
Yuna sudah tertidur lelap di samping Jin-young. Jin-young menatap gadis itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan oleh siapapun, hanya dirinya saja yang bisa mengartikan arti dari tatapan itu.
Sudah sebulan ini Yuna absen dalam sekolahnya. Dia hanya mendapatkan tugas lewat daring saja. Sampai banyak pertanyaan dari temannya, namun dia hanya bisa menjawab bahwa suaminya tengah membutuhkannya.
Memang benar suaminya tengah membutuhkannya. Karena selama sebulan disini, apapun itu pasti Yuna yang melayaninya karena jika bukan Yuna ya siapa lagi. Kesedihan Jin-young sudah mulai mereda.
Jin-young juga mendengar kabar bahwa Ela dan Yong Jin menetap di Amerika. Jin-young pun memutuskan untuk pulang ke Venezuela. Dia ingin mengenalkan Yuna kepada orang tuanya.
"Yuna, hari ini kita berkemas. Kita kembali ke Seoul." ucap Jin-young.
Mendengar itu Yuna teramat senang karena dia bisa bersekolah kembali. Dia juga ingin melihat cafe yang dibangunkan oleh Jin-young untuk ayahnya. Kini kegiatan ayahnya selama seharian berada di cafe. Dari foto yang ayahnya kirimkan ke Yuna, bisa Yuna lihat bahwa ayahnya merasakan bahagia di hari tua mempunyai banyak teman.
"Akhirnya aku bisa sekolah lagi." ucap Yuna.
"Tapi maaf, kamu gak bisa sekolah normal lagi. Kamu akan home schooling. Karena besok kita terbang ke Venezuela. Bertemu dengan orang tua ku." ucap Jin-young.
"HA! Oppa bercanda ahh." ucap Yuna.
"Aku gak bercanda. Emang bener kok. Aku sudah pesan tiket kesana." ucap Jin-young.
"Baiklah.. aku akan nurut apa kata suami." ucap Yuna lemas.
"Nah ini baru anak yang baik." ucap Jin-young sambil mengusap pucuk kepalanya.
Hubungan mereka berdua memang sudah lebih baik. Bahkan bisa dibilang ada kemajuan. Meskipun Jin-young masih hanya menganggap Yuna itu adiknya. Tidak lebih.
Bahkan selama ini Jin-young belum menyentuh Yuna. Sekalipun Yuna memakai pakaian yang membuat nafsu Jin-young naik. Karena umur Yuna yang masih muda, dia suka memakai pakaian yang seperti anak muda zaman sekarang. Tapi Jin-young masih bisa menahan. Dia lebih memilih bermain solo daripada harus melakukan itu dengan Yuna. Karena baginya, Yuna itu masih terlalu kecil tahu hal seperti itu.
Siang ini Jin-young pulang ke Seoul. Yuna sudah tak sabar karena ingin segera bertemu dengan ayah dan juga sahabatnya. Yuna menyuruh sahabatnya untuk berkunjung ke cafe ayahnya sebelum Yuna pergi ke Venezuela besok pagi.
Saat Yuna sampai di Seoul, dia meminta ijin kepada Jin-young untuk ke cafe ayahnya dulu. Jin-young pun dengan senang hati meng iyakan. Sedangkan Jin-young sendiri pergi ke tempat Kevin dan Key. Dia ingin bertemu dengan Gloria.
"Daddy......" teriak Gloria saat melihat Jin-young masuk ke dalam rumah. Membuat seluruh isi rumah langsung melihat kearah dimana Gloria berlari.
"Nak..." ucap Key pelan.
"Jason..." untuk pertama kalinya setelah Nana bisa melihat, dia kini melihat wajah Jin-young kembali.
__ADS_1
Saat melihat mata Nana, Jin-young kembali meneteskan air mata. Mata itu, mata yang dulu di pakai oleh Woodz saat masih hidup. Jin-young perlahan berjalan menghampiri Nana. Nana hanya diam di tempatnya berdiri, dia tidak menyangka bahwa Jin-young akan se emosional seperti ini saat melihat Nana. Nana yakin itu karena mata Woodz yang berada dalam dirinya.
