
Dua hari ini baik Ela maupun Yong Jin membiarkan Eun Bi terus berada di samping Yong Jin. Bahkan Eun Bi dengan terang-terangan berada di kantor Yong Jin terus. Hal itu sebenarnya membuat Ela ingin mencabik-cabik Eun Bi. Namun dia hanya bersabar. Semua ada waktunya untuk bisa mengusir parasit itu.
"Eun Bi, makan dulu gih. Kamu pasti lapar kan?" ucap Ela membawakan salad buah untuk Eun Bi.
"Tumben baik lo? gak ada apa-apa nya kan ini? gak ada racunnya kan?" tanya Eun Bi sambil memicingkan matanya.
"Gak kok. tenang aja. Bagaimanapun kan kamu akan jadi istri keduanya kak Jin nanti. Anak kamu juga akan menjadi anakku nantinya. Jadi ya apa salahnya aku mencoba untuk dekat denganmu? Toh kalaupun aku marah itu tak akan merubah semuanya. Bayimu tetap akan terus tumbuh di rahimmu." ucap Ela dengan senyumnya.
"Nah itu lo tahu. Ya syukur deh lo gak menghalangi suami lo buat tanggung jawab. Tapi kedepannya gue gak mau ya lo panggil adik. meskipun gue istri kedua suami lo, gue tetep lebih tua dari lo ya." ucap Eun Bi.
"Iya gak kok." kata Ela lalu berlalu pergi meninggalkan Eun Bi dan menyusul Yong Jin yang sedang berada di ruang meeting. Kini hanya ruang itu lah yang bisa di pakai oleh Yong Jin untuk berduaan dengan istrinya. Bahkan kadang Yong Jin nekad bermain di sana jika dia bernafsu melihat istrinya yang semakin cantik di matanya.
Seperti sekarang, Yong Jin menghempaskan tubuhnya di kursi dan segera membenahi pakaiannya yang berantakan karena ulahnya sendiri. Sedangkan Ela masih tergeletak tak berdaya di meja setelah kelakuan Yong Jin. Yong Jin pun membantu Ela membenahi pakaiannya.
"Kamu kenapa makin brutal sih?" cemberut Ela.
"Habis Bundanya baby twins makin hot." cap Yong Jin sambil iseng memegang dada Ela.
"Udah deh sayang, nanti lagi dirumah ya. Ohh ya, hari ini kan kita mau membawa Eun Bi ke rumah sakit. Kamu sudah siap kan?" tanya Ela.
"Iya sayang, udah siap. Tapi aku takut kalau memang benar anak itu anakku bagaimana sayang? apa kamu akan meninggalkan aku?" tanya Yong Jin yang takut kalau istri tercintanya iu pergi meninggalkan nya.
"Kamu yang tenang sayang. Aku bisa menjamin seratus persen itu bukan anak kamu tanpa harus aku memanipulasi hasil tes DNA nya nanti." ucap Ela. "karena aku sudah punya bukti yang sebenarnya kak." lanjutnya dalam hati.
"Baik sayang. Kalau begitu mari kita ke dokter. Kamu ikut juga ya sayang." ajak Yong Jin.
"Ikut dong sayang. Aku kan istri pertama kamu. Harus ikut saat kamu ingin memeriksakan istri kedua kamu." ucap Ela menggoda Yong Jin.
"Nakal ya sekarang menggoda begitu." Kata Yong Jin mencium Ela sambil memeluknya.
Pas tepat saat itu pintunya di buka oleh Eun Bi. Di belakang Eun Bi terlihat Jin-young yang menepuk jidatnya tanda dia merasa kecolongan.
"Kak, kenapa kakak hanya perhatian dengan Ela doang, aku kenapa gak di cium juga." ucap Eun Bi yang tak suka melihat Yong Jin berciuman dengan Ela.
"Nanti kalau kamu menikah dengan kak Jin kamu mendapatkan semuanya. Ini juga kan untuk privasi kamu agar tak beredar isu diluar sana. Apa mau dikata kalau ada yang tahu hubunganmu sebelum konferensi pers nanti?" ucap Ela mengambil hati Eun Bi. Untungnya hormon kehamilan itu mudah membuat Eun Bi gampang di hasut.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu ayo kak. Katanya mau memeriksakan kandunganku?" ucap Eun Bi sambil menggandeng tangan Yong Jin.
"Kamu turun duluan bareng Ela. Aku mau beresin berkas dulu." ucap Yong Jin.
