
Senin sudah kembali lagi. Ela dan Yong Jin sudah kembali di sibukkan dengan pekerjaan mereka di musim dingin ini. Setelah kemarin selama weekend, Yong Jin terus mengurung Ela dan tak bisa keluar apartemen. Bahkan tak bisa untuk bergerak bebas.
"Hari ini mungkin aku akan sering lemburnya sayang. Soalnya waktunya mepet sekali untuk acara fashion week hari minggu besok. gak papa kan?" tanya Ela.
"Iya sayang, gak papa. yang penting jangan lupa makan ya. aku gak mau kamu sakit karena saking sibuknya bekerja." ucap Yong Jin yang terlihat makin sayang dan cinta kepada Ela.
"Kalau begitu, sebelum aku sibuk, maukah main bersamaku?" ucap Ela menggoda Yong Jin yang tengah menyelesaikan pekerjaannya kala itu.
Yong Jin pun langsung tergoda karena Ela membuka piama panjangnya menyisakan lingerie yang berwarna merah yang begitu sexy. Malam itu menjadi malam yang panjang untuk dua insan yang tengah di mabuk asmara.
*
*
*
Paginya, Ela berangkat mengendarai mobilnya sendiri karena malam ini kemungkinan dia akan lembur. Dia sampai di kantor tepat waktu. Sebelum itu dia sempat ke kantin kantor untuk membeli coklat hangat untuk menghangatkan tubuhnya. Dan kini dia berada di meja kerjanya. Boa dan YingYing pun juga terlihat sibuk dengan komputernya masing-masing. Sampai ketika ketua team datang menghampiri ketiga wanita itu.
"Guys... hari ini agenda kita setelah makan siang menengok gaun kita di bagian produksi. Selesaikan pekerjaan kalian sebelum jam makan siang." ucap ketua lalu pergi dari ruangan itu kembali ke ruangannya sendiri.
"Siap Ketua." ucap ketiga wanita itu serempak.
Jam sudah menunjukkan jam makan siang. Ela yang kompak dengan Boa dan YingYing membawa bekal makan siang pun langsung makan diruangan mereka. Mereka makan berkumpul di meja yang berada di tengah ruangan yang sering mereka gunakan untuk rapat bersama ketua.
"Ahh... minggu ini akan jadi minggu yang sibuk untuk kita. untung aku masih single, jadi gak ada yang protes." ucap YingYing.
"Nah bener tuh. beda lagi dengan Nyonya muda kita ini." ucap Boa menyindir Ela.
"Kalian bener. huh... tahu gak, untuk ijin ke Jepang selama tiga hari dia malam aja aku diceramahi terus sama suamiku kak. Dia semakin posesif semenjak tahu bosku itu Jungkook." kata Ela sambil menyantap makanannya.
"Emang kenapa sama Tuan Jungkook?" tanya YingYing heran yang di ikuti anggukan Boa yang merasa pembicaraan ini begitu membuatnya antusias.
"Aku kasih tahu ya kak. tapi kalian jangan bilang siapa-siapa." ucap Ela pelan menunggu reaksi kedua wanita di depannya. YingYing dan Boa pun segera menganggukkan kepalanya. "Sebenarnya Jungkook itu teman suamiku dulu waktu SMA. tapi karena keluarga suamiku dulu bangkrut, jadi dia menjauhi suamiku. bahkan dia menggoda pacar suami ku dulu yang kini menjadi calon tunangannya." ucap Ela.
"Calon tunangan Tuan Jungkook? Nona Yerin maksudmu? model papan atas itu?" tanya Boa.
"Iya.. mereka cocok banget. Sama-sama pengkhianat." ucap Ela dengan ekspresi geramnya mengingat kemarin yang dua orang itu lakukan untuk mengejek Yong Jin, suaminya.
"Pantesan tuh nenek lampir bisa jadi model. ternyata bookingan nya Jungkook." ucap YingYing.
"kak YingYing juga gak suka sama tuh cewek?" ucap Ela.
"Gimana bisa suka sama tuh cewek. orang kakaknya YingYing dulu yang seniornya di kalangan model terkenal di fitnah sampai kakaknya YingYing fakum dan pindah keluar negeri setelah menikah. karir nya hancur. padahal kakaknya YingYing itu memulainya dari nol tanpa bookingan." ucap Boa menggebu-gebu.
"Terus kenapa kalian mau kerja disini?" ucap Ela.
