
Acara pertama untuk kali ini di mulai setelah makan malam. Mereka semua akan berpasang-pasangan, masing-masing dua orang. Mereka semua akan berjalan menuju ke dalam hutan yang nantinya untuk mendapatkan bendera pertama mereka. Pemenang nya akan mendapatkan satu paket daging untuk kamarnya.
"Ayo semuanya. Sekarang ambil undiannya dan lihat siapa yang akan menjadi pasangan kalian." ucap Seorang guru memerintahkan para murid.
Semuanya pun langsung berhamburan dan berebut memilih nomor yang sudah di pasang-pasangkan. Tiap nomor dari siswa cowok akan berpasangan dengan satu murid dari siswa cewek. Hal ini tentu di tunggu oleh Zie yang ingin sekali berpasangan dengan Chanyeol.
"Lo nomor berapa? gue nomor lima nih." ucap Taeyong.
"Gue sembilan." jawab Jihoon.
"Gue dua puluh." kata Chanyeol.
"Dan gue delapan belas." ucap Han Sung.
"Oke sekarang kita cari pasangan kita. Pokoknya apapun yang terjadi salah satu diantara kita harus bisa dapatin satu diantara sepuluh bendera itu. Bagaimanapun caranya kita harus dapatin daging itu." ucap Jihoon yang begitu bersemangat dalam hal makanan.
"Lo ya. Kalau urusan makan aja nomor satu. Kalau lo dapet si cupu gimana?" ujar Taeyong.
"Gak peduli. Yang penting gue harus menangin tuh daging." ucap Jihoon yang memang sudah bersungguh-sungguh ingin mendapatkan daging yang di janjikan jika mendapatkan bendera.
Saat mereka tengah asyik berbicara sambil terus mencari siapa gerangan yang memiliki nomor sama dengannya, Zie datang menyapa mereka.
"Hai guys. Kalian ada yang nomor delapan belas?" ucap Zie.
Lalu selang beberapa detik Gladis datang bersama dua wanita yang kelihatannya juga sedang mencari pasangan.
"Kebetulan sekali. Kita bertiga juga tengah cari pasangan. Nomor kita bertiga lima, sembilan dan dua puluh. Tinggal kalian doang nih yang tersisa." ucap Gladis.
"Ohh kebetulan. Gue nomor lima." ucap Taeyong.
"Kalau gitu lo sama Sae Mi." ucap Gladis.
Taeyong pun pergi meninggalkan yang lainnya karena langsung membawa Sae Mi pergi ke garis start agar tak kalah dari Jihoon.
"Gue sembilan." ucap Jihoon.
"Lo sama gue dong." kata gadis yang perawakan mungil itu.
__ADS_1
"Lo lagi. Bisa gak sih gue gak jadi satu sama lo." ucap Jihoon yang terlihat tak suka dengan gadis itu.
"Bodo amat. Yang penting gue cuma mau menangin tu daging." ucap gadis itu meninggalkan Jihoon disana.
"Ya! tungguin gue. Gue juga mau daging." ucap Jihoon meneriaki gadis yang pergi dari hadapannya itu.
Kini tinggal Han Sing, Chanyeol, Gladis dan Zie disana. Mereka berempat saling bertatap lalu tanpa banyak kata mereka sama-sama menunjukkan nomor mereka. Dan ternyata Han Sung berpasangan dengan Zie dan Chanyeol berpasangan dengan Gladis.
"Ehh Dis, tukar dong." paksa Zie kepada Gladis. Dia mencoba untuk merebut kartu Gladis namun Gladis mempertahankannya dengan baik.
"Apaan sih. Kenapa lo gak minta dari awal aja sama guru buat pasangin sama Chan-Chan. Kita udah milih adil. Kita milih pakai undian. Ya nasib lo dong dapet Hans." ucap Gladis yang entah kenapa. dia merasa tidak terima kalau Gladis ingin merebut Chanyeol menjadi pasangannya.
"Udah sih kenapa ribut-ribut mulu. Udah ayo, lo sama gue." ucap Han Sung yang langsung membawa Zie ke garis start untuk mendapatkan perlengkapan dan langsung pergi masuk ke dalam hutan.
