
Han Sung memandang Chanyeol dengan sedih. Dia tidak menyangka kalau Chanyeol akan berkorban untuknya. Han Sung yakin kalau Chanyeol masuk ke dunia hitam pasti karena dendam Han Sung terhadap Dawn karena Dawn juga seorang mafia seperti Chanyeol. Pasti itu alasannya. Pikir Han Sung.
Padahal seharusnya Han Sung lah yang berada di posisi Chanyeol. Bukannya malah melindungi Chanyeol, tapi dia justru selalu berlindung di balik tubuh rapuh Chanyeol. Baginya Chanyeol selalu terlihat rapuh. Dia hanya terlihat kuat ketika berada di sisi Yura. Kakaknya. Tapi sekarang Yura sudah tidak ada, dia hanya berpura-pura kuat demi orang-orang yang menyayanginya, karena sebenarnya dia tetap Chanyeol yang rapuh.
Han Sung pun berpikir kalau dia tak akan menolak apapun yang di perintahkan oleh Chanyeol lagi setelah mendengar ini semua. Dia akan serius dalam hal apapun yang Chanyeol perintahkan. Termasuk rela untuk mendekati Ae Ri demi berhasilnya rencana mereka ke depannya. Dia tidak ingin membuat Chanyeol menjadi kesusahan karena ke egoisannya.
"Kenapa kamu bisa yakin kalau Dawn akan muncul bersama Ae Ri di Korea?" tanya Han Sung tiba-tiba.
"Kamu masih ingat kan ketika aku bilang bahwa aku sudah menjalin kerjasama dengan Jacob? Anak sulung Dawn. Tepatnya dua bulan yang lalu aku berhasil menjalin kerja sama dengannya. Aku sudah memiliki dua puluh persen saham di perusahaan nya. Dan tanpa dia sadari aku menyuruh anak buah ku untuk membeli sahamnya. Kalau dia tidak membantuku, maka dia tidak akan memiliki perusahaan itu lagi. Aku hanya bilang kalau aku adalah orang yang ingin bekerja sama dengan ayahnya. Dan aku memintanya untuk memberitahuku agenda ayahnya agar aku bisa bertemu dengannya. Dan dia memberitahuku kalau dia akan ke Korea saat Ae Ri melakukan syuting di Korea. Dan aku pun meminta Jacob juga datang ke sini nantinya." ucap Chanyeol.
"Jadi kamu benar akan menyerang Dawn di Korea?" tanya Han Sung.
"Kenapa tidak? Aku memiliki semua kunci yang besar untuk membuka peluang menyerangnya di sini. Jadi kenapa tidak aku jadikan kesempatan untuk menyerangnya?" tanya Chanyeol.
"Apa kamu memberitahu keluarga besar? Minimal kak Bright. Dia harus tahu kalau kita sudah mulai melakukan aksi kita." ucap Han Sung.
"Tidak.Jangan sekali-kali kamu mencoba untuk memberitahu mereka sebelum aku yang memberitahu mereka dahulu. Kalau mereka semua tahu perihal ini, yang ada Dawn bakalan tahu kalau keluarga Park masih hidup. Dia pasti akan semakin murka karena melihat kita semua masih hidup." ucap Chanyeol dengan sedikit tegas agar Han Sung tidak berbuat nekad untuk memberitahu keluarga besar.
"Baiklah. Lagipula ada baiknya juga kalau keluarga besar tidak mengetahuinya. Karena kalau sampai keluarga besar terutama yang di tuakan terlihat di sekitar kita, maka Dawn bakalan tahu kalau kita juga keluarga Park. Untungnya wajah kita sudah lebih dewasa jadi Dawn tidak akan mengenalinya. Aku juga pernah dengar dari tante kalau Dawn susah mengenali wajah orang yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengannya." ucap Han Sung.
"Kita lihat saja nanti saat dia bertemu dengan kita. Akankah dia mengenali kita atau tidak." ucap Chanyeol.
