Kisah Keysha

Kisah Keysha
S3. Trouble Maker Part 79


__ADS_3

Han Sung mendengar semua yang Chanyeol omongkan dengan seksama. Dia pun menjadi berpikir kenapa Chanyeol yang dari dulu tudak pernah mau terjun ke perusahaan bahkan statusnya sebagai CEO saja di limpahkan kepada Han Sung tiba-tiba satu bulan yang lalu dia ingin memimpin perusahaan.


"Apakah ini yang kamu jadikan alasan untuk terjun ke perusahaan dan mulai menampakkan wajahmu sebagai CEO di perusahaan?" tanya Han Sung yang tidak percaya kalau Chanyeol benar-benar sudah selangkah lebih di depannya.


"Itu cuma salah satu alasanku. Alasan lainnya karena aku sudah bekerja sama dengan Jacob, anak lelaki dari Dawn. Selain aku mempunyai saham pada perusahaan nya, aku juga memiliki rahasia yang amat besar yang hanya aku yang tahu. Kalau sampai Dawn tahu pasti dia akan murka. Dan kalau Jacob tahu, aku yakin seratus persen Jacob akan memihak kepada kita. Dawn pasti tidak akan pernah menyangka kalau aku mempunyai kunci yang besar padanya. Selama ini Dawn tidak pernah memperdulikan Jacob. Oleh karena itu Jacob adalah jalan yang mudah untuk di dekati. Dia tak akan curiga tentang maksud utama kita. Dan Dawn juga tidak akan pernah menyangka kalau nantinya Jacob akan menjadi musuh dalam selimutnya. Aku menyuntikkan dana pada perusahaan Jacob agar Jacob merasa berhutang budi denganku. Karena saat perusahaan nya hampir bangkrut, Dawn bahkan tidak membantunya." ucap Chanyeol.


"Kenapa kamu menyembunyikan masalah ini dariku? Apa kamu tidak percaya denganku? Kenapa kamu sama sekali tidak memberitahuku?" tanya Han Sung.


"Bukankah aku sekarang tengah memberitahumu? Aku memang baru mengatakannya padamu karena aku tak mau kamu khawatir. Aku ingin mematangkan rencanaku dulu sebelum aku bertindak. Tapi sebelum bertindak, aku ingin meminta bantuanmu." ucap Chanyeol.


"Dari yang ku dengar tadi kamu seperti sudah merencanakan semuanya dengan sangat teliti. Aku yakin kalau nanti akan menjadi sesuatu yang besar. Tapi kenapa kamu masih membutuhkan bantuan ku? Aku harus membantumu apa? Ku rasa aku hanya akan membantumu bersorak di belakangmu." ucap Han Sung.


"Mana bisa seperti itu. Kau benar-benar membutuhkanmu. Karena hanya rencana saja tidak akan bisa sukses kalau kamu tidak ikut andil di dalamnya." ucap Chanyeol.


"Memangnya aku harus melakukan apa?" tanya Han Sung.


"Aku ingin kamu menikahi Ae Ri." ucap Chanyeol dengan serius sambil menatap mata Han Sung dengan dalam.


"Hahahahahaha......" Han Sung justru tertawa.

__ADS_1


"Kenapa kamu tertawa sih." tanya Chanyeol yang benci melihat Han Sung justru tertawa.


"Bercandamu lucu tahu gak Chan." ucap Han Sung mengontrol tawanya.


"Siapa yang bercanda sih. Aku serius. Nikahi Ae Ri." ucap Chanyeol terlihat begitu serius. Han Sung pun jadi melihat ke arah wajah Chanyeol yang tak ada tanda-tanda bercanda sama sekali.


"Chan, kamu bercanda? Aku tidak mungkin menikahi seseorang hanya untuk balas dendam. Aku bukan lelaki yang seperti itu. Kalau hanya untuk mendekatinya aku masih bisa melakukannya. Tapi kalau untuk menikahinya aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa. Bagiku menikah hanya sekali dan dengan orang yang benar-benar aku cintai. Bukan dengan dia yang sama sekali tidak aku cintai." ucap Han Sung dengan nada tak terima.


"Apa kamu masih teringat akan Zie?" tanya Chanyeol dan Han Sung pun langsung terdiam yang bahkan dia tidak menatap mata Chanyeol.


Tidak bisa Han Sung pungkiri bahwa memang nama Zie masih tersemat dalam hatinya yang paling dalam. Zie adalah cinta pertamanya. Tidak mudah untuk melupakannya seperti semudah membalikkan telapak tangan.


Sebenarnya Han Sung sempat memikirkan hal yang sama dengan apa yang di katakan oleh Chanyeol. Han Sung sempat berpikir kalau mungkin Zie sudah memiliki tambatan hati dan keluarga. Tapi Han Sung langsung menghapusnya begitu saja dalam pikirannya. Dia benar-benar tidak ingin berpikir kalau Zie akan melupakannya. Dia ingin Zie menunggunya sesuai janji mereka dulu. Dia berjuang sampai di sini juga agar ingin segera balas dendam dan menjemput Zie lalu menikahinya. Itu yang membuatnya dia bertahan dalam keadaan ini selain Ibunya dan Chanyeol. Tapi setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Chanyeol barusan, dia pun kembali berpikir demikian. Hatinya benar-benar galau memikirkan Zie.


"Baiklah.Tapi aku tidak akan menikahinya. Aku hanya akan mendekatinya. Kalaupun nanti aku menemukan Zie belum berkeluarga, maka aku akan mengejarnya. Tidak sebagai Park Han Sung, Hans Nightingale pun jadi." ucao Han Sung lalu pergi dari hadapan Chanyeol dengan perasaan yang penuh dengan kegalauan.


Han Sung kembali merapikan kopernya dengan diam. Dia tidak melihat lagi kearah Chanyeol walau hanya sebentar. Dia juga langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan tidur setelah selesai merapikan koper yang besok akan dia bawa ke Korea.


Sedangkan Chanyeol mulai beranjak pelan untuk turun dari ranjangnya menuju ke depan komputer kerjanya. Dia mulai fokus kepada komputernya ketika sudah berada tepat di depannya. Dia benar-benar tidak memperdulikan yang ada di sekitarnya jika sudah sibuk dengan komputernya.

__ADS_1


Seperti biasa, Chanyeol akan mengecek grafik tentang saham yang di tanamnya pada banyaknya perusahaan kecil dan besar di dunia. Dia mencermati sekaligus mempelajari perihal harga saham yang naik dan turun miliknya. Jika ada penurunan yang terlihat signifikan dalam saham miliknya, dia akan melakukan yang terbaik agar sahamnya kembali naik.


Sebenarnya dalam dunia bisnis, nama Poster Park masih selalu menjadi pertanyaan tak terjawab dan juga misteri tak terkuak. Tak ada yang tahu persis seperti apa orangnya. Tapi satu persen saja saham yang dia miliki dalam sebuah perusahaan, akan memudahkan untuk mereka saling berkerjasama. Pandangan Chanyeol dalam berbisnis pun sangat baik. Dia tidak asal memilih perusahaan untuk membeli saham mereka. Dia benar-benar membaca peluang yang bagus untuk kedepannya. Hingga saham yang dimilikinya benar-benar memberinya pundi uang yang melimpah untuk nomor rekeningnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2