Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Sleep Together


__ADS_3

Mereka berdua pun akhirnya makan malam bersama. kini mereka tak terlihat canggung lagi. banyak obrolan yang terjadi diantara keduanya. Ela juga menjadi lebih terbuka kepada Yong Jin.


"Ohh iya kak. aku mulai besok udah magang di perusahaan design ternama." kata Ela sambil membereskan meja makan.


"Perusahaan milik designer yang bernama Jungkook?" tanya Yong Jin.


"Ahh betul. kenapa kakak tahu? kakak memata-mataiku ya." kata Ela sambil mencondongkan tubuhnya di depan Yong Jin.


Namun bukannya menjawab, Yong Jin malah mengecup bibir Ela dan langsung berlari masuk kedalam kamar.


"Ya! dasar mesum." teriak Ela kepada Yong Jin yang sudah masuk kedalam kamarnya.


Ela membersihkan piring bekas makan mereka lalu mematikan lampu dapur dan berjalan ke kamarnya. Tanpa melihat Yong Jin yang berbaring di ranjang sambil memainkan HPnya, Ela masuk ke dalam kamar mandi untuk menyikat giginya dan segera tidur.


"Kamu jam segini mau tidur? habis makan?" tanya Yong Jin melihat Ela yang menuju ke ranjang.


"Iya. kakak mau tidur di kamar? kalau gitu aku yang akan tidur di ruang santai." ucap Ela namun langsung di hadang oleh Yong Jin agar Ela tak bisa keluar dari kamar.


"Kak, aku sudah ngantuk. minggir lah." rengek Ela.


"Kalau ngantuk ya tidur lah di ranjang. itu masih cukup untuk berdua. mulai malam ini kita tidur bersama." ucap Yong Jin menarik tangan Ela mendekat ke ranjang.


"Kakak serius mau tidur denganku?" tanya Ela yang masih tidak tahu kalau Yong Jin berkata benar.


"Iya sayang. sini buruan." ucap Yong Jin.


"Tapi kakak gak macam-macam kan?"


"Iya sayang.. aku akan menunggu sampai kamu yang memberi lampu hijau tanpa ku paksa." kata Yong Jin.


"Makasih kak." Ela tersenyum dan menidurkan tubuhnya di samping Yong Jin lalu memunggunginya.


Ela mulai memejamkan matanya namun tak bisa saat merasakan ada tangan yang melingkar di tubuhnya. tangan milik Yong Jin.

__ADS_1


"Kak.."


"Udah diem.. aku ingin kita tidur seperti ini mulai hari ini sayang." ucap Yong Jin semakin mengeratkan pelukannya.


Ela membalikkan tubuhnya. Awalnya Yong Jin takut kalau Ela menolaknya. tapi ternyata Ela justru memeluknya dan memberinya kecupan singkat di bibir Yong Jin lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Yong Jin.


"Hei.. itu bukan kecupan selamat malam." ucap Yong Jin yang langsung memaksa Ela untuk mendongak.


Ela tahu kalau Yong Jin akan menciumnya pun meraih tengkuk Yong Jin untuk memperdalam ciuman itu. Ela mulai terbiasa meskipun ini ciuman kedua mereka. Ela mulai bisa mengimbangi Yong Jin. mereka saling mel*m*t dengan begitu lembut. Yong Jin melepaskan ciuman itu terlebih dahulu karena takut akan terjadi hal diluar perkiraan nya karena posisi mereka yang begitu mudah untuk melakukan hal yang lebih.


"Good night sayang." ucap Yong Jin.


"Good Night too kak."


*


*


*


Sedangkan Ela, sebenarnya dia hendak memberikan dirinya seutuhnya tadi malam. Namun tiba-tiba palang merah datang menguasai tubuhnya. akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk memberikan hadiah untuk sang suami.


Kehidupan keluarga mereka kini lebih romantis karena adegan pelukan dan ciuman sudah sering terjadi diantara mereka. Ela pun kini diantar jemput oleh Yong Jin sendiri ke tempat kerjanya. Jadi terpaksa Nana pergi sendiri. Dia akan ada waktu bersama Ela kalau Yong Jin tak bisa menjemputnya karena pekerjaan.


