Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Nona Park


__ADS_3

Mulai hari ini sampai kedepannya Ela akan resmi menjadi ibu rumah tangga di rumah itu. dia merapikan bajunya dari koper dan di pindah ke almari yang ada di dalam kamar. Ela melakukannya dengan hati yang riang. ketika dia melihat pakaiannya, dia kembali berfikir kalau dia harus membeli lebih banyak pakaian sexy untuk di rumah. dia ingin Yong Jin melihatnya bahwa Ela bukan lagi gadis kecil manjanya, tapi sexy wifenya.


"Kak.. ini kan masih sore, belum ada pukul tujuh. Ela boleh gak keluar?" tanya Ela kepada Yong Jin yang sibuk berkutat dengan laptop di meja kerjanya yang berada di pojok ruangan santainya itu.


Di dalam apartemen hanya ada empat sekat ruangan. ruang tamu di depan, samping kiri ada dapur dan kamar mandi kecil untuk tamu, di tengah ada ruangan santai dengan sofa, TV. juga ada ranjang single yang menghadap ke balkon dan dipojok ruangannya ada rak besar berisi buku yang bisa di putar menjadi bar mini. Disampingnya ada meja minimalis milik Yong Jin untuk bekerja. Dan diruangan santai hanya terlihat satu pintu, itu pintu menuju kamar satu-satunya dirumah itu. Kamar dengan ranjang king sizenya.


Yong Jin mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah Ela yang sudah cantik dengan dress biru laut selututnya dan sepatu sneakers berwarna senada dengan bajunya itu. Ela juga mencepol rambutnya melihatkan leher dan pundaknya yang indah karena dress yang dikenakan ber model sabrina.


"Kamu mau kemana malam-malam seperti ini? dan sama siapa? bukannya tidak boleh, tapi kamu sekarang sudah punya suami jadi jangan sembarangan bermain dengan lelaki lain." kata Yong Jin posesif. Dirinya sendiri bahkan kaget dengan apa yang diucapkannya. Duh kenapa gue jadi posesif gini sih. batinnya.


"Tenang saja kak. Ela perginya sama Na Young kok. Ela juga gak punya temen lelaki selain kak Yong Jin dan Yong Bin dari dulu. berarti Ela boleh pergi kan kak?" tanya Ela lagi memastikan.


"Iya boleh. kamu bawa kartu dari kakak kan?"


"Maksud kakak ini?" jawab Ela sambil menunjukkan black card tanpa limit itu.


"Iya, kakak mohon kamu yang bijak ya menggunakannya. sama ini juga kakak punya hadiah buat kamu. anggap aja ini hadiah pernikahan." ucap Yong Jin sambil menyerahkan sebuah kunci mobil.


"Kakak serius? ini mobil buat Ela?" tanya Ela dengan riang sambil mengambil kunci itu dari tangan Yong Jin.


"Iya. tapi hati-hati ya. mobilnya ada di parkiran dkeat mobil kakak tadi warna darkblue." ucap Yong Jin dengan senyumnya.


Ela pun melompat-lompat di tempat dengan begitu riang nya. sampai-sampai dia jatuh dan memeluk Yong Jin dengan eratnya bahkan mengecup pipi Yong Jin.


Cup.


"Makasih kak. itu juga hadiah buat kakak dari Ela. kalau begitu Ela berangkat dulu ya kak." ucap Ela meninggalkan Yong Jin sendiri di apartemen itu.


Ela berjalan dengan riang keluar apartemen dia memasuki lift dengan hati yang riang. namun saat lift menutup, Tiba-tiba saja dia menjadi gelisah. dia begitu deg deg an saat tadi bersikap manja bahkan genit dengan mencium pipi Yong Jin dahulu.


"Duh kenapa aku jadi genit sih. tapi gak papa. ini demi keluargaku." ucap Ela dengan mengepalkan tangannya. sudah terlanjur basah jadi teruskan saja. dia tak ingin jika harus bercerai dari Yong Jin.


