
"Honeymoon!" kata Ela kaget.
"Iya, honeymoon. kenapa kaget gitu sih?" ucap Yong Jin yang melihat tampang kaget dari Ela.
"Ya bagaimana gak kaget yang. ada angin apa tiba-tiba kamu pengen ngajakin Honeymoon?" ucap Ela membuat Yong Jin menghela nafasnya.
"Ya! kita udah menikah hampir satu bulan, dan kita juga sudah tahu perasaan masing-masing kalau kita saling mencintai. jadi gak salah dong kalau kita harus honeymoon? Lagipula aku juga ingin menghabiskan waktuku bersamamu keliling Jepang." ucap Yong Jin dengan senyumnya yang mengembang.
"Yakin keliling Jepang? Gak keliling ruangan buat naikin aku? hmm?" ucap Ela dengan nada menyindir sembari melipat tangannya di dada.
"Hehe..."
"Ya udah lah. Udah terlanjur juga kamu ajuin cutinya. kalau di kembaliin sia-sia. Oke, aku mau kita honeymoon. Tapi tidak pakai acara kunci in aku di kamar." ucap Ela yang tahu kalau sekarang sikap suaminya itu semakin mesum jika hanya dibiarkan berdua bersamanya dalam satu ruangan.
"Siap.. laksanakan. Kamu akan kemana saja, aku akan turuti sayang." ucap Yong Jin semangat dan segera membawa Ela ke rumahnya yang berada di Jepang. Ela juga mencari-cari tempat yang indah selama ingin berkunjung disana.
*
*
*
Satu minggu berlalu.
Ela dan Yong Jin sudah pulang ke Korea kembali. Yong Jin pulang dengan hati yang riang. Bagaimana tidak, Ela yang membenci musim dingin, justru harus ber honeymoon disaat musim dingin. Yang pada akhirnya dia menginginkan berkeliling wisata di Prefektur Tochigi harus pupus karena musim dingin tak ada tanaman bunga yang tumbuh.
Pada akhirnya Yong Jin pun yang menang. Hampir setiap hari Yong Jin mengurungnya di dalam kamar. dia hanya akan keluar jika ingin pergi ke mall atau ke pasar tradisional saat tidak ada badai salju. Ela hanya pasrah saat Yong Jin setiap waktu memintanya. dia bahkan sampai terbiasa jika Yong Jin mulai memeluknya dari belakang sembari mencium lehernya, pasti dia akan kembali berakhir di ranjang.
Itu akan lebih baik jika dia berakhir di ranjang atau sofa. Namun entah kerasukan setan mesum dari mana, Yong Jin bahkan bisa membuatnya berakhir di meja makan, toilet, dibawah shower atau bak kamar mandi. Hampir semua tempat bisa membuat Yong Jin untuk memasuki Ela.
__ADS_1
"Lain kali aku tak mau di ajak liburan saat musim dingin." ucap Ela yang baru sampai di apartemen mereka langsung menidurkan badannya. dia berasa begitu lelah sekali karena ulah Yong Jin yang membabi buta.
"Kenapa sayang? toh kamu juga menikmatinya." ucap Yong Jin sambil menind*h Ela dari belakangnya karena Ela posisinya sedang tengkurap.
"Ya! biarkan istrimu istirahat. apa kamu tidak melihat kantung mataku ini? sudah seperti mata panda yang menghitam." ucap Ela dengan memelas..
"Tapi kamu akan tetap cantik sayangku. kamu yang paling cantik." ucap Yong Jin sambil menciumi leher Ela.
"Sayang..."
"Hmmm..." jawab Yong Jin sambil terus menciumi leher Ela, bahkan tangannya sudah menelusup mencari sesuatu yang sangat membuatnya candu.
"Apa kamu ingin kita melakukannya lagi malam ini?" ucap Ela.
Mendengar ucapan Ela membuat Yong Jin bangun dan bersiap membuka celananya namun tangan Ela segera menahannya.
"Emm... kamu keluar dulu. tunggu aku, aku akan ganti baju. oke." ucap Ela dengan nada yang manja.
Melihat Yong Jin yang sudah keluar, perlahan Ela mendekati pintu dan menguncinya. klik. Kunci sudah dikunci dari dalam. Ela langsung mengambil obat tidur yang tersimpan di laci balasnya lalu meminumnya.
Dia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya karena selama enam hari dia sbelah di masuki suaminya dan tak pernah tidur dengan cukup. Untung saja besok dia masih dalam waktu cuti, jadi dia santai meminum obat tidur agar besok bisa bangun siang.
Yong Jin yang merasa ada kejanggalan segera sadar setelah ia melihat jam bahwa ia sudah menunggu Ela selama setengah jam.
"Kenapa dia lama sekali? kenapa dia gak segera keluar? aku susul saja lah." ucap Yong Jin yang langsung mencoba membuka pintu itu namun pintunya terkunci dari dalam.
"Sial, pintunya di kunci dari dalam. Sayang.. buka dong pintunya. Sayang.. Sayang..."
Tidak ada sahutan dari dalam membuat Yong Jin berfikiran yang tidak-tidak. Seketika dia langsung mendobrak pintunya. Matanya kaget saat melihat Ela terbaring tak bergerak di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Sayang bangun.. sayang bangun.." kata Yong Jin membangunkan istrinya.
Namun dia semakin cemas tatkala sang istri tak merespon. bahkan Yoong Jin menepuk-nepuk pipi sang istri namun istrinya tak merespon. Yong Jin yang panik pun segera memanggil dokter. Dan tak butuh waktu lama, dokter yang dipanggilnya pun datang.
Dokter memeriksa Ela. Saat memeriksa tubuh Ela, dokter hanya tersenyum geli lantaran tahu kalau pasiennya itu hanya tidur dengan obat tidur dan tak sakit.
"Maaf Tuan, istri anda hanya tertidur." ucap dokter itu menahan tawanya.
"Tertidur? tapi bagaimana bisa dia tak bangun padahal sudah ku tepuk-tepuk pipinya?" ucap Yong Jin kepada dokter itu.
"Bagaimana bisa merespon kalau Nyonya saja meminum obat tidur tuan." ucap dokter itu lagi sambil menunjukkan obat tidur yang berada di meja samping tempat tidurnya.
"Jadi istriku hanya tidur akibat obat tidur? bukan sakit dok?" ucap Yong Jin.
"Bukan Tuan. anda tenang saja."
Akhirnya Yong Jin pun bisa bernafas lega. dia merasa bersalah karena selama honeymoon kemarin sering membuat Ela lelah. huh... sungguh nafsu yang besar dalam tubuhnya tak bisa dia pungkiri dan kendalikan. pada akhirnya membuat sang istri tercinta malah pergi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.