
Mendengar dari pertanyaan Ela, Yong Jin sendiri yakin kalau dia pasti akan curiga dan salah paham dengan Ko Eun Bi disana. karena selama beberapa minggu ini, Ela tidak pernah berada di kantor jadi tidak tahu kalau dia memperkerjakan sekretaris baru setelah Hana keluar karena hamil.
"Kak, dia siapa? kenapa panggil kamu sayang?" tanya Ko Eun Bi lagi karena tak mendapat respon dari Yong Jin.
"Kakak?" tanya Ela heran karena wanita di depannya itu memanggil suaminya dengan begitu akrab. "Jelaskan sekarang. siapa dia?" tanya Ela dengan nada tegas.
Untuk sekian lama Yong Jin baru kali ini mendengar nada yang begitu tegas dari Ela. Sedangkan Ela sendiri memilih duduk di meja Yong Jin dan mulai memakan salad nya sambil mendengarkan apa yang akan di katakan oleh sang suami.
"Ya! siapa kamu berani sekali duduk di kursi CEO?" ucap Eun Bi yang tak trima kursi yang di duduki oleh Yong Jin di duduki oleh wanita lain.
"Sayang, cepat jelaskan semuanya atau aku akan menelfon Mama." ancam Ela sambil terus makan salad nya membuat Yong Jin yang selama ini selalu mendengarkan kata Mama dan juga istrinya itu menurut.
"Dia Ko Eun Bi sekretaris baru di perusahaan ini sayang. dia yang menggantikan Hana." kata Yong Jin menjelaskan siapa Ko Eun Bi sebenarnya.
"Tapi kita tak cuma sekretaris karena kita sudah mengenal sejak masuk kuliah dari tahun pertamaku. aku juniornya." ucap Ko Eun Bi percaya diri.
"Pantas saja kamu tak ada sopan santun terhadap seorang CEO. kamu boleh kenal dengan atasanmu di luar sana. tapi kamu seharusnya paham kalau ini berada di kantor. tidak sepantasnya seorang sekretaris yang berada di kantor memanggil atasannya dengan sebutan kakak. apa kamu tidak tahu status CEO mu?" tanya Ela setelah menghabiskan salad buahnya. Dia sebenarnya marah. Namun melihat reaksi Yong Jin yang tidak terlihat menutupi identitas gadis itu, Ela yakin kalau dia masih bisa percaya dengan suaminya.
"Status kak Jin? aku tahu lah. dia pria lajang yang selalu menjadi suami idaman bagi wanita di seluruh negeri ini. siapapun tahu itu." ucap Eun Bi yang begitu yakin bahwa dialah yang paling tahu siapa Yong Jin.
"Ternyata kamu salah." ucap Ela. dia pun bangkit dari duduknya dan membalas senyum sang suami yang dari tadi tersenyum melihat rakusnya Ela. "Sayang, coba kamu jelaskan siapa aku dan apa statusmu sekarang." ucap Ela sambil melendot pada diri Yong Jin.
"Eun Bi. aku sudah bilang dari awal saat kamu masuk perusahaan ini. Aku menyuruhmu jangan terlalu dekat denganku dan menyebarkan rumor bahwa kita itu begitu dekat di perusahaan. Aku sudah bilang denganmu bahwa aku sekarang bukan pria lajang. Asal kamu tahu, dia adalah istriku. dan kini dia sedang mengandung anakku. Buah cinta kita berdua. jadi aku mohon profesional lah ketika berada di kantor. aku tak ingin semuanya salah mengira tentang hubungan kita. terlebih istriku." ucap Yong Jin sambil tersenyum saat melihat Ela.
"Kak Yong Jin tersenyum? kepada gadis kampung itu? bagaimana bisa aku kalah dengan gadis itu?" ucap Eun Bi dalam hatinya.
