Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Mama?


__ADS_3

Jin-young masih betah berada di Korea. Dia merasa betah jika sudah bermain dengan baby twins. Niatnya dia akan kembali ke Venezuela bersama keluarga Park disini. Lagian kakaknya juga sudah pada pulang ke Venezuela. Jadi Jin-young tak usah merasa khawatir kalau persiapan pernikahan adiknya akan membuat repot eommanya. Lagipula ini juga sebagai ajang dirinya lari dari Nana yang sudah menolaknya. Dia ingin berusaha menerima penolakan Nana. Dia ingin melupakan Nana yang mungkin tak akan pernah menerimanya sekalipun anaknya nanti sudah lahir.


"Ehh kak, ayo kita pergi ke mall yuk rame-rame. Biar gak suntuk dirumah." ucap Ela mengajak Jin-young, Vin's dan suaminya.


Ela sudah berpenampilan dengan rapi. Tubuhnya yang sudah kembali ramping namun terlihat lebih berisi terutama di bagian tertentu membuat Ela tidak seperti sudah memiliki anak. Yong Jin pun menggamit pinggang Ela untuk berada di dekatnya lebih dekat lagi. Sedangkan Jin-young dan Vin's dengan senang hati menggendong baby twins. Itung-itung belajar menjadi orang tua.


"Dek, lo pergi haineymoon gih." ucap Vin's sambil melihat kearah Ela yang tengah bermain dengan baby Minky di pangkuannya bersama Yong Jin. Sedangkan Baby Junnie berada di pangkuan Jin-young di kursi depan samping Vin's.


"Honeymoon? Kita udah bukan pengantin baru lagi kak. Buat apa honeymoon segala." ucap Ela.


"Ye elah La. Lo gak paham amat sih sama perkataan kakak lo. Maksud kakak lo, kakak lo nyuruh buat lo hamil lagi." ucap Jin-young to the point.


"Hamil? aku kan udah punya Minky dan Junnie. Dua udah cukup. sepasang lagi." ucap Ela.


"Ya gak papa kan nambah lagi. Lagian kan cuma lo yang gak pengen. Emangnya lo gak tanya sama suami lo? siapa tahu suami lo pengen punya anak lagi. lo kasih muda ini. Gak papa punya anak banyak mah." kata Vin's.


Ela tidak menjawab. Dia mengalihkan pandangannya ke arah luar mobilnya. Umurnya masih tergolong muda. Bahkan jika dilihat dari umurnya yang baru menginjak dua puluh empat tahun, dia masih muda untuk umur Korea menjadi seorang Mama. Di Korea umur segitu masih mementingkan karirnya. Tak banyak yang menikah di umur itu. Ela pun menjadi kepikiran omongan Vin's.


Selama ini memang Ela yang selalu nolak untuk punya anak lagi karena alasan sudah punya anak kembar sepasang. Jadi tak perlu lagi punya anak. Namun, setiap Ela menolak, tidak Ela pungkiri bahwa suaminya terlihat sedikit kecewa. Tapi dia berusaha tersenyum dan menerima penolakan Ela.


"Haih.... apa aku harus mengikuti saran kak Vin's untuk honeymoon lagi?" ucap Ela dalam hatinya.


*


*


*

__ADS_1


Mereka sampai di sebuah mall. Setiap mereka berjalan, banyak sekali yang memperhatikan mereka. Terlebih saat melihat Ela yang Yong Jin bergandengan tangan. Terlihat sekali betapa mesranya mereka.


Lalu dibelakang mereka terlihat begitu menawan dua orang lelaki tampan yang masing-masing menggendong anak.


"Kyaaaa! Gila ganteng banget. Udah jadi papa tapi masih tampan banget. beruntung banget yang jadi istrinya."


"Uhh... gemes.. jadi pengen culik papanya."


Ucapan para pengunjung terdengar dari telinga Ela. Ela hanya terkikik sendiri mendengarnya. Dia melirik ke arah Vin's dan Jin-young yang memang seperti hot daddy. Padahal mereka tidak tahu bahwa yang satu lajang dan yang satu duda.


Sampai pada akhirnya mereka singgah di tempat bermain anak-anak. Para bodyguard sudah mengosongkan tempat bermain anaknya. Mereka tak ingin terjadi apa-apa dengan Minky dan Junnie.