Ela sampai diparkiran langsung berjalan kearah mobil Yong Jin yang diparkir tadi. dia melihat mobil berwarna dark blue yang Yong Jin maksud tadi. Mata Ela terbelalak saat melihat logo mobil tersebut.


"BMW serie tiga. wah gila.. dulu aku hanya bisa menumpang saja saat kak Vin's masih mempunyainya dulu. sekarang aku punya sendiri. wah makin cinta aku sama kak Jin." ucapnya pada diri sendiri.


Ela pun segera mengendarai mobil itu menuju rumah Na Young sesuai janjinya tadi yang akan menjemput Na Young sendiri di rumah kontrakannya. Na Young selama ini memang mengontrak karena dia bisa kuliah di kota karena beasiswa. Sedangkan selama ini keluarganya tinggal di desa juga masih sering mengandalkan Na Young untuk hal mencukupi makan sehari-hari.


Tak perlu waktu lama, dia cukup memerlukan waktu setengah jam untuk sampai di kontrakan milik Na Young. dia langsung mengetuk pintu rumah Na Young dan Na Young pun segera keluar dari rumahnya dengan pakaian yang sudah rapi juga.


"Sudah siap?" tanya Ela.


"Untuk sebuah traktiran pastinya sudah siap." katanya dengan cengiran.


Ela pun membawa Na Young untuk segera masuk ke dalam mobilnya dan meluncur ke sebuah mall ternama yang sering dia kunjungi itu. Nana tak hentinya berkata wow saat memasuki mobil baru milik Ela itu.


"Wow.. fantastis. Mobil ini lebih terlihat bagus dari pada punyamu dulu La." kata Nana.


"Ya iyalah Na. yang beliin juga beda orang. Dulu memang keluargaku kaya, tapi kamu tahu sendiri kan betapa pelitnya kakakku. gak mungkin dia mau nge beliin aku mobil kaya begini." kata Ela.


"Iya juga sih. berarti kak Jin sayang dong sama kamu La?" tanya Nana.


Kini mereka sudah memasuki sebuah Mall ternama dan paling terkenal di pusat kota. Brand ternama terpampang di mana-mana.

__ADS_1


"Ya bisa di bilang sayang sih Na. Tapi dia belum bisa menganggapku menjadi istrinya. dia masih menganggapku adiknya." kata Ela dengan sedih.


"Udah.. jangan sedih lagi. sedihnya nanti saja sekarang lihat tuh di depan." ucap Nana menunjuk sebuah brand ternama yang tengah melakukan discount.


"Waw... ini yang aku cari." kata Ela ketika melihat berbagai model baju tidur rumahan yang sexy, mulai dari piama tipis berbahan satin sampai lingerie yang begitu sexy.


"Kamu yakin mau beli begituan? bukannya kamu paling gak suka pakai begituan? kata kamu itu mirip kaya yang di pakai para j****g di bar." kata Nana.


"Iya itu dulu, sekarang aku kan sudah menjadi istri orang. jadi aku butuh ini untuk menggaet suamiku." kata Ela dengan nada genit nya.


"Ehh.. dari mana datangnya Ela yang genit ini? baru tahu aku. udah sekarang pilih gih. habis itu kamu temenin aku lihat sepatu." kata Nana yang ingin sekali melihat sepatu karena sepatu lamanya sudah rusak termakan waktu.


"Mbak.. aku ambil beberapa piama satin ini, sama lingerie nya ini juga beberapa ya mbak." ucap Ela kepada pegawai toko itu.


Dan segera saja Ela melakukan pembayaran untuk baju itu. Ela mengeluarkan black card yang tadi di kasih oleh Yong Jin. Mungkin semua orang cuma bisa tahu kalau itu black card biasa yang di miliki oleh orang kaya pada umumnya. Namun hanya para penjaga toko yang bisa membedakan itu. ada lambang keluarga Park di sana dengan warna emas. Makanya para pegawai langsung bersikap lebih sopan dan ramah kepada Ela karena tahu kalau Ela berasal dari keluarga Park.


