Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 67


__ADS_3

Chanyeol kembali di tinggal sendirian lagi. Dia hanya memandang punggung ibu dan anak itu yang berjalan semakin menjauhinya. Tak berselang lama, dia melihat Freya datang berjalan menghampirinya sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya. Dia berjalan menghampiri Chanyeol lalu mendorong kursi roda Chanyeol untuk menuju parkiran dimana mobil mereka terparkir.


"Maafin aku ya Oppa. Tadi aku harus menjauh karena tempat itu terlalu bising untuk menerima telfon." ucap Freya menjelaskan kenapa dia pergi menjauh ketika menerima telfon.


"Memangnya siapa yang menelfon tadi? apakah penting?" tanya Chanyeol.


"Kak Hans yang menelfon. Dia berkata bahwa nanti malam klien yang akan merekam iklan produk baru kita akan makan malam di rumah. Katanya dia harus bertemu dengan Oppa yang akan menjadi modelnya." ucap Freya sambil memapah Chanyeol masuk ke dalam mobil, juga memasukkan kursi roda milik Chanyeol ke dalam kursi belakang.


"Apa Han Sung sudah mengatakan tempatnya dimana?" tanya Chanyeol.


"Tadi aku sudah bertanya padanya. Tapi kak Hans tidak menjawabnya. Katanya itu akan menjadi surprise untuk Oppa." ucap Freya membuat dahi Chanyeol berkerut.


"Ada ada aja anak itu. Hais..." ucap Chanyeol yang merasa lucu kalau Han Sung tengah menyembunyikan sesuatu darinya pasti akan menjadi ending yang lucu.


"Tapi pada akhirnya dia juga yang akan membocorkannya. Iya kan Oppa." ucap Freya yang juga merasa lucu jika mendengar Han Sung menyembunyikan sebuah rahasia. Dia tak akan bisa bohong kepada tiga saudaranya. Pasti ada kalanya dia akan keceplosan dan akhirnya membocorkan rencananya.


"Iya kamu benar. Rencananya kamu mau bikin apa nanti malam? Ini klien lho. Bukan makan malam biasa. Kita harus membuatkan makanan yang spesial." ucap Chanyeol mengingatkan Freya.


"Kalau makanan Korea bagaimana? Ku dengar dia berasal dari korea." ucap Freya.


"Tidak tidak tidak. Ingat kita bukan dari Korea sekarang. Kita sudah bukan lagi keluarga Park melainkan keluarga Nightingale. Jangan buat orang curiga kenapa kita bisa memasak masakan Korea yang rasanya pas sekali di lidah orang Korea." ucap Chanyeol mengingatkan Freya agar identitas asli mereka tidak terbongkar sebelum mereka berhasil balas dendam.


"Baiklah Oppa. Kalau begitu Oppa maunya buat apa?" tanya Freya.


"Bagaimana kalau steak saja. Itu yang umum untuk lidah orang barat." ucap Chanyeol memberi saran.


"Baiklah kalau begitu Oppa. Nanti kita mampir supermarket untuk beli daging. Nanti aku tinggal di parkiran supermarket sebentar tak apa Oppa?" tanya Freya.


"Tak apa. Sudah biasa kan aku hanya menunggu di parkiran?" ucap Chanyeol karena memang jika mereka belanja pasti Chanyeol lebih memilih untuk berada di parkiran duduk di dalam mobilnya.


"Tapi kan biasanya kita pakai mobil keluarga. Nah sekarang kita pakai mobil sport Oppa yang terbuka. Apakah tidak apa-apa?" tanya Freya.

__ADS_1


"Sudah, tak apa. Jangan khawatir. Apa kamu lupa kalau kita juga di jaga oleh anak buah agen X dan Bright. Sudah, kamu nanti masuk saja sendiri ke supermarket. Tapi jangan lupa belikan Oppa coklat ya. Sekalian susu coklat dan juga camilan. Kulkas di kamar Oppa sudah mulai mengosong." ucap Chanyeol dengan memamerkan deretan gigi putihnya.


"Ya! Oppa, kamu mau memeras ku? Yang benar saja aku harus membelikan Oppa coklat juga. Coklat yang selalu Oppa makan itu bukan produk sembarangan. Dan harganya pun mahal. Untuk memenuhi kulkas Oppa sama saja menguras isi ATM ku Oppa." ucap Freya yang tak rela jika uang sakunya selama sebulan akan habis untuk membelikan Chanyeol coklat saja.


"Kamu tenang saja. Nanti Oppa yang akan membayarnya. Kamu nanti bawa kartu debit Oppa saja." ucap Chanyeol.


"Benar ya Oppa. Aku tidak mau kantongku kering gara-gara Oppa." ucap Freya.


"Iya bener. Tenang saja kamu. Takut amat sih." ledek Chanyeol merasa lucu jika melihat Freya ketakutan.


Merekapun membelokkan mobilnya menuju ke sebuah supermarket besar dimana pastinya ada coklat yang selalu di beli oleh Chanyeol. Saat Freya masuk kedalam supermarket, Chanyeol duduk sendiri di bangku mobilnya dan menunggu Freya yang masuk ke dalam supermarket sendiri. Chanyeol memilih untuk mendengarkan lagu dan bermain game di HP nya.


