
Di sebuah rumah kecil, di sudut kota Seoul.
"Yoon Gi, berhentilah bermain piano. Ayo kita makan!" teriak seorang wanita memanggil seorang anak kecil yang terus saja duduk dan bermain di depan piano.
"Eomma, nanti saja makannya. Aku masih ingin main piano." ucap anak kecil yang bernama Yoon Gi itu.
"Yoon Gi, kamu sudah duduk di depan piano sejak tadi pagi. Kalau ini hari sekolah, Eomma tidak segan-segan akan memarahimu dan membuang piano ini. Jadi sekarang makanlah sebelum Eomma akan memarahimu." ucap wanita itu dengan pelan namun tegas. Yoon Gi pun menurut saja.
"Baiklah Eomma. Nanti aku akan makan yang banyak dan nanti bisa menjadi seperti Lin Chan-Chan yang menyanyikan lagu itu bersama dengan Eomma." ucap Yoon Gi lucu sekali.
"Tentu. Eomma akan menantikan itu. Eomma akan menunggu sampai kamu sehebat dia." ucapnya kepada Yoon Gi.
"Kalau begitu mulai sekarang panggil namaku Lin Chan-Chan junior. hehe" ucap Yoon Gi dengan malu-malu.
Mereka berdua pun makan dengan lahap. Di sela-sela mereka makan, datang seorang wanita yang sudah paruh baya. wanita itu bergabung dengan Yoon Gi dan ibunya.
"Nenek, nenek darimana? kenapa pagi-pagi sudah keluar dari rumah?" tanya Yoon Gi yang biasanya tiap malam dia melihat neneknya sedangkan beberapa malam ini dia tidak melihatnya.
"Nenek pergi berbelanja. Katanya nanti akan ada tamu dari Paris yang akan menginap ke villa Park. Jadi eomma harus menyiapkan bahan agar rumahnya tidak rusak." ucap nenek itu.
__ADS_1
"Apa Taeyong yang memberitahu Eomma?" tanya wanita yang ternyata mengenal Taeyong. Siapa kah dia.
"Benar.Gladis nanti kamu bantu Eomma untuk beres-beres ya." ucap wanita yang ternyata adalah Gladis.
Mereka adalah keluarga Gladis. terdiri dari tiga orang tadi. Ibu Gladis merupakan bibi pembantu di rumah Chanyeol dulu. Bibi mengurus rumah Chanyeol dan Han Sungai. Sebelumnya rumah mereka sempat tidak terawat karena tak ada penghuninya. Namun karena Taeyong masih menyayangkan bangunannya, Taeyong pun meminta bibi untuk mengelola. Dan jadilah sebuah villa kecil. Villa tersebut di gunakan oleh Taeyong sebagai tempat untuk penginapan bagi kliennya yang akan mengadakan kerja sama dengannya.
Uang pemasukan untuk Villa tersebut bukan untuk Taeyong ataupun Jihoon. Tapi untuk Bibi dan Gladis. Setelah keluarga Park hilang, Bibi tidak memiliki penghasilan dari manapun. Karena itu Taeyong memutuskan untuk pemasukan dari penginapan semuanya masuk ke dalam rekening Bibi.
Bibi sangat sedih ketika mendengar kabar berita tentang meninggalnya keluarga Park. Kala itu Bibi tengah berada di rumah Chanyeol tengah membersihkan kamar Chanyeol sembari menonton TV seperti yang ia lakukan. Namun tiba-tiba Bibi mendengar dari berita di TV tentang kecelakaan pesawat itu. Seketika Bibi menangis bersimpuh di kamar Chanyeol. Sampai Taeyong datang menghampiri Bibi karena dia ingin memastikan kalau semua itu tidaklah benar. Namun nyatanya saat Taeyong sampai di rumah Chanyeol, hanya di temukan Bibi yang menangis kencang di kamar Chanyeol. Bibi begitu sedih karena baginya keluarga Park sudah seperti keluarganya sendiri. Dia mengabdi dengan keluarga Park sejak Gladis masih kecil. Hidupnya hanya untuk mengabdi kepada keluarga Park. Terlebih dia juga begitu mencintai Chanyeol seperti anaknya sendiri. Bagaimanapun dia sudah mengurus Chanyeol sejak umur tiga tahun saat Chanyeol pertama kali di bawa ke rumah itu.
