Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 34


__ADS_3

"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Kevin kepada Key setelah melihat Key menangis didepan kalung pemberian kak Juno.


"Sayang.. apa kalung itu pemberian almarhum kakakmu?" tanya Key pelan.


"Iya sayang. kamu tahu darimana kalau aku punya kakak yang udah meninggal?" tanya Kevin dingin.


"Dari mama sayang." kata Key pelan sambil mengusap air matanya.


"karena kamu sudah mengetahuinya, maka aku akan menceritakan sedikit. ini kenangan terakhir dari Kak Juno. dia hanya meninggalkan kalung pasangan yang aku tak pernah tahu dimana pasangan itu. sampai sekarang pun aku tak pernah tahu. aku bahkan sampai pernah berpikir. jika gadis yang memiliki pasangan kalung ini akan aku nikahi. tapi sampai sekarang aku tak pernah menemukannya. sedangkan ini hanya ada satu di dunia. aku sudah menghubungi designer nya." kata Kevin.


"Apa ini pasangannya?" kata Key memberikan sebuah kalung potongan pasangan kalung milik Juno dengan bertuliskan Together.


"sayang, kamu dapat ini dari mana?" tanya Kevin yang tak percaya.


"Aku menemukan ini dulu ketika aku SMP. aku sedang mengikuti lomba kesini dan tak sengaja menabrak kakak kamu. dia terlihat terburu-buru hingga tak menyadari kalau kalung ini jatuh. aku menunggunya ditempat itu sampai malam. tapi tak pernah kutemui dia lagi. hingga akhirnya aku pun membawanya pulang bersamaku. dan kubawa kemanapun aku pergi selama ini. tak kusangka justru aku akan menikah dengan adiknya. akankah ini sebagai jodoh dari Tuhan?" kata Key dengan sedikit senyuman.


"Mungkin memang benar, ini ada hubungannya dengan aku bilang seperti itu dulu. kamu akan menikahi orang yang memiliki pasangan kalung ini. dan ternyata kamu yang memilikinya. jadi benar memang aku harus menikahimu sayang." kata Kevin seraya mendekati Key dan memeluk pinggang Key.


Tatapan mata mereka saling bertemu. mereka terlihat begitu saling merindukan. saling menginginkan. sampai penyatuan bibir mereka lakukan tanpa mengalihkan pandangan. Key yang sudah terbuai dengan panasnya ciuman itupun langsung mengalungkan tangannya.


Sedangkan tangan Kevin tak mau melepaskan pelukan Key untuk membuat Key semakin dalam untuk ciuman ini. hingga dia pun mulai meraba punggung Kevin. tangannya mulai menelusup kebalik baju Key mencari pengait yang menyangga dua buah gundukan indah milik Key.


Setelah berhasil membukanya, Kevin langsung mengarahkan tangannya ke dua buah gundukan milik Key. tapi belum sempat menikmati milik Key, suara ketukan pintu mengharuskan mereka menghentikan ini semua.


Tok tok tok..


"Siapa?" tanya Kevin dari dalam selagi Key merapikan kembali bajunya.


"Maaf Den, ini saya, Aden sama Non disuruh kebawah. ada sesuatu yang ingin Tuan dan Nyonya katakan." kata pelayan itu dari balik pintu.

__ADS_1


"baiklah, suruh mereka menunggu sebentar." kata Kevin dengan masih melihat Key yang berjalan menuju ruang ganti.


Key mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai, tanpa menyadari bahwa Kevin sudah berada dibelakangnya.


Grepp..


Kevin memeluk Key dari belakang dan langsung membelai tubuh indah Key dan memainkan area sensitif Key.


"Kevin, apaan sih. ayo turun, mama sama papa nungguin ini." kata Key menahan desahannya.


"please.. sebentar aja yang, aku kangen sama kamu." kata Kevin dengan suar seraknya menahan gejolak yang ada pada dirinya.


