
Ela dan Yong Jin menyambut kedatangan tamu spesial mereka dengan hati yang riang. Terlebih Yong Jin yang juga senang menyambut kedatangan mereka. Mereka?
"Selamat datang kembali semuanya..." ucap Ela memeluk sayang kepada kedua orang tuanya, kedua mertuanya dan kakaknya tercinta.
Semalam saat Ela terbangun dari tidurnya, Ela mendengar telfon dari Bundanya. Bundanya bilang kalau mereka akan pulang. Bahkan mertuanya dan kakaknya yang menjemput Ayah dan Bundanya di Belanda. keberhasilan penyembuhan Kevin juga berbuah manis pada usaha yang di buat oleh Vin's untuk mempertahankan perusahaan nya. Akhirnya semua bisa berkumpul disini sekarang.
"Ela kangen sekali pada ayah dan bunda. Maaf Ela gak pernah menghubungi kalian. Ela takut akan membuat kalian semakin kepikiran kalau melihat Ela menangis." ucap Ela yang masih dalam pelukan orang tuanya.
"Sudah sayang. yang penting kamu sudah mendoakan ayah. buktinya sekarang ayah sudah sembuh." ucap Kevin.
"Hei, apa kamu tidak kangen dengan kakakmu ini?" ucap Vin's yang tak mendapat pelukan dari sang adik.
Ela pun langsung berhambur memeluk kakaknya. Namun belum juga puas memeluk adiknya, Vin's merasakan ada tarikan paksa yang membuatnya harus melepaskan Ela.
"Jangan peluk istriku terlalu lama." ucap Yong Jin yang langsung menyembunyikan Ela dalam pelukannya.
"Ya! dia adikku. kenapa aku tak boleh memeluknya." protes Vin's.
"Tapi dia istriku sekarang. tak boleh ada yang memeluknya selain aku." ucap Yong Jin tak kalah sengit.
Di sela pertengkaran Yong Jin dan Vin's, Ela justru berhambur memeluk kedua mertuanya. Terlebih papanya. dia begitu merindukan papanya yang begitu sayang kepadanya.
"Papa. jangan peluk Ela lagi. dia istriku sekarang." ucap Yong Jin tak Terima.
"Tapi dia juga menantuku." protes Papa.
"Tidak - tidak, dia hanya milikku." ucap Yong Jin kembali memeluk Ela dengan protektif nya.
"Kakak, berhentilah cemburu kepada ipar dan juga papamu. kalau cemburu lagi, nanti malam tak dapat jatah." ucap Ela mengancam.
Ancaman itu seketika membuat Yong Jin menunduk patuh pada Ela. Dan itu seketika membuat semua yang ada disana tertawa. bagaimana bisa seorang Yong Jin yang terkenal dingin. bisa sebucin itu kepada Ela yang baru di nikahnya belum ada dua bulan.
"Hahahaha ternyata dia bucin." ucap Vin's menertawakan Yong Jin.
"Biarin. toh bucin sama istri sendiri bukan sama cewek lain, daripada Lo masih jones." ucap Yong Jin.
"Sial!"
Semuanya pun tertawa dngan begitu bahagia karena bisa berkumpul lagi seperti dulu. meskipun ada satu yang kurang disana. Yaitu tak adanya Yong Bin. karena Yong Bin memutuskan untuk pindah ke England. sampai dia meneruskan S3 nya. Dia berjanji akan pulang saat tahun baru nanti. Atau saat dia liburan semester.
__ADS_1
*
*
*
Tak terasa setengah tahun berlalu. Ela meneruskan magangnya selama dua bulan di perusahaan milik Yong Jin. Vin's kembali ke Amerika. dia memutuskan menetap disana untuk mengembangkan bisnis milik keluarganya. Dia tak mau kejadian itu terulang kembali.
Key dan Kevin memperoleh kembali rumahnya berkat Yong Jin yang membelinya. Namun Kevin tak di bolehkan bekerja lagi. akhirnya dia hanya menjadi asisten pribadi istrinya yang kembali di sibukkan dengan butik nya. Namun itu menjadi hal manis tersendiri. Karena Kevin dan Key bisa kembali bersama sama kemanapun mereka pergi.
Hubungan Ela dan Yong Jin pun semakin erat bak terkena lem. Yong Jin begitu overprotective kepada Ela. Namun Ela tak pernah mempermasalahkan itu karena Ela juga menyukainya. Yong bin sendiri baru saja kembali ke England setelah berlibur ke Korea selama dua minggu.
