Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 54


__ADS_3

Setelah puas berkeliling, Freya menawarkan Chanyeol untuk makan di restoran yang sudah menjadi langganan Freya di sana. Tanpa pikir panjang pun Chanyeol langsung saja mengiyakan. Karena kebetulan perut nya juga sudah mulai keroncongan karena lelah berjalan kaki berkeliling melihat Korea town.


Chanyeol dan Freya masuk ke dalam sebuah restoran yang sering sekali Freya singgahi setiap dia datang kesini. Karena selain menunya yang benar-benar Korea, Freya juga sedikit-dikit sembari belajar bahasa Korea dari yang dia dengar. Karena selama ini Yong Bin sudah jarang sekali berbicara dengan bahasa Korea.


Freya yang sudah hafal dengan menunya pun langsung memesannya. Sedangkan Chanyeol melihat dulu apa yang ada di menu. Dan benar saja, isinya hanya makanan Korea saja. Chanyeol memesan Bibim Naengmyeon yang sebenarnya dia sudah ingin memakannya sejak dia masih berada di Korea. Namun sekarang dia justru memakannya ketika sudah berada di perantauan.


Chanyeol melihat kearah Freya yang hanya memesan makanan ringan saja. Freya hanya memesan satu porsi tteokbokki, salad sawi dan juga jus alpukat. Dia tidak memesan makanan yang berat. Benar-benar seperti orang diet saja.


"Apa kamu kenyang hanya makan itu saja?" tanya Chanyeol melihat Freya yang justru begitu semangat memakannya.


"Tentu. Aku dari kecil, saat pertama kalinya makan makanan Korea, aku paling suka dengan tteokbokki. Rasanya enak dan unik bagi lidahku. Aku juga suka kimbap. Tapi jarang memakannya karena aku jarang makan nasi. Aku lebih suka makan makanan ringan seperti ini karena makan seperti ini saja aku sudah kenyang." ucap Freya.


"Kamu bukan hanya tidak makan nasi. Tapi kamu juga bahkan tidak makan daging. Kamu hanya makan sayur dan buah tiap hari." ucap Chanyeol.


"Entahlah Oppa. Dari dulu aku suka makan seperti ini. Aku setiap harinya hanya suka makan sayur dan buah. Tetapi terkadang sekali-kali aku memakan makanan yang ber karbohidrat atau bahkan berlemak. Tapi hanya mungkin sekali dalam sebulan. Itupun kalau aku tengah ingin memakannya. Tapi kalau tidak ya aku juga tidak akan memakannya." kata Freya.


"Lalu kalau di asrama bagaimana?" tanya Chanyeol teringat kata-kata Krystal yang bilang kalau di asrama sudah ada koki sendiri dan bahkan menunya pun sudah di tentukan.


"Kalau di asrama, kantin akan menyediakan daging hanya satu minggu sekali. Mereka akan menyajikan berbagai macam olahan daging haya di akhir pekan. Selain hari itu kita menunya benar-benar sehat. alias banyak sayuran. Adanya protein hewani mungkin dari ikan. Adapun daging di hari selain weekend, itu hanya hari hari spesial yang tertentu saja. Jadi bagi mereka yang tidak suka dengan sayur, mereka akan dengan sendirinya suka dengan sayur karena mereka harus terpaksa memakannya di asrama."jelas Freya.


"Berarti benar apa katamu kalau Scarlett benar-benar masuk ke sekolah asramamu, mungkin dia benar-benar akan matur kelaparan karena tak mau makan hanya karena menunya yang serba sayur. Dia kan tidak suka sayur." ucap Chanyeol.


"Oppa benar. Dia memang benar-benar tidak suka sayur. Dia bahkan lebih sering makan junkfood yang tak sehat. Mama pun sampai bingung harus menghadapi selera makan Scarlett yang seperti itu." ucap Freya.


"Dasar ya anak itu tidak pernah berubah dari dulu. Selalu saja dia seperti itu. Manja banget. Bagaimana kalau dia menikah nanti?" ucap Chanyeol.

__ADS_1


"Ya begitulah Oppa. Semakin dewasa umurnya tapi sifatnya tidak berubah. Ohh ya Oppa, habis ini Oppa mau lanjut kemana?" tanya Freya.


"Emm... ini sudah sore Fre, kalau kita pulang saja gimana?" tanya Chanyeol setelah melihat arlojinya.


"Emm...." Freya bingung mau menjawabnya.