Sebenarnya sedari tadi setiap ada wanita yang berjalan melewati mobil sport mewah nya, para wanita itu pasti selalu tebar pesona kepadanya. Namun Chanyeol yang sudah fokus dengan lagu dan juga game nya, tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya lagi yang melihatnya dengan tatapan penuh pesona. Bahkan mereka dengan jelas mengarahkan kamera ponsel mereka pada Chanyeol.


Chanyeol tidak peduli mereka melakukan itu. Karena Chanyeol yakin, mereka melihatnya hanya karena wajahnya yang tampan dan juga mobil sport mewah yang ia tumpangi. Mobil itu daya tarik utamanya karena mobil itu hanya ada lima di negara ini. salah satunya milik Chanyeol, dan satu lagi milik Han Sung. Tapi jika mereka tahu kalau Chanyeol cacat tidak bisa berjalan, apa mungkin mereka masih tebar pesona ketika melihatnya? Mungkin yang ada hanya olokan yang Chanyeol dapat. Bukan pujian.


Chanyeol hanya menyunggingkan senyum sinis nya ketika membayangkan itu. Semua makhluk yang bernama wanita pasti hanya melihat dari tampang dan kemewahan saja. Bukan dari hatinya. Namun saat Chanyeol menyunggingkan senyum nya, semua wanita yang sejak tadi melihat ke arahnya pun langsung histeris. Karena bagi mereka, senyum itu semakin membuat Chanyeol terlihat makin tampan.


Saat Chanyeol mulai merasa bosan dengan gamenya, diapun berhenti bermain dan melihat ke sekelilingnya yang penuh dengan wanita. Dia masih memasang wajah dinginnya. Namun para wanita itu tetap tebar pesona kepada Chanyeol. Ada yang terang-terangan menggodanya dengan kedipan mata, menggigit bibirnya atau bahkan mengekspos anggota tubuhnya agar Chanyeol tertarik. Sayangnya Chanyeol tak tertarik sama sekali. Baginya orang Korea lah yang menjadi daya tarik utamanya.


"Apakah kanu menikmatinya Oppa? Duduk di sini dengan di lihat oleh banyak wanita?" ucap Freya saat dia kembali dari dalam supermarket dengan membawa banyak sekali belanjaan yang di taruh di dalam troli.


"Tentu. Bukankah hanya ini caraku untuk menunjukkan pesona ku? dengan duduk di sini berdiam diri sudah seperti sebuah lukisan." ucap Chanyeol berkelakar.


"Tapi lebih baik segeralah sembuh agar aku tidak mendorong troli sendiri." ucap Freya sambil . meletakkan satu persatu barang belanjaannya di bagasi pelan-pelan.


"Lagipula siapa yang suruh kamu beli barang sebanyak itu?" tanya Chanyeol yang melihat banyak sekali kantung belanjaan yang di masukkan ke dalam bagasi. "satu, dua, tiga..... tujuh kantung? Banyak sekali. Kamu belanja untuk satu bulan?" tanya Chanyeol yang menghitung jumlah kantung belanjaan Freya.


"Oppa lupa apa bagaimana? Di kamar Oppa ada dua kulkas untuk di isi semua dengan minuman dan makanan. tiga kantung belanjaan sendiri itu milik Oppa. Sedangkan sisanya untuk stok makanan di dapur selama sebulan yang kebetulan habis." ucap Freya tanpa bersalah.


"Stok bulanan? Lalu habis berapa kamu?" ucap Chanyeol sambil melihat ponselnya untuk mengecek pemberitahuan dari kartu debit nya. "Hampir lima puluh ribu dollar?" ucap Chanyeol kaget karena biasanya Freya orang yang paling irit diantara semuanya.

__ADS_1


"Habis tadi khilaf beli barangnya yang paling mahal, biar sekali-kali makan yang berkualitas tinggi. Hehe.. lagipula hampir tiga puluh ribu sendiri untuk stok makanan Oppa." ucap Freya membela dirinya sendiri.


"Bawa sini kartunya." ucap Chanyeol. "lain kali Oppa tidak akan memberikan kartu Oppa untukmu." ucap Chanyeol.


"Hehehe...." Freya hanya tertawa tak berdosa di depan Chanyeol sambil menjalankan mobilnya.


"Ohh iya Fre, kamu hubungi dokter pribadiku. Bilang padanya kalau aku mau terapi sebulan sekali." ucap Chanyeol membuat Freya hampir saja menginjak rem secara mendadak. Untungnya dia bisa mengendalikan perasaannya.


"Oppa serius? Oppa tidak bohong kan?" tanya Freya masih tak percaya.


"Katamu aku harus segera sembuh. Ya kalau tidak sering terapi bagaimana aku mau sembuh?" tanya Chanyeol yang merasa heran dengan Freya. Karena tadi dia bilang Chanyeol harus segera sembuh tapi kenapa malah pas dia mau terapi seminggu sekali malah kaget.


"Baiklah kalau begitu Oppa. Aku akan menghubungi dokter. Kalau kak Hans dan Scarlett tahu, dia pasti senang. Aku menjadi semangat setelah Oppa berkata seperti itu." ucap Freya yang dengan semangat menginjak pedal gas nya membuat Chanyeol kaget.


"Ya! tapi jangan ngebut juga. Kamu mau bawa kita mati." teriak Chanyeol.


"Hahaha...." Freya hanya tertawa dan Chanyeol pun ikut tertawa. Karena dia jarang sekali melihat adiknya yang satu itu tertawa selebar itu.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2