Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Ela....


__ADS_3

Ela menyaksikan sendiri bagaimana sakitnya Vin's sejak kepergian Nana. Ela tahu bagaimana perasaannya Vin's. Dan itu juga bukan murni salah Vin's. Karena Vin's sudah tidak berbuat serong lagi setelah kejadian Nana kecelakaan itu. Namun siapa sangka bahwa dia akan di jebak oleh wanita ular itu membuat Nana salah paham.


Kini dia bisa melihat Nana, Ela begitu senang. Karena dia yakin bahwa kakaknya akan bahagia. Namun siapa sangka bahwa Nana itu adalah orang yang dimaksud oleh Jin-young. Orang yang begitu di sayang oleh Jin-young. Orang yang sangat berharga bagi Jin-young.


Bahkan saat melahirkan, justru Jin-young yang berada di dalam menemani Nana. Bukan Vin's. Ela bisa melihat bagaimana perasaan Vin's. Bahkan saat Nana dengan kasarnya berkata untuk jangan menyentuh anaknya yang sebenarnya Vin's adalah ayah kandung anak itu. Ela terpaksa menahan amarahnya saat melihat itu.


Sampai pada saat Vin's memberi Nana sebuah gugatan cerai. Dan dengan mudahnya Nana menandatanganinya. Padahal dia tidak tahu bagaimana perjuangan Vin's untuk bangkit dari keterpurukan nya. Setengah tahun waktu yang tidak sedikit. Dan saat dia bisa bertemu dengan Nana, justru Nana malah menabur garam pada luka Vin's membuat luka yang seharusnya sudah sembuh menjadi semakin parah.


Namun yang membuat Ela lebih tak menyangka bahwa ucapan Vin's yang berada di pesawat kala itu, sumpah janji nya pada Tuhan kala itu benar-benar dia lakukan. Dia memilih pergi daripada harus berjuang mendapatkan Nana kembali. Mungkin dia pergi dengan senyuman, tapi Ela tahu bahwa ada sejuta kesedihan dibalik itu.


Ela tahu bagaimana perjuangan Vin's. Ela tahu berapa jumlah luka sayatan ditangan Vin's. Ela tahu berapa jumlah jarum suntik yang hampir menyentuh lehernya. Ela tahu berapa kali dia hampir ikut melompat dari balkon lantai atas dengan kakaknya. Tapi kenapa Nana dengan sekejam itu berkata yang menyakitkan terhadap Vin's?


Ela berjalan keluar dari ruang rawat bundanya. Bundanya terpaksa di infus karena tak sadarkan diri. Dia begitu sedih dengan kepergian anak lelakinya. Anak lelaki yang begitu dia sayang dan banggakan dari dulu.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Yong Jin menahan langkah kaki Ela. Dengan muka marah, Ela menghempaskan tangan Yong Jin dan berlalu sampai di kamar rawat Nana. Yong Jin pun mengikuti Ela karena takut akan menjadi keributan nantinya.


Brak... Ela mendorong pintu itu dengan kasar membuat yang ada di ruangan itu menjadi menengok kearah Ela yang datang dengan muka marah.


"Sudah puas lo? Puas lo buat kakak gue satu-satunya pergi? Sudah puas lo buat kakak gue menderita? Ha!" bentak Ela dengan tepat dimuka Nana.

__ADS_1


"Sayang, sabar sayang. Jangan teriak-teriak. Ini rumah sakit. Malu sama ruangan yang lain." ucap Yong Jin yang merasa tak enak karena ada keluarga Nana dan Jin-young di dalamnya.


