
Beberapa bulan telah berlalu. Usaha mereka membuat Vin's sembuh agar segera bangkit dari keterpurukan nya karena kehilangan Nana pun sedikit membuahkan hasil. Vin's sudah mau berbicara meskipun dia menjadi lebih dingin. Berbeda dari sifat Vin's yang sebenarnya.
Para keluarga pun akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Vin's ke Korea. Sedangkan usaha keluarga Lyn di limpahkan oleh Rei semuanya. Kevin percaya pada Rei. Karena mereka masih tetap bersahabat dan berkeluarga meskipun Nana sudha pergi.
Vin's masih sering melamun ketika melihat hal yangungkin mengingatkan dia dengan Nana. Bahkan sampai sekarang dia terus menyimpan hadiah dari Nana. Sebuah jam tangan dan juga testpack yang menunjukkan jika Nana sedang hamil.
Jika mengingat Nana yang sedang hamil, Vin's pun menangis. Dia akan menangis sampai semua beban yang dirasanya sudah menghilang dari dalam tubuhnya. Namun semenjak dia pulang ke Korea, ada secercah sinar yang bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan nya. Yaitu baby twins.
Vin's begitu bahagia ketika dia sedang bersama baby twins. Namun terkadang dia juga akan menangis ketika mengingat tentang Nana yang tengah mengandung. Dia akan menangis di dalam pelukan Bundanya atau pelukan Ela. Seperti saat ini. Dia tengah menangis di pangkuan Ela yang duduk di sofa sedangkan dia duduk di lantai bawah.
"Ela, kakak memang suami yang buruk. Kakak gak bisa jaga istri kakak. Kakak gak bisa menuhin janji kakak ke Ela. Kalau saja kakak tidak melakukan hal bodoh, mungkin kita sekarang tengah bahagia menunggu anak kita yang sudah kita idam-idamkan." ucap Vin's dalam tangisnya.
Ela sudah tahu kemana arah Vin's berbicara. Awal-awal mungkin Ela akan mennaggapinya. Namun tanggapannya kadang selalu berbuah menjadi sebuah debatan kecil yang akhirnya makin memperburuk keadaan. Akhirnya dia hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan kadang menjawab ketika Vin's bertanya. Namun jika Vin's tidak bertanya, dia akan tetap diam sembari mendengarkan Vin's sampai Vin's tertidur karena kelelahan menangis.
"Sudah tidur dia sayang?" ucap Yong Jin yang baru saja pulang dan langsung menemui Ela yang masih setia menjadi bantalan Vin's.
"Iya kak. Udah sekitar sepuluh menit yang lalu. Kakak panggil dua orang pengawal gih buat angkatin kak Vin's." ucap Ela yang mulai merasakan kakinya sudah mulai pegal.
Yong Jin pun menuruti kata istrinya itu lalu mengangkat sang kakak ipar masuk kedalam kamarnya yang berada di bawah. Mereka tak ingin membuat Vin's melakukan hal nekat jika Vin's berada di lantai atas. Karena pernah Vin's ingin mengakhiri hidupnya dari terjun dari lantai atas.
Bahkan dikamarnya pun sekarang pintunya tak bisa di kunci. Didalam kamar juga terdapat dua pintu yang terhubung ke kamar orang tua Ela dan kamar orang tua Yong Jin. Mereka kini memang tinggal seatap setelah Tuan Park membeli sebuah rumah bak istana dan menjual rumah keluarga Park dan juga keluarga Lyn karena kedua rumah itu memberikan kenangan tentang Nana untuk Vin's.
*
*
__ADS_1
*
"Om.. om.. om..." oceh Baby Minky saat melihat Vin's.
Vin's yang merasa di panggil oleh Minky pun mendekati dan menggendong Minky dengan kasih sayang. Dia menyayangi Minky dan Junnie seperti anaknya sendiri.
"Uhh... mau disuapin sama om ya. sini om suapin ya." ucap Vin's yang memang kini mereka bertiga tengah melakukan sarapan pagi.
"Ohh iya Vin's, lo mau kerja lagi gak? di perusahaan lama masih butuh lo. Nam Ju Wan capek katanya jadi wakil CEO. Dia lebih milih jadi asisten gue lagi katanya." ucap Yong Jin yang memang itu sebenarnya yang Nam Ju Wan inginkan. Dan juga karena Ela tak mau jika Yong Jin mendapatkan sekretaris cewek lagi.
"Emm... apa gue bisa fokus lagi jika kerja?" tanya Vin's dengan ragu. Karena selama ini dia hanya berpikiran tentang Nana, Nana dan Nana sampai dia tak bisa memikirkan yang lainnya.
"Gue yakin lo bisa. Lagipula lo kalau sibuk karena kerjaan kan jadinya lo bisa lupa sama Nana. Gue yakin lo bisa fokus lagi. percaya sama gue." ucap Yong Jin penuh dengan penekanan.
"Iya kak. Aku janji akan sering-sering bawa Minky dan Junnie ke kantor biar kakak gak bosen." ucap Ela.
"Boleh. Boleh aja. gue tunggu lo siap-siap nanti kita berangkat bareng."
Akhirnya hari ini Vin's ikut ke kantor bersama Yong Jin. Selama Yong Jin berjalan bersama Vin's, para karyawan lama yang juga tahu siapa Vin's sebenarnya pun langsung menundukkan kepalanya. Sedangkan mereka yang tak tahun hanya bisa bertanya kepada mereka yang sudah lama bekerja disini.
"Hei, yang sama Tuan Park itu siapa? kenapa aku baru lihat?" tanya seorang resepsionis yang baru saja bekerja selama sebulan itu kepada temannya yang sudah bekerja di kantor selama kantor itu berdiri.
"Dia itu Tuan Vin's, dia dulu juga bekerja disini sebagai seorang wakil CEO. Namun dulu keluarganya bangkrut dan pada akhirnya dia pergi ke Amerika untuk menyelamatkan perusahaan keluarga. Dan kamu mesti tahu, dia kakak Nyonya Muda Park." ucap nya.
"Sungguh? berarti dia Tuan Muda Lyn?!" peliknya sedikit keras hingga sampai terdengar orang yang lewat.
__ADS_1
"Hus jangan keras-keras." bisiknya. "Iya dia Tuan Muda Lyn. Tapi ku dengar dari grup kantor, katanya dia bekerja lagi disini menggantikan Tuan Nam untuk kembali menjadi wakil CEO. Sedangkan Tuan Nam kembali menjabat sebagai asisten Tuan Yong Jin."
"Wah, aku mau dong kalau jadi sekretaris nya. Biar makin semangat kerjanya." ucap wanita yang terlihat begitu tergila-gila oleh ketampanan Vin's yang notabene calon lelaki idaman nomor satu di Korea.
"Maka dari itu aku tidak mau keluar dari sini, karena selain gajinya yang besar, bosnya yang tampan juga baik." ucap rekannya.
"Iya, makin betah aku kerja disini."
Di sisi lain dimana Vin's berada.
Dia sudah kembali duduk di kursi lamanya dimana dia dulu menjabat sebagai wakil CEO. Dia mulai sibuk mengerjakan berkas yang diberikan oleh Yong Jin. Meskipun usahanya di Amerika tidak ada yang memasuki kancah ini, namun Vin's masih mengingat semua yang sudah dia kuasai disini.
Perlahan namun pasti, otaknya sudah tidak memikirkan Nana lagi kala itu. Namun ketika dia tengah berdiam diri tanpa melakukan suatu kesibukan seperti sedang berada di kamar mandi, dia akan kembali mengingat Nana.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.