Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Park Jin-young Dan Yuna Scene 08


__ADS_3

Setelah makan, semuanya menuju ke ruang keluarga, kecuali Yuna yang lebih memilih menghabiskan waktu di dapur untuk membereskan semua ke kawasan yang dia buat. Di rumah itu tak ada pembantu karena Joanna tak suka dengan orang asing. Jadi semuanya dia lakukan sendiri.


Saat tengah asyik membersihkan piring dan meja makan, tiba-tiba datang Bo Reum mendekati Yuna. Dia sengaja menyenggol lengan Yuna dan menumpahkan minuman yang dia pegang di meja yang tengah Yuna bersihkan.


"Ups maaf gak sengaja, maaf ya Sekretaris Yuna." ucap Bo Reum dengan menekankan kata sekretaris.


"Eonni sengaja kan?" ucap Yuna yang memang tak suka saat Bo Reum dari awal ia memasak terus membuat Yuna jengkel dengan trik pura-pura tak sengaja menyenggol nya itu.


"Kalau iya emangnya kenapa?" tanya Bo Reum sambil melipat tangannya di atas dada.


"Kenapa sih eonni seperti ini denganku?" tanya Yuna.


"Karena kamu berani-beraninya menikah dengan Jason." ucap Bo Reum sambil menatap tajam wajah Yuna dengan mengikis jarak antara keduanya.


Yuna menarik salah satu sudut bibirnya. Dia mendekati Bo Reum dan berkata. "Bukan aku yang ingin menikah dengan Jason, tapi Jason lah yang mau menikahi ku. Karena apa, dia lebih peduli dengan sahabatnya daripada dengan dirinya yang menikah dengan orang asing. Lagipula itu salahmu yang lebih dulu meninggalkannya. Jadi jangan menyesal jika Jason memilih wanita lain. Lagian dia nyaman kok nikah denganku." bisik Yuna tepar di telinga Bo Reum.


"Ya! awas aja ya kamu. Aku dan Jason sudah pacaran selama empat tahun, tidak mudah baginya untuk mencintai orang lain. Lagipula eomma lebih memilih ku daripada kamu. camkan itu." ucap Bo Reum.


"Kita lihat aja nanti kedepannya. Siapa yang akan dia pilih." Kalimat itu mengakhiri percakapan mereka.


Yuna lebih memilih meninggalkan wanita gila itu daripada nanti semakin darah tinggi di buatnya. Yuna berjalan ke kamarnya. Dia menahan sesak sedari tadi di dadanya. Apa yang dikatakan oleh Bo Reum mungkin ada benarnya. Karena dia hanya pelampiasan Jin-young waktu itu. Bisa jadi sekarang Jin-young kembali mencintai gadis itu.


Saat Yuna tengah menenangkan hatinya dengan melihat arah luar dimana hamparan taman bunga dandelion berada, terdengar suara ketukan pintu dari pintu yang sedikit terbuka itu. Yuna menoleh dan terdapat Cassie dengan senyum manis nya berdiri di sana.


"Eoh.. eonni.." ucap Yuna kaget.


"Boleh kah aku masuk?" tanya Cassie.

__ADS_1


"Silahkan masuk aja eonni." sambut Yuna ramah.


Dari pandangan Yuna, Yuna begitu suka dengan sikap Cassie yang ramah terhadap orang baru. Cassie juga terbuka dan tak membanding-bandingkan seseorang. Cassie cenderung tak mau ikut campur jika tak terdesak dengan keadaan. Itulah yang tertangkap dari pikiran Yuna.


"Emm.. jangan panggil aku eonni. Bukankah aku adik ipar mu? seharusnya aku yang panggil kamu eonni meskipun umurku jauh lebih tua dari mu." kata Cassie dengan tegas sembari tersenyum manis sekali.