"Sekarang kamu paham kan kenapa aku melarangmu memanggil kakak? itu juga demi kebaikanmu karena seluruh perusahaan ini telah tahu siapa aku. jadi aku hanya memperingati kamu, bahwa cap pelakor di perusahaan ini tidak akan selalu berjalan mulus." kata Ela dengan senyum penuh kemenangan.
Tanpa kata, Eun Bi pun keluar dari ruangan itu tanpa mempedulikan lagi pasangan suami istri di dalam. Kini hanya tinggal berdua. Ela pun mulai memasang muka judes nya.
"Jelaskan kenapa kamu memilih sekretaris wanita!" kata Ela tiba-tiba sambil melepaskan tangannya dari lengan Yong Jin membuat Yong Jin kalang kabut kalau sampai Ela marah.
"Maafkan aku sayang. Waktu itu Hana keluar karena hamil dengan mendadak. dia tidak seperti mu. kehamilannya begitu sensitif dan lemah. oleh karena itu Nam Ju Wan menyuruhnya berhenti bekerja. Dan kebetulan Eun Bi baru saja pulang dari luar negeri setelah menyelesaikan sekolahnya lalu mendaftar kesini sebagai karyawan. Aku tahu kalau dia itu pintar. oleh karena itu aku memperkerjakan nya. Maafkan aku sayang tidak memberitahumu dulu." ucap Yong Jin merasa bersalah dan memeluk tubuh Ela dari belakang.
"Baiklah kak, aku memaafkanmu. kumohon jaga selalu kepercayaan ku. aku mencintaimu dan sangat - sangat mencintaimu sayang." ucap Ela berbalik dan memeluk suaminya dengan erat.
"Aku juga begitu mencintaimu sayang."
*
*
__ADS_1
*
Diluar ruangan, Ko Eun Bi uring-uringan di mejanya. dia terlihat begitu kesal karena niat hati ingin dekat dengan lelaki pujaannya harus dia urungkan di tengah jalan.
"Sial. kenapa kakak sepupu tidak bilang kalau kak Jin sudah punya istri? bagaimana aku bisa menggaet nya kalau dia saja terlihat begitu mencintai istrinya. tapi itu gak boleh terjadi. gak. pokoknya hanya aku, Ko Eun Bi seorang yang pantas untuk bersanding dengan Park Yong Jin. hanya aku seorang." ucap Ko Eun Bi bersungguh-sungguh untuk terus membuat Yong Jin mencintainya.
*
*
*
Di belahan dunia yang lain.
"Aduh..." ucap Nana yang tak sengaja terjatuh setelah menabrak seseorang saat di lobi kantornya. Dia begitu terburu-buru masuk kedalam lift sampai tak tahu kalau ada orang lain yang juga ingin masuk.
"Aduh maaf nona. saya tidak sengaja. apa nona baik-baik saja?" tanya lelaki yang bertabrakan dengan Nana.
"Ohh aku baik-baik saja tuan. maafkan saya juga yang begitu terburu-buru." ucap Nana sopan kepada lelaki yang terlihat lebih tua darinya itu.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam lift bersamaan. mereka juga ternyata ingin menekan tombol yang sama. yaitu lantai tiga puluh tempat dimana kantornya sebagai wakil CEO berada.
"Wah ternyata lantai jurusan kita sama nona." ucap lelaki itu.
"Iya Nona. apa anda juga?" tanya lelaki itu.
"Ohh bukan Tuan. saya ingin bertemu dengan wakil CEO. iya wakil CEO." ucap Nana tak ingin menyebut kalau dirinya wakil CEO itulah.
"Ohh begitu. kalau tidak salah wakil CEO baru itu juga dari Korea ya?" tanya lelaki itu kembali.
"Iya tuan benar. ahh sudah sampai. mari tuan. selamat bertemu kembali." ucap Nana. bukan maksudnya ingin bertemu kembali, namun dia yakin kalau dia pasti akan bertemu kembali kalau suaminya bekerja sama dengan lelaki itu.
Nana mendahului lelaki itu masuk kedalam ruangannya lebih dulu. sedangkan lelaki itu berjalan ke arah berlawanan menuju ruangan Vin's.