Tepat pukul satu waktu dini hari di Korea, Chanyeol dan rombongan tiba di bandara internasional Seoul. Freya dan Scarlett terlihat begitu bersemangat dan antusias. Mereka bahkan berjalan lebih dahulu meninggalkan Chanyeol yang di dorong oleh Han Sung di belakang. Untungnya ada anak buah Chanyeol yang sudah Chanyeol jadikan bodyguard mereka. Dua bodyguard juga Chanyeol tempatkan di sisi Freya dan Scarlett. Mereka orang-orang yang terpercaya, mereka berada di sisi kanan dan kiri bosnya. Chanyeol merasa aman kalau sudah begini.
__ADS_1
Chanyeol menghirup udara dalam-dalam dengan menutup mata. Rasanya rindu sekali delapan tahun tidak pulang ke Korea. Dia benar-benar rindu, bahkan hanya udaranya saja dia benar-benar rindu. Chanyeol melihat ke arah orang yang menjemputnya melalui pintu VIP. Chanyeol dan Han Sung berada di mobil depan sedangkan Freya dan Scarlett berada di mobil belakang. Entah kenapa yang menjemputnya memakai dua mobil. Tapi selama Chanyeol menempatkan para bodyguard, maka dia tidak khawatir dengan keselamatan Freya dan Scarlett.
"Rasanya sudah seperti puluhan tahun kita gak pulang ya Chan. Aku yang baru dua tahun tinggal di sini saja rasanya rindu berat. Apalagi kamu yang sudah lama sekali tinggal di sini lalu delapan tahun tidak pulang, bagaimana rasanya Chan?" tanya Han Sung.
"Rasanya tidak bisa di ungkapkan. Aku benar-benar rindu dengan suasana Korea. Rindu dengan keramahtamahan Korea. Terlebih rindu dengan orang-orang yang ku tinggalkan di Korea. Kak Yura, Tante Nana, Uncle Woodz, dan kak Yohan. Apa kabar dengan mereka? Apakah makam mereka terawat atau tidak. Lalu dimana kak Yohan? Apakah dia sudah sembuh dari sakitnya? Bukankah hanya kita keluarganya, kalau kita saja sudah pergi sejak delapan tahun yang lalu, lalu siapa yang mengurus nya?"ucap Chanyeol dengan sedih.
Baginya Yohan sudah seperti kakaknya sendiri. Dia sedih melihat Yohan stres dan masuk Rumah Sakit Jiwa. Apalagi ketika keluarganya harus bersembunyi, apakah Yohan terawat dan masih hidup? itu yang di pikirkan Chanyeol.Saat Chanyeol dan Han Sung berlarut dengan kesedihan dan kenangan mereka selama di Korea, tiba-tiba saja mereka di kagetkan oleh dua orang yang duduk di depan.
"Kalian gak kangen sama kita?" ucap dua orang yang berada di kursi depan sambil melihat ke arah Chanyeol dan Han Sung yang duduk di kursi belakang. Mata Chanyeol dan Han Sung pun melotot melihat siapa yang duduk di kursi depan sebagai sopir dan bodyguard itu.
"Taeyong!" pekik Han Sung.
"Jihoon!" pekik Chanyeol.
"Kalian serius gak kangen sama kita orang? Jahat kalian." ucap Jihoon dramatis.
"Kalian berdua ngapain di sini? Ku pikir tadi yang jemput kita anak buahmu. Gak tahunya bosnya sendiri." ucap Han Sung.
"Kita mau menjamin keselamatan kalian. Kita gak mau kehilangan kalian seperti delapan tahun yang lalu. Cukup hari-hari kita galau karena kalian. Kita gak mau itu terjadi lagi." ucap Taeyong sambil terus menyetir.
"Lebai lo pada. Tapi aku juga rindu kumpul bareng kalian. Terutama nge geplak kepala Jihoon." ucap Chanyeol dengan candanya.
"Wah... kok kamu gitu sih Chan. Jahat banget sumpah." ucap Jihoon.
__ADS_1
"Yah emangnya apalagi yang di kangenin dari seorang Jihoon selain itu? kan gak ada." timpal Taeyong.
"Ku rasa kamu jadi orang yang paling bernasib buruk karena kita tinggalin pas cuma dengan Jihoon doang." ucap Han sung.
Mereka pun tertawa, termasuk Jihoon yang di ledek pun ikut tertawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.