Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Vin's Arranged Marriage


__ADS_3

Hari hari telah berlalu. kini semuanya di sibukkan dengan kesibukan masing-masing. Kecuali Vin's yang yang lebih memilih ikut pulang ke Korea setelah dari England. Dia ingin beristirahat sebentar dari kesibukannya di Amerika.


Yong Jin di sibukkan dengan kantornya sedangkan Ela mengikutinya kemanapun Yong Jin pergi. Yong Jin sendiri tidak merasa risih dengan adanya Ela kemanapun dia pergi. justru dia senang karena bisa bersama Ela kemana saja. Seperti saat ini, Ela sedang bersama dengan Yong Jin setelah bertemu dengan klien nya di sebuah restoran terkenal.


"Ohh iya sayang, kata Ayah nanti malam akan ada acara di rumah. Acara apa? empat bulanannya kan masih sebulan lagi kan?" tanya Yong Jin sambil menyantap hidangan yang ada di depannya.


"Gak sayang. sebenarnya nanti malam itu acara tentang perjodohan kakak dengan anak teman Ayah di Amerika." jawab Ela.


"Perjodohan? Kamu tahu gak siapa?"


"Kalau gak salah anaknya Om Rei, salah satu orang yang paling di percaya setelah Uncle Sam yang ikut membantu di perusahaan Ayah di Amerika." kata Ela.


"Jadi dia udah di jodohin? kenapa dia ribut minta di cariin pasangan?"


"Kan kakak gak tahu kalau dia udah di jodohin sejak Ela lahir. sebenernya waktu itu, kata Bunda, istrinya Om Rei sedang hamil bareng sama Bunda. tapi istrinya Om Rei melahirkan anaknya dua bulan lebih dulu daripada Bunda. Dan Ayah sempat bilang sebelum anak Om Rei lahir. kalau anak Om Rei laki akan di jodohkan sama aku yang kala itu masih dalam kandungan. Karena Ayah dan Bunda sudah tahu kalau aku akan lahir sebagai cewek. Tapi anak Om Rei itu cewek. jadinya anak Om Rei di jodohin sama kakak. itu kata Bunda sih." jelas Ela.


"Jadi Vin's gak tahu apa-apa perihal perjodohan ini sayang?"


"Ya. dia tak tahu apapun. bisa ku tebak nanti malam dia akan kaget setengah mati. terlebih kalau tiba-tiba ceweknya jelek. pasti kak Vin's akan menolak mentah-mentah. kamu kan tahu yang kalau standar wanita Kakak itu tinggi." ucap Ela.


"bener banget sayang. kakakmu itu terlalu pemilih."


*


*


*


Seperti yang diceritakan Ela tadi, malam ini akan ada pertemuan kedua keluarga. Untuk perjodohan menjadi hal yang di sembunyikan oleh keluarga dari Vin's. mereka tidak mau menanggung malu jika tiba-tiba saja Vin's kabur karena sudah tahu kalau akan di jodohkan.

__ADS_1


Ela yang bertugas menyambut tamu karena tak di bolehkan untuk bekerja oleh Mama dan Bundanya pun menyambut keluarga Rei yang ditunggu - tunggu. Mata Ela terbelalak tak percaya melihat anak dari Rei.


"Loh, Nana?" kata Ela saat melihat Nana berada di balik Rei.


"Loh, nona muda kenal dengan anak saya?" tanya Rei.


"Bukan cuma kenal saja Rei, kami bahkan sudah menganggap Nana sebagai anak kami sendiri. kami tidak menyangka kalau Nana itu anak kamu." ucap Kevin.


"Iya Om. Nana pakai marga tante ya?" tanya Ela kepada ibunya Nana. Nyonya Kim.


"Iya nak. Nana memakai marga dari neneknya." jawab Nyonya Kim.


"Kalau begitu karena semuanya sudah hadir, bagaimana kalau acara ini di mulai?" ucap Papa Park yang ikut hadir disana sebagai saksi pertunangan antara Vin's dan Nana. dimana kedua orang itu belum tahu apa-apa. Ela hanya tersenyum tak percaya bahwa Nana yang selama ini selalu bertengkar dengan Kak Vin's akan di jodohkan.


"Vin's, Sebenarnya, Ayah mengajak bertemu keluarga Om Rei ada hal yang ingin Ayah sampaikan. Dulu, waktu tante Kim hamil Nana, Om Rei dan Ayah pernah ingin menjodohkan anak nya Om Rei dengan Ela jika anak Om Rei itu lelaki. Tapi ternyata anak Om Rei adalah perempuan. Dan kini kalian berdua sudah cukup umur. jadi Ayah dan Om Rei ingin menjodohkan Nana dengan kamu Vin's. intinya malam ini kalian akan tunangan." ucap Kevin membuat Nana dan Vin's pun kaget.


"TUNANGAN?!" ucap Nana dan Vin's bersamaan.


"Sayang, tolong ambilkan cincinnya di dalam." ucap Key pada Ela. Ela pun segera masuk kedalam untuk mengambil cincin yang di maksud oleh Key di dalam kamar Key.


Tak lama, Ela kembali dengan membawa dua buah cincin di tangannya. Dua buah cincin emas berlapis yang di design khusus atas permintaan Key. cincin yang begitu cantik. terkesan manis tapi mewah. Ela membawa cincin itu dan berdiri diantara tempat duduk Vin's dan juga Nana yang juga duduknya sudah di setting secara sempurna oleh keluarga. Sehingga mereka bisa duduk bersebrangan.



Vin's dan Nana masih diam tak percaya dan hanya saling pandang satu sama lain. Namun mereka tak bisa menolak apa yang dikatakan oleh keluarga. karena mereka di desak untuk segera memakaikan cincin ke jari manis pasangan.


Dengan enggan dan masih tetap diam membisu, Vin's memasangkan cincin itu ke jadi Nana. Begitu juga sebaliknya, Nana memasangkan cincin itu pada jari Vin's. Keluarga begitu terlihat bahagia. sedangkan Vin's dan Nana masih begitu terkejut dengan ini. bahkan mereka masih tak bisa berbicara. masih terus diam sambil tersenyum pasi.


Saat semuanya sedang menikmati hidangan, Tiba-tiba Vin's menggandeng tangan Nana dan membawanya kedalam sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja milik Kevin dahulu yang kini menjadi milik Vin's yang akan dia tinggalkan saat dia ke Amerika.

__ADS_1


"Kak lepasin dong sakit nih." kata Nana menyentak tangan Vin's yang memegangnya.


"Kamu kenapa mau menerima pertunangan ini?" ucap Vin's to the point.


"Lah kakak sendiri kenapa mau tunangan?" kata Nana balik bertanya kepada Vin's dengan nada yang tak kalah garang.


"Denger ya. kamu itu bukan kriteria ku. jadi jangan sok cantik deh jadi orang." ucap Vin's dengan menunjuk muka Nana.


"Emangnya kakak tampan? kakak juga bukan kriteria ku. seujung rambut kakak saja tidak ada yang menjadi kriteria ku. jadi seharusnya kakak yang nyadar kalau kakak itu tidak tampan." ucap Nana tak kalah sengit.


"Awas aja ya kamu. pokoknya selama enam bulan, sampai Ela melahirkan, tidak ada yang namanya pernikahan. pernikahan itu tidak akan berlangsung. ngerti?" kata Vin's.


"Ya! aku jamin, aku akan membuatmu menjadi orang pertama yang menolak perjodohan ini dibandingkan aku." ucap Nana membuat Vin's geram.


"Dasar gadis barbar."


"Dasar cowok halu."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2