Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Cassie Days 3


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, Nana memang lebih sering dirumah. Dia benar-benar seperti tak pernah keluar rumah. Dan sejak hari tu juga dia selalu di kirimi makanan oleh orang yang tak tahu siapa. Sebut saja dia penggemar rahasia. Namun selama beberapa minggu ini dia tak pernah lagi mendapatkan kiriman makanan dari penggemar rahasia.


Selama beberapa minggu ini dia juga tidak melihat Jin-young. Dia tak tahu kemana Jin-young. Karena mobilnya juga tak ada. Dia juga jarang bertemu dengan Cassie dan Joanna. Ya mungkin karena mereka sibuk dengan pernikahan Cassie.


Sejenak Cassie juga melihat keramaian pada rumah Joanna. Dia jadi rindu akan keluarganya. Cassie memegang HP lamanya. HP yang berisikan nomor telefon semua orang yang di kenalnya. Termasuk Papa, Mama dan juga orang yang selama ini masih berada di dalam hatinya. Suaminya.


Nana menatap HP itu saat dia mencoba untuk menghidupkan hpnya. Tangannya bergetar karena takut akan ada orang yang menghubunginya. Hingga dia mendengar deru mobil yang seperti nya bukan mobil milik keluarga Joanna. Nana melongok sebentar. Dia melihat sebuah Van besar dan keluarlah Jin-young dari pintu samping sopir.


Namun seketika dia menutup kembali tirainya saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Jin-young yang juga menatapnya. Dia kembali duduk di ranjangnya ketika merasakan getaran dari hpnya.


Nana mengecek hpnya. ternyata banyak sekali ratusan bahkan mungkin ribuan pesan dan panggilan untuknya. Dia hanya melihat notif itu sebentar. Dia melihat nomor Vin's, Mamanya, Papanya. Ela bahkan kedua mertuanya. Dia juga menerima banyak pesan terutama dari Suaminya yang sampai pagi tadi mengirim pesan untuknya. Padahal Nana yakin bahwa Vin's mungkin sudah bahagia dengan wanita itu dan menganggap Nana mati karena mungkin Vin's tahunya Nana ikut kecelakaan pesawat itu.


Nana langsung meng nonaktifkan kembali HP nya sebelum ada yang mengirimi pesan atau menelfon nya. Dia sudah berusaha untuk bersembunyi selama setengah tahun ini tanpa ada yang tahu keadaannya. Dia tak ingin itu terbongkar.


Namun hal itu justru membangkitkan semangat seseorang untuk mencoba menemukannya. Dua adalah Vin's. Tanpa Nana ketahui, ketika Nana membuka hpnya, Vin's juga tengah membuka HP dan membaca kembali pesan yang selama ini dia kirim untuk Nana namun tak berhasil masuk karena Nana tak membukanya.


Dan saat Vin's tengah membaca kembali pesan-pesan itu, Vin's terkejut karena pesan itu sudah masuk kedalam HP Nana. Namun yang membuatnya lebih terkejut lagi, Nana saat itu tengah online. Vin's segera saja ingin menelfon Nana. Namun saat dia menelfon Nana, ternyata Nana sudah tidak online lagi. Dia pun menghembuskan nafasnya kasar. Namun harapannya untuk bertemu dengan Nana kembali tumbuh di hatinya. Dia yakin bahwa Nana masih hidup. Dia yakin itu.


Kegundahan, senyuman dan kegelisahan yang Vin's rasakan tak luput dari pandangan Ela yang berada di sampingnya. Ela menatap bingung kakaknya itu. Kenapa Vin's yang tadi bermuka datar, tiba-tiba tersenyum. Lalu sedetik kemudian senyum itu hilang menjadi kesedihan. Sambil menghela nafasnya kembali setelah dilihatnya tadi sempat menghubungi seseorang.


"Kakak kenapa? barusan kakak telfon dengan siapa?" tanya Ela. Sekecil apapun tingkah laku Vin's sekarang, akan menjadi perhatian Ela. Ela tidak mau Vin's menyembunyikan sesuatu darinya. Karena itu akan berakibat fatal jika Vin's mempunyai rencana yang disimpannya rapi untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Ela tak mau itu terjadi.


"Emm... kakak tadi melihat bahwa Nana tengah online dek." ucap Vin's.


"Kakak ini ada-ada saja. Kakak kan tahu, Nana sudah meninggal kak. Dia kecelakaan pesawat. hanya satu persen kemungkinan dia selamat. Tapi nyatanya sampai bangkai pesawat itu diangkut, kita tidak menemukannya. Bagaimana mungkin dia aktif di sosial medianya kak?" ucap Ela yang mengatakan kepada kakaknya jangan berkhayal.