"Sayang, nanti ya. setelah nanti kita ngomong sama mama dan papa aku bakalan kasih, tapi sekarang kita kebawah dulu." kata Key yang masih menahan permainan jari di kewanitaannya oleh Kevin.


"Kamu janji ya sayang, itu kamu yang bilang." kata Kevin sambil menggerakan jarinya lebih keras sambil menggigit pundak Key dengan mesra.


"Dasar" kata Key sembari memukul dada Kevin. "untung cinta. kalau gak udah tak uleg pakai cobek kamu." gumam Key namun masih terdengar ditelinga Kevin.


"I LOVE YOU KEY!" teriak Kevin dihadapan Key sebelum berlalu setelah mengecup singkat pipi Key.


"dasar bocah." Key hanya geleng-geleng kepala melihat apa yang dilakukan Kevin seperti anak kecil saja.


***


Kini mereka sudah berkumpul semua dibawah. mereka berdiskusi tentang rencana Mama dan Papa yang sudah matang.


"Maksud Mama kita akan menikah besok disini?" tanya Key tak percaya.


"iya sayang, mama tahu apa yang terjadi antara kalian di Korea. Mama gak mau pernikahan kalian gagal. oleh karena itu Mama sudah membuatkan rencana ini." kata Mama.

__ADS_1


"kalian tak marah kan sama kita nak?" tanya Papa.


"Justru Kevin setuju dengan ini Ma, Pa. jadi Kevin segera memiliki Key dan Junior. makasih Ma, Pa." kata Kevin sambil memeluk kedua orang tuanya itu.


"Baiklah kalau gitu kalian istirahat yang cepat. besok akan jadi hari yang panjang untuk kalian." kata Mama.


Akhirnya Kevin membawa Key kedalam kamar. saat Key sedang ingin mengganti baju, Kevin membawakan sebuah tas berisikan sebuah baju.


"Pakailah ini sayang. wajib." kata Kevin.


Akhirnya setelah melepas semua bajunya dan Key melihat didalam tas itu. matanya melebar melihat itu semua.


"sebuah lingerie? Kevin apa-apaan ini. tapi biarlah. sekali - kali menyenangkan hati calon suami." kata Key pada diri sendiri.


Akhirnya Key memakai lingerie pemberian Kevin itu. dia berjalan keluar dan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya karena habis keramas. Kevin yang melihat Key menggunakan baju itu, tak bisa sekalipun mengalihkan pandangannya.


"wow.. sexy, my hot woman." kata Kevin sembari mengarahkan kamera HP nya kepada Key. "sayang sini berdiri dan hadap sini sambil tersenyum" kata Kevin dengan tanpa sadar Key yang masih mengeringkan rambutnya menghadap kesana sambil tersenyum.


"Sungguh perfect. sexy." kata Kevin dan Key pun baru sadar kalau dia sedang difoto.


"Kevin, apaan sih. hapus gak fotonya. aku gak mau lho ya kamu kaya gitu." kata Key.


"sayang kamu tenang saja. aku gak akan menyebarkan foto ini. ini hanya akan jadi koleksi pribadiku. dan sekarang aku ingin menagih janjiku." kata Kevin mendekat dan langsung mengangkat tubuh Key.


Kevin melemparkan tubuh Key di ranjang dan langsung mengurungnya dibawah tubuhnya, perbuatan Kevin membuat Key tertawa. dan pada akhirnya gejolak yang sudah mereka tahan tersalurkan dengan adanya malam panas ini. tanpa mereka sadari ada Papa dan Mama yang sebenarnya hanya ingin memberi tahu jam berapa mereka akan menikah tapi karena mendengar Kevin dan Key memadu kasih jadi mereka mengurungkan nya.


"kayanya kita bicaranya besok saja deh Ma."


"iya Pa, biar mereka membuatkan kita cucu lagi yang lucu. hihi."

__ADS_1


__ADS_2