Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. You Change Now


__ADS_3

Sudah dua bulan lamanya sejak kepulangan Yong Jin dari dinas di China waktu itu. Dan sudah seminggu ini Yong Jin terus menyibukkan dirinya di kantor. Bahkan dia sampai tak ada waktu bertatap muka dengan Ela. Dia selalu berangkat pagi sekali bahkan saat anaknya masih tidur. Dan diapun pulang begitu larut saat semua orang dirumahnya sudah terlelap.


Yong Jin bahkan melewatkan tumbuh kembang anaknya yang sudah sangat aktif dan sudah mulai bisa berdiri. Ela pun berusaha untuk bertemu dengan suaminya di kantor, namun yang dia temui hanya Nam Ju Wan. Ela bahkan tak melihat Eun Bi yang selalu berjaga di depan ruangan suaminya. Seperti hari ini, dia tak melihat siapapun di kantor suaminya. Bahkan dia tak melihat Eun Bi di depan.


"Kemana sih kak Jin. kenapa dia tak ada di kantornya. Sudah seminggu dia seperti ini. Ada apa sebenarnya." ucap Ela pada diri nya sendiri dan keluar menuju ruangan Nam Ju Wan berada.


"Nyonya.." ucap Nam Ju Wan kaget.


"Dimana bapak?" tanya Ela to the point dengan nada kesal.


"Bapak untuk hari ini tidak ke kantor Nyonya. Dia bahkan tidak memberi kabar." ucap Nam Ju Wan dengan nada takutnya.


Mungkin Nam Ju Wan lebih tua dari Ela. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa status Ela adalah istri dari bos nya. Jadi dia tetap harus tunduk kepada Ela.


"Jadi kamu juga tidak tahu kemana suamiku?" tanya Ela murung.


"Maafkan saya nyonya." ucap Nam Ju Wan merasa bersalah.


Ela pun pulang kembali kerumahnya dengan hampa. Selama seminggu ini dia selalu diliputi rasa khawatir, penasaran dan sedih. Dia ingin tahu kenapa suaminya menjadi berubah seperti ini. Dia tak ingin ada apa-apa yang membuat rumah tangganya berantakan.


Ela akhirnya menitipkan anaknya di rumah Key bersama Jin-young yang masih berada di Korea. Dia mencari gadisnya dan juga berniat membuka cabang disini. Awalnya keluarga merasa heran dengan sikap Ela. Namun dia menyakinkan bahwa ingin mendapatkan waktu berdua dengan Yong Jin karena sudah lama mereka tak memiliki waktu berdua. Akhirnya tanpa curiga keluarga Key pun dengan senang hati menerima baby twins disana. Lagipula ada Jin-young yang juga sudah akrab dengan baby twins. Jadi Key tak merasa repot jika mengurus dua.


Malam pun tiba. Ela sengaja menunggu Yong Jin pulang. Dia pura-pura tertidur saat mendengar suara mobil Yong Jin. Ela melongok sebentar untuk memastikan bahwa itu Yong Jin dan benar saja bahwa itu Yong Jin. Ela pun segera berpura-pura tertidur di kasurnya.


Ela menajamkan telinganya, mendengar setiap langkah suaminya. Saat Ela mendengar decitan ranjang yang menandakan bahwa suaminya tengah berada di belakangnya, Ela langsung menutup rapat matanya agar tidak ketahuan. Ela hanya merasakan saat Yong Jin menciumnya dengan hangat. Namun sesuatu terjatuh menetes di pelipis Ela. Air mata.


"Kenapa baru pulang?" tanya Ela tiba-tiba membuat Yong Jin tergagap.


Yong Jin pun dengan sigap mengusap air matanya. dia menatap Ela tak percaya bahwa ternyata istrinya itu hanya berpura-pura tertidur.


"Kenapa diam saja? kenapa tidak di jawab? kemana saja kamu selama seminggu ini?" cecar Ela.


"Sayang.. tenanglah. aku akan jelaskan." ucap Yong Jin perlahan.


"Sekarang jelaskan semuanya secara perlahan. Kemana kamu selama seminggu ini? kamu selalu berangkat pagi, pulang larut malam dan tak pernah ada di kantor. Setiap jam makan siang di kantor kamu selalu tak pernah ada disana. Kemana kamu?" tanya Ela.


