Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 66


__ADS_3

Rumah sakit.


Chanyeol tengah di papah oleh seorang suster lelaki yang menjaganya agar tidak terjatuh saat melakukan terapi untuk berjalan.


"Ayo terus Tuan. Selangkah lagi Tuan. Pelan-pelan." ucao Dokter yang menanganinya sambil melihat Chanyeol yang berjalan diantara alat yang dia pakai untuk menyangga tubuhnya. "Nah begitu, terus... pelan-pelan saja Tuan. Bagus... Anda sudah banyak berkembang. Sebentar lagi pasti Anda akan segera sembuh dan bisa berjalan kembali." ucap dokter itu kepada Chanyeol. Dokter itupun pergi menjauh bersama dengan Freya menunggu sesi terapi Chanyeol selesai dan melihatnya dari luar melalui sebuah kaca besar.


"Apakah kakak saya bisa segera sembuh dok?" tanya Freya yang merasa kasihan pada Chanyeol. Karena sebenarnya Chanyeol sudah terlihat putus asa, namun baik dirinya maupun anggota keluarga yang lain terutama Han Sung selalu berkata bahwa Chanyeol akan sembuh.


"Kalau yang dari saya lihat, setiap Tuan Chan kesini untuk terapi, dia selalu memberikan sebuah perkembangan yang baik. Dia selalu ada kemajuan tiap bulannya. Dan menurut saya untuk hari ini dia sudah semakin baik. Dia bahkan sudah bisa menggerakkan kakinya lebih sering. Baiknya kalau tiap pagi di rumah, sambil berjalan-jalan di taman begitu, dia di latih untuk berjalan. Pelan-pelan saja, yang penting dia bisa mencoba selangkah demi selangkah. Lagipula udara segar juga baik untuk kesembuhannya. Jangan biarkan dia terus berada di dalam rumah." saran dokter itu. Freya pun mengangguk.


"Baik dok, saya akan mengikuti saran anda." ucap Freya saat melihat Chanyeol sudah keluar di dorong oleh perawat yang tadi mendampingi nya.


"Bagaimana Tuan, apakah ada yang di rasakan belakangan ini?" tanya dokter itu kepada Chanyeol.


"Tidak dok. Hanya terasa kaku saja tadi saat di buat untuk jalan." ucap Chanyeol.


"Itu karena anda hanya mengikuti terapi sebulan sekali. Kalau anda mengikutinya rutin minimal seminggu sekali, mungkin tulang anda tidak akan kaku lagi." ucap dokter itu.


"Ohh begitu ya. Tapi nanti saya pikirkan lagi. Sebulan sekali saja saya sudah merasa malas." ucap Chanyeol..


"Ya jangan malas Tuan. Katanya Tuan ingin segera sembuh?" ucap Dokter itu memberi semangat pada Chanyeol.


"Baiklah dok. Kalau begitu saya permisi. Ayo Fre, kita pulang." ucap nya pada Freya.


"Kami permisi dulu dok. Terimakasih." pamit Freya sambil mendorong kursi roda Chanyeol.

__ADS_1


"Sama-sama nona."


Freya terlebih dahulu mendorong kursi roda Chanyeol menuju arah apotik untuk menebus obat Chanyeol. Obat yang akan di konsumsi nya selama sebulan sampai terapi selanjutnya. Setelah menebus obatnya, Freya kembali mendorong Chanyeol sampai keluar dari rumah sakit.


Freya merasakan HP nya berdering. Dia berpamitan sebentar dengan Chanyeol lalu mengangkat telfonnya di tempat yang lebih sepi. Chanyeol menunggu sendiri di depan rumah sakit. Namun banyak juga orang yang menunggu di sana. Jadi dia tidak benar-benar kesepian.