"Ya karena kita butuh duit. sekarang siapa sih yang gak tahu perusahaan ini. kalau ada yang lebih bagus dari perusahaan ini, kita mau pindah kesana. sayangnya didalam negeri belum ada yang sebaik ini." ucap YingYing.
"Kalau aku buka perusahaan designer juga, kalian mau kerja sama aku?" ucap Ela.
"Nah tawaran yang bagus tuh." ucap Boa.
Mereka pun segera menyelesaikan makan siang mereka dan mulai pekerjaan mereka lagi. Sesuai perkataan ketua team, setelah makan siang, mereka meninjau gaun yang harus mereka bawa nanti. gaun yang sedang di kerjakan oleh bagian produksi.
"Gimana pak? sudah sampai mana pekerjaannya?" tanya Ketua team kepada orang yang bertanggung jawab disana.
"Sudah hampir selesai. dan untuk gaun utama sudah diselesaikan lebih dulu. silahkan kalau mau lihat." katanya sambil menunjukkan tempat dimana gaun utama disimpan. yaitu gaun hasil design Ela dan Yong Jin kala itu.
"Waw.... ini mah bagus banget pak." ucap Boa yang terpana. sedangkan YingYing saking terpana nya sampai tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Setelah jadi barangnya ternyata lebih bagus dari perkiraan ku. bagus sekali kerja mu La." ucap Ketua team kepada Ela.
" terimakasih Ketua. ini belum apa-apa dibandingkan dengan hasil tangan bunda."ucap Ela.
"Anaknya saja seperti ini, bagaimana dengan ibunya. benar-benar keluarga designer." ucap YingYing.
Akhirnya mereka pun menyelesaikan semuanya hari itu juga dan mulai fokus untuk keberangkatan mereka di hari jumat nanti.
*
*
*
Hari keberangkatan pun tiba. pukul sepuluh semuanya berkumpul di bandara. Sedangkan team yang memproduksi sudah lebih dulu berangkat dengan penerbangan sebelumnya. kini mereka berlima sudah berkumpul di bandara. ada juga Ela yang masih menunggu Yong Jin untuk datang mengantarnya.
"Aduh mana sih suamimu La. katanya udah otw." ucap Ketua team yang dari tadi memandang jamnya karena lima belas menit lagi mereka akan terbang.
"Sebentar lagi datang." ucap Ela yang juga cemas karena suaminya yang tak kunjung datang sampai Boa berbicara.
"Nah.. kayanya itu. deh Tuan Park, suamimu La." ucap Boa yang bisa mengenali suami Ela yang juga terkenal dikalangan wanita muda karena ketampananya.
Ela tersenyum melihat Yong Jin berjalan mendekatinya. Ela menyambutnya dengan senyuman ter manisnya.
"Sayang, kenapa lama sih? terus kamu gak kerja? kenapa pakai baju santai begini? kemana syal kamu? ini kan musim dingin sayang." tanya Ela.
"Maaf tadi jalanan macet. Aku kerja kok. cuma tadi kerumah dulu ganti baju karena aku mau pergi juga sayang. Aku sengaja gak bawa syal toh udah pakai mantel." kata Yong Jin yang menjawab pertanyaan Ela yang banyak.
"Pergi kemana?"
"Loh kak Hana kok gak ikut?"
"Dia udah kesana duluan sama Nam Ju Wan juga."
"Pesawat mu jam berapa?"
"Emm... mungkin setengah jam lagi. tuh pesawat mulai udah mau berangkat. sana pergi." ucap Yong Jin yang menyuruh Ela pergi.
"Baiklah sayang. aku pergi dulu ya. kamu jangan nakal disana. Love you hubby."
"Love You too."
Yong Jin pun memeluk Ela dan mel*m*t bibir Ela sebentar lalu melambaikan tangannya ketika Ela sudah menjauh darinya.
*
*
*
Ela kini sudah sampai di Jepang. dia sudah berada di hotel yang dipesankan oleh kantor. Meskipun bukan hotel bintang lima tapi dia mendapatkan kamar dengan view yang bagus dari sana. Membuat Ela betah berada di kamar itu.
Ela membaringkan tubuhnya karena merasa bosan dengan suasananya yang sepi. kalau aja dia sekamar dengan YingYing dan Boa mungkin dia gak akan merasa se bosan itu.Sebenarnya dia bisa saja sekamar bertiga dengan mereka. Tapi karena sudah di pesankan tiga kamar, jadi mau tak mau dia mengalah untuk tidur dikamar single yang satunya.