"Ish.. lepasin gue. Gue gak mau ya pasangan sama lo. Gue itu maunya pasangan sama Chanyeol." ucap Gladis.
"Mau lo coba berapa kali pun Chanyeol gak akan jadi pasangan lo Zie. Lo gak lihat apa kalau Chanyeol gak suka sama lo?" ucap Han Sung yang merasa gemas pada gadis di depannya itu yang terlalu terobsesi dengan Chanyeol.
"Ya bagaimana pun gue juga tunangan Chanyeol." ucap Zie kekeh.
"Emangnya udah ada konferensi pers dari keluarga Park yang mengkonfirmasi tentang pertunangan kalian?" pertanyaan Han Sung membuat Zie bungkam. "Gak ada kan? Jadi lo tuh cuma di jadikan alat sama bokapnya Chanyeol buat terus ngawasin Chanyeol." lanjut Han Sung.
"Terus apa urusan lo?" hanya pertanyaan itu yang keluar dari bibir Zie yang berhenti di belakang Han Sung.
"Jadi bener? lo hanya sebagai CCTV hidup untuk keluarga Chanyeol?" ucap Han Sung yang tak percaya bahwa omong kosongnya tadi ternyata benar adanya. "wah, kayanya gue bisa jadi cenayang nih. Awalnya gue hanya asal nebak aja lo. Ehh gak tahunya kalau lo itu emang beneran cuma sebagai alat oleh Om Yong Jin." ucap Han Sung menatap Zie tak percaya.
Zie makin tak percaya karena ternyata tadi baru tebakan saja dari Han Sung. Han Usng bukan benar-benar mengetahuinya. Dia bahkan tanpa sengaja yang menyebarkan identitas aslinya kepada Han Sung.
"Lo... Lo mempermainkan gue?" ucap Zie.
"Gue gak ada maksud buat mempermainkan lo. Tapi emang mungkin nasib gue aja kali yang mujur. Hanya sekedar omong kosong aja tapi pada akhirnya itu benar adanya." ucap Han Sung yang baru sadar bahwa dia selalu beruntung jika berada di antara angka dua puluh. Dan nomor nya sekarang adalah dua puluh.
"Awas aja lo sampai bilang ke Chanyeol." ancam Zie.
"Gue gak akan bilang ke Chanyeol kalau lo gak ikut campur sama semua urusan Chanyeol. Termasuk urusan Chanyeol dengan Gladis." ucap Han Sung.
"Jadi bener mereka berdua ada apa-apa?" tanya Zie.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa kenapa kalau gak kenapa?" tanya Han Sung.
"Ya gue laporin ke Tuan Yong Jin." ucap Zie.
"Lo berani ngelaporin dia?" ucap Han Sung sambil terus mendekati Zie sampai punggung Zie mepet di sebuah pohon.
"Ya harus dong. Itu kan udah tugas gue sebagai tunangannya sekaligus spy." ucap Zie menantang tatapan Han Sung.
"Kalau lo sampai berani laporin hal tentang Chanyeol dan Gladis kepada Om Yong Jin, gue jamin, Chanyeol bakal tahu siapa lo dan bawa balik lo ke Sidney bahkan mungkin yang paling parah, nama lo musnah dari muka bumi ini." ucap Han Sung menatap Zie tajam.
"Segitunya lo ya setia sama Chanyeol. Emangnya Chanyeol juga segitu setianya sama lo?" ucap Zie.
"Seharusnya lo gak usah tanya karena lo temen waktu kecilnya Chanyeol. Jadi lo harusnya.... tunggu! Jangan bilang lo juga bukan temen masa kecilnya Chanyeol?" tebak Han Sung.
Karena walaupun dia hanya dijadikan alat oleh Yong Jin, tapi jika statusnya sebagai teman masa kecil Chanyeol, dia harus tahu kalau Chanyeol dan Han Sung itu tak bisa di pisahkan. Chanyeol pasti sering bercerita tentangnya kepada gadis tteokbokki seperti Chanyeol sering bercerita tentangnya.
Belum sempat Zie menjawab pertanyaan Han Sung, Zie berteriak kesakitan. Dia merasakan ada yang menggigit kakinya.
"Aww....."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.