"Ayo Eun Bi. Aku antar. Aku juga mau melihat perkembangan calon anak tiriku." ucap Ela sambil mengelus perut Eun Bi yang mulai menunjukkan perubahan.
"Jangan sentuh anakku." tepis Eun Bi.
"Baiklah."
Mereka pun berjalan beriringan. Eun Bi dengan angkuhnya berjalan di depan Ela sedangkan Ela dengan sikap ramahnya seperti biasa menyapa semua karyawan yang di temui nya. Bahkan para karyawan disini belum mengetahui perihal Eun Bi yang selalu berada di kantornya. Karena karyawan kantor hanya mengetahui kalau Eun Bi dekat dengan Yong Jin saja. Tapi tak ada satupun yang tahu perihal Eun Bi yang sengaja mencoba masuk di keluarga Yong Jin.
*
*
*
Ela, Yong Jin dan Eun Bi pun sampai di rumah sakit yang ditunjuk oleh Krystal bersama Jin-young. Mereka berempat langsung menuju ruangan yang sudah di siapkan oleh Krystal. Untungnya saat Eun Bi datang ke rumah kemarin, Krystal belum sempat menampakkan dirinya di hadapan Eun Bi. Jadi Eun Bi belum hafal dengan wajah Krystal. Terlebih Krystal menggunakan masker saat memeriksa Eun Bi bersama dokter yang di siapkan Krystal untuk mengambil sampel DNA.
Eun Bi pun merasakan mengantuk. Dan tak butuh waktu lama dia tertidur saat pemeriksaan. Sebenarnya minuman itu berisikan obat bius dosis rendah. Itu di sengaja agar bisa mendapatkan sampel DNA janin di dalam kandungannya.
"Bagaimana dok? bisa kan?" tanya Ela dan Yong Jin yang sudah masuk setelah di beri tahu oleh Jin-young yang mencoba mengecek keadaan Eun Bi sebelumnya.
"Bisa Nyonya. Anda tenang saja. Hasilnya akan keluar dua hari lagi. Tidak akan lama." ucap Dokter itu.
"Baguslah kalau begitu. kami permisi dulu, takut Eun Bi terbangun." ucap Ela yang langsung undur diri meninggalkan Eun Bi.
Dan benar saja., selesai mengambil DNA janin, Eun Bi terbangun. Dosis obat bius itu memang kecil, makanya dia hanya tertidur selama setengah jam.
"Anda sudah bangun Nyonya?" tanya dokter itu seolah tak ada apa-apa yang terjadi barusan.
"Apakah aku ketiduran?" tanya Eun Bi yang merasakan aneh pada dirinya.
"Iya Nyonya. Anda ketiduran barusan. Apakah anda ingin melihat bayi anda?" tanya Krystal yang berada di samping Eun Bi menyamar sebagai asisten dokter.
__ADS_1
"Boleh dok."
Setengah jam kemudian Eun Bi pun keluar sambil memegang gambar hasil USG nya. Dia menebar senyum saya melihat Yong Jin. Dia pun memeluk tangan Yong Jin sambil menunjukkan foto USG itu.
"Kak, lihat. ini anak kita. Ini aku kasih ke kamu." ucap Eun Bi.
"Untuk apa?" tanya Yong Jin dingin tanpa mengambil foto USG tersebut dari tangan Eun Bi.
"Untuk kenang-kenangan lah kak. Kan kakak bisa menyimpannya di dompet kakak." ucap Eun Bi membujuk Yong Jin.
"Gak bisa. Dompetku udah penuh." jawab Yong Jin dingin.
"Penuh apanya? dompet kakak isinya kartu doang. Apalagi kartu kakak sekarang disita istri pertama kakak kan? jadi pasti dompet kakak kosong." ucap Eun Bi.
"Iya penuh. penuh foto istri dan anakku." ucap Yong Jin sambil mengibaskan lengannya dan segera pergi dari sana.
Hal itu membuat Eun Bi marah dan mengejar Yong Jin dengan memanggil nama Yong Jin dengan suara manjanya tersebut. Ela dan Jin-young yang berjalan di belakang mereka merasa jengah melihat tingkah mereka. Mereka memutar bola matanya malas menatap rengekan Eun Bi itu.
"Ingin rasanya ku cabik tu mulut." batin Ela.
"Boleh gak sih gue tenggelamin di danau hitam tu wanita rubah?" batin Jin-young.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.