
Semuanya masuk ke dalam rumah. Jihoon dan Taeyang ikut masuk ke dalam kamar Chanyeol yang sudah di design sedemikian rupa sesuai dengan apa yang diminta oleh Han Sung. Han Sung meminta kamar utama untuk di buat lebih besar dan di isi dengan dua ranjang king size untuk Han Sung dan Chanyeol.
Rasanya dari tadi saat mereka baru saja keluar dari bandara, Taeyong dan Jihoon menyimpan sejuta pertanyaan tentang kenapa bisa Chanyeol berakhir di kursi roda. Padahal saat mereka bertemu untuk pertama kalinya, Han Sung tidak bercerita atau menyinggung tentang Chanyeol yang berakhir di kursi Roda. Awalnya Jihoon sendiri juga berpikir kenapa Han Sung menginginkan satu kamar dengan Chanyeol. Ternyata jawabannya ini, Han Sung pasti ingin merawat Chanyeol yang pastinya kesulitan untuk melakukan sesuatunya sendiri dalam keadaan seperti ini.
Mereka berempat duduk di sebuah meja bundar yang berada di kamar tersebut. Rasanya meja itu memang sengaja di letakkan oleh Taeyong dan Jihoon untuk dijadikan pertemuan sederhana seperti ini. Jihoon membawa makanan camilan dan juga minuman yang dulu hanya ada minuman bersoda sekarang sudah di ganti dengan yang beralkohol. Namun Han Sung mengganti minuman yang berada di depan Chanyeol dengan susu coklat kesukaan nya. Karena Chanyeol tidak meminum minuman alkohol sejak dia berakhir di kursi roda.
"Hans, Chan, sorry nih ya sebelumnya. Aku mau tanya, soalnya aku penasaran banget dengan ini. Sudah dari tadi kalian turun dari pesawat aku ingin sekali bertanya namun belum juga kesampaian. Sebenarnya ada masalah apa sih yang menjadi penyebab Chanyeol bisa berakhir di kursi roda seperti ini? Apakah kamu sakit Chan?" tanya Taeyong yang begitu penasaran dengan keadaan Chanyeol yang seperti ini.
"Iya bener, cerita dong kenapa kamu bisa berakhir di kursi roda Chan? Hans tidak menceritakan tentang kamu yang berakhir di kursi roda. Dia sama sekali tidak memberitahu kita. Kita kaget begitu melihatmu turun dari pesawat dengan keadaan seperti ini." timpal Jihoon. Dia ikut bertanya karena dalam benaknya di penuhi dengan pertanyaan tentang itu semua. Namun bukan Chanyeol yang menjawabnya justru Han Sung lah yang menjawab pertanyaan Taeyong dan Jihoon.
"Itu semua karena kesalahanku. Kalau saja aku paham akan situasi yang berbahaya, maka dia tidak akan mencoba untuk menolongku yang justru malah membahayakan dirinya dan membuatnya berakhir seperti ini." ucap Han Sung membuat Chanyeol marah. Dia tidak mau kalau Han Sung menyalahkan dirinya sendiri atas kemalangan yang menimpanya ini.
"HANS NIGHTINGALE!" bentak Chanyeol yang membuat Taeyong dan Jihoon ikut kaget karena tak pernah mendengar Chanyeol seperti ini. "Berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Sudah ku bilang berapa kali kalau bukan kamu penyebab aku menjadi seperti ini. Tapi karena..." ucapan Chanyeol terpotong oleh Han Sung lagi.
"Karena kamu menolongku, kalau kamu tidak menolongku mungkin kamu tidak akan bisa menjadi seperti ini. Kamu masih bisa berjalan sekarang kalau kamu tidak nekad untuk menolongku." ucap Han Sung yang mulai menurunkan nada bicaranya agar Chanyeol tidak kembali murka.
"Jadi sebenarnya apa yang terjadi? ceritalah." tanya Taeyong yang tak tahu kenapa Chanyeol sampai marah seperti itu kepada Han Sung.
__ADS_1
"Sebelumnya, ada suatu kejadian besar yang menimpa seluruh keluarga besar kita. Kejadian itu tepat sebelum kabar tentang kematian keluarga Park dalam insiden ledakan pesawat. Dimana peristiwa itu sudah membunuh lima anggota keluarga kita. Nenek Hans, Daddy Jason, Tante Cassie dan dua anaknya." ucap Chanyeol. Taeyong dan Jihoon pun tak kaget karena Han Sung sudah menceritakan tentang kematian keluarganya. Namun hanya garis besarnya saja. Han Sung tidak menceritakan detailnya.
