Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Cassie Days 5


__ADS_3

"Emm... maaf Tuan, lukanya sudah saya plester. Kalau begitu saya permisi dulu ya." ucap Nana yang langsung pergi dari hadapan Vin's.


"Ehh.. maaf nona.. siapa nama anda?" tanya Vin's hingga akhirnya Nana berbalik. dibalik maskernya dia tersenyum.


"Cantik. Panggil saja saya cantik." ucaonya lalu pergi dari hadapan Vin's.


Sedangkan Vin's yang ingin mengejarnya pun mengurungkan niatnya. Untuk apa dia mengejarnya. Sudah bisa dipastikan bahwa wanita itu sudah mempunyai suami karena dia tengah hamil.


(Kata author... Ohh andaikan kamu tahu dia Nana, Vin's. mungkin kamu tak akan melepaskannya.)


Vin's pu pulang menunu rumah Jin-young. Dia terpaksa pulang jalan kaki karena rantai sepedanya rusak karena terjatuh tadi. Untungnya jalannya tak terlalu jauh. Kalau jauh bisa dipastikan bahwa kakinya akan patah. Itu hanya pikiran Vin's sendiri sih.


"Loh kak.. kok jalan." tanya Ela saat melihat Vin's sampai dirumah.


"Iya, tadi kakak jatuh. rabtainya rusak. Kakak terpaksa jalan kaki." ucap Vin's yang juga memperlihatkan lukanya.


"Lo bisa luka juga ya bro." ucap Jin-young.


"Ya bisa lah. gue kan manusia. tapi setengah malaikat. hehe." canda Vin's.


"Kayanya hati lo lagi baik bro." timpal Yong Jin.


"Iya, tadi waktu gue jatuh. gue ditolongin sama seorang wanita yang baik banget. dia ngebersihin dan ngasih plester di luka gue. Cuma sayangnya dia hamil. Yang pastinya dia udah punya laki." ucap Vin's membuat Jin-young mengerutkan keningnya.


"Pasti namanya Cantik bukan?" tanay Jin-young.


"Kok lo tahu? lo bukan cenayang kan bro?" kata Vin's.


"Ya iya lah. gue tahu karena dia wanita pujaan hati gue. Kangen gue sama dia. udah lama gak ketemu." ucap Jin-young membuat semuanya menatapnya.


"Jadi bener kamu suka sama wanita hamil nak? Dia istri orang kan?" tanya Nyonya Park.

__ADS_1


"Dia memang hamil, tapi suaminya pergi dengan wanita lain. Dan dia memilih untuk merajut hidup yang baru disini. Dia ingin membesarkan anaknya." ucap Jin-young.


"Lalu kamu ingin menjadi ayah dari anak itu?" tanya Kevin.


"Iya Om. Karena aku mencintainya sebelum dia hamil. Kalau tidak salah itu pertemuan pertama ku di San Francisco saat aku berkunjung di kantor Vin's. Dia juga tamu di sana." ucap Jin-young.


"Itu udah hampir dua tahun yang lalu Jin-young." ucap Vin's.


"Ya makanya lama banget kan. sekarang baru saat udah ketemu dan mau ngejar, ehh dia lagi hamil. Dan dia tak mau ku dekati jika aku mendekatinta karena kasihan. Padahal aku benar-benar cinta." ucap Jin-young sedih.


"Udahlah kak. Kalau jodoh kan gak bakal kemana." ucap Ela menghibur Jin-young.


*


*


*


Hari pernikahan pun tiba.


Tiba-tiba matanya menatap seseorang yang berjalan dari arah pasar melewati depan rumahnya. Ela tak bisa lupa dengan wajah dan juga potongan rambut wanita itu. Namun yang membuat Ela bingung, wanita itu sudah dinyatakan meninggal setengah tahun yang lalu. Kenapa dia ada disini dan apa yang matanya lihat, dia melihat wanita itu tengah hamil.


"Nana? Hamil?" gumamnya.


Iya, wanita itu Nana. Perlahan Ela pun berjalan mengijyti kemana Nana pergi. Namun dia kehilangan jejak. Sebenarnya Nana tidak hilang. Melainkan Nana masuk kedalam rumahnya yang terbatasi tembok besar karena Nana meledak pintu samping rumahnya.


Ela kembali ke dalam kamar. Dia kembali mengingat tentang omongan Vin's tempo hari yang mengatakan bahwa Nana masih hidup. Ela pun membuka hpnya. dia melihat aplikasi pesan nya. Dan dia membuka kontak Nana. Benar apa yang dikatakan oleh Vin's, bahwa kemarin Nana online. Bahkan pesan milik Ela pun sudah di baca oleh Nana. Berarti kemungkinan benar bahwa wanita yang di lihatnya tadi itu Nana. Namun Ela akan menyimpannya sendiri sampai benar bahwa wanita itu benar-benar Nana. Barulah dia akan bilang kepada keluarganya setelah menemukan kebenarannya.


Kini mereka semua telah berangkat menuju tempat pernikahan Cassie. Semuanya berpenampilan rapi dan terlihat berkelas. Pernikahan Cassie pun mewah. Bahkan begitu mewah. Ela takjub dengan pesta pernikahan yang mewah ini.


__ADS_1


Mereka semuanya pun langsung menuju meja bundar yang sudah disiapkan dan di pesan khusus untuk tempat keluarga para pengantin. Semuanya menatap kearah pengantin yang tengah berjalan masuk dan langsung berdiri di depan altar.



Semuanya begitu hening ketika para mempelai mengucapkan janji nikah mereka. Keluarga juga tak bisa menahan hari. Terutama Joanna yang juga terharu karena seharusnya suaminya masih disini melihat pernikahan sang putri bungsu mereka. Namun takdir sudah memanggilnya terlebih dahulu menyisakan Joanna yang sendirian menyaksikan anaknya menikah.


Ela juga ikut menangis tatkala sang mempelai wanita melemparkan bucket bunga itu. Vin's yang awalnya cuma duduk dan melihat itu, tiba-tiba saja di tarik oleh Jin-young untuk ikut bersamanya merebut bucket bunga pengantin. Dan pada akhirnya Vin's yang mendapatkannya. Vin's hanya terbentang karena bingung mau diberikan kepada siapa bunga itu.


"Mau lo kasih siapa bunga itu bro?" tanya Jin-young.


"Entahlah.aku sendiri masih bingung mau ku kasih siapa." ucap Vin's.


"Kalau begitu buat aku aja gimana? Mau aku kasih ke Cantik." ucap Jin-young semangat.


"Ambillah. Tapi lo kenalin ke kita ya siapa dia." ucap Vin's.


"Siap... ya sudah kalau begitu gue kesana dulu ya. Gue mau lihat dia dulu. Gue lihat dia datang bareng sama temannya." ucap Jin-young yang sudah melihat dimana keberadaan Nana.


Jin-young pun pergi kearah meja dimana Nana berada. Mata Ela terus mengikuti kemana Jin-young pergi. Dia yakin bahwa wanita yang Jin-young katakan itu wanita yang tadi dia lihat memasuki rumah sebelah Jin-young. Namun belum sempat dia melihat seperti apa wanita itu, Ela sudah dipanggil oleh Yong Jin membuatnya tak tahu bagaimana wajah wanita itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2