"Ini kartu dan belanjaannya Nona. Terimakasih sudah datang ke toko kami. Dan selamat jalan Nona Park." ucap pegawai itu.


Ela dan Nana yang bingung kenapa bisa mereka tahu kalau Ela berasal dari keluarga Park pun hanya bisa membalas sapaan mereka dan tersenyum. Tanpa mereka sadari, bahwa para pegawai toko yang tadi bertemu dengan Ela pun memberi kabar kepada manager pihak Mall bahwa ada Nona Park disini sedang belanja.


Dengan sigap pihak manager pun mendatangi Ela. Ela yang di datangi oleh pihak Mall pun begitu terkejut. namun saat mendengar mereka memanggilnya dengan sebutan Nona Park. Lagi-lagi dia paham kalau ini semua karena status yang dia sandang sekarang. seorang Nona Muda, istri dari salah satu penerus keluarga Park. keluarga yang paling kaya di Korea. Apalagi setelah mendengar kebangkrutan keluarga Lin.


Kini Ela dan Nana sedang berada di sebusebuah restoran. karena pengaruh Ela yang menyandang status Nona Park, mereka pun mendapatkan pelayanan eksklusif kelas VVIP. Nana yang mendapatkan itu dengan senang hati menerimanya. bagaikan kebanjiran gunung madu.


"Wah ternyata enak ya jadi orang kaya. andaikan aku jadi keluarga orang kaya." kata Nana yang kini tengah menyantap hidangan di depannya.


"Aku bisa membantumu jadi kaya Na. Kamu hanya perlu menuruti perkataanku." kata Ela membuat Nana tersedak.


"Iya serius. bahkan mungkin nama kita akan terkenal di kancah dunia." ucap Ela.


"Jangan bilang kalau kamu menyuruhku untuk menikahi rekan bisnis suamimu?" kata Nana memicingkan matanya curiga.


"Kamu gak perlu curiga seperti itu. sebenarnya malam ini aku menraktirmu, membelikanmu sepatu dan baju itu sebenarnya sebuah sogokan. aku harap kamu mau membantuku." ucap Ela dengan senyum yang penuh misteri.


"Ini aku kembalikan. aku gak mau masuk penjara." ucap Nana tiba-tiba karena takut melihat senyum Ela.


"Udah kamu tenang saja. bisnis ini gak akan membuatmu di penjara kok. justru aku tadi sudah bilang kalau nama kita akan terkenal di dunia." kata Ela.


"Memangnya apa bisnisnya?" desak Nana yang begitu penasaran.


"Bisnisnya adalah... kita bangun lagi usaha Key Boutique." ucap Ela dengan mantap.


"Terus hubungannya sama aku?"


"Kamu akan ikut bekerja denganku disana. pokoknya kita harus membuat butik itu kembali hidup. aku sudah punya suntikan modal dari mama mertuaku. dan aku akan coba hubungi Tante Soo Bin untuk membantu kita kembali seperti dulu dia membantu Bunda. dia pasti masih punya kontak para pelanggan juga jalan menuju acara fashion show dimana saja." kata Ela bersemangat.


"Kamu serius kan La? kamu gak bercanda dengan usaha itu? aku bisa ikut usaha itu?" kata Nana dengan sedikit menahan air mata bahagianya.


"Iya Na. kita bangun butik itu kembali. aku yakin dengan usaha keras kita, kita akan berjaya." kata Ela optimis membuat Nana juga ikut merasakan hawa optimis nya.


*


*

__ADS_1


*


Hari sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat Ela pulang ke apartemennya. dia langsung masuk setelah menekan tombol kode masuk kedalam apartemen barunya. Saat dia melepas sepatunya untuk memakai sandal rumahnya, dia masih melihat kalau sandal rumah milik Yong Jin tidak ada disana. Dan sandal rumah untuk tamu juga masih tertata rapi berarti itu artinya hanya ada Yong Jin dirumah itu dan sendirian.