Hari ini hari wisuda Ela. Ela dan Nana terlihat begitu bahagia di hari kelulusan mereka. Ela di terima di Universitas ternama di Amerika untuk meneruskan S2 nya. Sebenarnya Ela begitu berat saat tahu kalau sahabat terbaiknya itu akan pergi meninggalkannya ke Amerika. Namun dia tidak mempermasalahkan. Toh Nana pergi untuk study nya.
Hari ini sesuai keputusan bersama, mereka membuat pesta perayaan kecil - kecilan. Sebenarnya Ela juga mengundang keluarga Nana, namun keluarga tak ada yang bisa datang. Maklumlah, keluarga Nana itu berada di Amerika. Nana disini bersama neneknya. Namun neneknya meninggal setahun yang lalu. orang tua Nana sempat menyuruh Nana untuk ikut ke Amerika namun dia masih ingin di Korea karena ingin menyelesaikan S1 nya dulu. Jadi selama ini Ela pun tidak tahu siapa kedua orang tua dari Nana. Dia hanya pernah bertemu dengan ibunya Nana beberapa kali ketika ibunya datang berkunjung ke Korea.
"Malam ini kita makan-makan untuk ucapan selamat atas kelulusan Ela dan Nana. Selamat..." ucap Papa.
YingYing, Boa, Nam Ju Wan dan Hana juga ikut diundang. semuanya berkumpul di rumah keluarga Park. semuanya terlihat begitu bahagia. cuma kurang Vin's dan Yong Bin yang tak bisa datang karena kesibukan mereka. Yong Bin sendiri juga tengah menyiapkan kelulusannya seminggu lagi. Jadi seminggu lagi keluarga Park akan ke England. Ela dan Yong Jin pun ikut serta. tapi Key dan Kevin tak bisa ikut karena kondisi Kevin yang tak boleh terlalu sering berpergian keluar negeri.
"Wah sayang ya... tak ada Vin's dan juga Yong Bin." ucap Nana.
"Hemm... tak apa. yang penting malam ini kalian bersenang-senang." ucap Ela.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Yong Jin.
"Emm... kurasa aku sedikit tak enak badan sayang. mungkin ini karena efek angin malam kali. aku akan ambil baju hangat dulu di lemari. kamu kembali saja keluar. takut yang lain khawatir." ucap Ela tak ingin membuat sang suami semakin khawatir.
"Baiklah. tapi kamu benar-benar tak apa-apa kan sayang?" tanya Yong Jin.
"Udah gak mual lagi kok sayang."
Ela pun segera menuju kamarnya setelah melihat Yong Jin keluar menemui kembali orang-orang. Ela pun segera menuju ke kalender meja di meja rias nya.
"Sekarang sudah akhir bulan. sedangkan seharusnya aku sudah akan haid lagi untuk kedua kalinya. tapi bulan kemarin aku juga tidak haid. haid ku terakhir dua bulan lalu. apa jangan-jangan ini karena saat di villa itu?" ucap Ela mengingat kejadian dua bulan lalu saat dirinya dan Yong Jin menginap di villa untuk mengisi akhir pekan mereka.
#FlasbackOn#
Setelah melakukan olahraga ranjang, Ela mengaduk-aduk isi kopernya. Bahkan dia tak memperdulikan tubuhnya yang masih polos. dia mengeluarkan semua isi kopernya sampai berserakan di mana-mana. Yong Jin yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Ela duduk termenung menatap koper yang berantakan dengan tubuh polosnya pun mengira bahwa Ela tengah menggodanya.
__ADS_1
"Sayang kamu menggodaku?" tanya Yong Jin sambil memeluk Ela dengan erat dari samping dan mencium tengkuk Ela.
"Emm... kak, aku lupa sesuatu."
"Lupa apa?"
"Kayanya pil pencegah nya habis. dirumah juga udah gak ada karena aku hanya membawa dompetnya saja." kata Ela.
"Sudah gak papa. selang sehari saja kok. gak mungkin hamil. kalaupun hamil juga gak papa. sudah mau lulus ini." ucap Yong Jin.
"Jadi kalau aku hamil gak papa? kamu gak marah kan sayang?" tanya Ela.
"Buat apa marah. kamu kan istri aku. udah gak usah peduliin pil itu. sekarang kamu harus peduliin punyaku yang sudah ingin memasuki mu sayang." ucap Yong Jin.
Dan sejak saat itu, entah sengaja lupa atau memang benar-benar lupa, baik Yong Jin dan Ela pun tidak membeli pil pencegah lagi. mereka bahkan tak menyinggung soal pil itu lagi.
#FlashbackOff#
"Apa jangan-jangan aku......"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan-jangan apa ya readers?