Minky dan Junnie terlihat begitu senang bermain bola bersama Papa dan kedua uncle nya. Sampai-sampai saking asyiknya mereka, mereka tidak tahu bahwa Ela sudah pergi sendirian untuk memanjakan matanya dan juga membeli makanan untuk mereka. Ela hanya berpesan kepada para bodyguard nya untuk menyampaikan pesannya jika nanti salah satu dari mereka bertanya.


Ela berjalan sendiri kearah toko pakaian dan barang branded. Ela memanjakan matanya. Jarang sekali dia bisa meluangkan waktu untuk shopping. Terakhir kali dia shopping ketika Nana belum pergi ke New York. Mengingat Nana, Ela jadi teringat ketika masa mereka sering kemana-mana bersama. Mereka sudah dari SMA menjadi sahabat. Ela bahkan sudah menganggap Nana seperti saudaranya sendiri. Mereka bahkan kadang seperti anak kembar yang selalu bersama dan membeli barang kembaran.


"Eits... gue dulu yang lihat asal ambil aja lo." ucap wanita itu dengan kedua temannya.


Ela melihat mereka bertiga. Matanya menatap ketiganya tak percaya. Ketiganya ialah Hyewon, Yuna dan In Jung. Mereka bertiga adalah rival dari Ela dan Nana ketika masih di SMA. Setiap ada lelaki yang suka terhadap Ela dan Nana pasti akan mereka gangguin. Mereka tidak begitu suka dengan Ela dan Nana yang terkenal di kalangan para lelaki. Tapi mereka tidak tahu latar belakang Ela. Bahkan mereka tahunya Ela dan Nana itu dari keluarga miskin yang sekolahnya selalu di biayai oleh om-om yang sering mengantar jemput mereka berdua.


Padahal yang mengantar jemput mereka berdua adalah sopir pribadi keluarga Ela yang memang dekat dengan Ela dari kecil. Jadi In Jung yang notabene lebih kaya dari kedua temannya mengira bahwa sopir Ela itu sugar daddynya Ela dan Nana.


"Ambillah kalau kamu mau." ucap Ela lalu pergi mencari barang yang lain.


Tanpa Ela sadari bahwa mereka bertiga mengikuti Ela. Mereka bertiga mengambil barang apa saja yang Ela ambil. Bahkan ketika Ela mengambil barang yang paling mewah di sini pun mereka langsung merebutnya. Ela yang awalnya hanya diam saja akhirnya angkat bicara.


"Kalian maunya apa sih? dari tadi yang gue ambil lo pada rebut semua. Gak sekalian kalian beli aja mall ini." ucap Ela dengan nada agak tinggi.

__ADS_1


Para karyawan yang melihat Ela adu mulut dengan ketiga wanita itupun takut kalau Ela akan dilukai. Namun diam-diam Ela memberi kode lewat tangannya untuk jangan mendekat. dia memberi kode untuk melihat jam. Lalu kembali melihat ke tangan Ela. Ela mengisyaratkan saat jarum jam menunjukkan pukul dua siang pas, dan Ela belum bisa menangani ketiga wanita itu, Ela menyuruh mereka menelfon Yong Jin.


Para karyawan paham dengan ini karena dulu saat SMA, Ela pernah mengalami hal serupa bahkan Ela sampai hampir di tampar. Tapi detik berikutnya gadis yang hampir menampar nya itu langsung terhuyung jatuh ke lantai setelah di hempaskan tangannya oleh Vin's.


"Gue cuma pengen apa yang mau lo beli aja. lagian bukannya nanti lo juga akan di bayari oleh sugar daddy lo ya?" ucap In Jung.


"Lo pada gak berubah ya." ucap Ela.


"Lo gak lihat, kita udah berubah. Berubah makin cantik. Gak kaya lo yang masih aja kumal. Lagian lo beraninya masuk ke toko branded kaya begini. Lo gak takut gak bisa bayar apa?" kata Hye Won.


"Buat apa takut kalau toko ini aja milik gue." ucap Ela.


Namun ucapan Ela malah membuat ketiga orang itu tertawa. Mereka mengira bahwa Ela tengah halu mengatakan kalau toko ini miliknya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2