
Pagi harinya.
Nana membuka matanya. dia merasa silau karena sinar matahari yang menerangi kamar melalui celah kecil gorden di kamarnya. Vin's pun ikut terbangun karena pergerakan gadis dalam dekapannya. Vin's dan Nana saling pandang ketika mereka sadar kalau mereka kini tengah saling berpelukan satu sama lain dengan begitu protektif.
Lama mereka saling tatap. Mereka masih diam pada posisi masing-masing dengan terus menatap satu sama lain. Hingga akhirnya mereka tersadar saat mendengar suara ketukan pintu. Nana langsung melepaskan pelukan itu dan Vin's pun segera beranjak dari ranjang menuju pintu.
"Kamu mandi dulu. aku akan lihat siapa yang datang." ucap Vin's kepada Nana.
Tanpa jawaban, Nana pun segera beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi. sedangkan Vin's membuka pintu kamar hotel untuk tamu yang masih terus mengetuk pintu itu. Saat di bukanya, ternyata sudah ada Ela yang menampilkan senyum terlebar nya sambil mengelus perut buncit nya.
"Pagi pengantin baru. loh kok sendiri? dimana Nana?" tanya Ela yang hanya melihat Vin's yang menyambutnya.
"Dia lagi di kamar mandi. ada apa dek?" tanya Vin's.
"Gak, cuma mau bilang aja. kalau kita pulang duluan. nanti setelah kakak sarapan akan ada mobil yang menjemput kalian untuk pulang kerumah. nanti kalian akan di sambut disana. bye." ucap Ela yang langsung pergi tanpa menunggu sang kakak menjawab.
"Ya! dasar adik durhaka. belum juga kakaknya menjawab main pergi aja. kalau bukan karena hamil udah ku pletak tuh kepala." gerutu Vin's yang kembali masuk ke dalam kamar.
"Siapa kak?" suara Nana yang telah selesai mandi membuat Vin's terlontar kaget. namun dengan sigap dia mengatur agar tak terlihat oleh Nana.
"Owh itu si Ela. dia cuma mau bilang kalau nanti setelah sarapan akan ada mobil yang jemput kita. jadi kita pulangnya belakangan karena rombongan sudah pulang dari tadi saat Ela kesini memberitahu dia sudah mau berangkat pulang." ucap Vin's.
"Ohh ya udah kalau gitu kakak mandi dulu sana. itu kalau mau berendam airnya juga udah aku siapin." ucap Nana.
Setelah mengucapkan terimakasih, Vin's langsung masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya. Tak butuh waktu lama bagi Vin's untuk membersihkan dirinya. Dia sudah keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Nana yang melihat itupun terkejut bukan main.
"Ya! kenapa gak pakai baju sih?" ucap Nana yang menutup mukanya. dia merasa malu melihat Vin's telanjang dada seperti itu.
__ADS_1
"Kenapa mesti malu? udah sah ini." ucap Vin's santai yang bahkan dia sudah membuka handuknya dan memakai pakaiannya namun Nana masih menutup wajahnya. Dia malu dan juga enggan untuk melihat Vin's.
"Sudah selesai belum?" tanya Nana yang mulai lelah menutup matanya.
Dengan seringai usulnya, Vin's mendekat. dia mendekatkan wajahnya pada telinga Nana dan meniupnya. Seketika Nana membuka matanya dan melihat Vin's yang sudah lengkap dengan pakaiannya tepat berada di depan wajahnya. Hal itu justru membuat Nana semakin malu dan mendorong tubuh Vin's.
"Ya! apa-apa an sih kak. kenapa deket-deket. awas lo ya macem-macem." ucap Nana yang merapikan tas jinjingnya dan langsung keluar dari kamar di susul Vin's yang masih tertawa karena melihat tingkah laku Nana yang malu-malu ketika di kerjain.
