Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Woodz Daily Life


__ADS_3

Mulai hari ini kehidupan Woodz kembali seperti dulu saat dia masih memakai nama Vin's. Meskipun masih banyak yang memanggilnya dengan sebutan Vin's, namun sekarang perlahan sudah mulai terbiasa dengan nama Woodz. Hal itu membuat Woodz sendiri merasa semakin nyaman.


Jujur saja, semenjak rumah tangganya hancur, dia begitu enggan untuk memakai nama Vin's. Dan dia nyaman di panggil Woodz. Hal itu membuatnya lupa siapa dia sebenarnya. Dia juga lupa bahwa pernah merasa sakit begitu amat sakit.


"Tuan.. meeting nya sudah hampir di mulai sebentar lagi. Anda sudah di tunggu oleh Tuan Yong Jin dan Tuan Jin-young." ucap Hans.


"Jin-young? Ngapain dia ikut rapat?" tanya Woodz.


"Kan dia client kita nantinya Tuan." ucap Hans.


"Ohh pantas aja dia lama di Korea. Ya sudah, aku siap-siap sebentar." ucap Woodz langsung merapikan berkas yang akan di bawa meeting nanti.


Woodz pun langsung menuju ke ruang meeting, disana ternyata sudah ada Yong Jin dan Jin-young. Bahkan sudah ada Ela adiknya juga yang ikut duduk di meja panjang itu.


"Loh dek, kamu ikut juga?" tanya Woodz.


"Kan aku yang akan jadi designer nya kak." jawab Ela.


"Bukannya ini tentang bangunan ya? emangnya kamu bisa nge design ruang? Kamu kan anak design busana." ucap Woodz tak percaya.


"Ini nih, kamu kelamaan sih perginya. Ela itu udah jadi designer hebat sekarang. Bukan cuma busana tapi juga designer ruang dan bangunan. Dia pintar dan berprestasi. Makanya Jin-young sebagai client kita minta Ela untuk jadi designer nya." ucap Yong Jin yang membela istrinya.


"Sungguh? wah aku makin bangga sama kamu dek. Ya udah kalau gitu mari kita mulai." ucap Woodz.


Akhirnya meeting itu berjalan dengan lancar selama dua jam. Karena mereka sudah saling kenal, maka dalam meeting itu lebih banyak bercandaan nya seperti anak sekolah yang tengah belajar kelompok. Bahkan mereka tak memakai bahasa formal layaknya sedang meeting dengan pengusaha besar.


Ring... ring... ring...


"Waduh, udah jam segini. Mana aku ada pertemuan lagi sebentar lagi." ucap Jin-young.


"Ada apa lo bro?" tanya Woodz.


"Ini gue mesti jemput Gloria di sekolah. Tapi hari ini gue gak bisa karena ada meeting. Mana tu anak minta diajak ke taman bermain lagi. Bisa ngambek tuh anak. Mirip kaya lo bro. Sumpah." ucap Jin-young.


"Kalo boleh, gue aja yang jemput. Gue aja juga yang ngajak dia ke taman bermain." ucap Woodz pelan.


"Kenapa gak boleh? kan lo ayahnya." ucap Yong Jin enteng.


"Iya bro. lagian kalau untuk masalah Nana biar nanti gue yang urus. Lo tenang aja. Gloria juga suka kok sama lo. Ya walaupun dia belum bisa ngenalin lo bahwa lo itu ayah kandungnya." ucap Jin-young.


"Kalau gitu makasih ya bro." ucap Woodz dengan berbinar lalu keluar dari ruangan itu.


"Makasih ya kak. Kayanya kak Woodz seneng banget bisa dekat dengan Gloria." ucap Ela.


"Pastinya dong. Siapa sih yang gak seneng bisa dekat dengan anaknya." timpal Jin-young.


"Ehh ngomong-ngomong, mana calon lo?" tanya Yong Jin.