"Sayang dengarkan aku dulu. Aku akan cerita semuanya dari awal. tapi aku mohon percayalah kepadaku semuanya akan baik-baik saja. apapun itu percayalah bahwa aku tak pernah mengkhianatimu." ucap Yong Jin membuat Ela semakin merasa was-was. Ela pun mendengarkan semuanya.


#FlashbackOn#


Cerita ini di mulai dia bulan yang lalu ketika Yong Jin pergi dinas ke China berdua bersama Eun Bi menggantikan Nam Ju Wan yang tengah menunggu istrinya lahiran.

__ADS_1


"Kak, kita akan berapa lama disini?" ucap Eun Bi yang baru saja mereka sampai di hotel yang sudah di pesan Nam Ju Wan tempo hari untuk dirinya.


"Tiga hari. Nanti kita akan menginap disini selama dua malam. Hari ketiga kita langsung pulang." ucap Yong Jin. "Pesanan kamar atas nama Nam Ju Wan." ucap Yong Jin kepada resepsionis.


"Satu kamar ya tuan?" tanya resepsionis itu.


"Dua nona." jawab Yong Jin.


"Kenapa dua kak? satu juga gak papa kan?" kata Eun Bi dengan genitnya sambil memegang tangan Yong Jin. Yong Jin pun mengibaskan tangan Eun Bi dan kembali berbicara dengan resepsionis itu.


"Dua nona. kalau begitu satu kamar lagi saya pesan hari ini." ucap Yong Jin.


"Tapi kamar di lantai yang sama sudah habis tuan. Tinggal kamar president suit kelas VIP yang tersisa." ucap Resepsionis itu.


"Baik, tidak apa-apa. saya pesan kamar itu satu."ucap Yong Jin.


Akhirnya Yong Jin dan Eun Bi pun berpisah kamar. Dengan kesal Eun Bi menerima itu. Rencana nya dia ingin menjadi lebih dekat dengan Yong Jin namun gegara kamar mereka yang berbeda jadi gagal.


Akhirnya pekerjaan mereka selesai lebih awal dari yang mereka perkirakan. Bahkan kerja sama itu juga sudah terlaksana. Hingga pada malam terakhir mereka di China, Yong Jin dan Eun Bi diajak untuk pesta makan malam bersama client nya. Disana ada banyak jenis minuman beralkohol.


Dari petama datang, Yong Jin sengaja menjauhkan segala hal yang berbau alkohol. Namun dirinya tak bisa menolak saat diajak minum oleh client nya. Dengan terpaksa dia pun meminum minuman beralkohol juga.


Yong Jin yang tak sadarkan diri pun terlelap, namun dia tak menyangka sama sekali kalau dia akan bangun dalam keadaan telanjang bulat beserta Eun Bi di sampingnya. Yong Jin tak menyangka kalau selama dia sudah memperkosa Eun Bi. Bahkan di tubuh Eun Bi terlihat jelas bahwa banyak kissmark yang dia ciptakan.


" Apa yang aku lakukan?"ratap Yong Jin tidak menyangka bahwa dia akan meniduri Eun Bi. Terbayang bagaimana wajah Ela di depannya jika Ela tahu apa yang terjadi.


Hingga akhirnya Yong Jin mengancam Eun Bi untuk tidak memberitahu semuanya kepada Ela. Jika sampai Ela tahu, maka keluarganya tak akan selamat. Namun itu tak berlangsung lama.


Dua bulan setelah kejadian itu, Eun Bi masuk ke dalam kantor Yong Jin dengan membawa sebuah amplop putih yang bertuliskan bahwa itu dari rumah sakit. Dan disana tertera nama Ko Eun Bi dengan jelas menyatakan bahwa dia hamil.


"Ka-kamu hamil. tidak ini tidak mungkin." ucap Yong Jin yang tidak mempercayainya.


"Tapi itu sudah terbukti kalau aku hamil anak kamu kak. Itu sudah delapan minggu. itu terakhir kali kita untuk pertama kalinya melakukan itu kak. Apa kakak lupa kejadian waktu itu?" ucap Eun Bi dengan deraian air mata.


"Tapi aku benar-benar tak ingat kejadian itu Bi. Bahkan kamu tahu kan kalau aku mabuk malam itu?" ucap Yong Jin membela dirinya.


"Orang mabuk adalah orang yang paling jujur kak. Kamu memang menginginkan tubuhku selama ini. iya kan?" kata Eun Bi.


"Jangan sembarangan kamu. Aku sudah memiliki istri dan anak. mana mungkin aku tergoda olehmu." ucap Yong Jin dengan tegas.