Kegiatan mereka akan dimulai nanti sore. sekarang kegiatan mereka masih santai saja di kamar. Ela memainkan HPnya karena tidak bisa tidur saat ada panggilan video dari sang suami.
📱Halo suamiku sayang..
📲 Hai... gimana sudah sampai di hotel?
__ADS_1
📱Sudah. nih aku lagi tiduran. bosen yang gak ada temen. coba aja kalau ada kamu. (ucap Ela sambil menyanggul rambutnya dan membuka sedikit kancing bajunya.)
📲 Hei, kenapa kamu berpenampilan seperti itu sayang? ingin menggodaku? hmm..?
📱Bukan yang. agak gerah aja. padahal sedang musim dingin. ohh ya, sayang sudah sampai di hotel? (tanya Ela yang melihat latar belakang pintu kamar hotel di layar HP nya.)
📲 Iya. ini sedang menuju ke kamar. kamu kalau ada orang jangan berpenampilan seperti itu,oke.
📱Iya sayang. gak lah. aku gini juga cuma sama kamu kok. (kata Ela sambil kembali membuka kancing satunya lagi)
📲 Ya! jangan menggodaku. kamu tidak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.
📱Memangnya apa yang akan terjadi?kamu sedang berada di sana.
📲 Tapi aku bisa terbang menghampirimu sekarang juga kalau aku mau.
📱Baiklah. akan aku coba. (ucap Ela yang tiba-tiba menanggalkan pakaiannya dan hanya terlihat memakai branya saja.)
📲 Kamu mengancamku? Oke. aku akan kesana sekarang juga.
Yong Jin pun segera menutup panggilannya bertepatan dengan Ela yang mendapatkan ketukan di depan pintu kamarnya.
"Sebentaaaaarrr...." teriak Ela sambil memakai kembali pakaiannya dan pergi membukakan pintu untuk tamunya.
Saat pintu dibuka, seketika Ela di dorong oleh orang itu sampai terpenting di dinding dan pintu kamar Ela ditutup lalu di kunci oleh orang itu yang tak lain adalah suaminya.
"Kakak? kenapa kakak disini? bukannya kakak sedang ada kerjaan di luar negeri? jangan bilang kalau...." perkataan Ela tergantung saat Yong Jin mencium bibir Ela dan memepet Ela ke tembok.
"Iya aku kesini karena sengaja mengikutimu. aku tak akan tenang kamu pergi jauh dariju sayang." ucap Yong Jin setelah melepaskan ciumannya. "Jadi sekarang aku ingin menerkam mu karena kamu sudah menggodaku di panggilan telefon tadi." ucap Yong Jin segera mengangkat tubuh Ela dan menjatuhkannya di ranjang.
Siang itu menjadi siang pertama baginya di Jepang dengan melakukan hal panas bersama suaminya. Yong Jin yang sudah kecanduan dengan tubuh Ela pun tak bisa membiarkan Ela menganggur sebentar saja. Entah sudah berapa kali Yong Jin mencapai kepuasannya, namun belum juga melepaskan Ela yang sudah mulai kualahan melayaninya. Kalau saja waktu belum menunjukkan jam tiga sore, dia mungkin masih terus menggagahi Ela diranjang single itu.
"Huft... kayanya aku bakalan gak bisa jalan lagi ini." gumam Ela namun masih bisa di dengar oleh Yong Jin.
"Maaf sayang. Habis aku selalu tak bisa menahannya setiap melihatmu." ucap Yong Jin sambil kembali meraba tubuh Ela yang masih polos di sampingnya.
"Sudah dulu ya sayang. sudah jam tiga. aku mesti mandi karena sore ini mau meninjau ke tempat fashion show besok." ucap Ela beranjak pelan ke kamar mandi.
"Butuh bantuan?"
"Boleh. gendong ke kamar mandi ya, aku mau berendam sayang."
"Apa kamu akan mengundangku untuk berendam bersama?" tanya Yong Jin menggoda.
"No! nanti malam saja aku akan memuaskanmu lagi. untuk sekarang cukup sampai disini." ucap Ela yang kini sudah berendam di air hangat yang disiapkan oleh Yong Jin.
"Baik. ku pegang kata-kata mu yang." ucap Yong Jin setelah mencium sekilas bibir Ela dengan penuh sayang.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1