"Nih calon gue." ucap Jin-young sambil menunjuk sekretaris pribadinya yang masih duduk di samping Jin-young dengan menunduk karena malu. Terlebih gak cuma ada Yong Jin dan Ela di ruangan itu. Melainkan masih ada Hans, Nam Ju Wan dan Boa yang menjadi asisten Ela semenjak Ela mengambil alih usaha Key di butik nya.


"Ohh jadi ini calon kakak iparku. uluh... cantiknya.. kenalin, namaku Ela kak." ucap Ela mencoba berkenalan dengan gadis yang tersipu malu di depannya itu.


"Saya Han Bo Reum. panggil saja Bo Reum Nyonya." ucap gadis yang bernama Bo Reum tersebut sambil menunduk.


"Ya! jangan panggil aku nyonya. Kamu kan akan jadi kakak iparku. Panggilah aku Ela." ucap Ela dengan tegas membuat Bo Reum mengangkat kepala dan tersenyum.


"Emm.. baiklah Eonni." ucapnya dengan tersenyum. Dan senyum itu lah yang membuat Jin-young jatuh cinta empat tahun lalu saat menerima Bo Reum bekerja di perusahaan nya yang berada di Ausie. Saat itu Bo Reum masih terlihat gadis yang bgitu polos dan lugu yang baru saja lulus kuliah. Dan kenal dengan Jin-young hingga membuatnya menjadi gadis yang penuh dengan pesona. Namun hanya ditunjukkan untuk Jin-young seorang.


"Kenapa panggil eonni?" tanya Ela.


"Ya kan tua an lo dek. dia masih dua puluh enam tahun ya." ucap Jin-young.


"Lo juga tua. Udah kepala tiga." ledek Ela.


"Lo juga udah kepala tiga juga kali." ucap Jin-young tak percaya.


"Udah, kenapa pada berantem sih. Sama aja kalian semua tu. Disini cuma Bo Reum yang masih unyu-unyu. Kita kita mah emang udah tuir." ucap Boa membuat semuanya tertawa.


Dan hal itu seketika membuat Bo Reum kaget. Bagaimana bisa seorang Boa yang notabene hanya asisten Ela bisa berbicara seperti itu. Bahkan seorang Nam Ju Wan yang jabatannya sama seperti dirinya berani memarahi Yong Jin selalu bosnya. Bahkan mereka berbicara lo gue segala.


"Kamu jangan kaget ya. Kita semua disini well jika dengan karyawan. Kalau di kantor memang mereka bawahan kita. Tapi jika jam istirahat atau di luar kantor, kita itu teman, bahkan sahabat." ucap Ela.


"Iya sayang, kamu harus biasain. Dan jangan canggung.xucap Jin-young dengan senyum terbaiknya.


" Dan mulai hari ini, kamu tinggal di apartemenku." ucap Boa.


"Emang gak ngerepotin ya eonni?" tanya Bo Reum.


"Justru repotin dia terus aja yang." ucap Jin-young.


"Enak aja. Gak kok, kamu gak ngerepotin. Lagian aku juga tinggal bareng sama YingYing. dia karyawan Ela juga. Jadi di apartemenku luas. Kamu tenang aja." ucap Boa.


"Emangnya eonni belum menikah?" tanya Bo Reum.


"Boa dan YingYing itu sudah menikah. Tapi suami keduanya tengah berada di Amerika. Karena mereka berdua orang kepercayaan ku dulu waktu masih megang perusahaan di Amerika. Sekarang perusahaan itu di ambil alih oleh kak Woodz lagi." ucap Ela.


"Ohh gitu. oke kalau begitu." tutupnya dengan senyum manisnya yang selalu memacu jantung Jin-young dengan cepat.


*


*


*


Disisi lain, Woodz tengah menunggu Gloria keluar dari sekolahnya. Woodz menunggu di dalam mobil. Dia sambil mendengarkan lagu idol k-pop kesukaannya.


