
Setelah kematian Woodz, semua terasa ada yang kurang dalam hidup Ela. Apalagi ketika menatap mata Nana, dia melihat diri kakaknya disana. Bukan maksud untuk menjauhi Nana kembali, tapi dia tak ingin terus mengingat tentang kakaknya jika ada Nana di depannya.
"Kalau kamu merasa risih denganku karena mata kakakmu, aku akan pergi bersama Gloria dari sini." ucap Nana ketika mereka tengah makan malam bersama.
"Tidak sayang, jangan. Ku mohon jangan pergi. Hanya tersisa Gloria dan kamu yang menjadikan Bunda selalu ingat tentang Woodz. Bunda mohon jangan pergi." ucap Key.
Dia sudah kehilangan anaknya, dia tak ingin kehilangan mata itu dan juga Gloria sebagai Woodz kecil. Maka dari itu dia menerima kembali Nana dan Gloroa dengan lapang dada.
"Jangan kamu pergi. Setelah ini aku akan kembali ke Amerika untuk mengurus semua perusahaan bersama suamiku. Jadi kamu tak perlu pergi dari rumah ini. Justru aku harus merepotkan mu karena selama aku pergi, aku mohon kamu bantu kedua orang tuaku untuk menjaga kedua anakku nantinya. Dan biarkan aku membawa Park junior ini bersama di Amerika." ucap Ela.
"Apa tak apa nak kamu disana sendiri?" tanya Kevin.
"Mungkin disini terlihat hanya Bunda yang paling terpukul atas kematian kak Woodz. Tapi akulah orang pertama selain Bunda. Aku kesana karena ingin menggali jejak kak Woodz yang ia tinggalkan disana. Aku ingin dia hidup di sekitarku lagi. Jadi aku mohon, biarkan aku pergi." ucap Ela menatap kedua orang tuanya.
"Baiklah, Ayah tak bisa menghalangimu. Bagaimanapun perusahaan kita sekarang hanya berada di tanganmu dan suamimu. Maafkan ayah yang sudah tak berdaya ini nak." ucap Kevin.
"Tak apa ayah. Biar Ela aku yang membantunya Aku juga akan meminta bantuan Yong Bin dan juga Jin-young nantinya." ucap Yong Jin.
"Ngomongin Jin-young, kemana orang itu sekarang? Apa benar dia sudah embikah dengan orang lain?" tanya Nana yang seketika sudah menghapus nama Jin-young dari dalam hatinya. Ternyata menghapus nama Jin-young lebih mudah ketika dia harus menghapus nama Woodz di hatinya.
"Iya, saat itu Kak Woodz memintanya untuk menikahi No Reun secepatnya. Tapi karena Bo Reum menolak, dia akhirnya membawa wanita lain di hadapan kak Woodz. ya.. entahlah apa yang akan terjadi nantinya." ucap Ela membayangkan tentang kehidupan rumah tangga Jin-young dan Yuna nantinya.
__ADS_1
Kehidupan rumah tangga yang tanpa sekali cinta itu. Bahkan sekarang Bo Reum kemana saja juga tak dia tahu. Dia tak tahu kemana Bo Reum pergi. Karena sesaat setelah Nana keluar dari rumah sakit, Bo Reum pergi meninggalkan mereka. Bahkan Hans yang di perintahkan oleh Ela untuk mencari tahu dimana Bo Reum berada, hanya melihat Bo Reum pergi dengan tujuan Tiongkok. entahlah benar atau tidak. Ela tak ada niatan untuk mencarinya.
Sedangkan kabar Jin-young dan Yuna yang pergi ke Busan sampai di telinga mereka. Ela tahu kenapa Jin-young pergi ke Busan. Dia ingin menggali jejak Woodz yang selama enam tahun di tempatinya.
Dari kecil memang Woodz lah orang yang lebih dekat dengan Jin-young bahkan tahu apa yang Jin-young suka dan tidak suka. Dia juga orang yang paling peka dengan keadaan Jin-young. Bahkan Jin-young sering berpikir bahwa sebenarnya sepupunya itu Woodz bukan Yong Jin yang lebih dingin darinya. Meskipun Yong Jin akan selalu maju jika dia kena masalah, namun Woodz orang pertama yang selalu berada di sisiNya. Jadi tak heran bahwa Jin-young merasa kehilangan sosok Woodz yang begitu dia sayang.
Pagi harinya, sesuai rencana. Ela dan Yong Jin ke Bandara untuk pergi ke Amerika. Diantar oleh seluruh keluarga, mereka mengantar Ela dan Yong Jin dengan penuh senyuman.
"Mama sehat selalu ya disana. Nanti kalau Minky sudah besar, Minky yang akan mencari uang untuk Mama. Jadi mama bisa menjaga baby Park saja nantinya." ucap Minky.
"Papa disana juga harus jaga Mama ya. Biar perusahaan disini Jun saja yang memegang. Papa tak perlu khawatir." ucap Jun.
Mereka yang berada disana spontan menggelengkan kepalanya melihat kedua anak yang umurnya bahkan belum genap sembilan tahun itu berbicara layaknya orang tua. Bahkan Jun yang semalam ngotot ingin memegang perusahaan yang berada di Korea kepada Yong Jin.
"Baiklah semuanya, kami pergi dulu. Kalian semua jaga kesehatan dan saling menyayangi ya. Terutama kalian baby twins. Nanti kalau liburan, Papa akan kirim tiket untuk kalian liburan di Amerika. Tak ada penolakan. Oke." ucap Yong Jin.
"Dan juga, apapun yang kalian lakukan disini, meskipun serapi mungkin kalian melakukannya, kita tahu itu." ucap Ela mengancam.
Mereka memang sengaja menempatkan mata-mata rahasia di sekitar keluarganya. Karena bagaimanapun kini tanggung jawab keluarga ada di tangan mereka. Mereka tak ingin salah satu diantara anggota keluarganya akan hancur berantakan.
"Kamu tenang saja La, kan ada aku yang akan melaporkan apapun yang dilakukan banyak twins. mereka tak akan bisa berkutik di bawah tanganku." ucap Nana.
__ADS_1
"Makasih ya Na. Aku titip anak anak dan juga orang tuaku." ucap Ela.
"Ayah bunda juga orang tuaku." ucap Nana dengan tulus.
Akhirnya Ela meninggalkan mereka dengan senyuman. Ela berjanji tak akan mengecewakan mereka semuanya. Ela akan tetap menjaga nama harum keluarga Lin yang sudah ada bahkan sebelum dia dilahirkan. Seperti usaha yang selalu Woodz lakukan.
.
.
.
.
.
.
.
Hai guys... untuk Season 2 part Ela dan Vin's sudah selesai ya.. sebenarnya aku mau langsung ke season 3 nya. Tapi aku tertarik dengan kisah cinta Jin-young dan juga Yuna. Aku ingin menceritakan kisah cinta Jin-young yang menjalin rumah tangga dengan seorang gadis SMA. Jadi tetap stay di Kisah Keysha ya...
__ADS_1
.