
Key dan Kevin langsung menuju ke bandara. mereka menyusul yang lain ke Bali. setelah sampai di bandara bali, Kevin menelfon yang lain untuk mengirimi alamat hotel mereka.
"capek sayang?" tanya Kevin.
"yang capek bukan badanku Vin, tapi hatiku." jawab Key lesu.
"udah kamu gak usah pikirin itu. kalau mereka gak mau menerimamu, ada aku yang selalu berada disisimu." kata Kevin lembut.
"makasih ya Vin, kamu matahari kehidupan ku." peluk Key.
"Ayah, Bunda.. Junior laper." kata Junior bangun dari tidurnya.
"Junior mau makan apa sayang?" tanya Kevin dari balik kemudi. dia mengemudikan mobil perusahaannya yang ada di cabang bali.
"emm... Junior mau ayam krispi yah." jawab anak kecil itu.
"ya udah nanti kita mampir ya sayang." kata Key.
Mereka membelokkan ke sebuah restoran dimana ada ayam krispi disana. tapi mereka tak makan disana karena sudah hampir sampai dihotel. jadi mereka membeli makanan yang banyak dan nani dimakan bersama di hotel bersama yang lain.
Sesampainya di hotel mereka langsung disambut karena hotel itu milik keluarga Rina. mereka langsung ditunjukan dimana kamar president suit mereka. sampainya dikamar, yang lain sudah berkumpul. karena ini merupakan president suit, mereka bisa satu kamar karena ada begitu banyak ruangan disana layaknya apartement.
"halo semuanya... kita bawa makanan nih." seru Key saat memasuki kamar dan melihat mereka sedang berada di ruang tengah.
"wah.. tau aja kamu kalau kita laper Key." seru BamBam yang jadi nomor satu jika berurusan dengan makanan gratis.
"woi ayo ikutan serbu nanti dihabisin semuanya sama BamBam." kata Yugyeom yang tak kalah heboh sama BamBam.
"ayo makan sayang. tadi katanya lapar." kata Key kepada anaknya.
"Junior mau disuapin sama ayah." kata Junior merengek. Key allu melihat Kevin yang sedang sibuk dengan hpnya. dia yakin bahwa Kevin sedang bekerja.
__ADS_1
"sayang, ayah lagi sibuk sama kerjaannya. sama bunda aja ya." tawar Key. Tiba-tiba..
"udah biar sama aku aja sayang, tadi aku cuma ngasih kabar sama orang perusahaan. kamu makan aja ya. biar aku nanti makan sama Junior." kata Kevin merebut piring dari tangan Key.
Mereka semua makan bersama dengan canda tawa bahagia. bahkan JB juga sudah melupakan tentang perasaannya kepada Key. dan semua yang ada disana melupakan sejenak status mereka yang tiap hari membuat mereka sibuk.
"Hei itu ayam ku." teriak Yena saat ayamnya diambil dan dimakan oleh JB.
"siapa suruh makan kok malah ngelamun. ambil aja yang lain tuh masih banyak." tunjuk JB dan melahap kembali ayamnya.
"dasar." gumam Yena.
"Mark.. udah kali sodanya. bagi dong." kata Youngjae yang merebut minuman soda dari tangan Mark.
"ini nih satu lagi. didepan masih banyak bro." kata Jackson.
"kaya gak tau aja. aku sama Mark lagi meranin tokoh JB sama Yena. ahh kamu menggagalkan drama kita." kata Youngjae.
"ya sorry mana kita tahu." jawab Jackson enteng.
"emm.. kita ke GWK aja gimana sampai malam? biasanya ada tarian." usul Rina.
"Boleh. aku sama Kevin setuju aja. kalian gimana?" tanya Key kepada yang lain.
"kalo kita yang merasa cuma turis disini ikut aja. daripada kita nyasar atau boring dihotel." kata Yugyeom.
"baiklah kalau gitu nanti kita langsung ke GWK aja ya.." tutup Rina.
Mereka menyelesaikan makannya dan langsung bersih - bersih diri lalu berkumpul kembali untuk pergi ke GWK.
Selama perjalanan mata mereka puas melihat pemandangan yang begitu indah. bahkan mereka tak luput mengabadikannya lewat kamera HP mereka. perjalanan mereka tak terlalu melelahkan karena terobati oleh pemandangan yang begitu indah. bahkan kini mereka telah menikmati pemandangan GWK.
__ADS_1
"Yena, foto bareng yuk." ajak JB.
"Gak ahh nanti kamera ku pecah karena jepret muka kamu." jawab Yena.
"ahh kamu mah. aku ngajak baik-baik malah kamunya yang judes. ya udah aku foto sama yang lain aja" kata JB yang langsung melengos pergi.
Jangan baikin dan dekat sama aku kaya gini JB, aku gak akan bisa ngontrol sikapku. aku takut jatuh cinta sama kamu karena sekarang aku udah suka sama kamu. batin Yena.
"hayo ngelamunin apa?" kaget Key.
"gak kok. gak ngelamunin apa-apa. kamu kok sendiri? dimana Junior?" tanya Yena mengalihkan perhatian.
"dia sama ayahnya. kamu kenapa Yena? aku tebak ini pasti masalah JB. iya kan?" tanya Key.
"apaan sih Key. gak kok." elak Yena dan menundukkan kepalanya. ia yakin sekali bahwa mukanya pasti udah semerah tomat.
"kalau gak kenapa kamu malu kaya gitu? udah deh Yen. aku tahu kok kamu suka kan sama JB. aku dukung kamu. dia orangnya baik dan perhatian. dia juga penuh kasih sayang. aku jamin kalau kamu sama dia kamu gak akan disakitinya." kata Key.
"tapi kan Key, aku gak yakin dia juga suka sama aku. dia kan memendam perasaan sama kamu Key." kata Yena dengan lesu.
"udah kamu tenang aja. jb gak suka lagi kok sama aku semenjak hadirnya Kevin. kamu gak usah khawatir, aku yakin dia pasti nerima kamu." kata Key. "ya udah yok kita kumpul sama yang lain diresto. udah mau makan malam kan ini." ajak Key dan Yena pun mengikuti Key.
Mereka kini berkumpul direstoran pinggiran pantai. mereka makan dengan melihat pemandangan pantai yang sungguh menghipnotis mata yang melihat.
"andai aku punya rumah di samping pantai. bosan lihat gedung bertingkat mulu." kata Mark.
"kalau kamu mau, nanti biar aku bilang sama daddy kamu biar buatkan kamu rumah di pinggir pantai. gampang kok. paling syaratnya kamu mesti keluar dari group Idol." kata Kevin enteng.
"yah kamu gitu ya Vin." kata Mark lesu.
"tapi aku setuju deh sama Mark. asyik juga punya rumah dipinggir pantai. kalau umpama kita minta sama manager buat dibikinin rumah dipinggir pantai." sahut Jackson.
__ADS_1
"bener itu. saat capai pulang dari konser kita bisa istirahat sambil melihat pantai." kata Jinyoung.
"Makanya uang konser kalian ditabung biar bisa beli rumah sendiri nantinya." kata Kevin.