🎶🎶🎶


Niga eodie salgeon


Naega eodie salgeon


Hanchameul dallyeotne

__ADS_1


Na dasi tto hanchameul dallyeotne


Yeah I'll be ridin' and I'll be dyin'


In ma city


I don't know what to say na jugeodo mal mothae


Naege eokman geumeul jugo ttan de sallago?


Ah no thanks


Ilsan, naega jugeodo mudhigopeun got


It's the city of the flower, city of mon


Jip gatdeon lafeseuta tto weseuteondom


Eorin sijeol nal kiwonaen hugok hakwonchon uh


Sesangeseo gajang johwaroun got uh


Jayeongwa dosi, bildinggwa kkot uh


Hangangboda hosugongwoni deo joha nan


Jagado hwolssin pogeunhi anajundago neol


Naega nareul irhneun geot gateul ttae


Geu goseseo bitbarae oraedoen nal chatne


Remember neoui naemsae tto everything


You're my summer, autumn, winter and every spring


Ja busanui badayeo


Say la la la la la


Pureun haneurarae this sky line


Say la la la la la


Ajaedeureun soneul deureo


Ajimaedo son heundeureo


Ma Cityro wa


Come to ma city


Jal bwa jugil barae


Know how to party


Nal kiwojun city


Geurae babe babe


Ige naui city city


Hanchameul dallyeotne


Na dasi tto hanchameul dallyeotne


Yeah I'll be ridin' and I'll be dyin'


In ma city, city


Ma city, ma city yeah


Na jeollanamdo gwangju baby


Nae balgeoreumi saneuro gandaedo


Mudeungsan jeongsange maeil maeil


Nae sarmeun tteugeopji, namjjogui yeolgi


Iyeolchiyeol beopchik pogiran eobtji


Na KIAneogo sidong georeo michin deusi bounce


Ojik chum hanaro gasuran keun kkumeul kiwo


Ijen hyeonsireseo eumakgwa mudae wie ttwieo


Da bwatji yeoljeongeul damatji


Nae gwangju hosigida jeonguk paldoneun gieo


Nal bollamyeon siganeun ilgopsi moyeo jiphap


Moduda nulleora gongyuki-oilpal


Ja busanui badayeo


Say la la la la la


Pureun haneurarae this sky line


Say la la la la la

__ADS_1


Ajaedeureun soneul deureo


Ajimaedeul son heundeureo


Ma Cityro wa


Come to ma city


Jal bwa jugil barae


Know how to party


Nal kiwojun city


Geurae babe babe


Ige naui city city


Daegueseo taeeona daegueseo jaratji


Suhyeol batgien jom himdeureo


Mom sogeneun paran pi


I saekkineun mae aelbeommada


Daegu yaegireul haedo


Jigyeopjido anhna bwa saenggageul hal sudo


Itjiman I'ma D boy geurae nan D boy


Soljikhage malhae daegu


Jaranghal ge byeol ge eobseo


Naega taeeonan geot jachega daeguui jarang


Geurae ah geurae


Jaranghal ge eobtgie jarangseureowo


Jil su bakke an geurae? Ayo


Daegu chulsin gajang seonggonghan nomirae


Ireon sorireul deureul geoya jal bwara ijen


Naega daeguui jarang sae sidae saeroun baram


Daeguui gwageoija hyeonjae geurigo mirae


Come to ma city


Jal bwa jugil barae


Know how to party


Nal kiwojun city


Geurae babe babe


Ige naui city city


Hanchameul dallyeotne


Na dasi tto hanchameul dallyeotne


Yeah I'll be ridin' and I'll be dyin'


In ma city, city


Ma city, ma city yeah


La la la la la la la la


La la la la la la la la


Eodi salgeon eodi itgeon


Ma city, city


Ma city, ma city yeah yeah


Ha ha ha


🎶🎶🎶


Sampai saat lagunya berakhir, mata Woodz menatap gadis yang tengah berjalan keluar dari gerbang sekolah bersama teman-temannya. Woodz melihat itu dengan senyum terbitnya. Woodz pun keluar dari mobilnya lalu memanggil Gloria.


"Lin Yu Ra."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2