendadak sekali sih? Aku belum menyiapkan keperluan mu selama disana."ucap Ela yang memang selama ini Ela lah yang mengatur keperluan Yong Jin ketika dia keluar kota atau keluar negeri.
"Maafkan aku sayang. Sebenarnya Nam Ju Wan yang seharusnya kesana. Namun pagi tadi Nam Ju wan mengabariku bahwa dia tidak bisa terbang ke China karena istrinya mau melahirkan sayang. jadi dengan terpaksa aku yang menyelesaikannya disana." ucap Yong Jin menjelaskan.
"Terus kamu kesana sama siapa? jangan bilang sama Eun Bi? Kan Nam Ju Wan tak bisa bersamamu." tanya Ela yang takut kalau Yong Jin bersama dengan Eun Bi. Meskipun dia percaya kalau suaminya tak akan mengkhianatinya. Namun dia tak pernah tahu rencana apa yang akan dipakai gadis itu untuk merebut Yong Jin dari genggamannya.
"Iya sayang. Maafkan aku. Kau terpaksa bersamanya. Kamu tahu kan kalau aku tak akan pernah selingkuh dari kamu?" ucap Yong Jin menyakinkan istrinya itu.
"Iya sayang, aku percaya. Aku juga minta maaf. Kalau anak-anak sudah besar aku janji akan membantumu untuk mengurus perusahaan. Karena sesuai kesepakatan kita tak akan memiliki anak lagi." ucap Ela sembari memeluk suaminya itu.
"Makasih sayang. Aku janji tak akan membuatmu kecewa karena sudah percaya kepadaku. Jika aku melanggarnya, maka kamu bisa menghukumku sampai kamu puas." ucap Yong Jin sambil memeluk Ela degan sayang.
Ela mungkin bibirnya berkata bahwa dia tidak khawatir. Namun hatinya berkata lain. Hatinya berkata bahwa pasti akan terjadi sesuatu disana. Namun sekali lagi dia berpikir positif. Dia tak ingin membuat suaminya khawatir jika Ela menunjukkan ekspresi yang khawatir juga. Ela yakin kalau suaminya akan baik-baik saja. Keluarganya dan rumah tangganya juga akan baik-baik saja.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.