*
*
*
Vin's dan Nana kini tengah berada di dalam mobil yang membawanya untuk pulang ke rumah Lyn. Saat berada dalam mobil yang sama, Nana dan Vin's diam membisu dengan pikiran masing-masing. Mereka saling melihat keluar jendela di sampingnya.
Butuh waktu satu jam untuk sampai di kediaman keluarga Lyn. Mobil yang mengangkut Vin's dan Nana kini sudah memasuki pekarangan rumah keluarga Lyn. Terlihat semuanya sudah menunggu kedatangan pengantin baru itu. Saat terdengar suara klakson mobil, para orang tua yang sudah menunggu pun keluar rumah.
"Wah yang sudah menjadi pengantin baru. lengket banget." ucap Ela yang melihat sang kakak terus memeluk pinggang sahabatnya sekaligus kini menjadi kakak iparnya itu.
"Apaan sih dek." ucap Vin's yang tak paham.
"Ini apa kalau gak lengket?" sahut Key sambil menunjuk pada tangan Vin's yang terus bertengger dengan posesif nya pada pinggang Nana.
Hal itu seketika membuat Nana melepaskan tangan Vin's pada pinggangnya. mukanya terlihat begitu malu dan memerah. dia pun menundukkan kepalanya agar tak terlihat oleh yang lain.
Akhirnya mereka menyuruh Vin's dan Nana masuk kedalam rumah setelah sedikit perbincangan tadi. Terlihat banyak sekali makanan di rumah keluarga Lyn itu. semuanya terlihat berkumpul dengan begitu gembira. pada lelaki akan bercerita tentang bisnis sedangkan para wanita akan bercerita tentang fashion.
__ADS_1
Hingga saatnya tiba, seluruh keluarga Park pulang bersama Ela juga. kini hanya tinggal keluarga Lyn dan keluarga Kim di rumah itu. Kevin seperti ingin berbicara sesuatu hal yang penting.
"Vin's, Nana. sekarang kalian sudah menikah. Ayah dan Papamu juga sudah tua. Kami berdua sepakat untuk menyerahkan seluruh perusahaan kepada kalian. terlebih perusahaan yang ada di Amerika. Ayah dan Papa ingin kalian berdua menjalankan perusahaan itu sebagai CEO dan wakil CEO. Ayah yakin dengan kemampuan mu nak." ucap Kevin membuat Nana berpandangan dengan ayahnya.
"Benar apa kata ayahmu nak. papa juga setuju. terlebih kamu Nana. sebenarnya fashion hanya sekedar kesukaan yang kamu tekuni karena mamamu seorang model. tapi kamu memiliki kemampuan untuk menjadi pengusaha seperti papa. jadi papa mohon jangan tolak tawaran ayah mertuamu nak." ucap Rei dengan lembut.
Nana dan Vin's pun berpandangan sebentar hingga akhirnya mereka dapat saling membaca pikiran masing-masing bahwa taka ada gunanya menolak seperti dulu lagi. Akhirnya Nana dan Vin's mengangguk secara bersamaan.
"Syukurlah kalian mau menerimanya sayang. Kalau begitu secepatnya kalian akan berangkat ke Amerika lagi agar Nana mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya." ucap Key.
"Apa papa dan mama gak ikut ke Amerika?" tanya Nana kepada orang tuanya.
"Maafkan kami nak. Papa harus mengikuti kemanapun mamamu pergi. karena meskipun mamamu sudah tua, tapi dia senior di dunia modeling. dia sering terbang kesana kemari untuk mengurus dunianya. Papa ingin menghabiskan waktu itu bersama mama sampai mama memutuskan untuk keluar dari dunia modeling setelah kamu punya anak nanti sayang." ucap Rei membuat Nana sedikit bersedih.
Namun dia tak mau egois. bagaimanapun itu juga merupakan kebahagiaan kedua orang tuanya sendiri. karena dia tahu bagaimana perjuangan mereka untuk tetap terus bersama meskipun jarak memisahkan mereka. Dan dengan ini dia hari lagi Vin's dan Nana resmi akan menetap di Amerika.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.