"Tapi dek, ini beneran dia. Lihatlah, pesanku sudah sampai. Namun dia tidak membacanya." ucap Vin's dengan wajah yang berseri namun sedetii kemudia dia menunjukkan wajah sedihnya ketika tahu bahwa Nana tidak membaca pesannya.


"Udahlah kak. Kakak mungkin capek jadi kakak berhalusinasi. Kakak kan tidak boleh terlalu kecapekan. Udah kakak tidur ya." ucap Ela sambil menyodorkan obat dan minum setelah merebut HP Vin's. Lalu Ela menyelimuti tubuh kakaknya. Sedangkan Vin's seperti anak kecil yang terus menurut kepada Ela. "selamat istirahat kakak. cup." ucap Ela setelah itu dia beranjak dari kamar yang disediakan oleh Jin-young untuk Vin's tidur. Dan Vin's langsung terlelap dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


Ela berjalan lunglai keluar menuju ruang keluarga dimana semuanya tengah repot. Namun saat Ela hendak membantunya, dia tidak bisa karena Joanna menolak dengan alasan bahwa mereka itu tamu. Jadi tidak diperbolehkan untuk ikut membantu acara tersebut.


"Vin's udah tidur nak?" tanya Keysha.


"Sudah bund. Bunda tahu tidak, kak Vin's tadi berhalusinasi bahwa Nana menerima pesannya. Jak Vin's juga mengetahui bahwa Nana online di medianya tadi." ucap Ela.


"Ngel,bukannya kamu bilang si Nana Nana itu meninggal ya? kenapa bisa online? emangnya di alam baka ada komputer dan wifi?" tanya Jin-young membuat kepalanya di geplak sang kakak. Park Han Bin.


Pletak.


"Ada ada sih loh. yang ada ya malaikat bukannya komputer sama wifi." ucap Han bin.


"Kak, Cassie mana?" tanya Ela.


"Ohh, dia lagi sama bunda dan Park Soo Young. Sedang di kamar." ucap Han Bin.


Di keluarga Jin-young, hanya Jin-young dan Cassie yang mempunyai nama barat. Jason dan Cassie. setelah ibunya begantu nama. Sedangkan Han bin dan Soo Young tetap memakai nama itu seperti ayahnya yang sudah meninggal.


"Hai Cassie." ucap Ela yang baru sekarang bisa menemui Cassie.


"Ohh... Hai kak... i miss you.." ucap Cassie sambul memeluk Ela.


"Uhh... adik kakak udah dewasa ya sekarang mainnya nikah." ucap Ela menggoda.


"Ish.. apa sih kakak ahh." ucap Cassie malu.


"Iya nak Ela. Sekarang eomma sendiri di rumah ini nantinya. Anak-anak pada pergi semua." ucap Joanna yang sedih dengan dibuat-buat.


"Lah kan ada kak Jin-young eomma." kata Ela.

__ADS_1


"Kaya kamu tidak tahu aja dek, Jin-young itu lebih banyak diluarhya daripada di dalam rumah. Buat kumpul aja susah. Diantara kita berempat, yang paling susah diajak kumpul itu dia. Padahal ya, kak Han bin sama aku kan udah nikah. Dia belum, tapi malah dia yang paling sibuk." ucap Soo Young.


"Tapi kan sekarang eomma udah ada kakak cantik. Ajak aja kakak cantik tinggal di sini. Daripada kakak cantik tinggal sendiri dirumahnya. Lagi hamil pula." ycap Cassie membuat Ela penasaran.


"Siapa kakak cantik itu? apa itu wanita yang di taksir oleh Jin-young?" tanya Ela pelan.


"Ahh iya kak. Dia wanita yang sudah disukai kak Jin-young dari setahun yang lalu. lebih malah." ucap Cassie.


"Tapi bukannya dia wanita bersuami ya? dan lagi hamil pula." ucap Ela.


"Dia memang lagi hamul. Tapi dia masih single karena suaminya pergi meninggalkan dia. lelaki mana yang tega menelantarkan istrinya dengan anak yang dikandungnya." ucap Cassie menggebu-gebu.


"Kalau aku jadi tuh cewek, udah tak laporin ke komnasham." ucap Soo Young.


"Udahlah jangan gitu. Bagaimanapun dia kasihan juga. dia cuma sendiri juga disini. Kasihan." ucap Joanna.


"Benar apa kata eomma. Besok aku kenalin sama wanita itu ya Cassie." ucap Ela yang penasaran seperti apa wanita itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2