Seperti pagi ini, Ela sedang menyiapkan sarapan saat Yong Jin sudah rapi dengan baju kerjanya. Ela menyiapkan nasi goreng dengan telur mata sapi untuk sarapan pagi ini.


"Pagi sayang." sapa Yong Jin yang langsung memeluk Ela dari belakang dan mencium tengkuk Ela dengan mesra.


"Pagi juga sayang. ahh lepas kak. aku masih bau. kakak sarapan dulu sana sudah siap, biar aku mandi dan bersiap - siap." ucap Ela melepaskan tangan Yong Jin yang melingkar di perutnya.


"Emm.. cepatlah. aku tunggu, kita sarapan bersama sayang." ucap Yong Jin.


"Baiklah sayang, aku tak akan lama." ucap Ela setelah mengecup pipi Yong Jin.

__ADS_1


Setelah sarapan bersama, mereka pun akhirnya berangkat ke kantor bersama. Yong Jin yang sempat menyuruh Ela untuk keluar dari perusahaan itu pun, kini memilih diam daripada harus berdebat dengan Ela. karena bagaimanapun kini dia hanya ingin Ela merasa dihargai dan disayang.


"Ohh ya kak, kakak inget gak butik milik Bunda Key?" tanya Ela.


"Ingat sayang. kenapa? bukannya butik itu sudah tutup ya?" tanya Yong Jin.


"Sebenarnya Ela dan Nana ingin membuka butik itu. Ela juga sudah mengutarakan nya kepada Mama dan Mama siap untuk memberi uang modal." kata Ela membuat Yong Jin menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa kamu gak bilang denganku dulu sayang? kenapa aku menjadi yang terakhir?" tanya Yong Jin tak terima.


"Kamu jangan marah dong sayang. kan kemarin waktu aku ingin melakukan itu, kamu masih cuek denganku. Mana berani aku bilang hal seperti itu. toh yang penting sekarang aku sudah mengutarakan nya kepadamu." ucap Ela.


"Baiklah sayang. kalau begitu aku mengijinkannya. Asal butik itu di bawah pengawasanku." ucap Yong Jin dengan senyuman.


"Serius sayang? wah.. terimakasih sayang." kata Ela yang senang sekali.


"Terimakasih nya cuma gini doang nih?" ucap Yong Jin.


Ela pun paham dengan apa yang Yong Jin inginkan. Dia pun memberi isyarat untuk mendekatkan wajahnya. Yong Jin mencondongkan wajahnya lalu Ela merangkul leher Yong Jin dan mulai menciumnya. Ciuman yang lembut dan romantis membuat suasana menjadi makin hangat diantara keduanya.


Yong Jin memberanikan dirinya untuk membelai lembut paha Ela. dulu waktu pertama kali Ela menepis nya. Namun kali ini Yong Jin melakukannya lagi dan Ela tak menepis nya. Yong Jin tersenyum dalam ciuman itu. Dia terus membelai paha Ela sambil menelusup kan tangannya di dalam rok kerja yang di pakai Ela.


Ela membiarkannya karena dia tahu seberapa berusaha nya Yong Jin untuk menahan hasratnya selama ini. Meskipun belum bisa memberi seutuhnya, setidaknya dengan ini membiarkan Yong Jin tahu kalau dia sudah tidak keberatan. Tangan Yong Jin hendak merayap naik keatas ke dua buah dada Ela, namun seketika dia tersadar akan hpnya yang berbunyi.


"Aish.. ganggu aja." katanya lalu mematikannya.


"Sudah.. masih banyak waktu nanti dirumah sayang. sekarang kita berangkat kerja dulu." kata Ela.


"Baiklah sayang. tapi kamu bisa kan nanti siang makan bersama? soalnya nanti sore aku tidak bisa menjemputmu." ucap Yong Jin.


"Emm.. baiklah. tapi direstoran depan aja ya sayang. kalau yang jauh takut gak cukup waktu istirahat nya." kata Ela.


"Tentu sayang. sesuai maumu." katanya sambil mengelus rambut Ela dengan sayang dan kembali melajukan mobilnya untuk mengantar Ela ke kantornya.

__ADS_1


__ADS_2