Tok... tok.. tok..
"Masuk." ucap Vin's dari dalam. lelaki itu pun masuk dengan elegan nya menuju meja Vin's.
"Ada apa ya.... Ya Tuhan... Park Jin-young." ucap Vin's yang begitu senang melihat lelaki yang dia panggil Park Jin-young tersebut.
Vin's pun berhambur memeluk sahabat lamanya tersebut. sahabat yang tak lain sepupu jauh dari Yong Jin yang tinggal di Venezuela dari umur lima belas tahun. Setelah keluarga Park bangkrut, dia dan keluarga nya mencoba peruntungan di Venezuela dan menetap disana. Hanya setahun sekali Park Jin-young pulang ke Korea. itupun kalau dia sempat.
__ADS_1
"Bagaimana kabar lo bro." tanya Jin-young.
"Gue baik-baik aja. bagaimana kabar lo?" tanya Vin's balik setelah menyuruh OB untuk membawakan dua buah kopi ke kantornya.
"Gue juga baik-baik aja."
"Darimana lo tahu gue disini? dan kenapa lo bisa disini? kupikir gue gak punya janji sama orang yang bernama Park Jin-young?" pikir Vin's yang mengingat jadwal temunya dengan klien.
"Aku mengganti nama semenjak pindah ke Venezuela. Namaku menjadi Jason. Jason Lim." ucap Jin-young membuat Yong Jin ingat nama itu.
"Jadi kamu Jason Lim pengusaha muda yang terkenal itu? kenapa aku tidak tahu kalau itu kamu? mukamu berubah banyak. sekarang kamu makin tampan." ucap Vin's.
"Kamu juga berubah. sebenarnya aku merasa tidak asing saat melihat janji kerjasama kita. Aku membaca namamu. Kevin Lyn. dan akupun melihat beritahu di jejaring sosial. tentang pernikahanmu dan disitu aku melihat ada Ayah dan Bunda. jadi aku yakin kalau itu kamu. Namun aku takut salah. Aku kemarin menghubungi Yong Jin dan dia membenarkan kalau kamu sedang berada disini. oleh karena itu aku menyuruh sekretaris ku untuk membuat janji denganmu." ucap Jin-young.
"Aku tidak percaya kalau akhirnya kita bertemu setelah tiga tahun kamu tidak. pulang ke Korea. apa kamu menetap disini?" tanya Vin's karena setahu dia, keluarganya menetap di Venezuela.
"Ya. setelah kepergian keluarga kami di Venezuela, usaha yang dibangun Papa kembali berjaya. Papa dan Mama memilih menetap di Venezuela. Namun dari tahun ketahun, kami para anaknya pergi ke negara lain untuk memajukan bisnis impian kita masing-masing. Hanya adikku yang menetap disana karena lebih memilih usaha florist bersama Mama. sedangkan kakak pertama ke England, kakak kedua di New York, kakak ketiga di Jepang, kakak keempat di Paris dan aku anak ke lima ke Amerika." ucap Jin-young panjang lebar sambil menyesap kopinya.
"Jadi kamu selama tiga tahun ini tidak pulang karena fokus dengan usahamu disini?"
"Ya. aku fokus disini. Namun sekarang aku sudah bisa bersantai. tinggal aku menemukan calon pasanganku nanti. maka aku akan menikah menyusulmu." ucap Jin-young sambil menyikut perut Vin's.
"Kalau aku baru saja menikah. sedangkan Yong Jin menikahi adikku dan kini mereka sedang menunggu buah hati mereka lahir." ucap Vin's membuat Jin-young tidak percaya.
"Sungguh? adikmu si Angela, my little angel?" ucap Jin-young yang selalu memanggil Ela dengan nama lengkapnya.
"Ya.. begitulah.. panjang kalau menceritakan mereka. karena itu menyangkut aku juga."
"Ceritakanlah. aku ingin tahu tentang kalian yang aku lewatkan selama tiga tahun."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.