Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 32


__ADS_3

Setelah puas bermain, Junior meminta untuk mampir ke kedai sate yang ada diujung jalan setelah keluar dari wahana taman bermain.


"kamu yakin sayang mau makan disini?" tanya Kevin.


"yakin yah. dulu kalau cuma berdua dengan bunda, Junior pulangnya pasti mampir kesini." kata Junior yang langsung berlalu mendahului ayah bundanya.


"Hyuna-ssi" teriak Junior.


Orang yang sedang memanggang sate itupun langsung menoleh saat namanya disebut.


"ohh pangeran kecilku." katanya sembari memeluk Junior karena sudah berbulan-bulan Junior tak mampir kesini.


"Keysha-ssi.." kata gadis yang bernama Hyuna itu menyapa Key.


"bagaimana kabarmu? kedai mulai ramai kan?" kata Key.


"kabarku baik. dan semenjak mereka tahu kalau seorang designer terkenal sering makan disini, kedai ku jadi ramai. kamu memang pembawa keberuntungan Keysha-ssi."


"Ohh iya, siapa tuan ini? kenapa akrab sekali dengan junior?" tanya Hyuna.


"ohh ini calon suamiku. namanya Kevin. Lin Kevin." kata Key mengenalkan Kevin.


"Hyuna"


"Kevin"


"Hyuna - ssi, Junior mau pesan seperti biasa plus kimchi spesial Hyuna -ssi untuk ayah." kata Junior memesankan makanan untuk ayah bundanya.


"dengan senang hati tuan. mohon ditunggu." kata Hyuna-ssi yang langsung meracik pesanan pelanggan setianya itu.


Setelah lima belas menit menunggu, pesanan mereka telah siap. dan junior langsung melahap habis makanan itu.


"enak sekali kan yah?" tanya junior.


"iya enak. kenapa kamu masih tetap jualan dipinggir kaya gini nona?" tanya Kevin kepada Hyuna yang kini sudah ikut duduk bergabung dimeja mereka. "bukankah warung kecilmu ini sangat ramai? kenapa gak bangun kedai kecil-kecilan?" tanyanya lagi.


"modalnya yang tidak ada tuan. hasil jualan ku ini dalam sehari hanya cukup untuk makan dua hari saja. sedangkan aku memberi makan anak panti asuhan sekitar 30 orang. jadi walaupun tiap hari aku menyisihkan uang sedikit demi sedikit, itu belum cukup untuk membuat kedai. bahkan membuatnya, untuk menyewa saja tidak mungkin. karena dalam panti pasti ada saja kebutuhan yang mendesak." katanya dengan sedikit murung.


"bagaimana kalau aku investasi dengan menyumbangkan sebuah kedai, ya tidak besar sih, tapi paling gak muat untuk 100 kursi pelangganmu." kata Kevin.


"kamu serius yang?" tanya Key.

__ADS_1


"ya serius lah. biar nanti kalau junior mau makan bisa nyaman. akan aku buatkan playground kecil disudut ruangannya." kata Kevin.


"tuan serius? tuan tidak bercandakan?" tanya Hyuna lagi dengan mata berkaca-kaca.


"aku serius, bahkan aku yakin dengan ini kehidupan panti pasti akan lebih baik lagi. aku melakukan ini semua untuk nak panti. dan juga ini kartu namaku. kalau ada anak panti yang mau bersekolah, kamu bisa mendaftarkan di yayasan milik keluarga Lin Group. aku akan memberikan beasiswa penuh kepada mereka." kata Kevin lagi.


"tuan yakin? Terima kasih tuan. terimakasih." kata Hyuna.


"asyik.. jadi anak panti akan sekolah disana? bareng junior juga yah?" kata Junior.


"iya sayang. emang kenapa? kayanya kamu seneng banget tahu anak panti mau sekolah disana?" tanya Kevin.


"iya, karena junior nanti bisa bertemu Kim Li Na." kata Kevin bahagia.


"siapa itu Kim Li Na?" tanya Kevin penasaran.


"dia anak panti yang selalu bermain bersama junior ketika dia kebetulan ikut saya jualan." kata Hyuna.


"dia setahun lebih muda dari Junior. makanya Junior senang sekali kalau bisa bermain dengan dia. apalagi Junior pengen punya adik." kata Key.


Karena hari sudah mulai malam, Kevin membawa Key dan junior pulang kerumah. Junior terlihat begitu kelelahan namun dia begitu bahagia saat ayah dan bundanya bisa meluangkan waktu untuk dirinya.


***


"sayang, kamu udah pulang?" kata Lena kepada Kevin yang sengaja pulang ke apartemen yang sekarang ditempati Lena. dia pulang bersama orang yang sudah di bayarnya untuk urusan ranjang. namun dia mengaku kalau orang itu hanya ajudan Kevin yang akan ikut kemanapun Kevin pergi.


"iya, ohh iya, besok pagi - pagi sekali aku akan pergi dinas keluar negeri. aku akan ke Amerika. disana akan lama. mungkin paling cepat satu minggu." kata Kevin.


"Ohh ya? kebetulan aku juga mau ada pemotretan selama dua minggu di Indonesia. jadi aku mesti pulang ke Indonesia. awalnya aku mau ngajak kamu. tapi gak tahunya kamu mau perjalanan dinas. ya udah kalau gitu gak papa. tapi malam ini nginap disini ya sayang." kata Lena merajuk manja di lengan Kevin.