Selain Bibi, ada Gladis yang juga begitu terpukul mendengar itu semua. Dia tidak percaya kalau Chanyeol sudah meninggal. Dia pergi ke rumah Taeyong untuk bertanya namun tidak menemukannya. Lalu saat dia ingin keluar dari rumah Taeyong, Gladis bertemu dengan Jihoon. Dia bertanya dengan Jihoon lalu Jihoon pun membawa Gladis ke rumah Chanyeol. Dan di sana mereka bertemu dengan Bibi dan Taeyong.
Namun entah kenapa hatinya terus berkata kalau Chanyeol belum meninggal. Dia merasa kalau Chanyeol masih hidup. Dia terus berharap suatu ketika Chanyeol datang dan menjemputnya. Sesuai janji mereka dulu. Bahkan sampai sekarang, agar dia selalu berharap Chanyeol masih hidup, dia tidak menganggap Chanyeol sebagai bagian dari keluarga Park. Dia selalu menganggap kalau Chanyeol bagian dari keluarga Lin. Chan Lin. Seperti nama yang dia pakai ketika sekolah dulu. Gladis juga masih menyimpan video terakhir saat mereka tampil di promnight kelulusan mereka delapan tahun yang lalu. Dan hanya itu kenangan manis yang Gladis punya dengan Chanyeol. Gladis terus memutarnya sampai-sampai Yoon Gi yang ikut melihat video itu jadi termotivasi untuk menjadi seorang penyanyi dan pemain piano yang handal seperti Chanyeol.
...***...
Chanyeol, Han Sung, Freya dan Scarlett berangkat dari Paris menggunakan pesawat pribadi Chanyeol. Hal ini sudah di antisipasi oleh Chanyeol karena tak ingin ada apa-apa dengan mereka di perjalanan seperti dulu. Chanyeol menggunakan nama Park untuk memakai pesawat pribadi itu. Tapi meskipun begitu, Chanyeol tetap harus berjaga-jaga. Dia tidak ingin ada satu masalah sekecil apapun itu yang terjadi ketika mereka melakukan perjalanan ke Korea. Sejak kejadian itu dia jadi lebih waspada lagi karena Dawn pasti masih memata-matai perusahaan Nightingale. Dia juga harus waspada jika ada musuhnya dari dunia bawah, karena baginya musuhnya dari dunia bawah lebih berbahaya daripada Dawn.
Sedangkan Han Sung, sejak semalam belum juga berbicara dengan Chanyeol. Meskipun mereka kini berada di kabin yang sama dan duduk berhadapan pun Han Sung belum berbicara sedikitpun dengan Chanyeol. Semua itu karena Chanyeol yang meminta kepada Han Sung untuk menikahi Ae Ri. Padahal semua itu Chanyeol lakukan karena Ae Ri adalah cara yang tepat untuk mendekati Dawn. Chanyeol yakin kalau sampai sekarang Ae Ri masih menyukai Han Sung. Karena diam-diam Chanyeol menempatkan orangnya di sisi Ae Ri yang tak akan di ketahui oleh siapapun termasuk Dawn sekalipun. Jadi Chanyeol tahu semua tentang Ae Ri. Bahkan Chanyeol berpikir kalau jika Ae Ri mencintai Han Sung, pasti mau tidak mau Dawn harus merestui nya. Tidak mungkin Dawn tidak merestui nya kalau anaknya sendiri begitu mencintai Han Sung. itu yang di pikirkan oleh Chanyeol. Dia berpikir seperti itu, karena teringat akan Dawn yang mendekati keluarga nya juga melalui pernikahannya dengan Tantenya. Hal itu tak akan pernah Dawn duga sama sekali. Seperti keluarga Park yang juga sama sekali tak pernah menduga kalau Dawn melakukan itu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1