Chanyeol duduk di kursi rodanya sambil terus melihat ke arah bawah. Lebih tepatnya pada kakinya. Dia memainkan kursi rodanya maju mundur. Saking lamanya dia duduk di kursi roda, Dia sampai pernah ber atraksi dengan kursi roda itu. Dia terus melihat kearah bawah karena merasa kalau tak ada gunanya punya kaki tapi tidak bisa berjalan. Saat Chanyeol merenungkan hal itu, Tiba-tiba saja ada seorang anak kecil yang begitu manis dan cantik mendekatinya. Bahkan anak itu tiba-tiba saja jongkok dan menyentuh kaki Chanyeol.


"Apa kaki kakak sakit? Kenapa kakak dudukd ini kursi roda?" tanya anak kecil yang nampak manis sekali itu.


"Kaki kakak tidak bisa dibuat untuk berjalan." ucap Chanyeol dengan ramah.


"Tapi kaki kakak terlihat baik-baik saja. kenapa kakak tidak bisa berjalan?" tanya anak kecil itu dengan polosnya.


"Harus. Kakak harus bisa berjalan lagi. Dunia itu indah kak. Kaki kakak bisa membawa kakak untuk keliling dunia jika kakak bisa berjalan lagi. Aku aja yang terlahir hanya dengan satu kaki tidak pernah putus asa. Akhirnya aku punya dua kaki sekarang. Semua berkat doa ku dan juga berkat perusahaan ayah yang memberikan kaki palsu ini gratis untukku." ucap gadis kecil itu sembari melihatkan kaki kiri palsunya.


Chanyeol terperangah mendengarnya. Anak kecil yang terlibat sehat itu ternyata adalah anak cacat. Dia bahkan tidak malu dan tidak menyerah. Dia terlihat senang sekali karena bisa mempunyai kaki palsu. Chanyeol merasa malu. Dia yang di beri kaki yang lengkap dan sempurna, sudah merasa malas dan putus asa ketika dinyatakan lumpuh. Padahal kelumpuhan nya bisa di selesaikan dengan terapi. Dia merasa kalau hanya dirinya di dunia ini yang tidak bisa berjalan. Padahal dia telah menemukan seorang anak yang cacat sejak lahir. Chanyeol sambil merasa seperti di cambuk sebuah motivasi dari anak itu untuk menyemangatinya agar segera sembuh.


"Benarkah? Perusahaan mana yang kamu maksud?" tanya Chanyeol yang penasaran dengan perusahaan mana yang begitu baik hati memperhatikan seluruh keluarga karyawannya.


"Kakak tahu, nama perusahaan nya perusahaan Nightingale. Itu loh yang gedungnya tinggi sekali." ucap anak itu begitu polos.


Semua orang juga tahu kalau sebuah perusahaan pasti cenderung memiliki gedung yang tinggi dan menjulang. Namun saat Chanyeol mendengar nama Nightingale di sebutkan, dia merasa bangga akan kepemimpinan Han Sung yang peduli dengan keluarga anak buahnya. Dia tidak menyangka kalau Han sung akan melakukan hal yang sebaik itu. Karena menurut Chanyeol, semenjak kejadian itu, dialah orang yang lebih dingin dari Chanyeol.


"Pemimpin perusahaan itu benar-benar baik." ucap Chanyeol yang bertepatan dengan seorang wanita yang menghampiri mereka. Chanyeol mengira kalau wanita itu adalah ibu dari anak yang sekarang berada di depan Chanyeol.

__ADS_1


"Sayang, kamu disini. Aduh maafkan anak saya Tuan. Anak saya pasti nakal dan mengganggu anda tadi." ucap wanita itu menarik lengan anaknya untuk berada di dekatnya.


"Ahh tidak Nyonya. Anak ini sungguh lucu. Dia tidak menggangguku." ucap Chanyeol.


"Ya syukurlah kalau begitu. Kami permisi dulu tuan." ucap wanita itu menarik tangan gadis kecil.


"bye bye kak." ucap anak kecil itu dengan begitu ramah. Senyumnya meningkatkan semangat Chanyeol untuk sembuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2