"Tapi kalau kamu masih mau jalan ya ayo, Oppa temenin. Oppa cuma kasihan aja sama Tante di rumah." ucap Chanyeol.


"Kalau begitu pulang juga gak papa kok Oppa. Freya cuma lagi mikir aja. Oppa kan bisa masak, bisa ajarin Freya masak gak?" tanya Freya malu-malu.


"Emangnya kamu mau masak apa?" tanya Chanyeol.


"Ajari aku membuat kimbap seperti Mama tadi pagi sama ajari aku masak tteokbokki. Bisa Oppa?" tanya Freya.


"Bisa bisa.. tentu Oppa bisa. Memangnya kamu begitu suka ya dengan tteokbokki?" tanya Chanyeol.


Deg.


Jantung Chanyeol berdetak lebih cepat. Dia kaget ketika mendengar Freya berkata gadis tteokbokki. Bukankah itu julukan untuk gadis cinta pertamanya yang dia temui waktu kecil dahulu? Tapi sampai sekarang Chanyeol tidak menemukan batang hidungnya. Dia tidak bisa melacak dimana keberadaan gadis itu.


Chanyeol sekilas melihat Freya. Apakah mungkin bahwa Freya adalah gadis itu? Tapi kenapa dia tidak mengenali Chanyeol kalau memang dia gadis itu? Tapi segera mungkin Chanyeol menggeleng kan kepalanya. Menepis kemungkinan kecil itu. Mereka baru aja bertemu kali ini. Freya ke Korea juga baru cuma sekali. Tidak mungkin bisa bermain dengannya selama itu. Jadi mana mungkin gadis itu adalah Freyanya.


Chanyeol memendam sendiri pertanyaan itu dalam pikirannya. Ingin rasanya bertanya apakah dia gadis itu atau bukan. Chanyeol mengalihkan pikiran itu dengan berpikir bahwa ini hanyalah kebetulan semata.


...***...

__ADS_1


Korea, 09.00 am.


Han Sung berangkat ke kantor dengan malas. Dia bahkan sengaja datang siang karena akibat dari dia tertidur di balkon semalam, seluruh badannya menjadi pegal-pegal. Padahal semalam dia tidur terlalu larut, namun pukul enam bisa-bisanya dia sudah bangun dan pindah ke dalam kamarnya. Dia pun justru enggan untuk menuju kamar mandi. Dia lebih memilih kembali merebahkan tubuhnya dengan nyenyak di kasur untuk melanjutkan tidurnya. Barulah dia terbangun setelah tertidur di atas kasurnya.


Saat sampai di kantor, setiap karyawan yang melihatnya pasti akan langsung menundukkan kepalanya dengan hormat kepada Han Sung yang mungkin seusia dengan anaknya. Han Sung berjalan dengan gagah dan berwibawa meskipun umurnya masih tujuh belas tahun. Namun jiwa kepemimpinannya sudah terbentuk dan terlihat jelas sejak dia terjun je dalam perusahaan.


Di tambah dengan visual ketampanannya yang rupawan dan juga ramah membuat seluruh karyawan menggilainya. Apalagi karyawan wanita. Mereka terkagum-kagum dengan pesona alami yang keluar pada diri Han Sung. Hanya sekedar menyilakkan rambutnya saja sudah membuat semuanya menjerit histeris. Tapi Han Sung tetap cuek tidak menanggapi satu pun godaan dari bawahannya itu. Mereka tak takut pada Han Sung walaupun Han Sung itu anak dari seorang pemilih perusahaan yang kemungkinan besar akan mewarisinya. Namun tak satupun ada yang berhasil menggoda Han Sung. Karena minatnya terhadap wanita di kantornya berkurang karena dia masih mengharapkan untuk Zie kembali di Indonesia. Dia juga merasa tak ada Chanyeol di sampingnya, tak asyik untuk menggoda wanita.


Han Sung masuk ke dalam kantornya. Dia menghembuskan nafas berat tatkala melihat tumpukan laporan yang ada di mejanya. Laporan yang harus dia kerjakan lagi untuk hari ini yang pastinya akan terasa begitu lama untuk hari ini. Rasanya memikirkan ini kepalanya mau pecah. Dia juga tidak tahu kapan ayahnya itu akan pulang. Dia bahkan belum menyiapkan sesuatu untuk perlengkapan kuliahnya. Tapi Han Sung berharap bahwa Daddynya akan pulang secepat ini dan dia bisa sedikit bersantai sampai masuk ke Universitas Seoul bersama.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2