
Amerika.
Hari ini Vin's berangkat ke kantor lebih awal. Dia juga tidak tahu kenapa dia berangkat lebih awal. Padahal dia memasang alarm seperti biasa, namun hari ini dia bangun bahkan sebelum alarmnya berbunyi. Alhasil saat alarmnya berbunyi justru dia sudah rapi dan akan berangkat ke kantor. Sebelum berangkat ke kantor, dia menyempatkan membuat kopi sendiri di pantry karena kantor juga masih dalam keadaan sepi.
"Loh, Pak Rei sudah sampai disini saja." sapa Vin's saat tahu sudah ada Renaldi di meja kantor tempat Reinaldi kerja.
"Iya bos. Saya gak bisa tidur semenjak anak perempuan saya kesini. Dia sampai sini malah tidak mau melanjutkan S2nya. dia memilih ingin kerja paruh waktu sambil meluangkan waktu untuk mendesign." kata Rei yang terlihat bingung.
"Biarkan saja dia Pak. toh yang penting dia tidak berhenti mendesign." ucap Vin's sambil menyesap kopinya.
"Tapi saya ingin dia menjadi designer terkenal juga dengan gelarnya yang tinggi. kalau bisa sampai S3. Saya cuma punya anak satu, bagaimanapun saya ingin melihatnya sukses bos." kata Rei lagi.
"Tenang pak. gak cuma anak bapak kok yang gak mau kuliah lagi. adik saya aja setelah menikah sudah tidak mau meneruskan kuliah S2. dia lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja." kata Vin's.
"Tapi kan itu Nona sudah menikah. lah ini anakku pacaran aja belum pernah apalagi menikah." kata Rei lagi di sambut gelak tawa Vin's.
"Ya sudah biarkan saja dia Pak. bagaimanapun juga dia anak bapak kan?"
"Iya sih bos. Ya sudah bos kalau gitu saya mau kerja lagi. agar tidak pusing memikirkan anak satu - satunya itu." ucap Rei sambil mengambil berkas pekerjaannya.
"Baiklah Pak. terserah bapak aja."
Vin's masuk kedalam ruangannya dan juga langsung berkutat dengan laporan - laporan yang menumpuk di mejanya. Dia begitu sibuk kali ini meskipun usaha keluarga nya sudah membaik. ini semua juga berkat usaha darinya dan juga bantuan dari orang-orang terdekatnya.
*
*
*
Kembali ke Korea.
"Sayang, aku mau makan corndog." ucap Ela yang kini tengah berada di pangkuan Yong Jin setelah mereka melakukan olahraga panas di dalam kantor Yong Jin.
Sebenarnya itu bukan kemauan Yong Jin. Namun itu kemauan Ela. Entah kenapa, tadi siang Ela ke kantor mengantarkan makanan untuk Yong Jin. Namun setelah mereka makan siang bersama, Ela justru menginginkan Yong Jin memasukinya. Hal ini menjadi hal baru bagi Yong Jin yang selama ini Ela tak pernah berinisiatif minta terlebih dahulu.
"Corndog? dimana belinya sayang?" ucap Yong Jin sambil memasangkan pakaian Ela yang masih tak mau lepas dari pangkuan Yong Jin.
__ADS_1
"Emm... kita cari aja muter-muter kota. siapa tahu dapat." ucap Ela manja dengan tangannya yang terus bergerak membuat pola lingkaran pada dada bidang Yong Jin.
"Baiklah, kalau begitu pakailah dulu pakaianmu sayang. masak kamu mau keluar dalam keadaan seperti ini." ucap Yong Jin.
"Ohh iya." Ela pun bangkit dari pangkuan Yong Jin dan segera memakai pakaiannya. Yong Jin pun juga memungut pakaiannya yang jatuh berserakan di lantai.
Ela dan Yong Jin pun segera pergi berkeliling ke seluruh kota untuk mencari corndog yang di inginkan oleh Ela. Ela melihat ke sekeliling sekaligus sambil melihat pada aplikasi di HP nya siapa tahu bisa menemukan tempat yang enak untuk penjual corndog.
Setelah setengah jam berkeliling, akhirnya mereka menemukan sebuah kedai kecil yang bertuliskan menjual berbagai macam corndog. Ela pu dengan semangat turun dari mobil dan memesan berbagai jenis corndog. seperti corndog original, corndog jalapeno pedas, corndog mozarella, corndog Ubi, corndog jagung, dan corndog gurita.
"Banyak banget sayang. apa kamu bisa habis?" tanya Yong Jin yang melihat Ela begitu banyak memesan corndog.
"Habis sayang. tenang aja. sayang mau?" tawar Ela sambil menyodorkan corndog mozarella di depan wajah Yong Jin.
(anggap aja itu Ela sedang di kedai)
"Enak banget kah sayang?" tanya Yong Jin yang melihat Ela begitu lahap memakannya.
"Enak banget sayang. sini cobain aja yang, daripada penasaran. pasti seorang Park Yong Jin belum pernah makan kaya begini." kata Ela.
"Iya, tapi kan seringnya beli ramyeon. iya kan?"
"hehehe tahu aja. ya udah sini aku coba." kata Yong Jin mengambil satu corndog yang ada di depannya. Dia pun menggigit satu gigitan besar.
(anggap aja itu gak ada mic nya ya)
"Enak kan sayang?" ucap Ela.
"Hem... enak juga. Pak, pesen lagi ya sama kaya tadi di bungkus." ucap Yong Jin membuat Ela tersenyum senang.
"Ohh ya habis ini kakak mau balik lagi ke kantor?" tanya Ela.
"Iya, kamu mau pulang apa ikut aku ke kantor sayang?" tanya Yong Jin setelah menghabiskan satu potong corndog besar di tangannya.
__ADS_1
"Pengen ikut. Ela bosen di rumah."
"Kalau bosen kenapa kamu gak nerusin kuliah aja sayang?" tanya Yong Jin.
"Gak mau kak, mau fokus sama debaynya aja yang masih di dalam sini. toh kalaupun aku gak kuliah lagi atau gak kerja lagi, kamu pasti gak akan ngebiarin anak dan istrimu kesusahan kan sayang?" ucap Ela dengan manjanya.
"Pastinya dong. masak seorang Nyonya muda Park kesusahan. ya gak bisa."
"Ohh iya kak, rencananya kapan kita akan bilang ke orang tua kita kalau aku hamil?"
"Nanti kalau waktu Yong Bin wisuda gimana?"
"Memangnya aku boleh naik pesawat sayang?"
"Boleh kok, kemarin aku tanya kepada dokter, asalkan kandungan kamu sehat, kamu bisa ikut ke England. makanya nanti sehari sebelum berangkat kita periksa lagi aja biar lihat perkembangan sekalian ijin dokter untuk terbang." ucap Yong Jin penuh kasih sayang.
"Baiklah sayangku.. kamu memang suami idaman banget. makin cinta deh." ucap Ela sambil bergelayut manja di lengan Yong Jin.
Setelah puas makan dan membawa pulang pesanan yang di bungkus, Ela dan Yong Jin pun pulang ke kantor. karena Ela masih belum puas makan, dia selalu makan selama dalam perjalanan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.