"Apa yang menimpa mereka sampai mereka harus meninggal?" tanya Jihoon.
"Sebenarnya semuanya sudah di rencanakan oleh Dawn. Suami dari tante Cassie. Dia yang membunuh semuanya. Awalnya dia membunuh anak tante Cassie yang sebenarnya juga darah dagingnya sendiri. Baru dia mencoba untuk membunuh nenek Hans. Nenek Hans meninggal di rumah sakit. Saat kita tengah berkabung atas kepergian nenek Hans, Dawn menyandra tante Cassie. Dia menyandra tante Cassie dengan tujuan agar Daddy Jason mau menukar saham perusahaan nya dengan tante Cassie." jelas Chanyeol.
"Apakah itu yang membuat keluarga Park langsung bangkrut seketika?" tanya Taeyong yang masih ingat tentang kebangkrutan keluarga Park.
"Itu baru awal. Aku, Hans dan Daddy pergi kesana bertiga. Namun ada juga Bright, kakak Scarlett mengikuti kita di belakang. Awalnya semuanya berjalan lancar tidak berbelit seperti kebanyakan orang yang meminta tebusan. Namun ketika Dawn 0ergi dari tempat itu, aku baru merasakan ada hal ganjil di tempat itu. Hans tengah keluar menuju pintu untuk memberi tahu Bright bahwa mereka berhasil menyelamatkan tante Cassie....."
"....... Daddy berada di dekat tante Cassie untuk melepaskan ikatannya. Sedangkan aku berada di tengah-tengah ruangan untuk melihat suasana di ruangan itu yang semakin membuatku curiga. Dan benar saja, ternyata Dawn sudah menaruh bom pada tubuh tante Cassie. Aku tak tahu harus bertindak bagaimana. Aku hanya melihat tatapan putus asa pada tante Cassie. Dia terlihat sudah pasrah akan nasibnya yang berakhir tragis seperti kedua anaknya. Namun baginya mungkin hidup pun tak ada gunanya lagi karena dia sudah kehilangan dua anaknya dan juga ibunya." ucap Chanyeol sambil melihat Han Sung yang terus menenggak minuman nya agar mengurangi kesedihannya jika teringat kembali akan kejadian itu.
"Aku bertatap muka mencoba untuk mengajak Daddy lari dari tempat itu. Namun dia malah memberiku sebuah senyuman terkahir nya. Dia berpesan kepadaku. Aku masih ingat betul pesan itu. Dia berpesan kepadaku untuk melindungi Hans dan juga Tante Yuna. Aku tak bisa berkata-kata lagi. Aku melihat dengan jelas ketika bom itu tinggal beberapa detik lagi akan meledak. Aku berlari kearah Hans lalu memeluk Hans. Tepat pada saat bom itu meledak." ucap Chanyeol.
"Jadi Om dan tante ikut meledak bersama bom itu?" ucap Taeyong tak percaya.
"Benar. aku hanya berpikir untuk melindungi Hans agar tidak terkena ledakan bom itu. Aku hanya merasakan bahwa ada suatu benda yang amat keras menghantam tubuhku. Seketika aku tak sadarkan diri. Namun sebelum itu aku sempat merasakan tangis Hans, jadi aku senang bisa menyelamatkannya. Setelah itu aku terbangun di Paris sebulan kemudian. Bahkan aku tak ingat tentang rencana di pesawat bahkan kenapa kita harus mengganti nama kita. Aku tak mengingat apapun itu." tutup Chanyeol mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
Han Sung sempat menitikkan air matanya karena ternyata Daddy nya sempat berpesan kepada Chanyeol untuk melindunginya dan Mommynya. Han Sung belum pernah sekalipun mendengar tentang ini. Dia baru kali ini mendengar dari Chanyeol. Kalau Chanyeol tidak di tanya oleh Taeyong dan Jihoon, mungkin selamanya Han Sung tidak akan mendengar tentang wasiat dari Daddy nya untuk Chanyeol itu. Mungkin itu alasan kenapa Chanyeol selalu ada untuknya meski dalam keadaan cacat sekalipun seperti ini Chanyeol masih saja bertaruh nyawanya untuk terjun ke dunia mafia.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.