"Sekarang aku bisa melihat matamu kembali bro.." gumam Jin-young lirih sambil meraba mata Nana dan menangis.
Key yang melihat adegan itu tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Inilah yang membuat dia mempertahankan Nana untuk terus berada di sampingnya. Karena Key tak ingin kehilangan satu-satunya peninggalan dari Woodz yang begitu berharga.
"Daddy jangan sedih yah.. kan ayah bilang kalau dia akan menunggu kita di surga. Dan semalam ayah bilang sama Gloria di mimpi Gloria. Bahwa ayah sudah bahagia disana. Tempatnya cantik banget. Ayah menunggu kita disana." ucap Gloria.
Jin-young semakin menangis. Dia bersalah kepada Gloria karena baru sebentar dia menemukan Woodz untuk Gloria, kini mereka sudah berpisah. Jin-young begitu bersalah kepada Gloria. Dia berjanji akan selalu menjaga Gloria meskipun ia tidak menikahi Nana.
*
*
*
Di cafe, Yuna bertemu dengan lelima temannya. Temannya menatap Yuna dengan mata elang mereka seakan Yuna itu makanan mereka.
"Lo serius kalo suami lo itu sahabatnya Tuan Vin's?" tanya Lia.
"Bukan Vin's lagi. Tapi namanya Woodz." kata Ryujin.
"Park Jin-young." ucap Yeji.
"Darimana lo tau nama suami gue?" tanya Yuna penasaran.
"Bokap gue kerja sama dengan dia beberapa bulan yang lalu. Dia juga sempat ikut dalam perjamuan di pesta bokap gue. Tapi setau gue dia bukannya udah punya pacar ya? Kenapa bisa nikah sama Lo?" tanya Yeji.
"Lo gak hamil kan?" tanya Lia yang paling polos diantara ke empat lainnya.
"Gak lah. Gue masih virgin ya. Gue belom pernah ngelakuin hal yang gituan." ucap Yuna.
"Berarti lo belom di bobol dong sama suami lo?" tanya Chaeryong.
"emang belom." jawab Yuna jujur.
"Ehh... gila, lo udah nikah sebulan loh ini, belom juga di bobol? Suami lo gak gay kan?" tanya Ryujin.
__ADS_1
"Enak aja, suami gue normal ya. Cuma emang dianya sendiri pernah bilang sama gue, kalau gue belum siap untuk di bobol ya dia gak akan maksa. Karena bagaimana pun kan pernikahan ini bisa berakhir kapan aja kalau diantara kita sudah saling menemukan tambatan hati." ucap Yuna.
"Lah apa kabar nya kalau diantara kalian justru malah jatuh cinta?" tanya Ryujin.
"Ya berarti itu jodoh mereka berdua lah." jawab Lia.
"Iya juga ya.. tapi ya semoga aja kalian jodoh ya. Walaupun lo nikah sama Om-Om." ucap Chaeryong.
"Tapi dia lebih muda kali dari Tuan Woodz kalian itu." ucap Yuna.
"Sungguh? Tapi kan mestinya tetep selisih umur yang jauh kan dari lo?" tanya Yeji.
"Iya lah. Ohh iya, sebenarnya gue minta kalian kumpul disini karena besok gie mau ke Venezuela untuk ketemu sama mertua gue. Ayah gue gak ikut. Dia lebih milih disini sama cafe nya." ucap Yuna.
"Yah... lama dong lo perginya." ucap Lia.
"Gak kok. paling dua bulan tiga bulan lah. Sampai suami gue ngajak gue balik kesini lagi. Atau mungkin gue malah diajak keliling ke negara yang lain untuk mantau perusahaannya." ucap Yuna.
"Terus sekolah lo?" tanya Ryujin.
"Sekolah gue aman kok. Dia nyiapin homeschooling buat gue. Tapi gue mohon tolong jagain ayah gue ya selama gue gak ada. Ya meskipun ada Hans yang mungkin menjaga ayah gue, tapi tetap aja gue masih ingin lihat ayah gue aman." ucap Yuna.
"Tenang aja. Kita akan sering main kesini untuk bantuin bokap lo." ucap Yeji.
"Ahh makasih ya guys.. kalian memang teman gue yang paling baik deh." ucap Yuna.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.