"Tapi buktinya disini sudah ada benih yang kamu tanam kak. Aku tak mau tahu. Aku ingin kamu tanggung jawab. Jika tidak, maka aku akan memberitahu istrimu dan media massa bahwa kamu memperkosa ku dan menghamili ku. Apa kata media jika seorang Park Yong Jin menghamili seorang gadis. Itu pasti akan menjadi tajuk utama di awal berita masa ini." ucap Eun Bi mengancam.

__ADS_1


"Baik, aku akan menikahimu. Tapi jika saat bayi itu lahir dan ternyata itu bukan anakku, aku akan menceraikanmu" ucap Yong Jin memberi pilihan.


"Oke. aku setuju. Kalau begitu mulai hari ini aku akan berhenti kerja dari sini. Dan mulai hari ini juga kamu sebagai ayah dari anak yang aku kandung harus menafkahi ku. Harus ada selama aku membutuhkanmu dan harus membiayai semua yang aku butuhkan." ucap Eun Bi dengan penuh kemenangan.


Pada akhirnya, satu minggu terakhir Yong Jin tak berada di kantor karena Eun Bi lah yang menyuruhnya berada di sampingnya dengan alasan bahwa dia tengah mengidam ingin ini itu. Bahkan Eun Bi meminta sebuah mobil mewah dan barang-barang bermerk lainnya. Hal itu membuat Yong Jin bingung bagaimana menceritakan ini semua kepada Ela.


#FlashbackOff#


"Jadi begitu sayang ceritanya. Maafkan aku. aku tahu ini sebuah kesalahan yang fatal. Tapi aku mohon maafkanlah aku." ucap Yong Jin yang sudah penuh air mata bersimpuh di kaki Ela yang duduk di depannya.


"Aku memaafkanmu sayang. Aku tahu kamu bukan orang yang seperti itu. Aku yakin kamu bukan orang yang dengan mudahnya melakukan itu di belakangku meskipun kamu tengah dalam keadaan mabuk. Aku sudah sering melihatmu mabuk dulu. Dan aku tahu bagaimana sifatmu jika mabuk. Aku yakin ada sesuatu di balik ini. Tapi aku mohon jangan menghindar dariku lagi. Aku juga membutuhkanmu. Anak-anak juga membutuhkanmu sayang. Mari kita hadapi semuanya bersama. Mari kita minta pertolongan kepada Jin-young, Siapa tahu dia memiliki solusi." ucap Ela dengan tegar agar tidak membuat suaminya semakin tertekan.


Dia tahu suaminya bukan lelaki br*ngs*k seperti itu. Dia tak akan dengan mudah meniduri wanita dalam keadaan mabuk. Dia sudah mengenalnya dari kecil. Dia hanya akan meniduri wanita dalam keadaan sadar. Bukan dalam keadaan mabuk.


"Terimakasih sayang. Aku tahu kamu percaya kepadaku. Aku bisa berjanji bahwa itu bukan anakku sayang." ucap Yong Jin.


"Tapi kenapa kamu harus menikahinya? Belum menikah aja dia sudah memorot uangmu. Menikah pun dia pasti ingin mewah sayang. aku tak sudi uangmu dihabiskan olehnya. Sekarang mana kartumu, semuanya bawa kesini." ucap Ela dengan tegas.


Yong Jin pun dengan patuh mengeluarkan semua debit dan credit card yang dia punya dan menyerahkan semuanya kepada Ela.


"Mulai hari ini keuangan aku yang mengatur semuanya. Kamu tak boleh keluar dari rumah ini kecuali bersama dengan sopir. Dan aku akan menempatkan Jin-young di sampingmu sebagai pengawalmu. Semua kebutuhanmu nanti akan berada di tangan Jin-young. Jadi kamu tak akan dengan mudah mengeluarkan uang. Kamu juga tidak boleh ke rumah wanita itu tanpa aku, istri sah mu. Mengerti!" ucap Ela yang keluar sifat galaknya.


"Iya sayang. aku akan patuh." ucap Yong Jin dengan tunduk seperti kepada atasannya.


Mulai hari ini Ela akan meminta bantuan Jin-young untuk memeriksa semuanya. Apakah benar anak itu anaknya Yong Jin? kalau iya, dia tidak tahu harus bagaimana nantinya menghadapi Yong Jin. Semoga dugaannya tentang ini benar. Bahwa ini semua hanya akal-akalan Eun Bi saja.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2