Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Handsome


__ADS_3

"Kamu!" pekik Vin's kaget karena melihat wanita yang di hindarinya. Clara.


"Vin's, kamu udah balik sayang." ucap Clara yang kaget melihat Vin's pun langsung memeluk Vin's. "Aku kangen banget sama kamu Vin's." ucap Clara dalam pelukan Vin's.


"Cla, lepasin Cla. Dan jangan panggil gue sayang, kita udah putus satu tahun lebih. Ingat itu." ucap Vin's melepaskan paksa Clara lalu pergi meninggalkan Clara sendiri yang masih tak percaya bahwa Vin's akan bersikap dingin begini.


"Gak, aku gak boleh kalah smaa wanita itu. Aku pernah membuat Vin's jatuh cinta, jadi seharusnya aku juga bisa membuat Vin's jatuh cinta lagi kepadaku." ucap Clara setelah Vin's pergi meninggalkan dia sendiri.


Vin's pun kembali ke mejanya. Dia langsung memakan makanan yang sudah di pesan kan oleh sekretaris nya. Dia makan dengan lahap tanpa suara. Bahkan dia tak menatap sekretaris nya. Dia begitu fokus sampai saat sekretaris nya memanggilnya pun dia tak tahu.


"Mister... Mister..." ucap Sekretaris nya hingga pada akhirnya sekretaris nya mengetuk meja di depan Vin's baru Vin's tersadar.


"Emm... apa?"


"Mister sudah selesai? kalau sudah waktu kita mepet. Kita lebih baik naik ke atas untuk menunggu client." ucap sekretaris itu mengingatkan Vin's.


"Ohh ya, kalau begitu ayo kita ke atas. Kamu sudah bawa kan bahan materi meetingnya?" tanya Vin's.


"Sudah Mister. Dan hanya memberitahu saja. Bahwa client yang akan kita temui sekarang itu seorang perempuan. Asistennya juga perempuan." ucap sekretaris Vin's.


"Berarti nanti aku akan menjadi lelaki sendiri di ruangan itu?" ucap Vin's yang merasa bahwa akan menjadi orang paling tampan di dalam nanti.


"Hehe iya Mister. Tau gitu tadi mister bawa asistennya Nyonya aja." ucap sekretaris nya.


"Iya juga ya. tapi ya udah lah gak papa. Yok masuk." ucap Vin's yang kini mereka sudah berada di depan rumah VIP khusus untuk para pengunjung yang ingin melakukan meeting disana.


*


*


*


Setelah menunggu beberapa saat, pintu ruangan mereka di ketuk seseorang. Dan muncullah dua orang wanita yang memakai pakaian kerja yang ketat. Salah satu diantara mereka merupakan orang yang Vin's kenal. Dia adalah Clara. Sekretaris Vin's pun tahu, karena dia pikir wanita itu dulu pacar bosnya.


"Selamat datang Miss Janet." ucap Vin's profesional.

__ADS_1


"Maaf saya terlambat Mister Vin's." katanya dengan senyum maut nya.


Miss Janet merupakan janda kembang. Dia janda tak memiliki anak. Umurnya juga baru kepala tiga. Dia menjanda karena tak mau diatur suaminya untuk terus dirumah dan segera melakukan program kehamilan. suaminya ingin mereka cepat punya anak namun Janet masih ingin meniti karir. Hingga kini, di umur yang sudah memasuki kepala tiga, sudah hampir lima tahun dia menjanda. Dan selama ini dia hanya sering melakukan dengan kekasihnya dan dia akan memutuskan lelaki yang mengajaknya menikah.


"Perkenalkan ini Clara asisten saya." ucap Janet kepada Vin's.


"Ohh kita sudah saling berkenalan kon Miss." ucap Clara mengungkap kedekatan mereka. Namun berbeda dengan Vin's yang tak menanggapi itu.


"Iya, tadi kita ketemu di toilet. Tapi belum saling tahu namanya." ucap Vin's dingin membuat Clara tersenyum kecut. Sedangkan sekretaris Vin's hanya tersenyum menahan tawanya agar tidak meledak.


"Kalau begitu mari kita diskusi perihal kerjasama." ucap Janet memecah kecanggungan diruangan ini.