Ela masuk dan langsung menuju ke kamarnya. saat melewati ruang santai, dia masih melihat Yong Jin berkutat dengan laptopnya. Ela pun bergegas masuk kedalam lalu meletakkan belanjaannya dan mengganti bajunya dengan kaos oblong besar yang sampai menutupi pahanya. kelihatan kebesaran tapi justru Ela terlihat semakin sexy.


Ela berjalan menghampiri Yong Jin yang bahkan tak sadar kalau Ela sudah pulang. saat Ela mendekati Yong Jin, saat itu pula Yong Jin sedang merentangkan tangannya keatas karena lelah. keduanya pun kaget bersama dan seketika itu langsung tertawa bersama.


"Kamu sudah pulang?" tanya Yong Jin setelah tawa keduanya mereda.


Sebelum menjawab Ela terlebih dulu duduk setelah mengambil satu kursi lagi yang berada di meja belajarnya. dia duduk menghadap belakang dan tangannya bertumpu dengan sandaran kursi. Karena posisinya yang seperti itu membuat kaki Ela terbuka dan mengekspos paha mulus Ela. Dan mata Yong Jin pun tak sengaja menangkap pemandangan indah di depannya itu.


"Iya kak. makasih ya. berkat kartu black card kakak, Ela jadi berasa orang VVIP. di mall sampai diberlakukan istimewa.xkata Ela bersemangat.


" Ya syukurlah kalau kamu suka." kata Yong Jin mengalihkan pandangannya agar tak terus menatap bagian bawah Ela.


"Ohh iya, kakak dari tadi kerja mulu? gak laper apa." kata Ela yang seketika itu beranjak dari duduknya.


"Laper sih La. tadi sebenarnya kakak mau nyuruh kamu buat beliin makan sekalian karena kakak gak bisa masak. ehh kamu malah udah pulang duluan." kata Yong Jin.


"Emm.. dirumah ini kan udah punya bahan makanan. ngapain beli. Ela aja ya yang masak." kata Ela namun tangan Yong Jin mencegahnya.


"Kamu yakin bisa masak?" tanya Yong Jin ragu.


Ela menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah Yong Jin. Namun seketika itu membuat muka Yong Jin memerah karena melihat belahan dada Ela dari baju Ela yang kebesaran itu.


"kenapa kakak gak percaya sih. Ela bisa masak ya. walaupun Ela manja banget, tapi Ela bisa masak. pokoknya kak Jin gak akan nyesel menikah denganku. cup" kata Ela dengan akhiran mengecup pipi Yong Jin.


Dengan berbekal dari internet, dia mengubah karakternya untuk menjadi gadis yang agresif. dia tak ingin menjadi gadis yang lemah. dan dia yakin akan meluluhkan es dalam diri Yong Jin dengan keagresifan nya.


Ela segera menuju dapur. agar cepat dia memasak ramyeon untuk Yong Jin. dia juga menambah telur dan keju di dalam ramyeon itu. Yong Jin yang sedang merapikan meja kerjanya, seketika menjadi sangat lapar saat seluruh ruangan bearomakan Ramyeon yang begitu enak. Dia bahkan berlari kecil ke meja makan yang berada di dapur untuk segera bisa makan.


"Wah... baunya saja udah sedap. gimana nanti dengan rasanya." kata Yong Jin saat menengok ramyeon yang sedang di masak Ela.


"Iya dong. siapa dong yang masak. istrinya kak Jin." ucap Ela percaya diri.


Yong Jin pun duduk di meja makan sambil menepis kan senyumnya. dia tak menyangka kalau Ela akan begitu terlihat bahagia setelah menikahinya. padahal yang Yong Jin inginkan, Ela merasakan kesedihan yang amat dalam agar dia bisa menceraikannya nanti.


Kenapa aku jadi ragu untuk menceraikannya jika melihat dia begitu mempesona. dia benar-benar seperti istri idaman. ucapnya dalam hati saat melihat Ela didepannya yang masih memasak.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah mendukung authorđź’•

__ADS_1


__ADS_2