Kisah Keysha

Kisah Keysha
S2. Four Months


__ADS_3

Hari ini, adalah hari empat bulanan kehamilan Ela. Sebenarnya masih harus menunggu satu minggu lagi. Tapi karena Ela ingin Vin's dan Nana hadir dalam acaranya tersebut, maka harus dimajukan harinya. Mengingat tinggal beberapa hari lagi Vin's dan Nana akan pergi ke Amerika untuk menetap di sana.


Semuanya sibuk menyiapkan acara ini. kebetulan acara ini dilakukan di rumah keluarga Lyn, karena nanti saat acara tujuh bulanan baru akan di lakukan di rumah keluarga Park. Semuanya begitu antusias menggelar acara ini dengan meriah. bahkan mereka juga mengundang sejumlah kerabat, teman dan juga klien-klien penting lainnya.


Acara ini mengusung tema modern. Dimana seluruh tamu undangan memakai dress code berwarna putih. Disini tuan Park juga mengundang seluruh pemegang saham di perusahaan Park guna untuk memberitahu bahwa sebentar lagi akan ada penerus kecil di keluarga mereka.


Acara tersebut berlangsung sakral. Terpancar raut kebahagiaan di dua keluarga besar itu. Karena kehamilan twins yang di alaminya membuat Ela sudah seperti hamil enam bulan. perutnya lebih besar dari wanita hamil lainnya.


"La, kamu duduk aja kenapa sih. kalau mau makan apa tinggal bilang saja sama aku. aku sekarang udah jadi kakak ipar kamu ya. jadi nurut." ucap Nana yang melihat Ela mondar mandir karena ingin mengambil makanan.


"Baik kakak ipar." ucap Ela dengan manisnya terhadap Nana yang hanya bisa di balas dengan senyum simpul nya.


Keluarga Nana tak bisa hadir karena mamanya ada seminar ke Tiongkok selama beberapa hari. Bahkan saat Nana pergi ke Amerika nanti, orang tuanya tak bisa mengantar. Namun mereka akan bertemu di Amerika bulan depan. Mengingat jadwal mamanya untuk photoshoot disana selama seminggu.


"Aku tuh ngeliat kamu ngeri tahu gak La. apalagi kamu kan hamilnya kembar nih ya. ngeri gimana gitu kalau lihat kamu jalan tuh." ucap Nana sehabis mengambilkan ice cream dan buah untuk Ela.


"Makasih kakak ipar. emm... sebenarnya aku have fun aja sih. karena ini buah cinta sama suamiku. ohh iya aku lupa tanya. gimana rasanya malam pertama? sakit gak?" tanya Ela pelan sambil mendekatkan tubuhnya pada tubuh Nana.


Nana yang mendengar pun langsung menunduk malu. Dia hanya diam karena tak tahu harus berkata apa. jika dia berkata jujur, pasti akan menjadi masalah baru karena selama ini orang tahunya dia begitu harmonis dengan Vin's. Tapi jika dia berkata bohong untuk menutupi semuanya, sama aja dia gali lubang sendiri jika kebenaran itu terungkap.

__ADS_1


"Kenapa diem aja Na? hayo..." goda Ela.


"Apaan sih La. itu rahasia pabrik ya. gak boleh diumbar-umbar. lagian nih ya, kalau aku tanya sama kamu, adik ipar, kamu bakal jawab gimana?" tanya Nana balik agar Ela tak semakin mendesaknya.


"Kalau aku ya pasti jawabnya, enak lah Na. bahkan nih ya, kamu bisa ketagihan kalau sudah merasakannya. kita seperti dibawa terbang ke atas awan lalu jatuh bersama ke surga dunia yang begitu indah." ucap Ela membuat Nana terperangah.


"Gila ya kamu La. kaya gitu di ceritain. udah ahh aku mau nyamperin kak Vin's aja. males ngobrol sama kamu." ucap Nana pergi meninggalkan Ela yang masih dengan gelak tawanya karena berhasil menggoda kaka iparnya itu.


Namun sepeninggalan sang kakak ipar barunya itu, Ela langsung menghentikan tawanya seketika. Dia menatap kosong punggung Nana yang pergi menjauhinya. Dia melihat sandiwara yang di mainkan Nana dan kakaknya.


Ya, dia tahu kalau hubungan Nana dan Vin's itu tak baik-baik saja. bahkan dia tahu kalau selama ini mereka tidak tidur seranjang. karena Ela beberapa hari ini menginap di rumah Kevin karena mendengar kepulangan Vin's dan Nana ke Amerika di percepat. Dia ingin dekat dengan kakaknya sebelum bertemu lagi mungkin beberapa bulan lagi.


Ela mengetahui semuanya ketika setiap pagi dia membangunkan sang pengantin baru itu. Namun suatu ketika dia melihat dari pintu yang tak di kunci bahwa Vin's pasti selalu tidur di sofa. Dia tak mau berpikiran negatif dengan menyalahkan Nana yang menyuruh Vin's untuk tidur di sofa. Tapi dia juga bisa berpikir kalau itu kemauan Vin's sendiri yang belum bisa menerima Nana. Ela tak mau memihak salah satu. kalau dia bisa menggabungkan keduanya dalam pernikahan, kenapa dia tak bisa membuat keduanya saling jatuh cinta? Itulah yang ada di benaknya Ela.


Hari hari telah berlalu. kini tiba saatnya Vin's dan Nana pergi ke Amerika. Mereka diantar oleh keluarga Lyn dan Park. Semuanya mengantar Vin's dan Nana dengan penuh doa.


"Jangan lupa nanti kalau Ela lahiran pulang ya kak." kata Ela berpesan kepada kakaknya.


"Siap sayang. tapi maaf kalau waktu tujuh bulanan kakak gak bisa datang. soalnya waktu itu pas pesta ulang tahun perusahaan." jawab Vin's.

__ADS_1


"Lo tenang aja Vin's. kan ada gue. lagian nanti pas peta ulang tahun perusahaan gue sempetin datang asal bayi tua ku gak rewel aja." ucap Yong Jin pada Vin's yang langsung mendapat cubitan di perut sixpack nya.


"Ya! kau bilang istrimu itu bayi tua? ohh begitu ya.. kalau begitu aku akan ikut kak Vin's aja ke Amerika bertemu bule tampan." ucap Nana merajuk.


"Tuh istri kamu merajuk. hibur sana." ucap Nyonya Park kepada Yong Jin yang melihat kepergian Ela dari sana. Dengan terpaksa Yong Jin mengikuti Ela namun Ela masih merajuk. akhirnya Yong Jin membujuknya dengan menuruti apa saja makanan yang di inginkan Ela akan dibelikan. Baru Ela berhenti merajuk nya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2