Namun Yuna kaget mendengarnya. Dia langsung melirik ke arah pintu yang terbuka lebar di sana. Dia takut kalau ada seseorang yang mendengar itu. Terlebih eomma. Dia tak mau Eomma menolaknya sebelum rencana yang sudah dia susun dengan secara perlahan mengambil hati eomma nya itu.


"Da-darimana kamu tahu?" ucap Yuna terbata.


"Apa kamu ingat Nana?" tanya Cassie.


"Ya, tentu aku ingat. Siapa yang tidak tahu tentang cinta pertama nya suami sendiri. Tentu aku ingat itu." ucap Yuna yang teringat saat pertemuannya dengan Nana sebelum berangkat ke Venezuela.


Nana tersenyum hangat kepadanya. Dia tidak tahu kalau bukan Jin-young yang mengatakan bahwa dia wanita yang menjadi cinta pertama nya dulu. Namun itu dulu sebelum bertemu dengan Bo Reum. Yang intinya dia tak akan pernah kembali kepada Nana karena sahabatnya yang sudah meninggal itu.


"Baiklah, kurasa aku tak bisa jujur denganmu adik ipar. Jujur Oppa dulu pernah berkata sebelum menikahi ku. Dalam kamusnya dia tak akan pernah kembali kepada wanita yang sudah tega membuangnya. Dengan kata lain fia tak akan kembali dengan Bo Reum. Tapi dia pasti akan jatuh cinta kepada wanita lain. Nah sampai disini, dia berjanji bahwa pernikahan ini akan selesai jika kita sudah mendapatkan tambatan hati. Tapi itu tidak berlaku jika kita saling mencintai. Yang artinya, walaupun disini aku mencintainya, tapi jika dia tak bisa mencintaiku, apakah aku akan tetap menjadi kakak iparmu?"ucap Yuna dengan senyum polosnya.


"Kamu memang mempunyai senyuman yang begitu polos yang pernah aku lihat. Kalau kamu tak bisa membuat kakakku jatuh cinta, buatlah dia membutuhkanmu. Buat dia selalu tergantung semuanya denganmu. Agar dia bisa secara perlahan mencintaimu." ucap Cassie.


"Kenapa kamu mendukungku? Bukankah seharusnya kamu membenciku? Karena aku menjadi orang ketiga dihubungan kakakmu." ucap Yuna yang tak mengerti dengan maksud dari Cassie tersebut.


"Jujur, dari awal kakakku membawanya pulang, mengenalkan ke keluarga kita tentang siapa Bo Reum, aku sudah tak setuju. Bagiku, dimataku, Bo Reum itu tak lebih sebagai iblis bertopeng malaikat. Di depan kakakku dia terlihat lembut dan perhatian. Tapi di belakang, dia memiliki niat jahat.


Aku bisa melihatnya saat dia sudah benar-benar


menjadi kekasih kakakku. Dulu dia terlihat sepertimu. Gadis polos yang tak tahu bahwa Kak Jason orang kaya. Setelah dia tahu, maka berubahlah dia menjadi wanita yang glamour. Tiap aku bertemu dengannya, pasti dia selalu menampilkan kesan glamour dalam dirinya. Aku tahu bahwa dia menjadikan kakakku sebagai ladang emasnya. Dan aku tak mau dia menjadi kakak iparku. Pastinya dia akan lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kakakku." ucap Cassie.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku buat?" tanya Yuna bingung.


"Buatlah dirimu menjadi seutuhnya milik kakakku." cap Cassie.


"Bagaimana caranya?" tanya Yuna dengan polosnya.


Cassie pun tertawa kecil dan menepuk jidatnya. dia lupa bahwa dia tengah berbicara dengan wanita yang begitu polos. Cassie pun membisikkan sesuatu. Yuna kaget dengan apa yang di katakan oleh Cassie. Yuna pun menatap ragu pada Cassie.


"Bisakah?" tanya Yuna tak percaya.


"Bisa. Yakinlah, percaya padaku." ucap Cassie dengan mantap sambil menyakinkan Yuna untuk berusaha sebaik mungkin.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2