Mereka pun mendiskusikan perihal kerjasama yang akan mereka jalani. Mereka mendiskusikan dengan profesional. Setelah berdiskusi, mereka mencapai mufakat dan tanda tangan perjanjian kerjasama. Janet dan Vin's pun saling berjabat tangan.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Ternyata sudah lebih dari tiga jam mereka berdiskusi untuk mencapai mufakat. Akhirnya mereka sepakat makan bersama sore ini di ruangan ini.


"Ohh ya Mister, apa anda sudah mempunyai kekasih?" tanya Janet setelah menyuap makannya.


"Bukan hanya kekasih Miss. Tapi saya sudah mempunyai istri. Bahkan sekarang kami tengah menjalani program kehamilan untuk memiliki anak." ucap Vin's. sedangkan Clara hanya menunduk mendengarnya.


"Sungguh? wah sayang sekali anda sudah punya pasangan. Padahal saya ingin menjodohkan anda dengan asisten saya, Clara." ucapan Janet membuat Clara dan Vin's tersedak.


"Makasih. Maafkan saya Miss. Saya telah mengecewakan anda." ucap Vin's pada Janet dan menatap wajah Clara yang seperti salah tingkah.


"Tapi Mister, apa anda tidak mempertimbangkannya? Clara gadis yang cantik. Dia pintar dalam segala hal. Bahkan kerjaannya juga bagus. Dia benar-benar wanita idaman." ucap Janet yang masih terus membujuk Vin's agar mau berhubungan dengan Clara.


"Kalau begitu kenapa tidak anda jodohkan saja dengan para pengusaha yang masih single?" kata Vin's.


"Tapi dari semua pengusaha, dimata saya hanya anda yang cocok dengan Clara." ucap Janet terus memojokkan Vin's dan Clara.


Bukannya menjawab, Vin's meletakkan sendok dan garpunya lalu beralih ke sekretaris nya dan mengangguk.


"Karna meeting kita sudah selesai, maka saya pamit undur diri Miss." ucap Vin's lalu melenggang pergi begitu saja tanpa perdulikan panggilan dari Janet dan tatapan memohon untuk tetap tinggal dari Clara.


Sepeninggalan Vin's dan sekretaris nya, Janet pun berbincang-bincang dengan Clara.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam aja sih tadi? Kalau kamu lebih agresif mungkin dia akan melirikmu." ucap Janet kepada Clara.


"Kakak itu yang apa-apaan.Pakai jodoh-jodohin segala." ucap Clara.


Ya, Janet adalah teman yang ditemui Clara di Fakultas dulu. Mereka dekat karena sama-sama memiliki hobi yang sama. Hingga akhirnya Janet menganggap Clara seperti adiknya sendiri meskipun umur mereka terpaut lumayan jauh, tapi keduanya bisa akrab. Bahkan jika tak ada yang tahu, mungkin bagi orang yang melihat memang berpikir bahwa keduanya kakak beradik.


"Tapi kamu suka kan sama Mister Vin's?" tanya Janet.


"Sebenarnya iya sih kak. Cuma kan dia udah punya istri. Dan dia mantan yang aku ceritakan." kata Clara.


"Sungguh? dia teman masa kecilmu dulu itu?" tanya Janet tak percaya.


"Iya kak. Memang dia orangnya. Dia memutuskanku karena istrinya kecelakaan setelah memergoki kita berciuman waktu itu. Padahal tinggal sedikit lagi aku memilikinya seutuhnya." ucap Clara mengingat kejadian waktu itu.


"Kalau begitu pepet lagi dia. Siapa tahu dia masih ada sedikit rasa sama kamu." ucap Janet.


"Bagaimana caranya kak? kakak kan tadi dengar sendiri? dia tengah mencoba program kehamilan dengan istrinya. Aku seperti tak ada celah untuk memasukinya kembali. Bahkan tadi dia jelas menyangkal tentang hubungan kita." kata Clara.


"Kalau kita tak bisa mendapatkan apa yang kita mau dengan cara halus, maka kita harus dengan cara kasar." ucap Janet yang membuat Clara tak mengerti.


"Maksud kakak?"


Janet hanya tersenyum penuh kelicikan menjawab pertanyaan Clara. Dia sudah mempunyai sejuta cara untuk menggaet para lelaki, apalagi seperti Vin's yang terlihat begitu dingin.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2