Kisah Keysha

Kisah Keysha
Bagian 33


__ADS_3

Hari ini Kevin, Key dan Junior berangkat ke Amerika untuk bertemu keluarga Kevin. Junior terlihat yang paling antusias dalam hal ini. tapi berbeda dengan Key yang terlihat gugup. karena ingin bertemu dengan calon mertua.


"Kamu kenapa sayang? gugup?" kata Kevin.


"Vin, kalau orang tuamu gak setuju sama aku gimana? aku kan single parent." kata Key pelan.


"orang tuaku udah tahu kalau Junior anakku. bahkan dari awal saat pertama kali aku menidurimu dulu itu, aku langsung kena marah sama mama papa karena dengan seenaknya menidurimu tanpa adanya ikatan pernikahan. jadi kamu gak usah khawatir, orang tuaku setuju dengan kamu." kata Kevin sembari mengecup punggung tangan Key dengan mesra.


***


Rumah keluarga Lin di Amerika.


"Bagaimana? persiapan semuanya udah beres?" kata Mama kepada ajudannya.


"beres nyonya, 100persen siap." katanya.


"bagus, kalau gitu tokoh utama sedang kesini. besok langsung lakukan rencananya." kata Mama dengan senyum bahagianya.


Selang satu jam, Mama menyambut kedatangan Kevin dan Key dengan sukacita. bahkan dia langsung menggendong cucu laki-laki nya.


"Uhh cucu Oma udah besar ya. Oma udah encok lama-lama kalau gendong kamu nak." kata Oma.


"udah Ma, jangan digendong Juniornya. kasihan mama nanti sakit pinggangnya." kata Key.

__ADS_1


"iya juga, pinggang Mama bisa encok." kata Mama sambil tertawa.


"Papa dimana Ma?" tanya Kevin.


"Papamu di sini nak." terdengar suara berat turun dari tangga yang tak lain Papa Kevin.


"Opaaaaaaa!" teriak Junior yang antusias sekali melihat Opanya.


"ohh... cucuku... kamu sudah besar sayang. sini ikut Opa, Opa punya makanan, mainan buat kamu. semuanya ini Opa siapin buat kamu." kata Papa dengan wajah yang sumringah.


"lihatlah papa ma, dia bahkan melupakan anak dan mantunya setelah mendapatkan cucu. kurasa aku dan Key sebaiknya pulang saja." kata Kevin seolah merajuk.


"Kamu sudah besar, sudah berani punya istri, jadi gak usah cemburuan." sahut Papa.


"Ayah.. ayo sini main bareng Junior dan Opa." teriak Junior. pada akhirnya mereka para lelaki bermain bersama sedangkan Mama membawa Key kedapur.


Key melihat keakraban ketiga para lelaki itu terlihat tersenyum. tiga generasi yang sebentar lagi akan bersatu.


"Mama mau berterimakasih sama kamu Key." kata mama membuka pembicaraan.


"terimakasih buat apa Ma?"


"Terimakasih telah membuat dia orang terpenting dalam hidup mama kembali tertawa." kata Mama dengan wajah murungnya. melihat ekspresi Mama, Key menunggu Mama melanjutkan omongannya. terlebih Mama tengah menarik nafas dalam agar bisa mengumpulkan kekuatan untuk bercerita kembali.

__ADS_1


"Sebenarnya, Kevin punya seorang kakak. Namanya Juno. dia selisih lima tahun dengan Kevin. dia anak laki-laki yang begitu baik, menurut kepada orang tua, dia bahkan melakukan apa aja yang Papa Mama suruh. dia juga sayang sekali sama Kevin. bahkan, apapun yang Kevin mau dia belikan. siapapun yang menyakiti Kevin akan habis." kata Mama.


"lalu dimana dia sekarang Ma?"


"Dia sudah meninggal saat Kevin lulus SMA umur 18tahun."


"ohh maaf, Key tidak tahu Ma."


"Tidak apa-apa. kini Mama beritahu kamu. Kejadian itu terjadi tepat ketika hari lulusan Kevin. dia sebenarnya sedang berada di luar kota. saat mendengar Kevin lulus dengan nilai tertinggi, dia membelikan hadiah untuk Kevin dan langsung berangkat menuju sekolahan Kevin. tapi nasib naas menimpanya. Sebenarnya dia selalu mengendarai kendaraan dengan kecepatan standar. dia punya prinsip lebih baik telat datang daripada datang hanya tinggal nama. Tapi kecelakaan itu bukan karena lalainya. ada truk muatan besi mengalami rem blong dan menabrak mobil Juno dari arah berlawanan. Juno sempat terlempar keluar sejauh sepuluh meter saat mobil itu terguling. namun meskipun begitu, dia tidak meninggalkan kadonya untuk Kevin bahkan mendekap nya sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya." kata Mama panjang lebar sembari sesekali menyeka air matanya.


"Apa sampai sekarang Kevin masih menyimpan kado pemberian dari almarhum?" tanya Key pelan.


"ya, dia masih menyimpannya. kamu bisa tanyakan kepada nya nanti." kata Mama mengakhiri ceritanya. "ya sudah ayo kita makan. Hei kalian, ada yang mau seafood?" teriak Mama kepada ketiga pria tercintanya yang langsung disambut oleh mereka yang memiliki kesukaan sama.


***


Selesai makan, Kevin dan Key masuk kedalam kamar Kevin. Kamar yang didominasi warna dongker itu terlihat mewah dengan satu set komputer serbaguna, ada alat musik bahkan ada meja bar di dalamnya. Ranjang king sizenya didesain ditengah-tengah ruangan dan semua perabot nya berada di pinggir dekat tembok. hal ini dikarenakan Kevin yang kalau lelah bisa langsung tidur dari arah dan sudut manapun.


Key melihat - lihat sekeliling, matanya terpaku pada sebuah kalung yang terdapat dalam bingkai. kalau nggak tersebut berbentuk patahan bintang bertuliskan Forever berwarna peach. diujung bingkai tertulis nama Juno dan Kevin.


Mata Key berair saat teringat sesuatu dikala dia melihat kalung itu. dia meraba tasnya mencari sesuatu benda yang selalu ada didalam tasnya. dia menangis menggenggam benda itu. dia tak pernah menyangka kalau dia akan menemukan pasangan benda itu lagi.


****

__ADS_1


Maaf ya readers untuk updatenya yang lama. dikarenakan terlalu fokus kepada novel yang satunya.


__ADS_2