"Biarlah. Biar semuanya tahu bahwa disini ada wanita yang tak tahu diri. Asal lo tahu ya Na. Kakak gue tersiksa saat tahu lo pergi dari kakak gue tanpa mendnegar penjelasannya. Kakak gue bahkan sudah berkali-kali mencoba mengakhiri hidupnya. Lo mana tahu berapa banyak luka sayatan ditangannya. Lo gak tahu kan dia bahkan sudah sering ingin melempar tubuhnya sendiri dari lantai dua deni buat bertemu lo di surga yang kita semua kira lo meninggak karena kecelakaan pesawat. Buktinya sekarang lo masih hidup. Lo hidup dengan bahagia bersama lelaki lain yang seharusnya yang ada di posisi lelaki itu kakak gue." ucap Ela menggebu.


"Penjelasan apa yang lo maksud, Ha! Lo mau bilang kalau dia di jebak? iya? Bulshit. gue gak akan percaya kaya begitu. Gue lebih percaya dengan mata kepala gue sendiri La. Dan memang dia tak berhak atas anak ini karena ini anak gue." ucap Nana sarkas.


"Terserah lo mau ngomong apa Na. Yang gue tahu sekarang, gue kehilangan kakak gue satu-satunya yang paling gue sayang. Lo tahu kan bagaimana gue amat sangat sayangnya sama kakak gue? Sekarang gue harus kehilangan dia cuma gara-gara wanita egois kaya lo." ucap Ela dengan menunjuk tangannya tepat dimuka Nana.


"Lo bilang gue egois? Coba lo bayangin jadi gue saat tahu suami lo selingkuh sama wanita lain. Lo mana bisa tahu karena lo tak pernah ngalamin jadi gue." ucap Nana tak kalah keras. Sedangkan yang lain mau melerai pun tak bisa.


"Apa lo bilang? Sebelum lo ngalamin kejadian ini, Gue lebih dulu ngalamin nya. Gue ngalamin semuanya. Tapi gue bukan wanita egois seperti lo. Gue lebih percaya omongan suami gue. Daripada gue pergi kaya lo, gue lebih mencari kebenarannya semuanya. Dan pada akhirnya keluarga gue tetep utuh. Gue gak kalah dengan pelakor. Gak kaya lo yang kurang percaya dengan pasangan lo." ucap Ela.


"Oke kalau begitu." Ela mengangkat tangan kanannya, tanda dia ingin berikrar sumpah. "Aku bersumpah, mulai detik ini hubungan persahabatan dan persaudaraan ku dengan Nana lepas karena keegoisannya. Dan dengan ini aku bersumpah tak akan pernah berhubungan dengan Nana." ucap Ela tegas. Lalu dia beralih ke Rei.


"Dan untuk Om Rei, makasih sudah mengabdi keluarga kami. Tapi, karena kak Vin's sudah pergi, perusahaan akan berada di tanganku, jadi mulai sekarang Om Rei saya pecat. Aku tak ingin ada keluarga wanita egois di sekitarku." ucap Ela sambil melirik sinis kearah Nana.


"Non.. maafkan anak saya Non. maaf..." ucap Rei dan Nyonya Kim bahkan sampai berlutut.


"Kalian tidak salah. Anak kalian lah yang terlalu egois. Dan untuk kamu ka Jin-young, terserah kamu mau menikahi Nana atau tidak setelah kamu melihat perpecahan ini. Kamu tetap kakakku. Aku hanya bisa berdoa, semoga kamu tidak bernasib sama seperti kak Vin's." ucap Ela lalu menarik pergi Yong Jin bahkan Yong Jin belum sempat berbicara kepada Jin-young.

__ADS_1


Ela langsung memeluk Yong Jin dan menangis sekerasnya saat mereka sudah keluar dari ruangan itu. Yong Jin tak bisa berkata-kata. Bagaimanapun istrinya sekarang menjadi tumpuan keluarga Lyn. Karena kepergian Vin's membuat posisi direktur utama keluarga Lyn hilang.


"Aku berjanji akan membawa kembali Vin's di keluarga kita. Sudah, jangan menangis. Kasihan bunda nanti kalau kamu terus menangis. Ayo kita usaha bersama mencari keberadaan Vin's." ucap Yong Jin menenangkan Ela. Ela hanya mengangguk dalam pelukan Yong Jin.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2