"baiklah sayang." kata Kevin. dia berpikir kalau cuma untuk ciuman pun masih bisa tapi kalau untuk selebihnya dia tidak bisa.


Akhirnya dia menyuruh Lena memakai baju yang seksi dan menunggunya dikasur. Kevin akan mandi dulu. sedangkan Lena yang mendengar itu langsung melaksanakan apa yang Kevin minta. bahkan dia mematikan lampunya. karena baginya akan lebih nikmat jika lampunya dimatikan.


Kevin yang tahu dengan kebiasaan Lena pun juga lebih terbantu. ditambah dia juga sudah memasang kamera CCTV yang canggih yang bisa merekam dengan jelas walaupun dalam keadaan gelap gulita.


Orang suruhan Kevin sudah masuk. dari postur bahkan suaranya yang berat terdengar begitu sama dengan Kevin. namun dia bukan Kevin. bahkan hanya Key yang bisa mengenali semua yang ada didiri Kevin.


"sayang.. pelan pelan.. ahh.." kata Lena yang begitu menikmati perlakuan orang itu. dia bahkan tak bisa mengimbangi orang bayaran Kevin.


"sebut namaku sayang. sebut nama panggilan ku diranjang. Hans." bisik pria itu yang memang sebenarnya bernama Hans.

__ADS_1


"Hans..."


Sudah tiga jam lamanya Hans bergulat dengan Lena. Kevin yang menunggu Hans pun sampai ketiduran diruang TV. Hans sempat ketiduran selama satu jam hingga akhirnya dia keluar dan membangunkan bosnya.


"kau begitu lama Hans." kata Kevin sambil duduk. dan melihat jam sudah menunjukkan tengah malam.


"maaf bos.. itu wanita begitu nikmat. tapi kenapa bos tak mau menikmatinya sendiri?" tanya Hans terheran karena bosnya bisa tahan godaan.


"aku tak mau Key sakit hati Hans. aku cuma mau memberi pelajaran kepadanya saja." kata Kevin.


"kalau begitu, aku balik ke kamar lagi boleh bos? aku merasa masih kurang bos. apalagi besok sudah tak bisa menikmati tubuhnya." kata Hans.


"silahkan lakukan. asal jangan sampai pagi. nanti dia bisa tahu semuanya." kata Kevin memperingati.


Akhirnya Hans masuk ke kamar kembali dan Kevin terlelap lagi tapi didalam kamar tamu yang dulu dipakai Lena saat masih ada Key karena sekarang Lena memakai kamar utama yang dulu dipakai Key.


Lena menggeliat saat dirasakan ada yang bergerak di bagian bawah tubuhnya dengan penuh nafsu dan juga dia mendengar desahan nikmat dari orang diatasnya. Lena lantas membuka matanya. dia mencoba menyalakan lampu namun dengan cepat tangannya ditahan oleh Hans. Lena ketakutan terlebih lagi orang yang ada diatasnya menambah kecepatan dalam memompa miliknya.


"siapa kamu, hentikan. Hans.. tolong aku.." teriak Lena.


"sayang kenapa kamu teriak.. ini aku Hans. masak kamu lupa?" kata Hans.


"Hans.. kamu jahat. kenapa gak dari tadi sih ngomongnya." kata Lena yang kini berhenti meronta dan malah menikmati permainan Hans dengan mendesah keras.


Lena begitu kelelahan mengikuti permainan Hans yang terasa tak ada habisnya itu. Akhirnya Lena sampai tertidur walaupun Hans masih terus menyetubuhi nya. Hans pun berhenti saat melihat sudah jam tiga. dia langsung mandi dan tidur di sofa depan.


Pagi menjelang, Kevin bangun jam lima untuk mandi dan terlihat bersiap dikamar Lena. Lena terbangun saat Kevin menyentuh puncak kepalanya.


"Sayang, ini baru jam lima. kamu sudah mau berangkat?" kata Lena.


"iya, kamu istirahat dulu kalau masih capek." kata Kevin di lembut - lembutkan.


"iya Sayang. kamu berangkatnya hati-hati ya sayang. makasih untuk semalam." kata Lena yang berdiri dan langsung mengalungkan tangannya dileher Kevin dan mencium bibir Kevin. dia bahkan tak menghiraukan kalau tubuhnya polos.


Kevin melepas ciuman itu. "udah ya, kalau kamu begini aku akan ketinggalan pesawat." kata Kevin dibuat sok manis.


"gak papa. kan bisa naik ke penerbangan selanjutnya." rajuk Lena.


"udah deh sayang. aku gak mau rugi besar. nanti kamu mau jadi Nyonya Lin yang miskin karena gagal tander?" kata Kevin dan benar saja, Lena langsung menyuruhnya pergi.


Setelah Kevin pergi, Lena langsung merendam tubuhnya dan terlihat banyak sekali kismark pada tubuhnya.

__ADS_1


"aku tidak menyangka kalau Kevin bisa seganas ini. bahkan dia memberiku nama panggilan yang manis. Hans. sungguh manis. bahkan dia bermain sampai pagi. sungguh pria yang kuat. aku telah mendapatkannya sekarang." kata Lena dengan tersenyum penuh kemenangan.


__ADS_2